22 November 2016

Menikmati Bertambahnya Usia Saat Menapaki Tangga #UsiaCantik


Wow sudah hampir 40 tahun nih...sedih, marah, takut atau nangis? Enggah lah ya. Seperti bumi yang selalu berputar pada porosnya, umur manusia pun makin hari makin bertambah. Bukan untuk disesali, namun harus dinikmati. Syukur-syukur dengan bertambahnya usia, kita lebih produktif bahkan bisa berbuat sesuatu yang bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.

21 November 2016

SAKUKU, Inovasi Terbaru BCA Yang Membuat Hangout Makin All Out



Tanggal 27 Oktober 2016 yang lalu menjadi momen bersejarah bagi blogger Bali. Bertempat di Livingstone Cafe & Bakery, Jl. Petitenget 88X Kerobokan Kelod, Kuta Utara, Kabupaten Badung – Bali, para blogger dari berbagai genre mendapat kesempatan untuk hadir dalam acara “Ngumpul Bareng Blogger Bali” yang diselenggarakan oleh BCA dan Bblog. Dan Bali, sekaligus merupakan kota ke tujuh yang mendapatkan kesempatan untuk mengadakan acara ini.
Ngobrol bareng Blogger Bali
di Livingstone Cafe & Bakery
(dokpri)

18 November 2016

Sinarmas MSIG Life, "Yuk Atur Uangmu" Demi Masa Depan Lebih Baik

Ibu adalah inspirasi saya dalam mengatur uang. Semenjak ayah meninggal, beliaulah tulang punggung keluarga. Meski ibu hanya seorang ibu rumah tangga, namun beliau sanggup membiayai pendidikan saya dan adik hingga lulus sarjana. Tak bisa terbayangkan betapa perjuangan ibu sangat berat. Tapi, tak pernah sedikitpun beliau mengeluh. Semangatnya mengantarkan kedua anaknya meraih mimpi itulah yang tetap saya ingat sampai sekarang.


Ya...hidup itu penuh perjuangan. Sebuah kesuksesan tak mungkin dapat diraih secara instan. Saya masih ingat bagaimana ibu dengan pandainya mengatur keuangan keluarga. Sejak ayah masih ada, beliau benar-benar mempersiapkan masa depannya dengan baik. Termasuk mempersiapkan biaya pendidikan kedua anaknya. Inilah yang membuat saya dan adik masih bisa terus bersekolah meski ayah telah tiada.

Dan apa yang dilakukan ibu kini mulai saya terapkan dalam kehidupan saya. Barangkali kalau tidak menikah dan merantau, mungkin saya tidak akan mempunyai banyak pengalaman.  Memang benar, bahwa menikah itu adalah pintu gerbang menuju kedewasaan, otomatis setiap pasangan yang menikah dituntut untuk bisa hidup mandiri.

Flashback ke masa lalu, dimana saya mengalami masa sulit diawal-awal menikah. Demi mengikuti suami yang berdinas di Papua, akhirnya saya mengundurkan diri dari tempat kerja.  Dalam pandangan saya, keputusan resign dari tempat kerja jauh lebih baik ketimbang menjalani hubungan jarak jauh. Bukan berarti saya sudah tidak ingin bekerja dan mendapatkan penghasilan sendiri, namun banyak yang beranggapan dengan ijasah sarjana yang saya miliki saya bakal dapat pekerjaan kembali di Papua.

27 Oktober 2016

Selamat Hari Blogger Nasional, Ngeblog Sebagai Media Berbagi

Jujur saya hanyalah ibu rumah tangga,  namun saya juga seorang anggota Persit Kartika Chandra Kirana. Resign dari tempat kerja,  hidup berpindah-pindah dari satu pulau ke pulau lain,  harus menghadapi berbagai permasalahan komplek baik dari diri sendiri maupun orang lain,  sampai terpaksa menjadi obyek tersakiti atau bahkan mendadak menjadi psikolog,  merupakan proses yang saya lalui selama ini.

21 Oktober 2016

Pentingnya Peran Serta Orang Tua Dalam Mendukung Tumbuh Kembang Anak

masa pertumbuhan Fawaz
Sejak memiliki Fawaz, kehidupan saya nyaris berubah. Dari yang dulunya cuek bebek, kini harus konsen pada keluarga, utamanya Fawaz, anak semata wayang saya.

Bahkan, saya jadi tahu betapa perjuangan ibu saya dulu begitu besar. Membesarkan saya dan adik seorang diri. Sudah pasti dibutuhkan kesabaran, keikhlasan dan ketangguhan dalam mengupayakan hidup.

Dari sinilah akhirnya saya belajar bagaimana menjadi ibu yang baik. Meski kapasitas saya sebagai ibu masih banyak kekurangan, setidaknya saya mulai belajar dari pengalaman ibu dan berbagai sumber.



Fawaz adalah anak yang tangguh, menurut kacamata saya sebagai ibunya. Sejak dilahirkan di Papua 11 tahun silam, banyak peristiwa yang terekam sepanjang hidupnya. Terus terang saat Fawaz lahir saya bukanlah ibu yang paham betul bagaimana merawat bayi dengan baik. ASI hanya saya berikan dua bulan, karena padatnya kegiatan yang saya ikuti. Setelahnya Fawaz adalah anak sufor, yang menikmati sedotan demi sedotan susu didalam dotnya.


16 Oktober 2016

Liburan Ceria Menguji Kreatifitas Ibu


Semenjak tinggal di Bali, saya sering bingung menuruti permintaan Fawaz (anak semata wayang saya).  Bukan tanpa sebab, Bali yang lebih menjunjung tinggi adat istiadatnya, sudah pasti sebagian besar penduduknya lebih memilih menjalankan ritual keagamaan ketimbang beraktifitas di tempat kerja.

15 Oktober 2016

Menikmati Indahnya Pemandangan Bukit Teletubbies


Hamparan hijau yang menyerupai bukit dan terlihat indah dari kejauhan itu bernama “Bukit Teletubbies”. Terletak di desa Sumberasri, Nglegok, Blitar, Jawa Timur, tempat ini menjadi salah satu destinasi wisata alam yang kini ramai dikunjungi.

rute Bukit Teletubbies dari Google Map
Wisata ini dibuka setiap hari dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB.  Sayang.... saat mengunjungi tempat ini, cuaca sedang tidak bersahabat. Hujan deras mengiringi perjalanan saya. Benar-benar menyerupai sebuah perjalanan yang penuh tantangan. Jalanan menuju bukit ini sedang dalam perbaikan karena rusak berat akibat sering dilalui truk-truk pasir yang sarat muatan.

hujan lebat di sepanjang perjalanan (dokpri)
Namun, rusaknya jalan ditambah derasnya curah hujan, tak menyurutkan langkah saya untuk terus naik keatas, menuju wisata “Bukit Teletubbis”. Dan memasuki area wisata ini, seorang petugas tiket menyodori tiket masuk area seharga tiga ribu rupiah. Lebih tepatnya ini adalah tiket parkir kendaraan roda empat yang saya kendarai.

Begitu memasuki area parkir, sayapun disambut oleh para sopir ojek pangkalan yang memang bertugas membawa pengunjung naik keatas. Dengan ramahnya mereka menawarkan ojeknya. Untuk tiket pulang-pergi sebuah ojek dihargai sepuluh ribu rupiah. Namun mereka tidak memaksa para pengunjungnya untuk menggunakan jasa ojeknya. Kalau kendaraan yang dibawanya sehat wal afiat, artinya mesinnya kuat dibawa naik hingga ke bukit, mereka menyarankan para pengunjung untuk membawa serta kendaraannya. Namun, bila ragu, lebih baik menggunakan jasa ojek. Jalan menuju bukit adalah jalan setapak yang tidak terlalu lebar, berkelok-kelok, sementara disampingnya adalah jurang dalam.  Bila tidak lihai menyetir, bisa jatuh atau malah terperosok ke dalam jurang.

Melihat hujan yang makin deras, sayapun meminta sopir ojek mengantar naik ke bukit. Melewati jalanan yang menanjak dan berkelok-kelok seolah sedang menghadapi uji adrenalin. Sesampai di sebuah bale yang berbentuk bulat, saya bernegosiasi dengan sopir ojek, mencatat nomor handphonenya agar mudah dihubungi saat kembali menjemput saya.

Menurut informasi dari sopir ojek pangkalan, deretan bukit ini merupakan kenampakan alam yang baru ditemukan sekitar empat bulan silam oleh warga sekitar. Melihat fenomena alam yang luar biasa indahnya, warga daerah Sumberasri menyebutnya sebagai “Bukit Teletubbies” dan dijadikannya sebagai obyek wisata yang bisa dinikmati keindahan alamnya.

Pemandangan Bukit Teletubbies memang luar biasa indahnya. Pemandangan alam yang bisa menghipnotis setiap mata ditambah hamparan bukit yang hijau seolah membuat saya ingin terus mengagumi kebesaran Allah SWT sebagai pencipta alam semesta.

Lantas apa saja yang bisa dinikmati saat berwisata di Bukit Teletubbis?
Jalanan yang menanjak dan berkelok

Saat memasuki obyek wisata, maka para pengunjung akan disuguhi pemandangan berupa jalan setapak yang menanjak dan berkelok-kelok. Pemandangan ini akan terasa indah bila kita berusaha menuju bukit dengan jalan kaki atau menggunakan jasa ojek. Nampak jalan setapak yang tidak terlalu lebar yang diapit oleh tebing dan jurang. Tentu saja bagi pengunjung yang takut ketinggian, mereka akan menutup mata saat ojek yang ditumpanginya melaju naik keatas.

Bahkan seringkali pengunjung terjatuh dari motor yang ditumpanginya, bila ia sangat takut ketinggian. Inilah yang saya katakan menuju bukit ini sangat menantang adrenalin. Keberanian kita benar-benar diuji.
Hamparan bukit hijau

Nah begitu sampai di atas, maka pengunjung akan diarahkan menuju sebuah bale berbentuk bulat. Ditempat itu mereka bisa beristirahat sambil menikmati semilir angin bukit yang menyegarkan. Disinilah kita bisa menikmati indahnya hamparan bukit nan hijau, yang menyerupai tempat tinggal teletubbis seperti di TV. Nampak dari kejauhan terdapat tulisan “Bukit Cinta”. Ditempat ini pula para pengunjung bisa berfoto-foto dengan view perbukitan. Mengasyikkan pastinya.


nampak tulisan "Bukit Cinta" dari kejauhan (dokpri)
Kedai makanan
Sebenarnya di tempat ini banyak berdiri kedai-kedai yang menjual makanan. Dari mulai memasuki area wisata sampai di bukit juga tersedia kedai makanan. Sayang saat saya berkunjung ke bukit ini, selain hujan deras, waktu pun sudah menjelang sore hari, sehingga para penjual makanan di bawah sudah menutup kedainya. Namun jangan khawatir, kedai di atas masih melayani para pembeli. Ada mie rebus dan makanan lainnya, ada pula aneka minuman. Tak terkecuali mushola dan kamar mandi juga tersedia disini.
kedai makanan yang berjejer di lereng bukit (dokpri)

Balon udara
Di Bukit Teletubbies ada balon udara yang bisa terbang? Jangan salah sangka. Balon udara yang ada disini bukanlah balon udara sesungguhnya, melainkan hanyalah sebuah tempat yang digunakan sebagai obyek mengambil gambar.  Para pengunjung yang ingin berfoto-foto seolah naik balon udara akan dikenakan tarif Rp. 3.000,- per orang bila mereka membawa kamera sendiri. Namun jika menggunakan jasa fotografer maka tarifnya naik menjadi Rp. 5.000,- per orang. Hasil foto pun langsung jadi.

balon udara sebagai tempat mengambil gambar
(dokpri)

Rumah taman
Bangunan yang menyerupai balon udara dengan sebuah tangga untuk menaikinya ini ternyata satu paket dengan rumah taman. Yaitu rumah panggung yang terbuat dari anyaman bambu dengan aneka warna-warni bunga yang terlihat indah bila dijadikan obyek foto. Cukup membayar Rp. 3.000,- atau Rp. 5.000,- maka tiap pengunjung bisa berfoto-foto sesukanya di balon udara dan rumah taman.
view yang sangat indah di Rumah Taman (dokpri)

Badut karakter teletubbies
Selain bisa berfoto-foto dengan view hamparan bukit yang hijau, para pengunjung pun juga bisa berpose bersama badut-badut teletubbies (Tinky, Winky, Dipsy, Laa Laa dan Po) yang seolah-olah bersembunyi di bukit. Sayang, badut-badut ini hanya bisa ditemui saat hari Minggu saja.
sumber: YouTube 

Nah....itulah yang terdapat di Bukit Teletubbies Blitar. Bagaimana sobat, tertarik ingin mengunjunginya? Yuk sama-sama mengeksplore obyek wisata di Blitar dan jangan lupa mengunjungi Bukit Teletubbies sambil mengasah adrenalin.


Selamat berwisata.

5 Oktober 2016

Nikmatnya Suasana Pedesaan Sambil Memanjakan Lidah Di Bale Udang Bali Restaurant

Saya ini bener-bener orang yang "kudet". Padahal sudah hampir empat tahun tinggal di Bali, tapi untuk menuju sebuah tempat saja harus pakai acara salah jalan. Sudah gitu, google map tidak berfungsi dengan baik, efek sinyal yang kurang bagus. Duh, bener-bener bikin malu.

Ah...sudahlah, kali ini saya tidak akan memperpanjang kekudetan saya, tetapi saya akan merekomendasikan sebuah tempat yang nyaman di Bali. Tempat ini sangat multifungsi, bisa sebagai sarana rekreasi sambil memanjakan lidah. Namanya Bale Udang Mang Engking (Bale Udang Bali Restaurant) yang terletak di Kuta, Bali.

peta Bale Udang Mang Engking

3 Oktober 2016

Kampung Coklat, Sebuah Wahana Rekreasi Yang Mengedukasi


Bagi warga Blitar, kehadiran tempat-tempat wisata menjadi sebuah hiburan tersendiri. Apalagi sejak dulu, Blitar terkenal dengan kota sepi. Meski seiring berkembangnya jaman, rasa sepi itu sudah berangsur-angsur ramai. Banyak berdiri kios-kios dan warung-warung yang menjual aneka macam kebutuhan. Bahkan, wisata kuliner pun makin marak di Blitar.

26 September 2016

Jangan Lupa Bahagia! Begini Caranya

Hidup kalau tidak pernah merasa bahagia, pasti akan uring-uringan, begini gak cocok, begitu juga gak cocok. Lalu harus bagaimana? Harus teriak? Foya-foya ke mall habisin belanja sebulan? Atau marah-marah mulu? Gak kalee.....hehehe.....

Sumber kebahagiaan itu sebenarnya ada pada diri sendiri. Kita sendiri yang tahu bagaimana caranya membuat hidup tetap bahagia. Kebahagiaan itu bukan soal harta melimpah, rumah mewah, mobil berjejer atau shopping terus.

Followers

Google+ Followers