5 Oktober 2016

Posted by Sri Wahyuni on 3:35 PM 16 comments
Saya ini bener-bener orang yang "kudet". Padahal sudah hampir empat tahun tinggal di Bali, tapi untuk menuju sebuah tempat saja harus pakai acara salah jalan. Sudah gitu, google map tidak berfungsi dengan baik, efek sinyal yang kurang bagus. Duh, bener-bener bikin malu.

Ah...sudahlah, kali ini saya tidak akan memperpanjang kekudetan saya, tetapi saya akan merekomendasikan sebuah tempat yang nyaman di Bali. Tempat ini sangat multifungsi, bisa sebagai sarana rekreasi sambil memanjakan lidah. Namanya Bale Udang Mang Engking (Bale Udang Bali Restaurant) yang terletak di Kuta, Bali.

peta Bale Udang Mang Engking


Bale Udang Restaurant Bali ini berdiri sejak tahun 2009 dan dikelola oleh Avilla Hospitally, sebuah perusahaan Management dan Development yang mengembangkan berbagai unit bisnisnya di Bali, salah satunya unit bisnis restoran.

peta PT. Avilla Hospitality Management
Sebenarnya, nama Rumah Makan Mang Engking sudah sangat populer. Mengawali eksistensinya di Jogjakarta, rumah makan ini mulai mengembangkan sayapnya di Jawa dan Bali. Seperti halnya franchice, Mang Engking menawarkan sajian tradisional lengkap dengan nuansa rumah makannya yang sangat menawan. Konsep Mang Engking sendiri sebenarnya merupakan rumah makan yang berbasis makanan tradisional dengan gubuk sebagai tempat untuk menyantap hidangannya.

Nah...sementara di Bali, ada Avilla Management yang bekerjasama dengan Mang Engking untuk menciptakan kuliner ala Gubuk Mang Engking ini menjadi sesuatu yang mengesankan bagi pengunjungnya. Gubuk Mang Engking menyupport dari sisi dapurnya, sementara Avilla Management yang mengelola keseluruhan operasionalnya.

Avilla Hospitality bekerjasama dengan Bale Udang Mang Engking (dokpri)

Pemilihan lokasi di Bali rasanya menjadi sesuatu yang telah diperhitungkan sebelumnya. Terletak di Jalan Nakula No. 88 Sunset - Road, Kuta, keberadaan Bale Udang Bali Restauran ini menjadi tempat yang cukup strategis untuk berekreasi sambil memanjakan lidah. Seperti kita ketahui, lalu lintas disekitar restauran ini sangat padat. Kemacetan seringkali terjadi, belum lagi panasnya udara di Bali, membuat para pemakai jalan ini sering merasa penat. Sementara, lokasi Bale Udang ini bukan berada ditengah-tengah kemacetan lalu lintas, namun terletak di jalan yang agak tenang, jarang terjadi antrian panjang kendaraan. Sangat cocok bagi siapa saja yang ingin singgah sembari menghindari kemacetan.
nuansa pedesaan yang tenang di Bale Udang (dokpri)

Konsep Bale Udang ini menghadirkan nuansa alam pedesaan yang kental dengan adat Bali. Suara alunan musik khas Bali selalu terdengar setiap memasuki area tempat ini. Inilah yang membuat nyaman para pengunjungnya. Di tengah hiruk pikuknya lalu lintas yang selalu macet, Bale Udang mampu mengusung sebuah konsep yang menarik pengunjungnya lebih banyak lagi.

Mengulik pada ciri khas dari Bale Udang ini tentunya kita akan bertanya-tanya mengapa dinamakan Bale Udang? Bale sendiri adalah kata lain dari gubuk. Restoran ini mengusung konsep arsitektur tradisional khas pedesaan yang menggunakan material bambu dengan atap yang terbuat dari alang-alang. Dan bale-bale ini disusun mengelilingi area kolam ikan. Sementara bale utamanya terdapat di tengah-tengah yang bisa menampung pengunjung hingga seratus lebih.
bale utama terletak ditengah (dokpri)

bale utama yang nampak dari kejauhan (dokpri)


Rasanya sungguh sangat menakjubkan. Ditengah padatnya lalu lintas Bali, ternyata ada sebuah restoran yang bernuansa pedesaan. Arsitektur bangunan ini seolah memadukan ciri khas Sunda dan Bali. Ada pepohonan disekitar bale yang membuat suasana tempat ini terasa sejuk. Bahkan kolam ikan yang sangat luas dengan berbagai jenis ikan didalamnya, makin menambah ketenangan bagi setiap pengunjungnya.

kolam ikan yang bikin hati jadi tenang (dokpri)
Kehadiran Bale Udang Mang Engking ini ternyata mampu menciptakan sebuah tempat yang multifungsi. Cuaca yang panas di Bali, kadang membuat kita malas beranjak dari rumah. Ditambah macetnya lalu lintas setiap hari, tentunya lebih baik berdiam diri di rumah ketimbang harus terjebak macet dan panas. Nah, tempat ini mampu membuat pengunjungnya berekreasi sambil menikmati hidangan yang tersedia. Bahkan bagi pengunjung yang membawa serta anak, tersedia juga area bermain anak, yang membuat mereka betah berlama-lama di tempat ini.

setiap bale ada namanya.
Bale dolanan, itulah playground anak-anak
(dokpri)
Rasanya tempat ini sangat cocok digunakan untuk santai bersama keluarga, mengajak para teman atau kolega untuk meeting, bahkan dapat juga digunakan sebagai tempat untuk kopdar para blogger. Kapasitas tempat duduk yang tersedia kurang lebih empat ratusan, ditambah bale-bale yang mengitari kolam sekitar 12 bale. Ada bale dolanan (area playground anak) yang sangat luas, ada ruang meeting dan kelengkapannya, ada musholla, ada toko oleh-oleh, bahkan tersedia area parkir yang sangat luas, yang mampu menampung cukup banyak kendaraan.

Saatnya mengulik menu yang tersedia di Bale Udang Mang Engking. Kata "udang" tentunya sudah dapat ditebak bahwa menu di tempat ini didominasi oleh menu olahan udang. Meski olahan lain juga tersedia disini, namun olahan udang ini mampu memanjakan lidah para pengunjungnya.

aneka ragam menu di Bale Udang (dok. mba Sri Rahayu)
Adalah "Hurang Ageng" merupakan salah satu menu andalan di Bale Udang Mang Engking Kuta. Dalam satu paket menu Hurang Ageng terdiri dari udang bakar keju, udang leker saus homemade, udang goreng tepung, udang bakar kecap, udang saus padang, dan udang rebus, yang sangat menggoda lidah. Nah, menu semacam ini sangat cocok disantap bersama keluarga atau kerabat.

bumbunya yang begitu kuat rempah-rempahnya,
membuat nikmat rasa udang ini
(dok. mb Sri Rahayu)
Bukan hanya menu olahan udang, beberapa olahan tumis juga tersedia disini. Ada tumis taoge yang sangat gurih, yang menghadirkan cita rasa nikmat. Sangat cocok disantap bersama nasi putih dan olahan udang. 
tumis taoge (dok. mba Sri Rahayu)
Satu lagi, sebuah menu yang lain daripada yang lain namanya urap gondo. Pasti pada tahu kan namanya urapan. Kalau urap Jawa biasanya terdiri dari sayur-sayuran seperti bayam, kangkung, kacang panjang atau tauge yang dicampur dengan kelapa parut yang sudah dibumbui dan dikukus, namun di Bale Udang ini hanya menggunakan daun gondo sebagai sayurannya. Padahal daun gondo ini sangat pait, hampir menyerupai pahitnya daun pepaya. Namun berkat tangan cekatan chef yang handal, maka rasa pahit dari daun gondo sama sekali hilang. Jadilah urap daun gondo yang nikmat.

urap daun gondo (dok. mb Sri Rahayu)
Bukan Bale Udang Bali Restauran namanya bila tidak menyajikan menu yang lengkap. Bukan hanya olahan udang yang disajikan, namun menu gurami terbang juga tersedia disini. Cita rasa yang gurih ditambah dengan sambal sebagai pelengkapnya, membuat kita ingin menyantap ikan ini hingga durinya saja yang tersisa.
gurami terbang yang kriuk-kriuk dengan sambal terasinya yang nikmat
(dok. mb Sri Rahayu)
Dan tak lengkap rasanya bila tidak menghadirkan aneka minuman yang disediakan di resto ini. Ada es daluman, ada es lemon, ada es teh dengan campuran daun mint atau sereh, ada pula es lemon kelapa muda. Bener-bener menu yang disajikan di resto ini adalah kreasi para chef handal yang ingin menampilkan menu tradisional dan pastinya tetap menonjolkan ciri khas makanan Indonesia.
es lemon kelapa muda yang sensasional
(dok. mb Sri Rahayu)
Oh ya...pada bulan Januari 2014 yang lalu, Bale Udang Bali Restauran telah membuka cabang baru di Ubud, yang tentunya menghadirkan konsep serupa dengan Bale Udang Mang Engking, Kuta. Sebuah konsep rumah makan dengan nuansa alam pedesaan yang menghadirkan cita rasa masakan tradisional khas Indonesia.

Hmm....Bali memang pulau yang eksotis. Selain keindahan alamnya yang menarik, tempat-tempat kulinernya pun mampu membius para penikmat kuliner untuk berbondong-bondong datang ke Bali. Sungguh daya tarik pulau Dewata ini sangat luar biasa, bisa meningkatkan pemasukan daerah di bidang pariwisata. 

So, kalau ke Bali jangan lupa mengunjungi Bale Udang Mang Engking, Kuta yang terletak di Jalan Nakula no. 88 Sunset Road, Kuta - Bali, dijamin Anda bakal merasakan suasana alam pedesaan dengan iringan musik khas Bali saat menyantap hidangan yang kaya cita rasa tradisional ini. 




Happy holiday in Bali!!!

Categories:
Reaksi:

16 komentar:

  1. Wah mb makasih sharenya
    Aku kebetulan emang lg pengen banget ke bali, hihi
    Lagi nyusun itinerary pengen ke mana ajanya en kulinernya apa
    E pas bangetbliat ig mb yrus menuju kemari
    Udangnya sedepppp

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayooo mbak ke bali kita kopdaran sambil menikmati kulinernya

      Hapus
  2. Suasana asyik ... adem ... makanan enak
    wah jadi betah berlama-lama ...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener2 nuansa alam pedesaan mas, betah banget berlama2 disini...

      Hapus
  3. Wihh bener-bener ini tempat makan yg kece banget. Nuansanya menyatu bgt dengan alam, udah gitu menunya bikin aku ngeces ini..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak. Resto dengan nuansa alam sangat cocok untuk memanfaatkan liburan sambil memanjakan lidah

      Hapus
  4. Weh di tengah2nya ada kolam gitu seger banget. Makannya di bale pula. Enak ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejuk mbak suasananya, bikin hati tenang dan makan pun jadi lahap

      Hapus
  5. Wih mantep tenan tempat dan menunya
    Semoga saya bisa ke Bali lagi
    Terimakasih infonya
    Salam hangat dari Jombang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menu tradisional khas orang Indonesia Pakde ditambah tempat makannya yang cocok, serasa berada ditengah2 alam pedesaan

      Hapus
  6. Waah,,suasananya mbaa,,jd mupeng pngen ke sana,,daun gondo tu daun apa ya mba? Kok rasanya pahit,,sama es daloman,,blm pernah denger,,jd penasaran mba,,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mba suasananya seperti alam pedesaan. Daun gondo sama es daluman ini baru saya temukan di Bali. Daun gondo ini sebenarnya pahit tapi di resto ini pahitnya ilang, jadi urapnya enak banget. Trus es daluman ini dari daun daluman sepertinya mirip cincau Mba

      Hapus
  7. kok gregettt bangettt lihat sepaket menu numplek jadi satuu, gregetan sama ikannya hhehehe. Suasananya enak ya, Mbak

    BalasHapus
  8. Wah, baru baca ini. Aduh, aduh, harusnya bisa mampir. Pas di Kuta kami diinapkan di Grand Ixora, kayanya gak terlalu jauh dari kawasan Sunset Road. Hmmm, kayanya emang kudu ke Bali lagi nih lain kesempatan. Sekalian biar bisa ketemu Mbak Yuni :D

    BalasHapus
  9. wehh enak juga ya mba selain menawrkan kuliner yang enak tempat ini juga menawarkan pemandangan yang mantap.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...