27 Januari 2014

Posted by Sri Wahyuni on 2:58 PM 1 comment

Day 26 :


QS. Al Ashr :

بسم الله الرحمن الرحيم

 وَالْعَصْرِ

“Wal'ashr”

[103:1] Demi masa.


 إِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

“Inna l-insaana lafii khusr”

[103:2] Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian,


إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ

"Illaalladziina aamanuu wa'amiluu shshaalihaati watawaasaw bilhaqqi watawaasaw bishshabr"

[103:3] kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran.


anak adalah masa depan bangsa



Sebuah fenomena yang patut diwaspadai dalam kehidupan anak-anak kita,  yaitu sebuah waktu yang terbunuh untuk sesuatu yang tidak ada gunanya baik perbuatan, sikap maupun ucapan, seperti berjam-jam di depan TV, berlama-lama ngobrol, menghabiskan waktu untuk bermain, baik bermain dengan temannya, di tempat persewaan PS atau timezone. Oleh karena-nya anak-anak kita harus kita ajarkan untuk bisa mengatur waktu sebaik mungkin. Hal ini kita lakukan sebagai bekal untuk dikemudian hari, saat ia beranjak dewasa. Karena anak kita nantinya memiliki kewajiban yang besar, seperti kewajiban mencari nafkah, kewajiban berdakwah, kewajiban menghafal Al Quran, kewajiban membantu saudaranya, kewajiban silaturahim, kewajiban membangun ekonomi dan lain sebagainya.

Kemajuan teknologi yang makin pesat saat ini mendorong perusahaan yang bergerak di bidang teknologi berlomba-lomba menciptakan alat permainan anak yang serba canggih. Sebagai contoh sarana bermain game, seperti PSP, PVP, Game Boy, PS dan masih banyak lagi. Tentunya alat-alat itu sangat menarik minat anak-anak untuk memainkannya. Apalagi berbagai kemudahan untuk memiliki barang-barang itu didapatkan anak-anak. Seperti orang tua yang memanjakan anaknya dengan membelikan alat-alat itu. Atau orang tua yang memberikan uang jajan berlebih dengan harapan sang anak bisa bermain di tempat persewaan PS.

Bahkan, dunia pertelevisian pun juga makin menggembangkan sayapnya dengan menarik minat anak-anak untuk menontonnya. Berbagai program TV yang membuat anak betah berlama-lama didepan layar televisi agaknya kini menjadi fenomena yang membahayakan. Taruhlah beberapa film kartun atau animasi yang digemari anak-anak, atau serial lain yang secara akal sehat agaknya belum bisa diterima, justru tayangan seperti itulah yang membuat anak tidak disiplin terhadap waktu. Ia jadi enggan belajar, tidak mau mengaji atau sholat berjamaah ke masjid.

Bila hal demikian dibiarkan, anak akan semakin tak terkendali. Bahkan, ia akan cenderung mengabaikan waktu. Padahal waktu begitu sangat berharga. Sedetik saja, andai kita bisa memanfaatkannya, niscaya waktu itu akan sangat bermanfaat.

Oleh karena itu, salah satu pendidikan anak yang penting kita terapkan dalam lingkungan keluarga adalah manajemen waktu. Artinya bagaimana memberikan pemahaman kepada anak tentang menjaga waktu sebaik mungkin. Namun, dalam hal ini jangan disalah artikan sebagai pengekangan waktu anak. Anak sama sekali tak diberi kebebasan untuk menikmati udara segar. Bukan seperti itu.

Memberi pemahaman tentang disiplin waktu kepada anak, misalnya dengan menunjukkan waktu beraktifitasnya. Seperti jam berapa ia harus belajar, jam berapa ia harus belajar mengaji, jam berapa ia boleh bermain, jam berapa ia boleh menonton tv atau main game dan sebagainya. Intinya dari jadwal waktu yang kita berikan kepada anak, semuanya harus ditepati. Lantas kitapun berusaha menunjukkan bahayanya jika jadwal-jadwal itu tidak ditepati. Seperti tidak naik kelas bila tidak belajar, tidak disayang Allah bila tidak mengaji, dan masih banyak lagi contoh lainnya.

Dan jangan lupa, bila kita memberikan beberapa contoh diatas, selipkan sedikit reward kepada anak. Misalnya, bila nanti naik kelas dengan nilai bagus, akan dibelikan sepatu. Atau bila lancar belajar mengajinya akan dibelikan tas, dan sebagainya. Ini hanya sebuah awal untuk membiasakan anak berlatih disiplin terhadap waktu. Bila kita memberikan reward, insyaallah anak akan terpacu untuk mengejar prestasinya. Bahkan, lama kelamaan jika hal itu terus ditekankan kepada anak, anakpun akan terbiasa dengan sendirinya.


http://theprimadita.blogspot.com/2013/12/1hari1ayat-ikutan-yuk.html#more

Categories:
Reaksi:

1 komentar:

  1. harus bisa memanfaatkan waktu yang ada. ini pengingat buat aku juga

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...