Memaafkan Itu Tidak Mudah, Tetapi Bukan Berarti Tidak Bisa.

Memaafkan tidak selalu mudah. Memaafkan seseorang yang pernah melukai kita terkadang terasa lebih menyakitkan dibandingkan luka itu sendiri. Tetapi tidak ada damai tanpa memaafkan.

MARIANNE WILLIAMSON⁣-

 

memaafkan itu tidak mudah

“Sudahlah maafkan saja, toh dia sudah pergi dari sini!”

“Susah, dan aku gak bisa melakukannya. Bertahun-tahun dia memfitnahku, bahkan menyebarkan berita yang tidak benar tentang aku. Begitu pamit, dia seenaknya meminta maaf, seolah lupa segalanya.” Tidak semudah itu memaafkan kesalahannya. Apalagi berpura-pura baik dengannya! Aku sudah anggap dia mati.

Itulah obroanku dengan tetangga tempo hari yang merasa disakiti oleh kerabatnya sendiri. Setiap orang pernah berbuat kesalahan. Bahkan kita juga pernah meminta dan menerima maaf, karena kita diajarkan untuk bisa selalu memaafkan kesalahan orang lain. Namun kadang kenyataannya lebih sulit dan rumit dari yang kita bayangkan.

Ketika seseorang berbuat kesalahan dan melukai perasaan kita, rasanya sulit untuk langsung memaafkannya. Seperti obrolanku diatas menandakan bahwa tetanggaku memang sakit hati dengan perlakuan kerabatnya. Kerabat yang sudah dipercaya bertahun-tahun, nyatanya malah berkhianat. Dan saat hati sudah terluka, memaafkan jelas bukan hal yang mudah untuk dilakukan.

Katanya Memaafkan Itu Mudah, Tapi Nyatanya Meninggalkan Luka

Memaafkan itu sebenarnya mudah, tinggal menganggukkan kepala. Demikian juga dengan meminta maaf, tinggal mengucapkan kata maaf, rasanya bukanlah hal yang rumit. Seperti sebuah kejadian seorang pelajar yang tersulut emosi karena ucapan temannya di grup whatsapp. Lalu ia samperin temannya, seketika ditoyornya bibir temannya itu, berharap agar kalimat yang ditulisnya di whatsapp grup tidak diulanginya lagi.

Meski si pemukul sudah meminta maaf karena terbawa emosi, lalu si korban sudah memaafkannya, ternyata kasusnya berbuntut panjang.  Orang tua si korban tidak terima dan melaporkan kasus ini ke pihak berwajib.

Inilah bukti bahwa luka yang sudah ditorehkan, tentu akan terasa berbeda. Bukan hanya merasakan sakitnya akibat ditonjok, tetapi hati pun terasa sakit. Bahkan si korban tidak bisa lagi menganggap si pemukul sebagai temannya seperti dulu.

Maafkan, Lalu Lupakan Kesalahannya! Sudah Pasti Beda Keduanya.

Memaafkan bisa saja dilakukan dalam sekejap, namun butuh waktu lama untuk melupakan sebuah kesalahan yang telah terjadi. Bisa berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Meski kita sudah memaafkan kesalahan, namun bertemu dengan orang yang melukai hati kita tentu akan memberikan rasa yang berbeda, kita jadi kikuk, serba salah bahkan merasa tidak nyaman bila terlalu lama dekat dengannya. Apalagi saat ngobrol bersama, seolah kata-kata yang kita ucapkan hanya basa basi belaka.

Rela Memaafkan Demi Menjalin Hubungan Harmonis

Rasanya memang menyakitkan bila harus memaafkan orang yang berbuat salah pada kita. Bahkan lebih menyakitkan bila tindakan yang kita ambil ini demi menjaga hubungan baik dengannya. Kadang kita pun merasa canggung, apalagi memulai obrolan seolah tidak pernah terjadi apa-apa. Namun demi menjaga hubungan harmonis, kita pun harus mengesampingkan ego, meski kata maaf ini hanya di bibir saja.

Meski Sulit untuk Melupakan Kesalahan Masa Lalu, Memaafkan Menjadi Cara untuk Membuka Lembaran Baru

Memaafkan bukan berarti kita dapat dengan mudah melupakan sebuah kesalahan yang telah diperbuat orang lain kepada kita. Bahkan luka yang pernah kita rasakan, meski telah hilang, suatu saat bisa muncul kembali. Termasuk cara berkomunikasi kita dengan orang yang melukai kita, sudah pasti akan berbeda dari sebelumnya. Namun demikian kita harus berani memaafkan, karena cara inilah yang dapat membuka lembaran baru.

memaafkan dapat membuka lembaran baru


Hidup  memang tak selalu berjalan sesuai dengan keinginan dan harapan. Orang-orang di sekeliling kita pun bisa berubah tanpa kita sadari. Bahkan, istilah menyakiti dan tersakiti sepertinya sudah menjadi bagian dari hubungan kita dengan orang di sekitar kita. Kenyataannya  memang sulit diterima tapi begitulah adanya.

Saat hati sudah tersakiti oleh seseorang, memaafkannya jadi tugas terberat kita. Tapi dengan begitu kita akan belajar menjadi pribadi yang lebih dewasa.

Mengapa Seseorang Sulit Menjadi Pribadi yang Ikhlas dan Pemaaf?

Pernahkan merasakan bahwa rasa ikhlas dan memaafkan hanya ucapan manis di bibir saja. Inilah yang seringkali kita rasakan, bahwa untuk benar-benar ikhlas dan memaafkan kadang masih sulit dilakukan sebagian orang, termasuk diri kita sendiri..Banyak faktor penyebabnya, diantaranya:

Kita belum secara sadar ingin memaafkan dengan sesungguhnya. Artinya, kita belum berkomitmen untuk memaafkan dengan sepenuh hati. Bahkan rasa sulit memaafkan ini tergantung orang yang berbuat salah. Jika yang berbuat salah adalah orang yang kita percaya, hormati dan sayangi, maka dampaknya akan lebih berat dibandingkan jika kita tidak terlalu dekat dengan orang yang berbuat salah. Selain itu, faktor biologis atau istilah lainnya senyawa kimia di otak yang berpikir akan sulit untuk memaafkan, bahkan sulit untuk benar-benar ikhlas menerima.

Memaafkan atau mengikhlaskan bukanlah suatu hasil, melainkan merupakan proses. Bisa jadi perasaan ini hadir seiring berjalannya waktu, dimana dalam upaya untuk mengurangi emosional yang tiba-tiba muncul terhadap hal-hal yang kurang baik. Dengan kata lain proses menerima dan ikhlas bukan berarti melupakan, karena memaafkan bukan berarti lupa pada apa yang telah terjadi.

Memaafkan itu bagus untuk keasehatan jiwa. Berbagai sumber menjelaskan bahwa seseorang yang mudah mengikhlaskan dan memaafkan keselahan orang lain, nyatanya kesehatan jantungnya lebih bagus, bahkan daya tahan tubunya atau imunitasnya lebih bagus. Ia tidak mudah terserang penyakit.

Memaafkan itu Tidak Mudah, Tetapi Bukan Berarti Tidak Bisa.

Ada kalanya kita merasakan sakit hati yang begitu dalam. Lalu setiap bertemu orang yang telah menyakiti dia, bawaannya seberl. Memaafkan seseorang atas tindakan maupun kata-katanya yang menyakiti atau mengecewakan kita memang bukan hal mudah. Tapi, kita juga perlu tahu bahwa memaafkan  itu manfaatnya luar biasa banyak, diantaranya:
1. Membuat kita  menjadi pribadi yang lebih dewasa.
2. Membuat fisik lebih sehat karena hati dan pikiran kita menjadi lebih tenang dan rileks.
3. Hubungan kita dengan orang lain bisa menjadi lebih kuat setelah belajar saling memaafkan.
4. Hidup terjamin, bahkan bisa menjadi lebih damai dan bahagia.

Sudahkah mengampuni orang yang paling menyakiti hati dengan sungguh-sungguh atau hanya diucapan saja?.

Kita harus paham betul bahwa memaafkan itu bukan berarti melupakan. Berani meminta maaf atas kesalahan kita memanglah sesuatu yang terpuji, tetapi hal itu hanyalah langkah awal. Terlebih karena kerugian dan kesengsaraan yang mungkin dirasakan oleh orang lain akibat kesalahan yang telah diperbuat tentu tidak dapat begitu saja diganti dengan sepenggal kata berbunyi “maaf”.

Memaafkan itu bukan berarti melupakan


Meminta maaf memang hal mulia yang dapat dengan mudah dilakukan, hal sulit dari ‘rangkaian’ mendapat maaf adalah jaminan bahwa kesalahan serupa tidak akan terulang lagi. 
Alangkah baiknya kita berpikir dulu sebelum bertindak, karena sekali saja kita berbuat salah  maka hal buruk akan menimpa diri kita.

 

ngeblog asyik bareng KEB

 #YukNgeblogLagi

#NgeblogAsyikBarengKEB

Posting Komentar

1 Komentar

  1. Aku pernah di posisi yg mendendam terhadap seseorang, dan itu capeeeek banget. Capek hati, capek pikiran. Ga pernah happy jadinya. Selalu mikir gimana caranya bisa membalas. Ujung2nya jadi ketinggalan Ama yg lain. Temen2 udh sampe titik mana, eh aku masih pusing mikirin balas dendam.

    Akhirnya sadar sih, ga ada gunanya kayak gitu. Mending aku mikirin kebahagiaanku sendiri drpd noleh ke belakang Mulu, ya kaaan.

    Belajar utk maafin, walopun bener, aku ga akan bisa lupa. Jadi pembelajaran utk ga berhubungan lagi dengan orang semacam itu

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...