19 Mei 2013

Posted by Sri Wahyuni on 10:53 PM 3 comments
Dear sahabat bloger.............
Salah satu kendala bagi seorang penulis pemula adalah menentukan ide tulisan.  Betapa sulitnya untuk memulai sebuah tulisan, bahkan akan memunculkan sebuah ide saja rasanya tak juga muncul.  Berjam-jam memandangi halaman MS-Word, namun tetap saja kosong.  Ini yang kebanyakan dialami oleh penulis pemula. 
Saya mencoba berbagi tentang sebuah pengalaman yang pernah saya alami, walau saya bukan ahlinya, namun setidaknya tulisan ini akan membantu siapa saja yang berniat ingin menggeluti dunia kepenulisan.
Setelah saya cermati, ternyata memunculkan ide menulis itu sangatlah gampang.  Coba anda bayangkan, ketika anda mengalami sebuah musibah, misalnya jatuh dari sepeda, lalu sepeda anda rusak dan ada sedikit luka di tubuh anda.  Kemudian anda pulang ke rumah.  Sampai di rumah pasti orang rumah akan menanyai anda.  Lantas anda menceritakan apa yang terjadi pada diri anda, tepatnya kronologis kejadian yang menimpa anda secara detail.  Ya, seperti itulah langkah-langkah membuat tulisan.
Mengapa saya bilang memunculkan ide menulis itu sangat gampang?  Karena bisa jadi ide menulis itu berasal dari hal-hal yang kita alami dan kita lihat setiap hari.  Walau tidak menutup kemungkinan ide menulis bisa juga berasal dari hayalan atau imajinasi belaka.  Maka dari itu bagi seorang penulis pemula, carilah ide dari diri anda sendiri. 
Andai kita bisa jeli, setiap hari kita pasti mengalami berbagai kejadian yang bisa dijadikan bahan tulisan.  Sebagai contoh kasus terjatuh dari sepeda di atas.
Baiklah untuk lebih jelasnya saya akan memberikan sebuah contoh ide tulisan.  Suatu hari saya mengantar anak saya ke sekolah dengan sepeda motor.  Kebetulan kami tinggal di asrama, otomatis harus mematuhi peraturan yang diterapkan di lingkungan asrama.  Misalnya, keluar masuk asrama harus menggunakan helm.  Namun ternyata peraturan ini bersifat semu.  Ketika pimpinan ada di tempat peraturan ini demikian ketat, tetapi disaat tidak ada pimpinan, peraturan tersebut diabaikan.  Dari sini saya berpikir untuk membuat sebuah tulisan tentang kedisiplinan yang mulai melemah.
Lalu ketika saya mengantar anak saya ke sekolah ternyata lalu lintas di jalan raya tidak tertib.  Seolah polisi hanya sebuah patung yang tak mempunyai inisiatif mengaturnya.  Kembali muncul ide yang kedua tentang lalu lintas di jalan raya yang tidak tertib.  Dan masih banyak lagi ide menulis yang muncul dalam satu hari.
Berikut akan saya berikan beberapa trik memunculkan ide menulis:
  1. Berusaha jeli terhadap apa yang dialami setiap hari.  Apapun yang terjadi dalam diri kita bisa kita jadikan sebagai bahan tulisan.  Bisa jadi dalam satu hari bisa muncul beberapa ide.
  2. Tulislah kejadian-kejadian yang anda alami dalam buku catatan. Bila kita menemukan ide menulis, lekas tulislah dalam buku catatan, supaya kita termotivasi untuk menulis sesuai keinginan kita.
  3. Menulislah satu per satu. Dalam artian jangan kemaruk atau serakah.  Ketika kita menemukan ide bahkan beberapa  ide dalam satu hari, tentunya kita ingin cepat-cepat menuangkannya dalam bentuk tulisan.  Ibaratnya otak kita sudah penuh dengan berbagai imajinasi dan ingin segera menyelesaikan semua.  Ingat! Kemampuan kita terbatas. Untuk menghindari tulisan yang campur aduk dan cerita yang berulang-ulang, menulislah satu persatu.  Bila dalam sehari anda menemukan 3 buah ide menulis, berpikirlah untuk menyelesaikan ide 1 dulu dari awal sampai endingnya.  Bila ide 1 sudah selesai dituangkan dalam sebuah tulisan, baru melangkah ke ide ke 2, begitu seterusnya. 
  4. Menulislah seolah anda  bercerita. Kesulitan memulai menulis?  Atau kata apa yang digunakan untuk memulai tulisan?  Jangan takut.  Ketika anda akan memulai menulis, berpikirlah bahwa anda menceritakan sesuatu yang anda alami kepada orang lain.  Kalau bercerita saja lancar, mengapa tidak dengan menulis?  Sesungguhnya menulis itu sama dengan bercerita.  Jika bercerita adalah proses menyampaikan/menuangkan apa yang ada di otak atau pikiran kita melalui suara, demikian juga dengan menulis.  Hanya berbeda media.  Bercerita menggunakan alat bantu mulut kita yang diubah menjadi suara, sedang menulis menggunakan alat bantu jari tangan kita untuk menulis di buku atau di tuts komputer.  Jadi prosesnya sama, medianya yang beda.  Maka dari itu jangan takut untuk menulis.
  5. Media menuangkan tulisan. Dulu kita sering menulis apa yang kita rasakan, alami dalam sebuah buku diary.  Seperti itulah awal proses menulis.  Menulis dalam buku diary mungkin hanya kita yang tahu dan kita tidak mendapatkan imbal balik dari tulisan itu, mungkin hanya kenangan ketika membaca kembali diary itu.  Seiring perkembangan tehnologi, beberapa aplikasi diciptakan untuk menjawab semua tantangan di dunia kepenulisan.  Salah satunya bloging.  Bloging bisa dibilang diary elektronik yang diciptakan untuk membantu para penulis mengaktualisasikan karyanya.  Bila anda ingin tulisan anda dibaca banyak orang, ciptakan blog pribadi.  Dan saat ini banyak blog yang digunakan para penulis pemula untuk belajar membuat tulisan, seperti bloger, wordpress, multiply, dll.  Untuk pemula menggunakan fasilitas bloger akan lebih baik, disamping gratis, cara pengoperasiannya pun juga mudah.
  6. Bergabung dengan grup-grup menulis. Menjadi anggota berbagai komunitas menulis akan lebih baik bagi seorang penulis.  Selain bisa menambah wawasan, juga bisa sharing tentang dunia kepenulisan.  Bahkan bisa juga menambah teman walau di dunia maya dan mengikuti berbagai event yang diadakan oleh grup-grup tersebut.
  7. Mencoba mengirimkan tulisan ke media. Ketika kita sudah mempunyai sebuah blog dan tergabung dalam grup-grup kepenulisan, tidak ada salahnya jika kita mencoba mengirimkan  karya kita ke beberapa media.  Sebagai pemula, mungkin kita merasa tidak mampu menulis sebuah novel.  Jangan berpikir untuk membuat novel terlebih dahulu.  Saat ini banyak media yang menerima tulisan pendek, seperti rubrik isi hati majalah sekar, rubrik setetes embun majalah kartini atau rubrik gado-gado majalah femina.  Cobalah untuk membuat tulisan-tulisan yang pendek dulu.  Yakinkan diri anda, bahwa anda ingin belajar menjadi penulis.  Sekali, dua kali bahkan tiga kali gagal, janganlah putus asa, teruslah menulis.  Bila anda sudah berhasil membuat tulisan pendek, tingkatkan membuat tulisan yang agak panjang, seperti cerpen.  Prosesnya juga sama dengan tulisan pendek.  Ingat keberhasilan itu berawal dari kegagalan, menulislah dari tulisan yang pendek, kemudian beralih ke agak panjang sampai akhirnya tulisan panjang.
  8. Jangan pernah bangga dengan sebuah keberhasilan. Teruslah menulis dan menuangkan ide-ide, karena ide menulis itu selalu ada di mana-mana dan tak akan pernah habis.  Pasti akan muncul ide-ide baru setiap harinya.
Demikian trik dari saya tentang bagaimana memunculkan ide dalam sebuah tulisan.  Ingatlah bahwa dengan menulis akan membantu meringankan beban dalam otak kita.  Di samping itu dengan menulis berarti kita membagikan ilmu kita kepada orang lain.  Bisa jadi apa yang kita tulis akan sangat bermanfaat bagi orang lain.  So, mari kita menulis!!!


Categories:
Reaksi:

3 komentar:

  1. Tks mak, sungguh sebuah posting yg sarat manfaat, langsung aq simpan nih sbg pengingat aq yg sering buntu ide

    BalasHapus
  2. jadi pengen nulis lagi ....

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...