Mengenal Wisata Taman Ujung Sambil Belajar Sejarah Raja Karangasem - Yuni Handono

Mengeja Kata, Mencari Inspirasi |FB: Yuni Fawwaaz Rudy| |IG:@yunihan09|TW:@Yunihan09Sri| |email:yunihan09@gmail.com| |HP/WA:082340373823|

Tentang

  • Lifestyle
  • Travelling
  • Kuliner
  • Teknologi!

Entri Baru

Entri Lain

20 Januari 2020

Mengenal Wisata Taman Ujung Sambil Belajar Sejarah Raja Karangasem

dokpri
Taman Ujung Karangasem yang dahulunya sering disebut dengan Taman Soekasada, merupakan salah satu destinasi wisata di Bali Timur. Tepatnya berada di banjar Ujung, Desa Tumbu Kabupaten Karangasem Bali. 

Meski berada di ujung timur pulau Bali, destinasi wisata ini kini ramai dikunjungi para wisatawan, baik domestik/lokal maupun mancanegara. Bahkan, karena banyak menyuguhkan spot menarik ditambah keindahan alam sekeliling lokasi yang menawan, membuat area Taman Ujung sering dimanfaatkan untuk foto pre wedding.

Apalagi lahannya yang sangat luas dan dikelilingi pemandangan yang indah, membuat pengelola Taman Ujung ini sering menyewakan tempat untuk resepsi pernikahan masyarakat Bali. Sudah kebayangkan wisata Taman Ujung ini memberikan kontribusi dan income bagi masyarakat di kawasan Taman Ujung.

Dan meski tempat wisata ini berada di Bali, namun di kawasan Taman Ujung terdapat masjid yang selalu mengumandangkan adzan ketika waktu sholat tiba. Rupanya disekitar Taman Ujung ini ada sekelompok suku Bugis yang beragama muslim yang sudah lama tinggal dan menetap di daerah tersebut.

Kebetulan saya dan rombongan ingin menikmati sejuknya pemandangan Taman Ujung di sore hari. Hal ini kami lakukan setelah seharian melakukan rafting di sungai Telaga Waja yang begitu melelahkan. Niat awal memang ingin eksplore wisata di Karangasem. Ternyata benar, berwisata di Karangasem sungguh menyenangkan. Banyak destinasi wisata yang layak dikunjungi bahkan sambil belajar sejarah raja-raja Karangasem, salah satunya di Taman Ujung Karangasem ini.

jalan masuk diantara 2 kolam di Taman Ujung (dokpri)

Jarak tempuh dari Denpasar ke Karangasem lumayan jauh, memakan waktu kurang lebih dua jam. Saya dan rombongan berangkat dari Denpasar sekitar pukul 07.00 wita, dan sampai di sungai Telaga Waja sekitar pukul 09.00 wita. Kebetulan lalu lintas normal. Bila macet, bisa jadi jarak tempuh menuju Karangasem lebih lama lagi.

Selama tiga jam kami melakukan wisata arung jeram, kemudian melanjutkan perjalanan ke Tirta Gangga. Di Tirta Gangga hanya butuh waktu dua jam, sekedar foto-fotoan sambil menikmati pemandangan ikan yang luar biasa besarnya. Tepat pukul 15.00 wita saat adzan Ashar berkumandang kami sampai di gerbang Taman Ujung.


dokpri

Memasuki kawasan Taman Ujung, rasanya sangat menakjubkan. Cuaca panas di Bali perlahan menjadi sejuk karena banyaknya pohon rindang di area wisata. Belum lagi pemandangan kolam yang terhampar luas dikiri-kanan, membuat hati ini terasa adem. Apalagi tempat wisata ini sangat terjaga kebersihannya, membuat saya dan rombongan jadi betah berlama-lama disini.


SEJARAH TAMAN UJUNG
Setelah melewati kolam yang panjang dikiri-kanan, ada bangunan kuno yang megah mirip bangunan kerajaan. Ternyata disinilah cerita tentang sejarah Taman Ujung berada. Banyak foto keluarga raja serta berbagai keterangan yang menceritakan silsilah raja Karangasem. 



Keluarga Besar Raja Karangasem (dokpri)

Taman Ujung Soekasada dibangun pada tahun 1901, oleh raja Karangasem I Gusti Bagus Jelantik yang bergelar Anak Agung Anglurah Ketut Karangasem. Dulunya disebut "Kolam Dirah" yang berarti tempat pembuangan bagi orang yang menguasai ilmu hitam. 

Lalu atas prakarsa Anak Agung Anglurah, di tahun 1909 Taman Ujung ini dibangun dengan bantuan arsitek Belanda yang bernama Van Den Hentz dan arsitek Cina yang bernama Loto Ang. Bahkan pembangunan Taman Ujung ini juga melibatkan seorang undagi atau arsitek adat Bali, dan selesai pada tahun 1921. Kemudian pada tahun 1937, Taman Ujung diresmikan dalam sebuah prasasti marmer yang bertuliskan naskah dalam aksara Latin dan Bali, menggunakan dua bahasa, yaitu bahasa Melayu dan Bali.


Luas lahan Taman Ujung ini awalnya hampir mencapai 400 hektare. Namun sekarang tinggal 10 hektare saja, karena sudah dibagikan kepada masyarakat di masa Land Reform. Taman Ujung ini sebenarnya milik pribadi keluarga Puri Karangasem, tetapi kini sudah dibuka untuk umum, dan siapapun boleh berkunjung kesini. Namun demikian ada ruangan khusus yang hanya boleh dimasuki oleh umat Hindu atau pengunjung yang ingin melakukan sembahyang atau meditasi. Bahkan, bagi pengunjung wanita yang sedang datang bulan disarankan untuk tidak memasuki ruangan tersebut. Jadi ruangan ini benar-benar disucikan dan hanya digunakan untuk peribadatan.


APA SAJA YANG ADA DI TAMAN UJUNG?
Pasti pada penasaran kan, apa saja sih yang bisa dinikmati di Taman Ujung ini?

KOLAM YANG LUAS
Ada tiga buah kolam besar di Taman Ujung ini yang letaknya berpisah. Satu kolam di sebelah selatan, sementara yang dua kolam berada di sebelah utara. Uniknya, di kolam bagian selatan bagian tengahnya terdapat bangunan yang tidak berdinding, namanya Bale Bengong

jembatan menuju kolam: dokpri

Kolam di bagian utara lebih luas dibanding dua kolam di bagian selatan. Ditengah-tengah kolam bagian utara terdapat jembatan panjang yang dapat digunakan untuk melintasi kolam. Sedang ditengah kolam yang terhubung oleh jembatan ini terdapat bangunan yang dulunya digunakan sebagai tempat peristirahatan Raja Karangasem. Bangunan ini terlihat menggantung sehingga disebut dengan "Istana Gantung". Sedangkan kedalaman kolam sendiri ternyata cukup dalam, sekitar 1,5 meter. Jadi bagi pengunjung yang membawa anak kecil harap berhati-hati saat melintasi jembatan ini!

BANGUNAN ISTANA RAJA YANG MEMPUNYAI ARSITEKTUR UNIK
Bangunan istana raja Karangasem ini merupakan penggabungan arsitektur Eropa dan Bali sehingga terlihat unik. Bisa dilihat dari kaca warna-warni yang terletak di dinding bangunan. Mirip seperti bangunan gereja yang ada di Eropa. Dan dari jendela kamar Raja inilah bisa melihat pemandangan keluar berupa bunga Lotus yang berwarna putih dan merah.


dokpri

Namun bangunan arsitektur Taman Ujung ini sudah tidak seperti aslinya. Berbagai peristiwa yang terjadi membuat bangunan ini sempat beberapa kali mengalami kerusakan, seperti saat Jepang menduduki Bali, pagar besi yang ada di bangunan dijadikan senjata perang oleh masyarakat sekitar. Bahkan saat Gunung Agung meletus tahun 1963, bangunan Taman Ujung mengalami kerusakan terparah dan tidak mendapatkan perawatan sama sekali. Baru di tahun 2000, Puri Karangasem bekerjasama dengan pemerintah Kabupaten Karangasem mulai membangun kembali Taman Ujung ini tanpa merubah bentuk aslinya.

MEMBAWA MAKANAN KE WISATA TAMAN UJUNG


Saat mengunjungi Taman Ujung bersama rombongan, saya belum menemukan tempat makan atau warung yang menjual makanan disekitar lokasi. Makanya kami membawa bekal dari Denpasar berupa nasi kotak dan snack box yang tidak cepat basi. Dan sejauh ini semua pengunjung diperbolehkan membawa makanan kedalam area lokasi, asal bisa menjaga kebersihan. Dalam artian membuang sampah pada tempat sampah yang disediakan.


Untuk sekedar beristirahat, tentunya kita bisa memilih tempat yang nyaman dan bersih, serta bisa digunakan untuk menggelar makanan yang kita bawa. Bisa di Balai Bengong bisa juga ditempat lain, senyamannya kita memilih tempat. Karena semua bangunan di Taman Ujung ini terjaga kebersihannya dan dikelilingi pepohonan yang rindang.

bangunan pilar tanpa atap (dokpri)
anak tangga yang berjumlah 100 ternyata cakep juga buat pepotoan (dokpri)


Oh ya selain jembatan dan kolam, ada juga spot menarik dan menantang yang layak dicoba, yaitu sebuah bangunan pilar tanpa atap yang tidak boleh digunakan untuk bersandar, karena bangunan ini sudah retak. Sengaja dibiarkan seperti bentuk aslinya, agar pengunjung mengenal bangunan bersejarah ini. Namun untuk menuju kesini pengunjung harus menaiki anak tangga yang jumlahnya sekitar 100 anak tangga. Wah, pastinya bikin kaki pegel..apalagi saat cuaca terik.


Nah, dari atas bangunan pilar tanpa atap inilah kita bisa melihat pemandangan yang menakjubkan. Seolah dari kejauhan kita bisa melihat lautan yang luas dan pemandangan yang hijau. Benar-benar mempesona!


Sementara, di lokasi yang berbeda, masih banyak tempat menarik untuk pepotoan atau sekedar beristirahat setelah kaki terasa capek menaiki anak tangga yang jumlahnya 100. Rumput yang selalu dipotong rapi, serta dedaunan yang sama sekali tak nampak berjatuhan, membuat kita betah berlama-lama duduk merumput hehehe.

HARGA TIKET MASUK WISATA

Oh ya untuk harga tiket masuk wisatawan lokal tentunya berbeda dengan wisatawan mancanegara. Berdasarkan informasi harga tiket memasuki wisata Taman Ujung ini adalah:

  • Tiket masuk wisatawan lokal/domestik: Rp. 15.000,- per orang
  • Tiket masuk wisatawan mancanegara : Rp. 50.000,- per orang
  • Parkir mobil Rp. 5.000,- per mobil
  • Tiket masuk untuk foto shooting: Rp. 1.000.000,- (untuk semua crew)
  •  Sewa tempat untuk resepsi pernikahan: Rp. 20.000.000,- (hanya sewa tempat, diluar perlengkapan, dekorasi, katering dan sebagainya)
Untuk jam operasional wisata Taman Ujung ini, buka setiap hari (hari libur tetap buka) dari pukul 07.00 wita sampai dengan pukul 19.00 wita.

Nah, bagaimana sobat? Tertarik mengunjungi wisata di Karangasem terutama di Taman Ujung ini? Siapa tahu Anda ingin merekomendasikan teman atau kolega yang ingin berwisata ke Bali. Tak ada salahnya mengunjungi tempat wisata Taman Ujung ini yang beralamat di Banjar Ujung, Desa Tumbu, Kabupaten Karangasem, Bali 80811.

Tak hanya Taman Ujung saja destinasi wisata di Karangasem. Ada Rumah Coklat, Wisata Arung Jeram Telaga Waja, Tirta Gangga, Pura Besakih, Gunung Agung, Pura Lempuyang, pantai Blue Lagoon dan masih banyak lagi. Karena masing-masing destinasi wisata ini mempunyai keunikan tersendiri. Anda patut mengunjunginya!

41 komentar:

  1. Harga tiketnya murah ya mbak. Rebahan di sopt yang bagus mbak genic banget heheh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak harga tiket masuknya masih terjangkau, banyak spot menarik untuk pepotoan.

      Hapus
  2. Budget buat foto prewed mayan mahal ya. Mungkin karena tempatnya sangat unik dan autentik

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak di Bali untuk foto outdoor rata-rata segitu budgetnya...tapi gak rugi karena banyak spot menarik yang bisa dijadikan background.

      Hapus
  3. Meskipun sudah jauh berkurang, tetapi 10 hektare masih lumayan luas juga, ya. Itu bisa dinikmati seluruh areanya kan, Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak 10 hektare yang semua dikunjungi bikin kaki gempor. Dan semuanya bisa dinikmati mbak, kecuali ruangan yang tertutup. Biasanya dibuka saat ada yang sembahyang atau meditasi, namun untuk wanita yang sedang haid dilarang masuk ke ruangan tersebut.

      Hapus
  4. Tamannya lumayan luas, bersih dan tentunya bangunan sejarahnya juga terawat dengan sangat2 baik.
    Tiket masuk antara wisatawan lokal dengan wisman disesuaikan dengan kurs mata uang ya mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak luas banget tamannya bikin kaki gempor hahahaha....

      Hapus
  5. Aku belum pernah kesini mbak. Obyek di Bali itu banyak banget ya? Yg ini termasuk murah. Kapan2 kalau ke Bali lagi kudu eksplor blognya mbak Yuni dulu cari rekomendasi :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe iya mbak kalau ke Bali sekali waktu berkunjung ke Karangasem dan menikmati destinasi wisatanya.

      Hapus
  6. Taman-taman gini mesti diperbanyak menurutku. Yang letaknya strategis, gratis, bisa diakses siapa aja kayak central park di Amerika gitu. Aku kan kerja di ibu kota ya, ngerasa anak-anaknya nggak ada tempat nongkrong dan tempat main yang layak kecuali mall. Miris banget. Dari kecil kenalnya mall, ujung-ujungnya konsumtif. Ya gimana orang ga disediakan tempat kayak gini. Mudah-mudahan akan ada lebih banyak taman-taman rindang sekaligus edukatif buat segala usia di seluruh Indonesia.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini memang bangunan bersejarah milik keluarga Puri kerajaan Karangasem mbak. Jadi kalau wisata kesini sekaligus belajar sejarah raja Karangasem.

      Hapus
  7. bagus bangeet ya tempatnya mbaaa...dan aku belum sempat mampir ke sini nih, walaupun ke Bali udah bolak balik hehehe. Semoga ada waktu untuk bisa bener-bener mampir dan menikmati keindahannya. I love tradisitonal park like this..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak....banyak wisatawan berkunjung kesini mbak...untuk sekedar duduk-duduk atau pepotoan dengan spot yang ada.

      Hapus
  8. Saya sering ke Bali tapi belum pernah mampir ke karang asam, jadi penasaran lho... Ntar masuk list must to do.. photo pribadinya buat mupeng

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak wisata di Karangasem makin banyak dan menarik untuk dikunjungi

      Hapus
  9. Wah...banyak tempat yang indah di Karangasem ya, Mbak. Pemandangan di danau, di bawah pilar tanpa atap atau di bangunannya, semua bagus. Semoga ada kesempatan untuk bisa melihat langsung keindahan alam di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak di Karangasem banyak destinasi tujuan wisata yang indah.

      Hapus
  10. Cakeep untuk pepotoan di sana ya mba.. Eh, tadinya kukira itu kolam pemandian mba..hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe....kolamnya dalam banget mbak....cuma jadi spot aja mbak, kalau buat renang takutnya gak bisa naik ke dasar hehehe

      Hapus
  11. Bagus ya kawasannya masih tertata dan bersih pula. Terus yang bikin happy harga tiketnya termasuk murah ya kebayar banget apalagi banyak spot cakep disana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mbak wisata kesini bikin hati adem....udah murah tiket masuknya bersih lagi tempatnya

      Hapus
  12. Kompak banget...
    Unik arsiteturnya..kalau ke Karangasem ini dari pusat kota berapa km, kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya berangkat dr Denpasar menempuh waktu 2 jam mbak...itu brp km ya kira-kira hehehe,?

      Hapus
  13. mba tinggal di denpasar mana? saya di denpasar juga, waktu lajang sering main ke kota karangasem karena ada urusan kerjaan disana. sekarang udah banyak berubah taman ujung. Makin bagus

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya di Denpasar Selatan mbak....bukankah kita pernah satu job review saat PHD Kerobokan launching? Hehehe

      Hapus
  14. Banyak yang didapatkan di Taman Ujung ini mbak, apalagi jadi tahu salah satu situs terbaik. Harga tiket masuknya terjangkau ya mbak.

    BalasHapus
  15. Ini The Real Kerajaan yaaa.
    Bukam kerajaan yg lagi viral akhir2 ini
    Hahahhaa

    Selalu seru berwisata sejarah.
    Nambah rasa cinta tanah airnya :)

    BalasHapus
  16. TErnyata dalam pembuatan Taman Ujung ada keterlibatanb artsitek orang Bali juga ya selain Van Den Hentz dan Loto Ang. Rasanya beberap akali ke Bali aku belum pernah berkunjunh ke sini mbak. Wah seragamnya kain tulis semua ya bagsu apalagi fotonya di pilar mirip kaya di Yunani kelihatannya

    BalasHapus
  17. Damainya mengetahui meski disana kental dengan budaya Bali namun masih ada masjid yang bebas berkumandang.. Ini artinya meski berbeda tapo kita bisa terus berdampingan..

    Mbakk. Jadi pengen ke Bali aku nyaaaa

    Taman ujung yaa.. Noted

    BalasHapus
  18. Senengnya jalan2 sama ibuk2 gtu :D
    Wah saya belum pernah ke sana pas ke Bali. Paling suka berkunjung ke sebuah lokasi wisata yang bisa sambil belajar. Apalagi kerajaan Karangasem kan terkenal pada masanya. Jd pengen tahu juga sejarahnya :D

    BalasHapus
  19. Mba Yun, itu seragame kok bisa cantik banget dipake poto-potoan ya. Ada bunga-bunganya yang matching dengan kerudung pink. Cantik-cantik deh yang di foto.
    Kapan-kapan mau lah ke Taman Ujung ini. Nggak nyangka ya ternyata pertamanya dulu adalah tempat pembuangan orang yang berilmu hitam.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe...ini kain lukis Bali mbak, yg populer juga di Bali ....memang sengaja diseragamkan dg jilbab pink. Ya mbak ayo ke Karangasem banyak lho tempat wisata yg bisa disinggahi.

      Hapus
  20. Jalan-jalan ke taman aja udah seru banget ya Mbak, asal perginya rombongan gitu. Tamannya ini juga luas baget ya Mbak sampai ada tangga 100 gitu. Itu naiknya bikin ngosngosan nggak Mbak, hehe

    BalasHapus
  21. Karangasem tanah kelahiran ibuku nih Mba
    bulan depan insyaAllah aku mudik ke sana
    semoga bisa jumpa ya mba. aku juga belum pernah ke taman ujung ini lho
    pengen juga

    BalasHapus
  22. Bangunannya unik, cakep buat foto-foto. Tempatnya luas. Kalau bawa anak-anak pasti seru dan senang bisa lari-lari. Ada kolamnya bikin mata seger dan adem.

    BalasHapus
  23. Wah aku baru tahu ada wisata ini di Bali. Tempatnya asri banget ya mba. Penasaran di taman gantungnya apalagi lihat kolamnya itu. Biaya masuknya terjangkau pula buat wisatawan :) Harus dimasukkan wishlist kalo ke Bali nih :)

    BalasHapus
  24. kalau liat foto-fotonya selebgram disini tuh suka cakep-cakep gitu ya, mengini. Jadi pengen kesini juga hiihi..

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...