9 September 2013

Posted by Sri Wahyuni on 3:24 PM 6 comments

Berkhayal memang salah satu pekerjaan yang menyenangkan.  Bukan hanya anak kecil, orang dewasa pun lebih suka berkhayal, walau sebenarnya manusia diciptakan bukan untuk menikmati khayalannya.  Lebih dari itu, sebisa mungkin khayalan itu bisa menjadi kenyataan.  Wih, tinggi amat tuntutannya.

sumber: www.tabloidbintang.com
Aku masih ingat ketika serial "Sepatu Super" diputar di MNCTV, rupanya anakku berkhayal ingin seperti tokoh Sarung Man yang suka menolong dan baik hati.  Bahkan ia juga menirukan gaya mereka yang memakai cadar sebagai sarungnya.  Ironisnya, sampai model sepatunya pun anakku ingin memilikinya.

sumber: seputarwanitaanak.blogspot.com


Sedikit cerita tentang asal mula aku bisa membelikan sepatu Sarung Man.  Tadinya aku membujuk anakku agar mengurungkan niatnya untuk minta sepatu itu, bukan karena aku tak sayang padanya, namun sungguh waktu itu bertepatan dengan tanggal tua.  Pasti tahu sendirikan penyakit orang di tanggal tua, tongpes alias kantong kempes.

Rupanya anakku tidak mau mengerti, apa yang diinginkannya harus dikabulkan.  Duh anak jaman sekarang, ya seperti itulah sifatnya.  Dalam kebingunganku, aku berdoa kepada Allah supaya diberikan petunjuk terbaik.

Nah....suatu hari karena aku tidak sempat memasak, akhirnya aku membeli sayur matang di warung langgananku.  Uang di dompet tinggal selembar lima puluh ribuan.  Itu berarti aku harus membeli sayur seperlunya.  Akhirnya belanjaku habis duapuluh ribu, berarti masih ada sisa tiga puluh ribu lagi.

Karena buru-buru aku tidak menghitung uang kembalian itu, langsung kutancap gas motor maticku menuju rumah.  Begitu sampai rumah, kutata sayur itu kedalam mangkuk sayur.  Setelahnya aku menuju kamar untuk menghitung sisa uang belanjaanku.  Dan....astaghfirullah, rupanya ibu penjual sayur itu salah memberikan uang kembalian kepadaku.  Dalam uang tigapuluh ribuan itu terselip selembar uang lima puluh ribuan.

Aku yakin itu uang penjual sayur tadi.  Suamiku yang mengetahui hal itu, dengan bijaksananya menyuruhku mengembalikan uang itu.  Diapun sempat berujar, "meski kita butuh uang, tapi uang itu bukan hak kita, kembalikan uang itu pada yang berhak, kasihan ibu itu........"

Akhirnya tanpa pikir panjang, kukembalikan uang itu kepada ibu penjual sayur.  Sedikitpun aku tak berharap mendapat imbalan dari semua itu.  Aku ikhlas.  Tapi ternyata Allah-lah yang memberi imbalan langsung.  Pada hari Minggu tanpa diduga suamiku mendapat bonus dari rekan kerjanya.  Subhanallah, wasyukurillah, akhirnya aku bisa membelikan sepatu Sarung Man impian anakku.  Bahagia rasanya hati ini.

Mungkin itu sepenggal khayalan anakku yang ingin seperti tokoh Sarung Man.  Rupanya saat melihat serial itu, hati kecilku pun juga tergerak untuk berkhayal.  Entah magnet apa yang membuat aku, suami dan anakku jadi sering nonton serial Sepatu Super?  Yang jelas kami punya tokoh masing-masing.  Suamiku sangat mengagumi tokoh "Peri Bintang".  Wow.......

Irikah aku? Tentu tidak!  Bukankah itu hanya tokoh dalam dongeng?  Bagaimana seandainya ada wanita secantik itu hadir dalam kehidupan nyata?  Aku pun tetap berpegang teguh pada prinsipku, bahwa aku percaya Allah telah memilihkan jodoh untukku, jadi untuk apa disoalkan.......

Lantas apakah khayalanku?  Ternyata aku berkhayal bagaimana seandainya bisa menjadi sang Peri Bintang? Wow....pasti karena iri dengan kecantikan sang Peri dalam dongeng yang selalu diidolakan suami.  Hehehe......jawabanku tetap tidak!

sumber: gubukmerahmuda.blogspot.com
Aku menganggap Peri Bintang adalah seorang peri yang cantik, baik hati, lemah lembut dan suka menolong. Dalam keadaan apapun, ia tetap merasa nyaman, tak pernah mengeluh, bahkan menerima keadaan yang dihadapinya.  Terlebih ia seorang peri yang sabar.

Sementara aku......duh😭rasanya ingin menangis, aku masih jauh dari itu.  Dengan anak semata wayangku kadang aku masih memarahinya, bahkan membentaknya, aku terlalu egois, menuntut terlalu banyak pada anakku.  Padahal, andai aku sadar, mungkin ia menangis dalam hati ketika tidak bisa memberikan hasil terbaik untuk orang tuanya.  Aku bukan ibu yang baik.

Aku juga bukan istri yang baik.  Sesungguhnya nikmat yang Allah berikan kepadaku sungguh besar, namun mengapa aku masih saja menuntut yang terlalu tinggi pada suamiku?  Duh....sekali lagi ingin aku menangis mengingat itu.

Bahkan kepada ibuku, orang tuaku yang tinggal satu pun aku belum bisa membuatnya bahagia.  Ingin  rasanya aku kembali ke jaman saat aku dilahirkan, aku ingin mengulangi kehidupanku.  Aku ingin menjadi pribadi yang lembut, sabar serta menerima keadaan apa adanya.  Bahkan andai boleh memilih, aku ingin bisa menjadi seseorang yang siap membantu siapapun, tanpa pandang bulu, tanpa kenal lelah.


Ya....itulah khayalanku, andai saat ini ada yang bisa merubah diriku, rubahlah aku menjadi sang Peri Bintang. Peri yang siap membantu siapapun dengan tongkat ajaibnya yang merubah kejahatan dan keburukan menjadi kebaikan.  Bukan kecantikan rupa yang kuinginkan, melainkan kecantikan jiwa yang kuimpikan.  Aku ingin orang-orang disekitarku merasa bahagia dengan kehadiranku, dan bukan menjadikanku sebagai musibah atau malapetaka. Hiks....  Semoga khayalanku bukan khayalan tingkat tinggi.........

Tulisan ini diikutsertakan dalam "Giveaway Khayalanku bersama Noormafitrianamzain"

Categories:
Reaksi:

6 komentar:

  1. Hai bu Peri Bintang... ini rupanya khayalan yang dimaksud kemaren.

    BalasHapus
  2. Selamat yaa atas kemenangannya! Sukses untuk GA berikutnya!

    BalasHapus
  3. Seperti afirmasi ala The Secret neh mbak ;) Selamat yaaa...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe.....itu hanyalah sebuah hayalan yang ingin diperjuangkan mbak.....terima kasih ya

      Hapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...