Sister UKM Go Online: Perempuan Indonesia Harus Memaksimalkan Internet

Perempuan Indonesia harus memaksimalkan internet. Mungkin inilah tujuan diluncurkannya layanan Sisternet oleh PT. XL AXIATA (XL) beberapa tahun lalu. Sejak didirikannya layanan Sisternet, XL memang menyasar pada kaum perempuan, karena dirasa kaum perempuan harus mampu memanfaatkan teknologi internet sebaik mungkin. 


Fakta di lapangan menunjukkan terjadi kesenjangan pengguna internet antara kaum perempuan dan kaum laki-laki. Diharapkan adanya Sisternet ini, perempuan pun akan menguasai teknologi internet sama dengan kaum laki-laki.



Meski menurut kodratnya kaum perempuan adalah seorang ibu rumah tangga yang mengurus keperluan dapur dan keluarganya, dengan menguasai internet tentunya ia akan berpotensi menjadi perempuan tangguh, tidak sekedar menjadi ibu rumah tangga yang disibukkan oleh segala urusan kerumahtanggaannya, namun mampu tampil dengan segala kemampuan dan talenta yang dimilikinya.

Di jaman digital seperti saat ini, ibu rumah tangga juga bisa berpenghasilan. Karena penghasilan itu tak hanya didapat oleh pekerja kantoran, namun bisa diperoleh dari mana saja, termasuk di rumah. Tentunya bermodalkan internet.


Bertempat di Ruang Pertemuan Balai Diklat Industri Denpasar, Jl. W.R. Supratman no. 302 Tohpati Denpasar, Bali, pada tanggal 16 Nopember 2019 lalu telah diselenggarakan acara #KelasLiterasiDigital Sister UKM Go Online oleh Sisternet dan BloggerCrony Community yang disponsori oleh XL Business Solutions. 

Acara ini ditujukan untuk para pegiat dan pelaku UKM di Bali yang sedang membangun usaha berbasis digital, agar mereka mampu merencanakan keuangan dengan baik dan tepat, sehingga bisa mengatur penjualan dan transaksi berbisnis dengan benar. Dengan demikian diharapkan mereka juga mampu memajukan perekonomian digital.

Kami Blogger Bali

Selain dihadiri oleh para pelaku UKM di Bali, acara ini juga mengundang para blogger perempuan Bali yang notabene juga mempunyai bisnis yang sedang dibangun. Harapannya blogger-blogger ini sanggup menyebarkan informasi literasi digital, dan mengajak serta para pelaku UKM Bali untuk menggerakkan perekonomian digital lebih baik lagi.

Sister Adelia Panjaitan - Sisternet XL Axiata

Tentunya acara #KelasLiterasiDigital ini sangat meriah karena dihadiri oleh tiga narasumber yang kompeten dibidangnya. Ada sister Adelia Panjaitan dari XL Axiata yang memaparkan tentang "Peran Perempuan dalam memajukan Ekonomi Digital".

Menurut Sist Adelia, tingkat penggunaan internet bagi kaum perempuan di Indonesia masih kalah dibandingkan dengan negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.  Sumber data lembaga riset independen TNS  tahun 2014 menyebutkan bahwa pengguna internet di Indonesia khususnya kaum perempuan lebih rendah 30 - 40 persen dibanding pengguna internet perempuan negara ASEAN lainnya.

Dengan adanya layanan Sisternet ini merupakan wujud kepedulian XL bagi kaum perempuan di Indonesia agar lebih memaksimalkan penggunaan internet. Diharapkan layanan Sisternet ini mampu menginspirasi kaum perempuan di Indonesia untuk dapat mengoptimalkan penggunaan teknologi internet, sehingga dapat membantu meningkatkan kualitas hidup secara individu maupun keluarga.

Selain itu layanan Sisternet juga di lengkapi dengan berbagai  fitur, seperti: forum diskusi, konten tips kesehatan, karir, informasi gaya hidup, informasi kehidupan berkeluarga, belanja dan kecantikan. 

Sementara guna membantu mengembangkan layanan Sisternet ini, pihak XL juga bekerja sama dengan berbagai pihak seperti media, komunitas dan platform online untuk dapat menjangkau kaum perempuan melalui penyelenggaraan kegiatan roadshow yang akan digelar diberbagai kota di Indonesia. Tujuan dari roadshow tentunya untuk memberikan edukasi dan sosialisasi tentang pemanfaatan internet hingga e-commerce.

Bali menjadi salah satu tujuan diselenggarakannya #KelasLiterasiDigital yang bertajuk Sister UKM Go Online ini. Karena di jaman digital ini, bisnis online makin menjamur, e-commerce pun makin bersaing. Hanya dengan memanfaatkan gadget dengan kuota internet, bisnis online yang ditekuni akan menjadi sebuah bisnis yang menjanjikan. Bahkan, berkat bisnis online yang melejit seorang ibu rumah tangga bukan hanya bergantung pada gaji suami, namun juga dari jualan online-nya. Otomatis akan menambah pendapatan keluarga.


Melalui slogannya "Share - Care - Inspire" layanan Sisternet ini akan dimanfaatkan oleh kaum perempuan di Indonesia untuk berbagi hal yang menginspirasi. Bahkan, melalui layanan ini pula kaum perempuan yang lebih akrab disapa "sister" bisa belajar banyak hal di Modul Pintar. Disini sister akan belajar banyak hal baru yang akan membuatnya "jadi lebih pintar", karena ada beberapa modul yang bisa dipelajari, seperti: Ibu dan Anak, Literasi Digital, Entrepreneurship dan lain-lain.

Sister Tyas Windarti, CEO Bayi banget Hijab

Acara ini semakin meriah manakala Sister Tyas Windarti, CEO Bayi Banget Hijab yang memaparkan tentang "Financial Planning untuk UKM". Sist Tyas Windarti yang sering disapa Momski Tyas ini merupakan mentor gerakan 1000 start up nasional Indonesia, menjadi Fasilitator Trainer Google Gapura Digital dan Fasilitator Trainer Google Women Will, juga sebagai Komite Ekonomi Kreatif Kota Malang dan Praktisi atau penggiat UKM.

Menurut Momski Tyas, seringnya sebuah bisnis gagal karena produk yang diciptakan tidak diminati di pasaran. Si owner mengambil keuntungan dimuka atau bahkan tidak memfokuskan bisnisnya pada satu produk. Makanya ada tiga larangan untuk berbisnis yang disingkat "3 NO", yaitu:
  1. No Need Produk
  2. No Cashflow
  3. No Team
Tiga hal diatas harus dihindari agar bisnis yang kita jalankan tidak stagnan alias jalan ditempat atau tiba-tiba berhenti. Selain itu hendaknya harus memperhatikan peta usaha, alat ukur dan alat utama pengambil keputusan.

Selama ini banyak yang salah dalam memulai berbisnis. Ketika seseorang menjalankan bisnis online, apakah dia sebagai supplier atau dropshipper, yang ada dalam benaknya adalah mengambil untung sekian persen dari hasil jualannya. Ketika jualannya laku dan dia mendapatkan untung, maka ia menganggap usahanya berhasil. Padahal sebenarnya anggapan seperti itu tidak seluruhnya benar.

Karena seorang pebisnis sebenarnya tidak bisa bekerja sendiri. Sebagai contoh pebisnis online. Ia adalah supplier dari berbagai produk. Ketika ada pelanggan membeli produknya, si pebisnis ini memesan terlebih dahulu kepada owner produk. Setelah pelanggan membayar sejumlah uang, maka pebisnis ini mentransfernya ke owner produk, lalu produk dikirim, bisa langsung dropshipper bisa juga ke pebisnis dulu.

Bila produk ini tidak langsung dikirim ke pelanggan, artinya kita sebagai pebisnis harus packing ulang produk, lalu mengirimkan ke pelanggan ke pihak ekspedisi. Disinilah letak kesalahan pebisnis tersebut. Dia tidak memikirkan biaya membeli lapban, plastik packing, spidol serta biaya bahan bakar menuju ekspedisi pengiriman. Bisa jadi keuntungan yang didapat dari jualan produk hanyalah keuntungan semu, karena sebenarnya dia merugi, alias keuntungan yang didapat tidak sebanding dengan jerih payahnya.

Dari pemaparan Momski Tyas ini dapat digarisbawahi bahwa, untuk memulai bisnis harus ditetapkan akadnya terlebih dahulu. Jangan sekali-kali menjual aneka produk, akan lebih baik menjual satu produk namun booming di pasaran. Tetapkan modal awal usaha, dan berusahalah konsisten dengan apa yang sudah ditetapkan. Alokasikan gaji untuk diri sendiri, agar keuntungan yang didapat tidak semuanya dibelanjakan, namun bisa dijadikan modal tambahan untuk ekspansi usaha. 

Biasakan bekerja dengan team. Team yang solid akan membuat usaha itu makin maju dan berkembang. Satu hal yang lebih penting adalah modal usaha, karena modal usaha itu dapat diperoleh melalui tiga hal: pinjaman bank, pinjam modal teman dan investasi sendiri. Lebih baik mengembangkan modal dari investasi sendiri yang resikonya lebih kecil dibanding pinjam ke bank atau pinjam modal kepada teman. Resiko terbesar saat melakukan pinjaman kepada pihak lain yaitu ketika usaha kita belum berkembang. Kita akan pusing memikirkan cicilan, bisa jadi usaha pun akan terus mengalami kemunduran bila kita tidak pandai mencari usaha lain.

Dan quote dari Momski Tyas yang perlu digarisbawahi adalah perlunya perencanaan dan pencatatan dalam sebuah bisnis. Bila tidak ada pencatatan keuangan alias tidak disiplin mencatat, bisa jadi membahayakan kelangsungan bisnis kita. Karena "Bisnis itu warisan, bukan sekedar jualan atau mainan. Dan Bisnis harus terukur, supaya bisa diatur".

Sister Agnes

Acara bertambah seru dengan hadirnya narasumber ketiga dari Tim XL, yaitu Sister Agnes yang memaparkan tentang hardware, utamanya yang berhubungan dengan XL Business Solution.

Dari pemaparan sist Agnes dapat disimpulkan bahwa  di jaman digital ini semuanya serba canggih. Orang tak akan kebingungan bila ketinggalan dompet, ATM atau uang ketika bepergian. Namun orang semakin bingung ketika henponnya ketinggalan di rumah. Saat ini henpon merupakan alat multifungsi yang mampu menggantikan berbagai hal. 

Dengan berbekal kuota melimpah di henpon, maka berbagai aplikasi dapat diunduhnya. Ada banyak aplikasi pembayaran yang bisa diunduh dan digunakan untuk berbelanja atau sebagai alat pembayaran. Seperti DANA, OVO, Gopay, Jenius dan sebagainya. Dengan aplikasi-aplikasi ini kita dapat berbelanja di mall, bisa memesan tiket pesawat, hotel, kereta api, bisa membayar berbagai tagihan, membeli pulsa bahkan bisa juga memesan makanan atau transfer uang. Bahkan lewat aplikasi ini pula kita bisa menarik sejumlah uang.

Intinya dengan sebuah henpon digenggaman, kita tak akan khawatir saat bepergian namun lupa membawa dompet atau sejumlah uang. Demikian juga untuk transfer data. Media seperti flashdisk atau disket saat ini sudah hampir tidak diminati, karena dikhawatirkan mengandung virus dan merusak sistem data kita. 


Saat ini XL Business Solutions juga mensupport para pegiat UKM Perempuan dengan menyediakan kartu XL, dimana dengan slogan "Komunikasi Bisnis Tanpa Batas", Satu kartu, Banyak solusi. Diharapkan perempuan Indonesia mampu memaksimalkan internet untuk berbagai kebutuhan. Utamanya bisa menjadi perempuan yang berpenghasilan sembari mengurus rumah tangga. Otomatis ia akan tampil menjadi perempuan hebat, luar biasa, mensupport keuangan keluarga serta mampu membantu memajukan perekonomian digital.


Komentar

  1. Sebagai perempuan yang ngaku milenial, emang harus tetap berkarya ya mba, meskipun dilakukan dari rumah. Kegiatan sisternet ini keren emang.

    BalasHapus
  2. Saya suka dengan tema tulisan seperti ini. Karena, mengingatkan saya agar selalu semangat untuk berkarya dan memaksimalkan fasilitas internet yang ada.

    BalasHapus
  3. Ga ada ceritanya perempuan bekerja lupa akan kodratnya karena jaman ekonomi digital, kerjanya bisa di mana saja, ga harus duduk manis di kantor atau toko.
    Acara ini beneran padet ilmu, 3jam serasa sebentar.

    BalasHapus
  4. Sudah saatnya para sister SUKSES dalam UKM dan melek internet.

    BalasHapus
  5. Peran perempuan dalam dunia digital memang tidak boleh dilihat sebelah mata. Banyak para perempuan yang inspiratif dan bisa jadi percontohan untuk perempuan lain ternyata ya. Senang nih bisa baca reportase acaranya. Saya yg tidak bisa ikut ke Bali bisa dapat ilmunya hehehe

    BalasHapus
  6. Asik banget acara Sisternet ini.
    kapan hari, kami juga ikutan d Sby, dan buanyaaaakkk yg tercerahkan seputar online marketing, setelah ikutan acara ini

    BalasHapus
  7. Mantap ya Sisternet, mendukung pengembangan diri perempuan di zaman ini. Acaranya edukatif banget.

    BalasHapus
  8. Yeay baru ngeh ada banyak juga blogger Bali ya mba. Tapi senang deh kalau kegiatan ini juga rutin di berbagai kota di Indnesia biar kita jadi makin melek internet ya

    BalasHapus
  9. Memang sayang banget sih kalau internet gak dimaksimalkan manfaatnya. Apalagi jumlah perempuan kan katanya lebih banyak.

    BalasHapus
  10. Mpo dan wanita millennial akan membantu para suami untuk mencari nafkah lewat internet.

    Peluang internet begitu besar dan peluang juga luas.

    BalasHapus
  11. "Biasakan bekerja dengan team. Team yang solid akan membuat usaha itu makin maju dan berkembang". Benar-benar mood booster banget ini. Terima kasih mbak atas informasi yang mantul.

    BalasHapus
  12. Setuju sekali, bhw perencanaan sangat penting dlm bisnis. Duh acara ini mmg kereeen.. TFS mba Yuni

    BalasHapus
  13. Perencanaan keuangan memang sangat penting untuk bidang apapun juga.. Jangan sampai meleset dan banyak ruginya

    BalasHapus
  14. Dg adanya sisternet ini bikin perempuan insyaAllah makin berdaya ya mbk. Go go power rangers pink. Yiha. Btw aku pgn bgd praktekin yg dijelaskn sm mbk Tyas bahwa semua pengeluaran terkait usaha harus dicatat sekecil apapun krn selama aku luput nyatetin yg pritilan pritilan. Hiks.

    BalasHapus
  15. Aku masih males nih nyatet pengeluaran. Padahal sekarang banyak aplikasi yang bisa memudahkan kita ya

    BalasHapus
  16. Setuju bungit deh kalo masalah internet kek gini, mamak mamak kudu melek. Biar nggak ketinggalan jaman dan tetep update kalo anaknya kenapa-napa, atau mau berkarya di bidanb digital. Mantab deh pokoknya

    BalasHapus
  17. Wah setuju banget. Walopun UKM, sekarang ini kudu merambah internet. Supaya lebih global. Produk bisa dijangkau dari konsumen di mana saja, dan branding juga.

    BalasHapus
  18. Perempuan juga harus melek internet ta mbak, berbagai macam kegiatan bisa dilakukan untuk mengembangkan diri. Sisternet membantu kaum perempuyan untuk lebih maju lagi

    BalasHapus
  19. Hiyaaa...
    Aku jadi tau kesalahan aku dalam berbisnis selama ini.
    Bahwa gak fokes sama satu produk. Dulu...pas happening jualan via FB, aku nawarin apa ajaaa...
    Gak spesifik gitu..

    BalasHapus
  20. Semakin ke sini peran perempuan dalam dunia digital juga penting banget ya Mbak. Setidaknya perempuan harus tahu juga cara memaksimalkan ini.

    Btw acaranya bersama Sisternet ini keren ya, banyak ilmu bermafaat yang didapatkan dan saya baru tahu juga kalau sisternet ini merupakan bagian dari XL

    BalasHapus
  21. Agar rancu ya Mak menurut saya. Di 3 NO djtuliskan "no team" tapi siparagraf beawah nawahnya anjuran "biasakan bekerja dengan team solid" saya yang kurang faham atau gimana ini Mak? 😁😁😁

    BalasHapus
  22. zaman sekaeang teknologi udah canggih ya, harus bisa memanfaatkan perkembangan teknologi untuk lebih produktif

    BalasHapus
  23. Saya masuk emak milenial nggak ya hihiho, sekarang cari informasi lebih suka lewat hp dari pada baca majalah atau koran mingguan

    BalasHapus
  24. Ya Allah aku nih ke mana aja baru ngeh kalau Mbak Yuni ini ternyata domisilinya Bali to... :D
    Wah senengnya dapat insight soal membuka usaha dan jualan. Aku dulu nge-OS sbnrnya cuma jualan kulakan aja, tapi ya aku kerjain sendiri haha. Jd kalau ada usaha sendiri sebaiknya jg diperhitungkan sisi itunya ya mbak, gk ada salahnya misal juga jd supplier :D
    TFS

    BalasHapus
  25. Bener banget apa yg dibilang Momski Tyas yaa, emang semuanya harus belajar dn belajar lagi nih. Menantikan yg disampaikan narsum lain mbakk, hehe

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...