Ingin makan pasta ala cafe, cobalah resep macaroni schotel panggang dari rumah. Bahannya mudah didapat, cara mengolahnya juga gampang. Kalau sudah matang rasanya mirip pasta yang dijual di cafe atau resto. Bisa dibilang mirip pizza. 

macaroni schotel panggang buatan sendiri. dokpri

Cerita ini sebenarnya berawal dari penampakan sosok wanita yang duduk di gerai pizza hut yang tutup. Mungkin karena aku lagi halu atau malah kecapaian gara-gara mondar-mandir mall demi menunggu Gramedia buka jam 12 siang. Saat itu mall masih sepi, sebagian besar gerai atau toko di mall itu belum buka. Nampak beberapa karyawan masih membersihkan lantai didalam toko.

Sambil menunggu semua toko buka, aku berjalan di sekeliling mall, itung-itung sambil olahraga menggerakkan kaki. Tiba-tiba aku melihat sosok wanita cantik dengan dandanan seksi dan menor duduk disalah satu bangku gerai pizza hut. Ia lagi asyik memainkan henponnya. Pikirku, Pizza Hut sudah mulai buka lagi. Bisa nih pesan pizza untuk oleh-oleh yang di rumah.

Karena melihat sosok wanita yang kupikir lagi ngantri pesanan pizza, akupun berniat ingin sepertinya. Lekas kupercepat langkah kakiku untuk kembali ke gerai pizza hut itu. Dan alangkah terkejutnya aku ketika sosok yang tadinya kulihat jelas tiba-tiba menghilang. Kupandangi keadaan dalam gerai itu. Masih sama seperti beberapa hari sebelumnya. Bangkunya di tumpuk, sepi tak ada tanda-tanda ada pelayan atau bahkan pembeli disitu.

Kulihat pintu gerai itu. Masih sama! Pintu itu terkunci rapat dengan gembok besar melingkar di gagang pintu. Tulisan yang menyebutkan gerai itu tutup selama pandemi juga masih menempel di pintu kaca. Lalu siapa sosok wanita yang kulihat tadi? Hanya ilusi atau hantu? Entahlah sampai saat ini akupun tak pernah menemukan jawabannya.

Beberapa kali kuulang ke tempat itu. Gerai pizza hut masih sama seperti sebelumnya. Tak pernah buka selama pandemi. Bahkan karyawannya mangkal dipinggir jalan dengan menawarkan dua macam varian pizza hut, daging sapi dan ayam, yang dibanderol dengan harga Rp. 100.000 untuk 4 kotak pizza hut ukuran kecil.

pizza hut yang beli dipinggir jalan. dokpri.

Pizza daging ayam. dokpri
Benar-benar franchise ini ikut terdampak dengan mewabahnya corona yang tak tahu kapan berakhirnya. Beberapa gerainya yang dulunya selalu ramai pengunjung kini terpaksa ditutup. Bahkan karyawan harus berjualan di pinggir jalan sambil berteriak menjajakan dagangannya.

Dari sinilah akhirnya timbul niat untuk membuat pizza sendiri di rumah. Berhubung peralatan dapurku tidak lengkap, akhirnya aku memilih membuat pasta yang bahannya lebih mudah dan gampang membuatnya. Tiga kali mencoba membuat pasta macaroni dengan cara dipanggang, akhirnya menemukan cita rasa yang pas di lidah suami dan anak semata wayangku. 

eksperimen 1 yang kurang pas rasanya. dokpri

Eksperimen yang pertama hasilnya kurang memuaskan. Terlalu banyak keju dan susu yang kucampur. Bahkan cara memanggang pun salah, akhirnya bagian atasnya mengeras karena terlalu lama di oven. Penasaran dengan cita rasa yang berbeda, akhirnya aku membuat macaroni schotel panggang lagi yang kedua. kali ini aku mencoba menambahkan keju mozarella agar rasanya lebih gurih dan bisa molor bila dimakan saat panas. Ternyata eksperimen kedua ini berhasil membuat suami dan anak menghabiskan sepanci pasta ini. Mereka bilang rasanya mirip pasta di cafe.

eksperimen 2, ada keju mozarella didalamnya. dokpri.

Ulala...senang rasanya bila masakan sendiri dipuji orang-orang tercinta😍 Dan tibalah mencoba bereksperimen dengan resep ketiga. Kali ini aku mencoba menambahkan taburan oregano dan parutan keju diatasnya. Bahannya pun kubuat berbeda dengan eksperimen sebelumnya. Syukurlah kali ini aku berhasil membuat pasta ala cafe yang bernama Macaroni Schotel Panggang.

eksperimen ke 3. Pakai taburan oregano dan parutan keju. dokpri

Aku sempat membaca sebuah pesan singkat yang dikirim teman tentang keju di sebuah WA grup. Kurang lebihnya pesannya begini:
Ada yang menarik tentang bagaimana masyarakat Jepang hidup bersama covid-19, karen virus corona ini strain baru yang belum diketahui bagaimana cara mengatasinya. Maka kita hanya mengandalkan daya tahan Innate Immunity (imunitas bawaan) tubuh kita yang berfungsi. 
Di sistem imunitas kita ada 3 limfosit yang berperan, yaitu sel T, B dan Killer Cell (NK cell). Untuk corona maka Killer Cell - lah yang bisa menahannya, karena belum ditemukan vaksin anti covid-19.
Konsumsi keju bisa meningkatkan NK cell kita loh. dokpri.

Oleh karena itu cara terbaik yang bisa kita lakukan adalah membiasakan diri sesering mungkin untuk cuci tangan, pakai masker, jaga jarak dan hindari kerumunan. Kita wajib meningkatkan jumlah dan fungsi Killer Cell yang ada dalam tubuh kita dengan cara:
  • Banyak mengkonsumsi makanan yang mampu meningkatkan NK cell, seperti: makanan yang mengandung lactobacilus (bakteri gram positif) seperti: yogurt, yakult, keju dan lain-lain; makanan yang meningkatkan vitamin D, sayur-sayuran dan jamur shintake.
  • Selalu bergembira, tertawa lepas, bersikap positif dan selalu optimis. Dengan begitu tubuh kita akan menghasilkan hormon sitokinin yang mengaktifkan NK cell.
  • Selalu berolahraga teratur. Tak perlu yang berat-berat, cukup peregangan, jalan kaki cepat atau bersepeda ringan. Olahraga terlalu berat justru menekan imunitas tubuh. 
Semoga pesan singkat yang kutulisa ulang diatas bisa memberikan pencerahan kepada kalian semua ya. Nah, supaya kalian tidak penasaran dengan resep macaroni schotel panggang yang buat sampai tiga kali ini, baiknya kalian coba sendiri di rumah ya. Kali ini aku akan berbagi resep untuk eksperimen ketiga ya, supaya kalian puas, yang makan pun senang. 
 RESEP MACARONI SCHOTEL PANGGANG

macaroni schotel panggang. dokpri,

Bahan:

  • 2 sdm tepung terigu
  • 2 sdm tepung maizena
  • 2 sdm susu kental manis
  • 2 butir telur
  • 1 buah bawang bombay ukuran sedang
  • 2 siung bawang putih
  • oregano secukupnya
  • garam secukupnya
  • sosis ayam secukupnya
  • kornet daging ayam secukupnya
  • 250 gram pasta (macaroni)
  • margarin secukupnya

Cara Membuatnya:
  • Rebus pasta macaroni hingga empuk, lalu tiriskan.
  • Siapkan margarin kurang lebih 2 - 3 sendok makan, lalu panaskan hingga mencair.
  • Setelah itu campurkan tepung terigu, aduk hingga rata.
  • Masukkan rajangan bawang bombay dan bawang putih geprek, biarkan sampai harum.
  • Campurkan tepung maizena dengan air, aduk hingga rata. Campur pula susu kental manis dengan air dan aduk hingga rata.
  • Dalam wajan yang masih panas, masukkan pasta yang sudah ditiriskan, tambahkan air tepung maizena dan air susu sedikit demi sedikit. Campur potongan sosis dan kornet daging ayam. Lalu tambahkan keju serut dan sedikit oregano. Aduk semua bahan hingga tercampur rata, dan masak hingga matang.
  • Matikan api, lalu campur adonan dengan dua butir telur hingga merata. Tambahkan garam secukupnya. Tes rasa, bila sudah pas maka sediakan pyrex.
  • Olesi pyrex dengan margarin, lalu masukkan semua adonan kedalam wadah ini. Jangan lupa taburi parutan keju dan oregano diatasnya.
  • Panggang dalam oven kurang lebih 35 menit. Bisa sudah tercium aromanya, itu tandanya macaroni schotel sudah matang.
  • Bila ingin merasakan sensasi makanan molor saat digigit, bisa juga ditambahkan keju mozarella dalam adonan.
  • Sebaiknya macaroni schotel ini disantap dalam keadaan hangat, bisa dicocol pakai sambal tomat atau saus sambal yang nampol pedesnya.
  • Dijamin deh bakal merasakan sensasi nikmatnya makan pasta ala cafe meski hanya di rumah saja.

Nah...selamat mencoba ya teman-teman. Ingat, virus corona ini sampai saat ini belum diketahui obatnya. Bahkan, penderitanya banyak yang tanpa gejala. Tidak merasakan gejala apapun tiba-tiba didiagnosa positif covid-19 setelah menjalani serangkaian rapid test dan swab test. Lebih baik kita berdiam diri di rumah namun tetap produktif, daripada abai terhadap serangan virus yang berbahaya ini.




19 Komentar

  1. Haduh inget pizza, jadi inget kemaren ada jualan pizza 100 4 box, ada juga di Bandung udah 2 kali ngelihat mangkal pake mobil di tempat yang berbeda. Ternyat Pizza hut yaa..

    Macaroni schotel ini, kesukaan anakku , tak kasih resep biar bikin sendiri diaaa, hiiii.
    Bneran kenikmatan tersendiri kalo dimakan pas anget2, jadi mauuu atuh, Bandung lagi ujan pulak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayuuk atuuh Teh Nchie bikin sendiri di rumah pas baget disantap saat musim ujan ditemani secangkir teh hangat,,hmm...berasa di cafe deh.

      Hapus
  2. Wah pas nih, kapan-kapan boleh dicoba. Aku paling bingung kalau masak macaroni. Paling gitu-gitu aja. Kalau dibuat ala-ala pizza, kali aja pada suka

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini resep tergampang dan anti gagal mbak...pastinya disukai keluarga terutama anak-anak heheehe

      Hapus
  3. aku sukaaa bikinnn, endesss bnget emang makaroni skotel, g pernah gagal, apalagi kalau isinya ngejuuu banget

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak...dikasih keju mozarella pasti tambah endes mbak heheehe

      Hapus
  4. Mbaa..lalu siapakah sosok wanita cantik ituuu? Duh aku jadi ikut penasaran deh..hehe.. Oya, izin nyontek resepnya ya mba.. Sepertinya enaak nih, jadi pengen coba juga..

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu dia mbak...sudah sampe 5 kali balik ke tempat itu tapi belum nemu jawabnya hehehe...monggo mbak silahkan dicoba resepnya....

      Hapus
  5. saya semenjak pandemi jadi ga pernah jajan di luar mbak :) semua2 bikin dengan bermodalkan resep dari google atau cookpad

    BalasHapus
    Balasan
    1. lebih puas masak sendiri ya mbak...apalagi kalau seisi rumah puas dengan masakan kita...bonusnya bikin hati bahagia....

      Hapus
  6. Duh auto ngeces dan mau bikin juga hehe.. ini bakal jadi makanan fav anak anak dirumah sih.. secara suka banget anak anakku sama jenis jenis makanan pasta gini mbak.. yummiee

    BalasHapus
    Balasan
    1. ayo dicoba bikin buat anak-anak mbak...ini resep yang gampang dan anti gagal heheehe....

      Hapus
  7. terimakasih tips nya mba, aku pun di rumah jadi selalu stok buah dan sayur, juga mengonsumsi susu, yoghurt dan keju... pokoknya apapun yang bisasupport kesehatan ya mba.

    BalasHapus
  8. Jadi mupeng pengin nyobain resep macaroni schotel dari Mb Yuni ini. Keliatannya sih gampang ya mba hehehe... entah kapan tapi mau eksekusinya nih. Sesekali nyobain resep londo rapopo, biasanya paling mendoan dan tahu krispi doank di rumah. :)

    BalasHapus
  9. Jadi inget udah lama aku gak bikin macaroni schotel nih, kasihan oven dianggurin :) Aku cobain reseonya mbak Yuni. Padahal bikin ini gampang ya mbak apalagi buat sarapan enak banget

    BalasHapus
  10. Kak Yuniii...asa baca cerita misteri.
    Tapi masak itu seni yaa, kak.. Harus makin banyak mencoba agar sesuai dengan selera penikmatnya.

    BalasHapus
  11. Nah ini dia nih yang kutunggu
    Schotel kadang mau bikin tapi takut hasilnya ga memuaskan

    BalasHapus
  12. Cerita awalnya bikin merinding, itu siapa yah? Apakah hantunya pencinta pizza? Untung ditutup dengan resep yang lezat. Makasih resepnya ya, sudah saya catat dan nanti akan dieksekusi.

    BalasHapus
  13. Baca cewek cantik itu langsung piye ngunu rasane wkwkwk.
    Tapi liat schotel kok jd laper iki. Bikin juga ahh kapan2 (kapan2e itu yg tanda tanya besar) wkwkwk

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...