31 Mei 2013

Posted by Sri Wahyuni on 12:27 PM No comments

Masih ingatkah dengan slogan "Di  Dalam Tubuh Yang Sehat Terdapat Jiwa Yang Sehat Pula"?.  Ini menandakan bahwa begitu pentingnya kesehatan bagi manusia.  Tak heran bila manusia seolah berlomba-lomba untuk tetap mempertahankan kesehatannya.  Berbagai rumah kebugaran, program-program diet bahkan produk-produk kesehatan kian marak beredar di masyarakat.  Bahkan kemunculan mereka di pasaran pun juga ditanggapi antusias oleh khalayak  luas.

Berbanding terbalik dengan peredaran obat-obatan di masyarakat.  Agaknya masyarakat kurang memahami dengan jenis obat-obatan yang saat ini beredar luas di pasaran.  Mereka menganggap bahwa sehat itu mahal harganya.  Hanya obat-obatan yang mempunyai produk paten dengan harga yang mahal-lah yang manjur dan bisa menyembuhkan suatu penyakit.  Tak heran bila saat ini dokter yang menyodorkan resep tertentu dengan harga mahal lebih diminati pasien ketimbang dokter yang hanya memberikan resep  "Obat Generik Berlogo" atau "OGB".
sumber: Google

  Padahal andai masyarakat memahami betul tentang apa itu "Obat Generik Berlogo" atau "OGB", tentunya mereka akan beralih menggunakan obat-obatan yang berlogo "OGB", karena jelas sekali adanya perbedaan signifikan antara obat paten dengan OGB, terutama dari segi harga.  OGB dipasarkan dengan harga yang relatif murah, sehingga terjangkau oleh masyarakat dari berbagai kalangan. Namun dari segi mutu dan kualitas obat sama sekali tidak ada perbedaan antara obat paten dan "Obat Generik Berlogo" atau "OGB". 

Inilah perlunya sosialisasi dan pembelajaran positif mengenai Obat Generik Berlogo atau OGB di kalangan masyarakat agar mereka lebih memahami fungsi dan keunggulannya.

Untuk memberikan pemahaman mengenai "Obat Generik Berlogo" atau "OGB", ada baiknya kita mengetahui definisi obat generik itu sendiri.


 PENGERTIAN OBAT GENERIK

Menurut kamus Wikipedia:
 Obat generik adalah obat yang telah habis masa patennya, sehingga dapat diproduksi oleh semua perusahaan farmasi tanpa perlu membayar royalti. Ada dua jenis obat generik, yaitu obat generik bermerek dagang dan obat generik berlogo yang dipasarkan dengan merek kandungan zat aktifnya. Dalam obat generik bermerek, kandungan zat aktif itu diberi nama (merek). Zat aktif amoxicillin misalnya, oleh pabrik ”A” diberi merek ”inemicillin”, sedangkan pabrik ”B” memberi nama ”gatoticilin” dan seterusnya, sesuai keinginan pabrik obat. Dari berbagai merek tersebut, bahannya sama: amoxicillin.

Sedangkan menurut Kamus Besar :

Arti obat generik adalah: obat yg penamaannya didasarkan pd zat aktif yg terdapat dl obat tsb dan tidak menggunakan merek dagang

Sementara Arti Obat Generik menurut Kamus Kesehatan :



Obat Generik adalah obat resep yang memiliki formula bahan aktif yang sama dengan obat bermerek. Obat generik hanya dikenal dengan nama rumus dan formula yang tersedia untuk setiap perusahaan farmasi, sama aman dan efektifnya dengan obat bermerek namun biasanya lebih murah.

Lalu, apa bedanya  Obat Generik Berlogo atau OGB dengan Obat Paten?
 
pengertian Obat Paten menurut Website RSUD Zainoel Arifin :

Adalah hak paten yang diberikan kepada industri farmasi pada obat baru yang ditemukannya berdasarkan riset.  Industri farmasi tersebut diberi hak paten untuk memproduksi dan memasarkannya, setelah melalui berbagaii tahapan uji klinis sesuai aturan yang telah ditetapkan secara internasional.  

BAHAN DAN MUTU 
  1.  BAHAN atau disebut juga zat aktif yang menjadi komponen utama dari kedua jenis obat-obatan tersebut adalah sama, sedikitpun tak ada perbedaan antara komponen Obat Generik Berlogo atau OGB maupun Obat Paten.
  2. MUTU antara kedua jenis obat tersebut tidaklah berbeda karena memang bahan bakunya sama.
 Lantas apa yang membedakan obat paten dengan Obat Generik Berlogo atau OGB?

Meski  dari segi bahan dan mutunya sama, ada beberapa hal yang membuat kedua jenis obat ini kelihatan berbeda:
  1. harga obat generik relatif lebih murah dibanding obat yang dipatenkan. Hal ini dikarenakan harga obat generik tersebut tanpa promosi, tanpa upeti dan tanpa biaya-biaya non produksi lainnya
  2.  kemasan kedua jenis obat tersebut berbeda.Generik kemasannya dibuat biasa, karena yang terpenting bisa melindungi produk yang ada di dalamnya. Namun, yang bermerek dagang kemasannya dibuat lebih menarik dengan berbagai warna. Kemasan itulah yang membuat obat bermerek lebih mahal.



    Obat Generik Berlogo atau OGB merupakan program Pemerintah Indonesia yang diluncurkan pada 1989 dengan tujuan memberikan alternatif obat bagi masyarakat, yang dengan kualitas terjamin, harga terjangkau, serta ketersediaan obat yang cukup.

    OGB mudah dikenali dari logo lingkaran hijau bergaris-garis putih dengan tulisan "Generik" di bagian tengah lingkaran. Logo tersebut menunjukan bahwa OGB telah lulus uji kualitas, khasiat dan keamanan sedangkan garis-garis putih menunjukkan OGB dapat digunakan oleh berbagai lapisan masyarakat.


    SOSIALISASI OGB DI KALANGAN MASYARAKAT
     
    Menurut kamus Wikipedia
    Awalnya, OGB diproduksi hanya oleh beberapa industri farmasi BUMN. Ketika OGB pertama kali diluncurkan, Departemen Kesehatan RI gencar melakukan sosialisasi OGB sampai ke desa-desa. Saat ini program sosialisasi ini masih berjalan walaupun tidak segencar seperti pada awal kelahiran OGB. Pada awalnya, produk OGB ini diproduksi untuk memenuhi kebutuhan obat institusi kesehatan pemerintah dan kemudian berkembang ke sektor swasta karena adanya permintaan dari masyarakat.


    Mensosialisasikan penggunaan Obat Generik Berlogo atau OGB di kalangan masyarakat agaknya gampang-gampang susah.  Tidak semua masyarakat bisa menerima jenis obat ini.  Anggapan yang telah melekat, yang menganggap Obat Generik Berlogo atau OGB adalah obat nomor dua dan seterusnya seolah menjadi paradikma yang sulit dihilangkan.  Inilah yang menjadi tugas pemerintah melalui dinas kesehatan untuk lebih memberikan pengertian tentang Obat Generik Berlogo atau OGB lengkap dengan manfaat dan keunggulannya kepada masyarakat di berbagai lapisan.

    Sosialisasi penggunaan Obat Generik Berlogo atau OGB  bisa dilakukan di berbagai tempat dan kesempatan, seperti di apotek melalui apotekernya,  melalui penyuluhan yang dilakukan di daerah-daerah baik itu disampaikan oleh dokter, bidan desa maupun tenaga pendamping yang bertugas.  Agaknya saat ini pemerintah juga semakin gencar mempromosikan penggunaan Obat Generik Berlogo atau OGB melalui slogan-slogan, vamplet yang dipasang di jalan, iklan-iklan di TV dan radio.  

    Namun demikian, adanya anjuran untuk menggunakan Obat Generik Berlogo atau OGB bila tidak disertai tindakan penggunaan obat tersebut, niscaya sosialisasi itu tidak akan berhasil.  Nah, bagaimana caranya supaya masyarakat yakin dan mau beralih menggunakan Obat Generik Berlogo atau OGB, supaya biaya yang dikeluarkan untuk sosialisasi obat tersebut, seperti biaya pembuatan iklan, vamplet atau menggaji tenaga pendamping tidak sia-sia?
    Agaknya penggunaan Obat Generik Berlogo atau OGB ini harus direkomendasikan di kalangan dokter baik itu yang praktek di rumah sakit maupun membuka praktek sendiri, selain para apoteker yang berada di masing-masing apotek.  Bahkan bidan desa atau tenaga pendamping yang bertugas membantu kesehatan di desa-desa juga wajib mendapatkan rekomendasinya.  

    Dengan memberikan solusi sehat, serta penerapan dari solusi tersebut, saya yakin Obat Generik Berlogo atau OGB akan bisa diterima masyarakat.  Saya pernah bertemu dengan seseorang, yang sekaligus saya salut dengannya.  Ketika saya menderita suatu penyakit, lantas dia menyodorkan catatan kecil yang berisi jenis obat-obatan untuk bermacam-macam penyakit.  Jadi penyakit ini obatnya ini demikian seterusnya.  Uniknya semua jenis obat yang dia catat adalah Obat Generik Berlogo atau OGB.  Dan yang lebih membuat saya percaya bahwa setiap obat yang dia sarankan ternyata manjur.  Sakit yang saya derita akhirnya sembuh berkat obat yang dianjurkannya.  Ternyata bukan hanya saya yang percaya padanya, banyak teman saya yang akhirnya datang kepada orang itu untuk sekedar bertanya obat apa yang harus dibeli untuk sakitnya.

    Contoh di atas merupakan salah satu bentuk sosialisasi penggunaan Obat Generik Berlogo atau OGB di masyarakat sekaligus menunjukkan keunggulan obat tersebut sebagai salah satu pembelajaran positif tentang manfaat obat tersebut di kalangan masyarakat.  Bahwa obat yang harganya relatif murahpun bisa menyembuhkan penyakit.  Dengan cara seperti ini saya yakin masyarakat tidak akan menutup mata dengan obat yang satu ini.  Bahkan bisa dibilang Obat Generik Berlogo atau OGB merupakan solusi cerdas untuk sehat.  Mengapa demikian?  Dengan semakin yakin akan manfaat dan keuntungan OGB, masyarakat akan beralih menggunakan obat jenis ini.  Mereka tidak akan menyimpan penyakitnya dan menunggu lama sampai mempunyai uang baru berobat.  Sebaliknya, begitu merasa sakit mereka akan lari ke apotek membeli obat untuk kesembuhannya.  Dengan harga yang terjangkau sembuhpun tergapai.  Inilah pentingnya kita memahami akan pentingnya kesehatan tubuh kita.  Mari kita beralih ke solusi cerdas untuk sehat bersama "Obat Generik Berlogo" atau "OGB"






    Tulisan ini dibuat dalam rangka berpartisipasi mengikuti Lomba Blog Obat Generik Berlogo atau OGB











    Categories:
    Reaksi:

    0 komentar:

    Posting Komentar

    Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...