28 Mei 2015

Posted by Sri Wahyuni on 9:22 AM 14 comments
Siapa sih yang tak kenal Bali. Keindahan alamnya yang eksotik demikian membius para wisatawan untuk berbondong-bondong menuju Bali. Bukan hanya alamnya, namun berbagai kebudayaan daerah lengkap dengan kuliner khasnya mampu membawa Bali sebagai pulau yang dielu-elukan oleh hampir seluruh masyarakat dunia. Ya...Bali bak surganya dunia, semua ada. Mau honeymoon sambil berlibur, mau mengunjungi tempat-tempat bersejarah sambil berwisata, mau menikmati sajian aneka kuliner, semuanya sudah ada di Bali.

Jangan beranggapan jika kuliner yang ada di Bali khusus menyajikan aneka olahan khas pulau ini. Semua makanan dari berbagai daerah juga tersedia. Mau soto, sate, cotto, bakso, bakwan, aneka mie, batagor, siomay, pempek dan sebagainya, semuanya ada. Tinggal memilih mana yang sesuai selera. Masalah harga, jangan takut sobat......tidak semua sajian kuliner di Bali dibanderol dengan harga yang mahal. Ada daerah tertentu yang harga makanannya masih sama dengan harga makanan di Jawa.


Yang penting kalau mau menikmati sajian kuliner di Bali dengan harga terjangkau dan rasa yang nikmat, carilah ditempat yang jauh dari tempat-tempat wisata. Nah...contohnya nih "Pempek dari Bali." Meski bukan asli Palembang, tapi saya termasuk paling doyan makan pempek. Sepengetahuan saya pempek itu hanya kapal selam dan lenjer. Itu saja yang saya tahu hehehe.........

Cerita sedikit ya tentang pengalaman waktu di Papua. Sejak dulu pempek emang jadi makanan andalan. Bahkan ketika saya masih tinggal di sebuah asrama TNI di Papua bersama ibu-ibu anggota lainnya. Kebiasaan kami selain jalan-jalan juga masak bareng. Tau gak apa menu yang biasa kami masak? Salah satunya adalah pempek. Uniknya karena harga ikan tengiri mahal dan susahnya mencari telor bebek, akhirnya kami memakai bahan seadanya.

Bahan pempek-pempek kami bukan dari ikan tengiri tetapi tepungnya cukup dicampur dengan ebi agar terasa gurih, sedang untuk kapal selam telor yang kami gunakan adalah telor ayam. Hehehe....ternyata enak juga.......

Begitu sampai di Bali, ternyata banyak kedai Pempek Corner di tepi jalan. Kebetulan kedai ini yang sering saya kunjungi bersama keluarga kecil saya. Buktinya, sampai saat ini ditempat inilah kami biasa nongkrong untuk sekedar mengganjal perut. Dan di "pempek corner" ini saya jadi mengenal macam-macam pempek-pempek. Apakah di Palembang, yang menjadi asal muasal makanan ini juga ada jenis pempek ini, saya pun belum begitu paham. Namun, sumpah menu yang ditawarkan di kedai ini mempunyai cita rasa yang membuat kami ketagihan untuk sering mencicipi pempek.

Ada pempek kapal selam, lenjer, lenggang goreng, rujak mie dan masih banyak lagi. Namun dari aneka macam olahan pempek itu semuanya memakai cuka sebagai pelengkapnya. Kalau masalah harga, di pempek corner ini menawarkan harga yang sedikit mahal. Seperti pempek kapal selam dibanderol dengan harga Rp. 20.000,-. Lalu pempek lenjer kecil dihargai Rp. 6.000,-. Kalau ingin memesan pempek campur maka akan dihargai perbiji untuk tiap-tiap jenis pempek, karena dalam satu porsi berisi pempek telor, lenjer, adaan, pistel, kriting, panggang dan kulit. Sementara untuk semua jenis pempek ukuran kecil dibanderol dengan harga Rp. 6.000,-. Sudah bisa berhitung sendiri kan berapa harga satu porsi pempek campur hehehe.....

pempek campur
Lenggang goreng. Bagaimana bentuknya hayo?........Tadinya saya penasaran apa sih lenggang goreng, modelnya mirip telur ceplok yang digoreng lebar. Setelah saya mencoba memesan, ternyata lenggang goreng ini adalah pempek lenjer yang dipotong kecil-kecil, lalu dimasukkan dalam kocokan telur, lalu digoreng agak kering. Cara makannya tetap sama, dicampur dengan cuka, potongan timun dan taburan ebi kering. Inilah yang akhirnya menjadi menu andalan Fawaz (anak saya) setiap datang ke pempek corner. Mengenai harga, saya biasa memilih paket hemat, yaitu seporsi lenggang goreng ditambah segelas teh manis yang dibanderol dengan harga Rp. 28.000,-

lenggang goreng
Menu yang satu ini juga tak kalah nikmatnya. Tadinya saya juga penasaran, kok ada ya makanan "rujak mie". Apa rusak buah dicampur mie, atau bagaimana? Demi mengobati rasa penasaran saya, akhirnya saya memesan rujak mie. Ternyata rujak mie ini isinya potongan tahu goreng yang sudah dicampur ikan tengiri dan tepung sagu ditambah bihun dan potongan timun. Kalau makan tetap dicampur dengan siraman cuka dan ebi kering. Rasanya nikmat banget. Saya pun juga memilih paket hemat untuk menikmati seporsi rujak mie dan semangkuk es kacang merah, cukup dengan harga Rp. 28.000,-

rujak mie yang nikmat
Kalau datang ke pempek corner bersama suami dan anak, setidaknya saya harus menyediakan uang dua ratus ribu, karena selain dimakan di tempat, kebiasaan anak saya yang minta seporsi untuk dibawa pulang. Tapi uang dua ratus ribu pun masih ada kembalian, jadi tidak mahal-mahal amat bukan. Yang jelas...untuk datang ke kedai ini tidak harus sesering mungkin, cukup sekali waktu saja supaya tidak membuat kocek habis sebelum waktunya hehehe......

Dan jika sobat penasaran dengan kedai pempek yang saya maksud, khusus di Bali lho ya......sobat bisa menyusuri jalan-jalan di daerah Sesetan, ada dua kedai, yang pertama sebelum ke arah lantamal dan kedai yang kedua di jalan menuju arah Sidakarya dekat Koramil. Bila ingin memesan cukup telpon di 0361- 7846188.

Ternyata bukan hanya pempek corner saja yang terkenal di Bali. Kebetulan suami saya harus survey bangunan ke kabupaten Bali tepatnya di Negara (orang Bali menyebut Negare). Di Negara ada pempek yang tak kalah nikmatnya. Pempek Rizki namanya, letaknya didepan lapangan bola sebelah kanan kantor bupati Negara. Terletak dipinggir jalan, rasanya mudah untuk dikunjungi bila sewaktu-waktu ingin merasakan sensasi pempek rizki. 

Menurut cerita suami saya, pempek rizki ini dibuat oleh seorang wanita asli Palembang yang menikah dengan orang Bali, dan mereka menganut agama Islam. Meski kedainya tergolong kecil, namun tidak pernah sepi pengunjung. Harganya lebih murah dari harga pempek corner. Untuk 1 buah pempek kapal selam dibanderol dengan harga Rp. 10.000,-. Sementara lenjer kecil dihargai Rp. 4.000,- dan lenjer besar dihargai Rp. 10.000,-. Biasanya suami saya membawa pulang sekotak pempek campur dengan harga Rp. 100.000,-

sekotak pempek rizki harga seratus ribu
Kebiasaan suami nih suka membeli pempek dalam jumlah banyak untuk disimpan dalam freezer sebagai persediaan. Aroma ikan tengiri yang sangat khas ini membuat kami sekeluarga tidak pernah bosan untuk menikmati pempek disaat perut keroncongan. Meski tanpa bahan pengawet, namun pempek ini bisa tahan sampai seminggu bila disimpan dalam freezer. Begitu saya atau suami dan anak ingin menikmati pempek ini, maka saya cukup mengukusnya. Ternyata pempek ini bisa dikukus juga lho. Rasanya juga nikmat, tak kalah dengan rasa pempek yang digoreng.


Nah...yang diatas itu adalah pempek kapal selam dan pempek lenjer yang saya kukus. Sumpah nikmat rasanya. Apalagi siraman cuka yang seger dan agak pedes, membuat mata bolak balik menyipit hehehe..........

Jadi bagaimana sobat? Kalau ke Bali jangan lupa ya icip-icip pempek dari Bali, dijamin tidak kalah rasanya dengan pempek yang asli di Palembang sana.......



Categories:
Reaksi:

14 komentar:

  1. mahalnya 1 kotak pempek harganya 100rbu -_-

    BalasHapus
  2. sekotak isinya banyak, bukan hanya 2 biji, saya rasa cukup murah karena dalam kotak itu berisi 4 biji pempek-pempek kapal selam harga @ rp. 10.000,- ditambah 15 biji pempek lenjer kecil @ rp. 4.000,-

    BalasHapus
  3. mbak yun..pempeknya nikmat banget...demen ama pempek mbak yun apalagi yg tenggiri...hiks...

    BalasHapus
  4. nyam nyam nyam bikin laper lihat pempeknya mba yuni hehe :G

    BalasHapus
  5. langsung pengen pempek nih ...mau beli kudu ngangkot, tanggung jawab nih mba hahahha

    BalasHapus
  6. keindahan pulai Bali tidak hanya pantai dan wisata budayanya tetapi wisata kulinernya juga kian kini kian menjulangkan Bali dimata dunia terutama dengan wisata kuliner Pempek Bali...ehmm.....mantep

    BalasHapus
  7. Haduuuh kayaknya enak banget. Dah lama nggak makan pempek.

    BalasHapus
  8. Pempek makanan favorit...aduh mak tanggung jawab ah..ngiler neh..pengen

    BalasHapus
  9. Kok yaa pingin rujak mie. . .
    aduuh, gmn dong, Mbak? :D

    BalasHapus
  10. waduuuh bikin ngiler :D jajanan kesukaan ini hehe
    ternyata bali juga punya pempek... Jadi pengen nyobain :D

    BalasHapus
  11. Saat mengandung anak kedua, saya pingin pempek (tapi diam saja nggak bilang suami). Tau-tau suatu hari adik dari Yogya (suami orang Palembang) membawakan pempek buat saya, maknyus tenan. Terbayar sudah keinginan saya. Sampai sekarang nggak bosan makan pempek

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...