21 Oktober 2016

Posted by Sri Wahyuni on 8:23 AM 31 comments
masa pertumbuhan Fawaz
Sejak memiliki Fawaz, kehidupan saya nyaris berubah. Dari yang dulunya cuek bebek, kini harus konsen pada keluarga, utamanya Fawaz, anak semata wayang saya.

Bahkan, saya jadi tahu betapa perjuangan ibu saya dulu begitu besar. Membesarkan saya dan adik seorang diri. Sudah pasti dibutuhkan kesabaran, keikhlasan dan ketangguhan dalam mengupayakan hidup.

Dari sinilah akhirnya saya belajar bagaimana menjadi ibu yang baik. Meski kapasitas saya sebagai ibu masih banyak kekurangan, setidaknya saya mulai belajar dari pengalaman ibu dan berbagai sumber.



Fawaz adalah anak yang tangguh, menurut kacamata saya sebagai ibunya. Sejak dilahirkan di Papua 11 tahun silam, banyak peristiwa yang terekam sepanjang hidupnya. Terus terang saat Fawaz lahir saya bukanlah ibu yang paham betul bagaimana merawat bayi dengan baik. ASI hanya saya berikan dua bulan, karena padatnya kegiatan yang saya ikuti. Setelahnya Fawaz adalah anak sufor, yang menikmati sedotan demi sedotan susu didalam dotnya.



Bukan berarti selesai sampai disini. Karena tubuh Fawaz yang alergi dengan susu sapi, hingga seluruh kulit tubuhnya melepuh, akhirnya dokter menyarankan untuk beralih ke susu kedelai. Sementara suami saya saat itu tengah dinas luar, sedang persedian susu kedelai sangat terbatas di mall-mall Papua. Bahkan, pernah kehabisan hingga Fawaz pun saya beri air gula supaya tubuhnya tidak lemas.


Sangat terbatasnya persediaan susu kedelai di Jayapura, mengakibatkan saya memesannya di Jawa. Beruntunglah saat suami kembali dari dinas luar, sekardus susu kedelai berhasil dibawanya. Sungguh pengalaman yang pahit saat itu.

Namun, meski Fawaz tergolong anak sufor, alhamdulillah daya tahan tubuhnya kuat. Memang beberapa kali pernah menderita sakit di Papua. Orang Papua bilang kalau belum pernah terserang malaria maka belum resmi jadi orang Papua. Dan malaria pun sempat menjangkiti tubuh Fawaz. Bahkan, karena wabah, maka dua kali pula Fawaz terserang typus. Barangkali inilah riwayat penyakit yang pernah diderita Fawaz selama tinggal di Papua.

Kini, saat kami pindah ke Bali, alhamdulillah Fawaz belum pernah terserang penyakit seperti di Papua. Saya selalu berharap agar Fawaz diberi kesehatan...amin. Seiring perkembangan Fawaz, semakin banyak pula aktifitas yang diikutinya. Saya bersyukur menjadi ibu yang bisa mendampingi tumbuh kembang Fawaz sejak lahir hingga saat ini.

Bahkan suami pun mendukung upaya saya merawat dan mendidik Fawaz sebaik mungkin. Jadilah kami mendidik Fawaz bersama sesuai kemampuan dan komitmen kami. Sebagaimana yang saya ketahui bahwa peran orang tua sangat dibutuhkan dalam perkembangan anak baik fisik maupun psikologis, karena merekalah yang menentukan baik buruknya karakter anak. Alangkah baiknya sebagai orang tua melakukan hal-hal sebagai berikut:
  1. Senantiasa memberikan pendampingan terhadap anak.
  2. Mampu memposisikan diri, kapan mereka bertindak sebagai orang tua, kawan atau teman dalam bermain.
  3. Mampu melakukan pengawasan, baik pengawasan dari dekat maupun dari jauh, serta kapan sebaiknya memberikan kepercayaan kepada anak.
  4. Mampu memberikan ruang pada anak untuk berkembang. Ketika bakat anak sudah mulai terlihat, maka berikan kesempatan kepada anak untuk mengembangkan bakatnya.
  5. Mampu membantu anak dalam mewujudkan prestasinya. Ketika anak telah mencapai tahap usia 6 – 12 tahun, yang dibutuhkan adalah pencapaian prestasi, disinilah pentingnya dorongan orang tua guna meningkatkan kepercayaan diri pada anak.
Periode Keemasan Anak.
Anak hanya mempunyai sekali “masa emas” yang disebut dengan “periode kritis”. Masa emas otak anak dimulai sejak dalam kandungan hingga usia anak mencapai 6 tahun. Disinilah pertumbuhan otak terjadi paling pesat, yaitu 95%. Dan puncak masa emas terjadi sebelum anak berusia 2 tahun. Setelah masa emas ini terlewati, maka otak akan tumbuh melambat dan tidak bisa tumbuh cepat. Inilah perlunya nutrisi dan stimulasi di periode keemasan anak.

Nutrisi sangat dibutuhkan dalam tumbuh kembang anak guna menunjang pertumbuhan organ penting seperti: pertumbuhan organ reproduksi, pertumbuhan fisik dan pertumbuhan otak anak. Bahkan, nutrisi juga sangat berperan dalam membangun daya tahan tubuh anak, agar anak tidak mudah sakit. Anak yang sering sakit sudah pasti akan mengganggu tahapan tumbuh kembangnya. Bahkan, pemenuhan nutrisi di usia dini sangat bertujuan untuk membantu pertumbuhan otak anak.

Madu Grow n Health, baik untuk pertumbuhan dan kecerdasan otak anak

Dan berbicara tentang nutrisi anak, saya akan memperkenalkan Grow n Health, madu yang diformulasikan khusus untuk membantu proses pertumbuhan serta kecerdasan anak. Diambil dari madu lebah murni yang terjamin dan teruji secara klinis, serta berasal dari nektar pilihan yang bebas residual pestisida, juga disarikan dari berbagai ekstrak bahan pilihan yang teruji secara kualitas.

dokumen pribadi

Madu Grow n Health ini mengandung sari ekstrak pilihan yang sangat berguna bagi proses pertumbuhan anak dan meningkatkan kecerdasan anak, seperti:
Madu murni: berguna membantu proses pertumbuhan karena mengandung banyak nutrisi dan vitamin seperti vitamin A, B1, B2, B3, B5, B6, D, E, K, uric acid dan asam nikotinal. Semua vitamin tersebut sangat mudah diserap setelah 1 jam mengkomsumsinya.
Ekstrak kulit manggis: berguna untuk antimikroba dalam menangkal berbagai macam penyakit serta memiliki antioksidan yang tinggi dan berguna untuk menambah kekebalan tubuh anak.
Ekstrak temulawak: berguna meningkatkan nafsu makan anak dan juga berfungsi sebagai penjaga fungsi hati karena mengandung zat katagoga yang memproduksi empedu dalam hati serta merangsang pengosongan empedu.
Ekstrak ikan gabus: berguna untuk membantu kecerdasan anak karena mengandung zat albumin yang memiliki kandungan protein tinggi, serta berguna untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak.

Citra rasa madu Grow n Health sangat disukai anak-anak karena telah melalui serangkaian uji rasa dan terjamin konsistensinya. Cocok diberikan untuk anak usia 1 – 12 tahun dan tidak disarankan untuk anak dibawah usia 1 tahun.  Cukup diberikan 3 x 2 sendok teh sehari, diminum sebelum makan dan sebelum tidur, maka anak akan tercukupi nutirisinya demi tumbuh kembangnya.


Bagi Bunda yang mempunyai anak dalam tahap tumbuh kembang alangkah baiknya mencoba madu Grow n Health ini untuk persediaan di rumah. Banyak testimoni yang membuktikan bahwa madu suplemen ini sangat aman dikonsumsi anak. Salah satu contohnya, Fawaz anak saya yang berumur 11 tahun. Hari Senin yang lalu ia tidak masuk sekolah karena meriang, kepala pusing, hidung meler dan tenggorokan sakit. Untunglah di rumah ada madu Grow n Health. Awalnya takut untuk meminumnya, setelah saya paksa akhirnya terlelan juga madunya.

Fawaz sembuh berkat madu Grow n Health
Mau tahu apa hasilnya? Sorenya Fawaz sudah kembali beraktifitas. Meski tubuhnya gendut, tapi ia hobi renang. Setelah meminum madu ini maka semangatnya kembali berkobar. Sampai pak penjaga tiket masuk kolam renang hafal betul dengan Fawaz hehehe......jadi sayapun tidak ragu lagi dengan madu Grow n Health yang khasiatnya luar biasa ini. 

Bahkan, madu ini tidak harus diminum langsung bila sang anak kebetulan tidak suka madu. Bisa dicampur dengan air putih, bisa digunakan sebagai toping makanan seperti donat, roti tawar dan sebagainya, bisa juga dicampur dengan susu. Yang pasti Madu Grow n Health yang diproduksi oleh CV. Gilang Persada Nusantara, Yogyakarta, sangat cocok dikonsumsi anak-anak guna menunjang masa pertumbuhannya. Untuk informasi lebih lanjut silahkan buka website Grow n Health.
Madu untuk toping donat atau roti tawar 

Bunda berminat dengan madu Grow n Health? Sebotol Madu Grow n Health cukup dibanderol dengan harga Rp. 75.000,- dan berisi 200 ml. Bila bunda ingin mendapatkan penawaran menarik berupa diskon 10% cukup dengan memasukkan kode KBGNH59 disetiap pembelian madu produksi CV. Gilang Persada Nusantara. Untuk info pemesanan silahkan hubungi nomor berikut ini:

Jangan lupa ya Bunda, silahkan masukkan kode KBGNH59 disetiap pemesanan produk madu Grow n Health.

Salam sehat!!! Selamat mencoba!
Categories:
Reaksi:

31 komentar:

  1. pipinya Fawaz tembem banget Mba, pengen tak cubitin pipinya, hehehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe iya mbak banyak yang gemes dengan Fawaz

      Hapus
  2. Kita dukung tumbuh kembang anak dengan memberinya makanan bergizi ya mbak😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak, anak harus mendapat asupan gizi yang seimbang supaya tubuhnya tetap sehat

      Hapus
    2. Setuju (mampir lagi) btw sekarang masih di Papua mbak ?

      Hapus
    3. Hihihihi senang sekali mau mbalik kesini lagi mbak Ria. Kami meninggalkan Papua sejak tahun 2011. Tahun 2013 sampai sekarang menetap di Bali

      Hapus
  3. Salam kenal Mba Yuni. Sehat terus ya Mas Fawaz. Toss sama Fadel yang juga doyan GrownHealth 😀

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin terimakasih doanya mbak, salam kenal kembali ya mbak... Madu GnH cocok untuk pertumbuhan anak dan kecerdasan otaknya

      Hapus
  4. Alhamdulillah dapat tips lagi untuk membantu tumbuh kembangnya anak jadi bakal okeh nih kayaknya dengan adanya tips tambahan dari mbak yuni.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah mas bila bermanfaat, saya masih belajar, belajar dari pengalaman, belajar melihat kenyataan dan belajar dari sumbernya

      Hapus
  5. anakku kok susahmen minum madu ya, padahal manfaatnya banyak banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba madu GnH mbak siapa tahu ketagihan, rasanya manis pas di lidah anak

      Hapus
  6. Semoga Fawaz selalu sehat yaa.... kayaknya pengen nyobain nih madunya buat anak2. Makasih infonya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin terimakasih doanya Mba Rita.... Silahkan dicoba madu GnH ini mba, manis rasanya pas di lidah anak-anak

      Hapus
  7. Wuaduh, harus kena malaria dulu kl mau jd orang papua? Haha. Tfs Mak. ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak kata orang Papua hehehe... Dulu kami sekeluarga kena semua, alhamdulillah setelah keluar dari Papua malaria itu hilang sendiri

      Hapus
  8. Ya Allah Mbak, semoga Fawaz selalu sehat yah. Walah, benar-benar perjuangan ya tinggal di Papua...

    BalasHapus
  9. Reviewnya lengkap banget mbak 😍😍 sehat sehat terus yaaa untuk mba sekeluarga

    BalasHapus
  10. Fawaz.. gagah... gede mau jadi tentara kayak ayah ga..sih..??? he2

    sehat terus ya fawaz.. tambah pinter juga...

    BalasHapus
  11. Mampir lagi hihihi, saya kira belum baca

    BalasHapus
  12. aduh lihat fawas badannya mantep ya mba, senang sekali pasti jadi mamanya yang selalu memberikan madu terbaik untuk anak grow n health :)

    BalasHapus
  13. kalo suplemen alami seperti ini ga khawatir ada efek samping ya mba

    BalasHapus
  14. Semoga fawas sehat slalu yaaa.. Minum madu biar selalu sehat dan ngga gampang sakit ya.

    BalasHapus
  15. Tidak disarankan untuk anak di bawah 1 tahun. Euuung... kalo untuk ibunya boleh nggak ya? Saya lagi drop nih soalnya :D

    BalasHapus
  16. Pengalaman yang luar biasa ya mbak, hidup jauh di Papua....
    Kalo GnH, anakku sukanya diseduh pake air hangat mba...

    BalasHapus
  17. Fawaz seumuran sama Azka neh. Dan Azka juga perlu dijelasin dulu meski tahu MAdu itu rasanya enak, manis, seger

    BalasHapus
  18. Waduh kebayang kesian ya pas Fawaz kena alergi susu sapi. Tapi alhamdulillah sekarang dia tumbuh sehat :)

    BalasHapus
  19. Wah Fawas anak Papua nih hehe
    Alhamdulillah sekarang daya taan tubuhnya makin kuat ya mbak, sehat2 terus yaaa :D

    BalasHapus
  20. Yes, akhirnya Fawaz suka madu. Keren, suka berenang :D

    BalasHapus
  21. Wah.. Mas Fawaz tampak sehat dan gemuk, ya....

    Anak saya susah makan dan susah terlihat berisi. Kadang sedih....

    Makasih infonya ya

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...