11 Oktober 2013

Posted by Sri Wahyuni on 2:41 PM 8 comments
Sobat blogger........

Menyimak Give Away yang diadakan oleh mbak Istiana Sutanti dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Adha, membuat saya ingin berpartisipasi di dalamnya.  Apalagi tema yang diangkat tentang hijab, agaknya menjadi tema yang sangat menarik untuk diperbincangkan.

Well.....tak perlu berpanjang lebar, nanti bosan membaca tulisan terlalu panjang, dan inilah pandangan saya tentang hijab.

Wanita adalah surga dunia.  Ia selalu diidentikkan dengan kecantikan.  Karenanya ia berlomba-lomba untuk mempercantik dirinya agar menarik semua orang, utamanya memikat lawan jenis.  Sungguh amat disayangkan, kadang kecantikan wanita disalahgunakan, bahkan digunakan untuk menggoda lawan jenisnya.



Berbagai kasus, selingkuh, korupsi, pelecehan seksual, pembunuhan, bahkan pemerkosaan, seolah tak luput dari peran sang wanita.  Sungguh tragis mendengarnya.

Untuk itulah, sebagai wanita mari kita sama-sama menjaga diri, mempertahankan harkat, martabat dan kesucian kita dari godaan nafsu yang menyesatkan.

Islam menganjurkan memakai hijab bagi para wanita, itu bukan tanpa sebab.  Dengan memakai hijab, wanita dapat memproteksi diri dari perbuatan yang kurang baik serta dari godaan lawan jenis yang kemungkinan mengancam dirinya.

Sungguh luar biasa wanita muslimah saat ini.  Mereka semakin sadar akan bahaya yang mengancam dirinya.  Untuk itulah hijab merupakan salah satu upaya untuk membentengi diri dan meningkatkan keimanannya. Semakin banyak wanita muslimah yang berhijab, dengan aneka model hijab yang berkembang saat ini semakin menunjukkan bahwa wanita muslim dengan balutan busana muslim yang menutup aurat ditambah hijab yang dikenakannya, membuat mereka terlihat anggun.

Agaknya hijab style saat ini menjadi sebuah budaya trend setter yang berkembang di masyarakat Indonesia, khususnya wanita muslim.  Banyak saya jumpai gadis-gadis sampai ibu-ibu mengenakan hijab dengan aneka style.  Dengan berhijab memang menambah cantik paras pemakainya.  Karena hijab itu mencerminkan pribadi wanita muslim.

Saya akui, dengan berhijab, seorang wanita akan terlihat cantik dan anggun......bukan berarti saya memuji diri saya sendiri hehehe...karena kebetulan saya juga berhijab.  Tetapi, ini benar adanya.  Walau saya akui wajah saya biasa-biasa saja, namun saya membandingkan saat belum berhijab dengan setelah berhijab.  Saya lebih pantas berhijab.  Demikian juga dengan wanita lain, mereka memang terlihat lebih cantik berhijab dibandingkan tidak memakai hijab.

Alangkah indahnya bila kecantikan wajah juga diselaraskan dengan kecantikan hati, tutur kata dan perilaku.  Sungguh, saya sangat senang melihat wanita berhijab yang cantik dengan tutur kata yang sopan, tingkah laku yang baik dan hati yang lembut.

Dalam sebuah obrolan dengan sahabat, kebetulan sahabat saya belum berhijab.  Sebenarnya ada keinginan dia untuk mengenakan hijab.  Namun dalam pandangannya, orang yang mengenakan hijab adalah orang yang tutur katanya baik dan tingkah lakunya sopan.  Demikian juga dengan busana yang dikenakan nanti.  Andai berhijab, dia harus mengubah dandanan ala coboy-nya dengan baju panjang dan hijab yang menutup aurat.  Nah...pasti butuh biaya banyak untuk mengubah penampilan, karena tidak mungkin hanya memiliki 1 buah baju muslim dan 1 buah hijab.  Lantas iapun mengurungkan niatnya itu.

Sebenarnya untuk memulai berhijab, merubah penampilan menjadi wanita muslimah, tidak perlu takut.  Memulai berhijab harus didasarkan niat dalam hati, bahwa menutup aurat adalah sebuah kewajiban bagi wanita muslim, dan sangat dianjurkan dalam agama Islam.  Jangan sampai memakai hijab karena mengikuti trend setter yang saat ini berkembang.  Sungguh!! Bila terjadi hal demikian, kemungkinan suatu saat akan dihinggapi rasa bosan.

Banyak contoh wanita yang tadinya memutuskan berhijab, tiba-tiba melepas hijabnya dan kembali dandan ala coboy.  Amat sangat disayangkan.  Inilah perlunya sebuah niat dalam hati seraya meyakini bahwa berhijab itu memang diwajibkan dalam Islam.  Mengenai tutur kata, sikap atau perilaku wanita berhijab, saya yakin perlahan bisa dirubah.  Beberapa kali saya melihat seorang wanita yang tadinya ketika belum berhijab sangat tidak sopan dalam bersikap, tiba-tiba berubah menjadi pribadi yang santun setelah berhijab.  Sekali lagi semua itu memang butuh proses, dan perlu waktu untuk menyesuaikan diri.

Berhijab mahal?  Tentu tidak.  Memang saat ini banyak hijab yang didesain sedemikian rupa.  Namun tak semua hijab style itu mahal harganya.  Para perancang hijab pun juga mendesain aneka hijab dari berbagai kalangan, yang tentunya harganya pun juga disesuaikan dengan kemampuan pembeli.  Kalau kita tidak mampu membeli hijab mahal, jangan coba-coba membelinya, masih banyak hijab yang murah yang tak kalah cantiknya bila dikenakan.

Bentuk wajah seseorang memang bermacam-macam, ada yang cantik dengan balutan hijab yang aneka style, ada juga yang terlihat anggun hanya dengan hijab yang instan.  Saya rasa, untuk memilih model hijab yang cocok janganlah mengikuti budaya trend setter.  Karena belum tentu budaya itu cocok dengan wajah kita, bisa-bisa kita jadi bahan tertawaan orang.

Saya melihat seseorang yang mengenakan hijab dari pashmina terlihat begitu cantik.  Namun begitu saya mengikutinya, ternyata pashmina itu tidak cocok saya pakai.  Wajah saya terlihat aneh.  Bahkan saya lebih pantas memakai jilbab instan, selain tidak berbelit-belit juga cepat memakainya, tidak membutuhkan waktu yang lama.

Pernah suatu hari ketika saya dan suami mau bepergian, saya mencoba memakai pashmina bunga.  Saya harus merangkai pashmina itu hingga pas di kepala, sampai akhirnya selesai saya tusuk dengan bros.  E....ujung-ujungnya suami saya bilang begini...."tidak pantas kamu pakai jilbab seperti itu, yang biasa ajalah, saya lebih suka kalau kamu memakai jilbab instan, jauh terlihat cantik, daripada memakai kerudung yang ribet seperti itu...."

Plaakkk......sontak saya kembali ngaca, bingung, antara dilepas dan tidak.  Karena sudah terlanjur nempel di kepala.  Namun demi membahagiakan suami, akhirnya saya rela melepasnya dan memakai jilbab instan.
"Nah....begitu baru cantik..." Itu pendapat suami saya.

Gaya berhijab saya, cantik bukan? hehehe.....
 Dan memang benar adanya, bagi saya memakai jilbab instan jauh lebih mudah dibanding pashmina yang memerlukan banyak bross.  Meski hanya memakai jilbab instan namun tak kalah cantik dibanding mereka yang mengenakan hijab style hehehe......Dan menurut saya, dalam memakai hijab, hal yang terpenting adalah sesuai syariat Islam, yaitu menutup dada.

Sama dengan hijab style lainnya, model jilbab instan saat ini juga berkembang pesat, banyak model ditawarkan dengan aneka harga yang sangat terjangkau.  Jadi salah besar bila orang menganggap bahwa untuk memulai berhijab harus punya uang yang banyak dulu.  Mengapa harus menunggu punya uang untuk berhijab?  Kalau tetap tidak punya uang, apakah tidak jadi berhijab? Oh...memprihatikan sekali kalau hijab identik dengan uang.

Bagi saya, Hijab gaya tanpa banyak biaya.  Jadi bagi yang belum berhijab, yuk kita berhijab.  Berhijab tidak akan mengurangi harta kita.  Asal ada niat dalam hati, saya yakin setiap wanita pasti ingin berhijab.  Selain terhindar dari godaan lawan jenis, kita bisa instrospeksi diri, merubah diri menjadi pribadi yang baik.  Dan siapa bilang wanita berhijab tidak cantik?  Itu pandangan yang salah! Justru dengan berhijab wanita akan terlihat cantik, terlebih bagi seorang ibu akan tambah disayang suami dan keluarganya.  Percaya itu.  Jadi tunggu apa lagi?

 

Tulisan ini diikutsertakan dalam "GiveAway Idul Adha dari Hijaiya"
Categories:
Reaksi:

8 komentar:

  1. Entah knp kl perempuan berjilbab selalu Kliatan cantik bgt Kliatan berseri2. Kl aku ga bisa pake jilbab instant mba, mukaku jd tembem bgt, pipi tok :(
    Aku suka yg simple aja jilbab paris, andalan di segala suasana :)
    Sukses GA nya mbak ;-)

    BalasHapus
  2. Iya mbak Ira saya suka sekali melihat wanita berjilbab, apalagi kalau cantik, pasti tambah cantik deh. Memang dalam memakai jilbab setidaknya disesuaikan dengan bentuk wajahnya supaya tidak kelihatan aneh. Kalau saya lebih suka pake yg instans, andai terlihat cubby maka saya akan cari bentuk jilbab yang ukuran wajahnya besar supaya bisa menutupi tembemnya pipiku hehehe.....tapi semua itu sesuai selera, yang penting cocok aja dan nyaman dipakai.....

    Terima kasih ya mbak Ira

    BalasHapus
  3. Aku nggak suka jilbab instan mak heheheee... tp juga gak macem2, cuma kain polos aja. Sayangnya akhir2 ini banyak juga yg make jilbab tapi menor & genit :( Btw benar kok, fotonya cantik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya selera orang memang beda, yang penting dilihat dari segi nyaman atau enggak ya mbak......itulah kadang jilbab hanya dipakai sebagai tameng aja tapi hatinya tidak sepenuhnya memaknai arti jilbab itu sendiri.
      Aih mbak Lusi hehehe...cuma bercanda kok.....terimakasih

      Hapus
  4. Salam Kenal mbak...


    Kadang kita suka pengen terlihat lebih cantik, di depan suami kita,,,
    padahal suami kita seneng dengan kita "apa adanya saja"

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali mbak
      Iya cantik menurut kita belum tentu cantik di mata orang lain, jadi sebaiknya yang wajar saja berdandan.......
      Terima kasih

      Hapus
  5. alhamdulillah setelah pakai hijab, hati jadi lebih tenang dan terasa tentram

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...