Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pentingnya Kolaborasi JNE Dengan UMKM Cilegon Pasca Pandemi

Diskusi seputar bisnis selalu menjadi obrolan menarik yang membangkitkan inspirasi kita. Bahkan dari para owner bisnis itu pula kita banyak belajar untuk survive menghadapi berbagai tantangan.

Jauh sebelum pandemi, saya pernah hadir dalam sebuah gathering yang digagas oleh JNE bersama  para UMKM. Dari acara gathering itu akhirnya saya berkenalan dengan owner kipas cantik yang berhasil mengembangkan bisnisnya hingga terkenal ke mancanegara.

Perjalanan panjang sebuah bisnis
Ngobrol asyik dengan owner kipas cantik


Perjalanan Panjang Sebuah Bisnis

Saya penasaran dengan proses pembuatan kipas itu, hingga akhirnya saya bisa bertemu dan ngobrol langsung dengan si owner di workshopnya. Mendengar ceritanya, membuat saya makin paham, bahwa keberhasilan sebuah bisnis itu tidak terjadi secara instan. Butuh kegigihan, disiplin dan kreatifitas tinggi untuk berjalan membangun bisnis tersebut.

Bahkan, untuk menjadi sebuah bisnis yang dikenal masyarakat secara luas harus melalui proses panjang. Dan jatuh bangun dalam sebuah usaha sudah menjadi hal biasa. Namun bukan lantas ketika bisnis itu gagal akan selamanya  membuat usaha tersebut berakhir. Dari kegagalan itu bisa menjadi penyemangat untuk lebih kreatif menciptakan karya yang makin diminati masyarakat.

Lalu dari bisnis ini pula, akhirnya tercipta lapangan pekerjaan baru. Otomatis menyelamatkan para pencari kerja dari ancaman pengangguran. Disinilah terjadi hubungan timbal balik antara owner sebuah bisnis dengan pencari kerja. Semakin berkembang sebuah usaha, karyawan yang dibutuhkan makin banyak. Dengan begitu hal ini membuka peluang kerja bagi para pencari kerja. Owner akan mendapatkan keuntungan banyak karena usahanya berkembang, demikian pula karyawan, akan digaji setiap bulan dari pekerjaannya tersebut.


Kondisi Bisnis Saat Pandemi

Namun siapa sangka pandemi itu tiba-tiba menghantam dunia demikian lamanya. Hampir semua negara terkena imbas dari pandemi berkepanjangan ini. Semua sektor ikut carut marut. Tak terkecuali sektor ekonomi. Hal yang sama juga terjadi di negara kita. Semua usaha terkena imbasnya. Perekonomian tumbang. Banyak karyawan dirumahkan.

Para owner  yang tadinya sangat menikmati kesuksesannya dalam berbisnis, perlahan gulung tikar. Mereka terpaksa menjual asetnya demi menyambung hidup. Bisnisnya denga terpaksa dihentikan karena sepi peminat, sementara karyawannya dirumahkan karena tidak ada pendapatan untuk menggajinya.

Memang, kala pandemi masih merajai dunia, semua pusat perbelanjaan ditutup, aktifitas jua beli barang secara offline dihentikan, bahkan kerumunan juga dihindari supaya penyebaran virus covid-19 tidak makin merajalela. Namun bukan berarti kehidupan berhenti. Meski semua aktifitas dilakukan di rumah masing-masing, namun masyarakat juga butuh memenuhi kebutuhannya. Mereka butuh makan, mandi, mengerjakan tugas, bahkan butuh refreshing didalam rumah.

Kondisi seperti ini sudah pasti membuat pemilik bisnis online naik daun. Masyarakat yang diharuskan berada didalam rumah bukan berarti tidak beraktifitas sama sekali. Mereka masih bersekolah atau bahkan bekerja meski dilakukan secara online. Inilah yang membuat kebutuhan akan kuota internet makin meningkat. Masyarakat juga makin sadar bahwa kondisi ini membuat mereka harus melek internet dan beralih memanfaatkan fasilitas digital.

Layanan-layanan digital di masa pandemi makin digemari masyarakat. Bahkan untuk berbelanja kebutuhan pun mereka akhirnya memanfaatkan fasilitas online, seperti marketplace atau aplikasi lain yang memungkinkan masyarakat bisa berbelanja memenuhi kebutuhannya.

Saya melihat usaha online adik saya yang makin berkembang di masa pandemi ini. Dari yang jualan busana muslim, akhirnya beralih ke barang kebutuhan. Dia memanfaatkan marketplace dan media sosial untuk memasarkan produknya. Dan dari media sosialnya, saya tahu berbagai barang kebutuhan dijualnya, seperti pembalut wanita, susu bayi, susu hamil, berbagai perlengkapan mandi bahkan sampai makanan ringan.


memanfaatkan layanan digital untuk berbisnis


Lalu dari usahanya tersebut akhirnya muncul ide menjual hampers. Adik saya menjual hampers baby dan hampers coklat. Menurutnya menjual hampers ini banyak diburu pelanggan yang ingin memberikan kado spesial saat kerabat atau teman melahirkan atau merayakan ulang tahunnya.

Meski dengan kemasan yang sederhana, nyatanya usaha adik saya ini bisa lebih menghasilkan di masa pandemi. Bahkan karena permintaan hampers makin meningkat, ia sampai kewalahan menyelesaikan pesanan pelanggan yang dikerjakannya secara manual.

Dengan semangatnya yang ingin tetap survive, adik saya berupaya mengembangkan usaha onlinenya. Ia berburu barang yang bisa dijual secara online. Bahkan kue kiloan  atau lauk kering pun ia kemas lagi dan dijual secara online.

Ternyata pandemi ini telah mengajarkan kita banyak hal, terutama semangat untuk tetap survive menjalani hidup. Meski pandemi membuat kita terpenjara, bukan berarti kehidupan akan berhenti. Hidup tetap berlanjut, dan kita harus selangkah lebih maju, yaitu menguasai teknologi modern yang hampir semuanya dikerjakan secara online.

Jauh diluaran sana banyak inspirator yang memanfaatkan layanan digital untuk bertahan hidup. Mereka berupaya menggali potensinya untuk berkarya. Mereka menjual karyanya secara online. Tak terkecuali para pebisnis. Pandemi yang berkepanjangan banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berkarya di rumah, seperti menciptakan sandal hotel, merangkai manik-manik menjadi kalung, bros, gelang atau asesoris lainnya.


JNE Ngajak Online 2022, Goll Aborasi Bisnis Online Kota Cilegon

Inilah yang melatarbelakangi JNE untuk mendukung kreatifitas para pebisnis tersebut. Tak terkecuali JNE Cilegon. Pandemi ini mengajarkan para UMKM untuk mengenal layanan digital sebagai sarana pemasaran. Mereka memanfaatkan media sosial untuk memasarkan produknya, bahkan menjalin kerjasama dengan ekspedisi JNE supaya produknya sampai ke pelanggan dengan cepat.

JNE Ngajak Online 2022, Goll Aborasi Bisnis Online Kota Cilegon


Dalam rangka mendukung UMKM Cilegon, kali ini JNE Express menggelar acara JNE Ngajak Online 2022, Goll Aborasi Bisnis Online Kota Cilegon. Diharapkan dengan acara ini bisa menginspirasi para UMKM untuk tetap berkarya pasca pandemi.


Kiat Sukses Berbisnis di Masa Pandemi

Pada kesempatan ini JNE mengundang dua pelaku UMKM Kota Cilegon untuk diskusi bareng, diantaranya Farah Kartika Sari, yaitu Owner IKM Permata (sandal hotel Cilegon) dan Linda Yuli Yani  selaku Owner ELYECRAFT.

kiat sukses berbisnis di masa pandemi


Baik Farah maupun Linda juga merasakan pengalaman pahit saat pandemi, dimana pandemi yang berkepanjangan sangat menghambat proses produksi. Angka penjualan produknya mengalami penurunan drastis. Namun kondisi tersebut membuat mereka memutar otak bagaimana caranya supaya produknya tetap laku di pasaran, dengan kata lain mereka tetap berupaya memproduksi produknya ditengah hantaman covid-19.

Melalui sosial media, e-commerce, bahkan kolaborasi dengan ekspedisi seperti JNE, mereka berharap bisa memanfaatkan sarana tersebut untuk mengembangkan bisnisnya. Ternyata hasilnya luar biasa, berkat kolaborasi itu membuat usaha mereka tetap stabil meski krisis akibat pandemi tengah berlangsung. Strategi inilah yang terus diambil Kartika dan Linda untuk tetap bersemangat menjalankan bisnisnya.

Satu prinsip yang ditanamkan oleh Kartika sebagai sosok yang bergerak di bidang industri perhotelan adalah pentingnya menjalin hubungan baik dengan para customer. Bagaimana caranya? Dengan menerima complain dari customer, lalu complain tersebut dievalusi dengan baik, serta memberikan reward kepada customer berupa kartu ucapan, maka mereka akan merasa dihargai bahkan mereka akan menjadi langganan tetap untuk setiap produknya.

Hal yang sama juga disampaikan Linda Yuli Yani  selaku Owner ELYECRAFT.  Media sosial memiliki peranan penting dalam kesuksesan UMKM.  Jauh sebelum pandemi, permintaan produknya selalu banyak.  Biasanya dalam sehari pihaknya bisa mendapatkan order 40-80 paket. Namun ketika pandemi melanda,  produknya hanya terjual 4 paket.

Linda tidak patah semangat. Saat covid-19 masih ganas, waktu itu masyarakat berburu masker demi melindungi dirinya, dan Linda mencoba membuat konektor masker untuk wanita berhijab. Ia jual konektor tersebut di marketplace, Instagram dan Facebook, ternyata omzet-pun melejit.

Sebuah prinsip yang ditanamkan oleh Linda dalam berbisnis adalah jangan malas untuk membuat konten. Menurutnya, agar para UMKM tetap sukses dalam bisnisnya harus memiliki diferensiasi dan tentunya original. Lalu jangan menganggap kompetitor menjadi lawan, tetapi jadikan mereka sebagai motivasi bahkan teman untuk berkolaborasi.

Nah demi mendukung UMKM Cilegon untuk terus berkembang, maka JNE Cilegon menghadirkan beberapa program untuk para UMKM dan masyarakat sekitar, dimana JNE adalah perusahaan yang didirikan oleh anak bangsa, mengusung tagline Connecting Happiness, pihaknya tidak hanya mengantar saja tapi juga memberikan kesempatan kolaborasi bagi UMKM daerah setempat.

Sebagaimana kita ketahui JNE Cilegon juga sering melakukan program CSR seperti pembangunan rumah, wakaf Al Quran, memberikan bantuan saat ada bencana, bahkan yayasan asrama. Selain itu JNE Cilegon juga terus berupaya bagaimana caranya mampu meningkatkan penjualan para UMKM.

Menurut Herry Wibowo selaku Branch Manager JNE Cilegon dalam upayanya kolaborasi dengan para UMKM, akan melakukan berbagai kegiatan  setelah Goll..Aborasi, seperti trading house, digital marketing, dan lain sebagainya. JNE akan berkolaborasi dengan para seller, bahkan pihaknya akan selalu berinovasi dan melihat potensi dari UMKM tersebut.


Penutup

Perlu diketahui JNE Goll..Aborasi Bisnis Online Kota Cilegon merupakan kota ke-sembilan dari gelaran webinar JNE Ngajak Online 2022 – Goll…Aborasi Bisnis Online yang pada tahun 2022 akan dilakukan di 60 kota di seluruh Indonesia. Setelah Kota Cilegon, gelaran roadshow ini akan kembali hadir di Kota Pasuruan pada 19 Mei 2022.

Semoga gelaran acara yang digagas JNE ini bisa berkelanjutan dan membangkitkan semangat para UMKM bukan hanya di Cilegon, namun juga di seluruh Indonesia untuk terus berkarya menghasilkan produknya yang berkualitas demi meningkatkan perekonomian masyarakat pasca pandemi.

 

Yuni Handono
Yuni Handono Blogger, Penikmat Kuliner, Suka Travelling

19 komentar untuk "Pentingnya Kolaborasi JNE Dengan UMKM Cilegon Pasca Pandemi"

  1. Kipasnya bagus2. Alhamdulillah banyak event untuk mendukung umkm. Umkm masih perlu waktu untuk recovery. Keren deh JNE

    BalasHapus
  2. Bisnis hampers sekarang memang menjanjikan ya Mba.. ditambah dukungan banyak pihak seperti JNE yang menyelenggarakan webinar, sharing ilmu untuk mengembangkan bisnis UMKM. Pastinya sangat membantu UMKM dalam berbisnis. Salut sama JNE.

    BalasHapus
  3. Keren banget ya JNE Goll..Aborasi, mendukung UMKM selama pandemi, hingga setelah pandemi, masih setia mendukung UMKM untuk kembali mengejar ketertinggalan semasa pandemi ya.
    Salut deh

    BalasHapus
  4. pandemi membuat pelaku bisnis makin kreatif yaa mbaaaa. keren banget sih! apapun kondisinya nyatanya masih banyak peluang usaha dan bisa bangkit berkembang! kereeen

    BalasHapus
  5. Salah satu hal yg dibutuhkan oleh UMKM adalah dukungan seperti yg dilakukan JNE ini. Semoga kegiatan ini berlanjut terus, ada setiap tahun. Aamiin

    BalasHapus
  6. Penting banget sih kolaborasi dengan ekspedisi bagi UMKM. Terima kasih JNE atas dukungannya selama ini.

    BalasHapus
  7. salfok sama foto pertama mba, yang mana owner kipas cantik mba, soalnya semuanya kok cantik2 ya wkwkkk

    BalasHapus
  8. Kipasnya tjantik-tjantik mba.
    Pasca pandemi perekonomian, pariwisata dan industri kreatif kembali menggeliat ya. Semoga dengan adanya kolaborasi antara JNE dan UMKM semakin memperluas pasar online.

    BalasHapus
  9. Salut dengan UMKM yang masih terus bertahan dengan berbagai macam inovasi dan ternyata dengan kolaborasi, maka UMKM semakin kuat berdiri dan berkembang di era digital.
    Bersama JNE yang mengadakan acara JNE Goll..Aborasi Bisnis Online di Kota Cilegon, sambut dengan berbagai kemeriahan dan antusiasme seluruh pelaku usaha UMKM dan semua yang terlibat.

    BalasHapus
  10. Jempol deh buat JNE sudah memfasilitasi UMKM untuk kegiatan online dan berkolaborasi, semoga para UMKM nggak gagap lagi memanfaatkan digitwl untuk mengembangkan bisnis

    BalasHapus
  11. JNE selalu support UMKM dgn maksimal.
    Keren sangaattt
    Semoga pasca pandemik, UMKM kian jaya dan makin berdaya

    BalasHapus
  12. jne tuh love banget deh memang dari dulu ya komitmennya untuk mendukung kemajuan umkm, ak jg one of pelanggan setia jne nih, paketku aman sentosa selalu

    BalasHapus
  13. di masa pasca pandemi seperti sekarang memang kita harus lakukan banyak hal extra agar pemulihan ekonomi nasional bisa berjalan. Termasuk kolaborasi seperti ini

    BalasHapus
  14. Pandemi membuat para pelaku UMKM mendapat dampaknya ya, mbak. Memang penting banget melakukan kolaborasi supaya tetap bisa bertahan. Apa lagi dengan adanya program JNE Goll.. Aborasi Bisnis online ini sangat membantu para UMKM di Cilegon ya mbak 😍

    BalasHapus
  15. Pandemi mengajarkan kita untuk kuat dan bertahan saat sulit. Semoga kolaborasi antara UMKM dan lainnya terjalin terus dan menghasilkan hal baik. Jadi bisa sukses sama-sama deh

    BalasHapus
  16. Salut sama JNE, udah dari dulu berkomitmen untuk terus mendukung UMKM di berbagai daerah di Indonesia. Dan ya, sekarang tuh zamannya kolaborasi, bukan lagi kompetisi. Yuk bisa yuk, bertumbuh bersama para pelaku UMKM Indonesia.

    BalasHapus
  17. setahu saya jne ini sudah berkolaborasi sama banyak umkm kok.. beberapa temen saya yang jualan online, sering kolab ama jne terutama ketika pengiriman. bahkan saking ramainya, ada yang sampai buka counter jne di rumahnya wkwk

    BalasHapus
  18. Salut dengan JNE yang memberikan dukungan sepenuhnya bagi para pegiat UMKM dalam menjalankan bisnisnya. Luar biasa banget nih geliat UMKM di masa pandemi, justru penjualan makin meningkat seiring dengan ide kreatif yang muncul di masa-masa sulit tersebut.

    BalasHapus
  19. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus