9 Juli 2014

Posted by Sri Wahyuni on 1:47 PM 6 comments


Dari dulu sampai sekarang, aku suka banget kumpul-kumpul. Entah itu sekedar muter-muter keliling kampung, atau makan rujak buah yang pedasnya selangit, pokoknya kalau ngumpul ramai-ramai berasa cerah deh hari-hariku. 

gumpul jaman dulu


Tapi kalau sudah jadi emak-emak, apalagi tinggalnya di komplek asrama, acara ngumpulnya sudah lain tujuan. Kalau dulu hanya sebatas iseng, sekarang sudah punya tujuan yang jelas. Arisan, pengajian, rapat atau pertemuan sudah ditentukan jadwal sebelumnya, undangannyapun juga jelas.
 
ngumpul sama ibu-ibu
Sayang, yang namanya kudet alias kurang update kok ya masih dipiara. Ini nih yang bikin malu orang seasrama. Sebenarnya sih yang kudet tuh bukan aku, justru aku yang mendapat imbas dari kekudetan seseorang, yah katakanlah pimpinanku…hihihi…malu sebenarnya menunjuk orangnya, takut gak enak hati. Tapi kan ini cerita, sumpah cerita lucu kok.

Jadi ceritanya begini, suatu malam aku di telpon sama pimpinanku. Beliau memintaku menunjuk enam ibu, termasuk aku, untuk menghadiri acara pada jam 12 malam. Busyet dah…aku terkejut mendengar perintah pimpinanku. Gak kurang malam tuh…pikirku. Dan aku cuma bisa menggerutu. Yang namanya perintah pimpinan siapa sih yang berani membantah?

Terpaksa deh kuangkat anakku yang masih bayi waktu itu, dan kutitipkan pada tetanggaku.
Kelima ibu itu rupanya bernasib sama, mengungsikan anak balitanya ke tetangga dekat rumahnya. Dan jadilah kami berenam berangkat dalam satu mobil dan berseragam dinas menuju ke sebuah acara. Dalam perjalanan kami membahas nasib yang menimpa kami malam itu. Seperti tak masuk akal, ada acara kok tengah malam. Biasanya yang mengikuti acara seperti itu hanya pimpinan saja, mengapa harus melibatkan anggota? Wah…..

Begitu sampai tujuan, suasana terlihat sepi. Satu persatu mobil berdatangan, namun tak menunjukkan rombongan ibu-ibu. Tak ada yang bisa kutanyai, karena benar-benar sepi saat itu. Lalu ada dua orang ibu yang berpakaian sama, mereka hormat kepada kami. Demikian selanjutnya, ketika kami berjalan selalu dihormati. Wah…mereka mengira aku dan ibu-ibu rombonganku adalah senior. 

Sampai pada sebuah tempat, yang kulihat hanya ibu-ibu pimpinan, tak satupun ada anggota. Jangan-jangan pimpinanku salah informasi nih. Akhirnya kami pun pulang, karena malu hati bila bertanya kepada ibu-ibu senior. Takut ada omongan yang tidak mengenakkan tentang pimpinan kami.

Karena jam 12 malam, laparpun mendera kami. Kami juga ingat bahwa krucil-krucil kami sedang diasuh tetangga, entah menangis atau baik-baik saja, yang jelas kami harus memberi imbalan kepada mereka. Sopirpun berhenti di salah satu penjual martabak. Kami mengantri disitu. Tiba-tiba ada orang gila menghampiri kami, dengan lagaknya dia menggoda kami. Waa…takut! Tak tahan dengan godaan orang gila itu, akhirnya kamipun ngacir meninggalkan martabak pesanan dan mengunci diri di dalam mobil. Biar sopir sajalah yang meladeni orang gila itu.

Yah..bukan sekali saja aku mengalami nasib naas seperti itu, berungkali sering salah kostum, datang telat atau bahkan datang saat tak ada undangan. Aku sudah berpengalaman dalam hal itu. Dan yang bikin aku keluar keringat dingin, nangis bombay, saat mengikuti lomba yospan (yosim pancar). Sebenarnya yang kudet bukan aku, tapi anggotaku. Mungkin dia tak mendengarkan saat rapat, sehingga pengumumannya tak bisa diterima dengan jelas. Aku sudah berusaha berlatih, dan menampilkan lomba sebaik mungkin, eee…di akhir lomba aku dimaki-maki sama pimpinan pusat. Beliau menanyaiku mengapa jumlah pesertanya kurang. Sebisanya kujawab, namun tetap saja salah. Sampai akhirnya beliau menyebutku kudet. Duh..apes deh.

Dan baru-baru ini ketika teman-teman SMPku mengajak kumpul bareng di Café Pas Pedas, kekudetan kembali menderaku. Sebenarnya hp blackberryku sudah aktif. Bbm dan bbm group juga aktif. Tapi kok ya aku masih aja kudet, telat informasi. Coba bayangkan, acara kumpul-kumpul seingatku jam 6 sore, makanya aku santai-santai saja. Setelah satu gambar diupload di bbm group, aku sangat kaget. Olala…kok mereka sudah makan-makan duluan.

ngumpul sama teman-teman SMP

Secepat kilat kutelpon temanmu agar mereka menungguku. Dan saat itu juga dengan motor pinjaman kutancap gas menuju tempat itu. Dan hihihi……makan-makanpun sudah selesai. Aku cuma kebagian secangkir kopi yang dingin. Mau pesan lagi, kok malu hati, kasihan mereka kalau nunggu lama.

“Makanya hidup di jaman modern, pikiran juga harus modern, gadgetpun pilih yang up to date. Hari gini kok masih kudet.”

Wah…kalimat temanku bener-bener jlep, pas banget dengan nama café tempat kami kumpul: “pas pedas”. Lalu iapun menunjukkan hp Nokia Lumia 1520 miliknya yang katanya canggih banget. Aku sih cuma mesam-mesem. Tapi bener juga ya omongannya. Coba kalau aku punya hp canggih pasti deh gak bakalan kudet.
sumber: http://www.nokia.com

Kupegang Nokia Lumia 1520, nyoba dulu ah, sekalian membuktikan kecanggihannya. Untungnya temanku baik banget, dia tidak protes ketika hpnya kuutak-atik. Dia bahkan menjelaskan panjang lebar tentang hpnya itu. Katanya, homescreen lumia dapat dipersonalisasikan dan nge-pin kontak orang-orang terdekat melalui aplikasi People Hub. Dan setelah di pin di homescreen, maka semua update dari kontak yang ada dapat dilihat dengan mudah.

Tambahnya, bila ingin aktif di media sosial dan mengetahui semua notifikasi tentang socmed, cukup memanfaatkan aplikasi People Hub. Dengan aplikasi ini kita tidak akan ketinggalan informasi yang ada di socmed, seperti facebook, twitter, dan lain sebagainya. Dan kudetpun dijamin hilang deh.

Yang bikin jinkrak-jingkrak, kita dapat nge-pin kontak favorit ke homescreen, sekaligus bisa update dari dari kontak tersebut secara live. Pokoknya Live Tiles Nokia Lumia tuh seru banget, dijamin gak ada yang kudet kalau sudah pegang hape secanggih itu.

Eee…tapi bener banget kok setelah pegang Nokia Lumia 1520, mataku jadi membelalak keheranan dengan kecanggihannya. Aku juga senang, setidaknya kekudetanku berbuah manis. Aku dapat pengarahan gratis tentang Live Tiles Nokia Lumia 1520 dari temanku, testimoninyapun gratis pula.

Pintaku hari ini, semoga hadiah lombaku lekas cair, supaya aku bisa membeli Nokia Lumia 1520. Siapa sih yang mau dibilang kudet. Akupun ogah berlama-lama bercengkerama dengan Mr. Kudet.



Sumber: www.nokia.com
Categories:
Reaksi:

6 komentar:

  1. sekarang udah gak kudet lagi ya mbak

    BalasHapus
  2. emang sih bergaul dan kumpul kumpul itu perlu, biar gak kudet, tapi kuajiban sebagi istri itu jauh lebih penting lo. bukan begitu buk?... he he he

    BalasHapus
  3. banyak ya pengalaman 'kudet'nya, hihii

    BalasHapus
  4. Asyiik udah ga kudet lagi..ikut GA Nokiaku dong mba..masih sepi nih pesertnya :)

    BalasHapus
  5. Seriusan jam 12 malam banget ya, Mba. Waktunya istirahat, yeee. Hihihi
    Asyiiik, semoga hadiah cepet cair, terus bisa beli lumia ya, Mba.

    Makasih udah ikut berpartisipasi di GA saya ya, Mba Yun.
    TERDAFTAR. ^_*

    BalasHapus
  6. Wahhh ... terlambat saya Kudetanya ... jadi nya cuman ikutan Komen deh :P

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...