Tertarik Promo Bisnis Online? Perhatikan Beberapa Hal Berikut!


Alhamdulillah sampailah kita pada Ramadhan di hari keenam. Jangan sampai ibadah kita makin hari makin kendor, karena mempersiapkan lebaran. Justru bulan Ramadhan yang hanya sekali dalam setahun ini hendaknya kita manfaatkan untuk beribadah dengan khusyu' demi mendapat ridho-Nya. 

Kalau hari pertama demikian ramainya masjid, hingga beberapa jamaah terpaksa sholat di jalan. Demikianlah seharusnya kegiatan sholat berjamaah ini terus dilaksanakan sampai menjelang hari raya Idhul Fitri. Namun kenyataannya, makin hari jumlah jamaah sholat tarawih makin berkurang. Kalau alasan tidak sholat karena datang bulan atau sakit, barangkali bisa dimaklumi. Namun apalah daya bila alasan tidak ke masjid karena menyiapkan segala sesuatu untuk lebaran.

Justru, pusat perbelanjaan, mall-mall di keramaian kota nampak makin ramai menjelang lebaran. Rupanya tradisi baju baru susah dihilangkan dalam kehidupan masyarakat kita. Lebaran identik dengan baju baru, inilah yang sampai sekarang masih diterapkan dalam masyarakat kita. 

Apalagi kalau pusat perbelanjaan itu memberikan diskon besar-besaran bagi para pembelinya. Pasti tempat itu makin ramai diburu orang. Pembeli tidak lagi mempertimbangkan kualitas barang, namun mereka lebih melihat pada murahnya barang yang dibeli.

Padahal kalau kita cermati, mana ada penjual yang mau rugi? Mana ada pebisnis yang bagi-bagi barang dagangannya secara gratis ? Inilah yang kadang diabaikan pembeli. Ada diskon, itulah kesempatan untuk memiliki barang dengan harga murah. Padahal barang yang dijual murah tentunya sudah dipertimbangkan berapa keuntungan yang didapat penjual. Dan tidak mungkin rasanya penjual akan melepas barangnya tanpa untung sedikitpun.

Inilah trik seorang pebisnis untuk menarik pembeli lebih banyak lagi di momen spesial. Taruhlah di hari biasa keuntungan yang diambil penjual itu duapuluh ribu. Nah, karena barang dagangannya masih banyak, maka penjual itu memanfaatkan momen spesial seperti hari raya keagamaan, libur kenaikan kelas dan sebagainya untuk memberikan diskon besar-besaran. Diskon yang diberi label "banting harga" ini masih mengambil kentungan sepuluh ribu dari harga sebenarnya. 

Sudah pasti kata "diskon" yang ditawarkan penjual itu menarik minat pembeli. Dari harga yang tadinya lebih mahal sepuluh ribu dan sekarang turun sepuluh ribu, sudah pasti pembeli pun akan berhitung. Dalam hitungan pembeli ia beranggapan pasti untung. Padahal belum tentu sama dengan apa yang dipikirkan penjual. Bagaimanapun juga yang namanya penjual tidak pernah mau rugi. Kalaupun mereka menawarkan diskon untuk produknya, ini hanyalah sebuah trik agar dagangannya laku, meski untungnya dibawah keuntungan saat berjualan di hari biasa.

Ternyata, momen seperti ini tidak hanya dimanfaatkan oleh para pemilik toko baju atau owner mall saja untuk memberikan diskon. Pemilik bisnis online, yang tergabung dalam e-commerce juga tak mau kalah dengan penjual offline. Mereka gencar memberikan promo bisnis online. 

Pertumbuhan e-commerce di Indonesia terlihat nyata makin pesat. Seiring dengan kemajuan teknologi yang terus berkembang, masyarakat pun lebih memilih berbelanja online ketimbang harus pergi membeli baju ke pusat perbelanjaan. Belanja online lebih praktis dan memberikan banyak kemudahan. Apalagi saat ini, banyak aplikasi belanja online yang dapat diunduh melalui playstore henpon android dengan mudah. Pastinya konsumen lebih memilih belanja online ketimbang membeli secara offline.

Promo bisnis online ini merupakan sebuah godaan yang datangnya tanpa disangka-sangka. Terlebih keseharian kita yang tidak bisa lepas dari gagdet. Selesai membereskan pekerjaan rumah, pasti henpon-lah yang disentuh. Entah iseng buka-buka aplikasi atau memang ada maunya, yang jelas ketika melihat promo besar-besaran yang ditawarkan dari aplikasi di henpon, pastilah kita akan tertarik.

Nah, kebetulan momen menjelang lebaran ini bersamaan dengan momen mencari sekolah baru, baik itu tingkat SD, SMP maupun SMA. Dan setiap orang tua pasti lebih memikirkan kebutuhan pendidikan putra-putrinya ketimbang harus mengutamakan keinginannya. Jangankan biaya pendidikan, saat bulan Ramadhan seperti ini, tanpa kita sadari pengeluaran kita lebih banyak dari hari biasanya.

Yuk kita merenung sejenak, coba kita sama-sama berpikir. Saya contohkan seorang pegawai negeri. Mereka gajian diawal bulan. Kalau suami istri sama-sama bekerja tak apalah. Kita ngomongin satu sumber penghasilan alias yang kerja suami saja. Gaji diawal bulan, lalu puasa Ramadhan diawal bulan juga. Karena bulan Ramadhan, seisi rumah pada puasa, maka sang istri memikirkan menu berbukanya. Tentu makanan yang dimasaknya lain daripada yang lain. Lebih spesial-lah tepatnya. Belum lagi kalau tergiur godaan untuk membeli makanan diluar. Pastinya pengeluaran sebulan lebih besar ketimbang bulan-bulan biasa.

Belum lagi dimintain takjil dimasjid, atau beli keperluan selama bulan puasa. Meski ini termasuk sedekah, namun mempengaruhi pengeluaran kita. Sementara bulan depannya, lebaran tiba diawal bulan. Itu artinya kita mempersiapkan lebaran, seperti kue kering, angpau untuk saudara, atau biaya mudik (bagi sebagian orang yang merantau).

Ditambah lagi biaya pendidikan. Bagi orang tua yang kebetulan putra-putrinya sedang mendaftar di sekolah baru, pasti butuh biaya pendaftaran. Belum biaya seragam, buku-buku dan sebagainya. Tentunya ini harus menjadi prioritas demi mendapatkan pendidikan yang baik untuk putra-putrinya.

Dan berbicara mengenai promo bisnis online, barangkali sah-sah saja, siapapun boleh tergiur dengan promo itu. Bahkan tak ada larangan untuk membeli sesuatu dengan memanfaatkan promo itu. Namun, bagi Anda yang ragu antara tertarik, tidak tertarik atau malah bingung dengan promo bisnis online, baiknya memperhatikan beberapa hal berikut:

Kebutuhan
Ketika Anda mendapatkan promo bisnis online, apakah memperhatikan barang seperti apa yang sedang promo? Apakah barang itu termasuk prioritas kebutuhan Anda sehingga Anda memang harus membelinya? Tidak bisakah Anda menunda sementara untuk membeli barang tersebut? Apakah Anda juga melihat sisi manfaat dari barang ini, sehingga ketika barang sudah dibeli Anda pun sangat puas dan tidak menyesal di kemudian hari karena telah membelinya?


Namanya kebutuhan memang tidak bisa ditangguhkan, dan kita wajib membelinya. Barangkali memanfaatkan promo lebih baik, karena kita akan mendapatkan harga yang lebih murah dibanding harga biasa. Namun meski demikian, kualitas barang juga harus kita perhatikan. Jangan sampai kita mendapatkan barang yang kita butuhkan dengan harga murah namun kualitasnya kurang bagus sehingga tidak ada jaminan saat barang rusak. 




Keinginan
Jangan sampai tergiur oleh promo bisnis online karena sebuah ketertarikan dan berniat ingin membelinya. Saat kita membuka aplikasi bisnis online, lalu disitu kita temukan sebuah barang yang tertera diskon sekian persen dan kita pun membelinya. Padahal masih ada kebutuhan lain yang belum kita penuhi. Akibatnya untuk membeli kebutuhan kita harus mengambil uang dari pos lain. 


Namanya keinginan bisa saja ditangguhkan, tapi kalau kebutuhan harus ditepati. Coba bayangkan, bila uang untuk membayar listrik, air atau sampah kita gunakan untuk membeli barang yang kita inginkan, lalu bagaimana kita membayar kebutuhan tersebut? Bukankah kita tidak mau hidup dalam kegelapan, kekeringan atau dikelilingi tumpukan sampah yang membusuk?



Inilah yang harus kita pikirkan, ingin ini itu sih boleh saja, tapi harus disesuaikan dengan kemampuan kita.



Hindari Berhutang
Sedih ya kalau hidup bergelimang hutang. Hutang itu hanya sekejap. Misalkan kita berhutang satu juta untuk membeli baju online. Baju kita dapat, tapi tiap bulan kita harus mengangsur hutang kita. Bahkan, belum tentu uang satu juta akan kembali utuh satu juta. Pasti pihak peminjam menerapkan bunga sekian persen atas uang yang dipinjamkannya.


Belum lagi kalau kita nyatanya tidak bisa mengangsur sesuai perjanjian. Istilah rentenir bunga berbunga. Kalau kita nunggak sebulan bunganya bertambah, apalagi nunggaknya berbulan-bulan. Sayang bukan? Meski bisa memiliki baju sesuai keinginan, tapi hidup kita tidak tenang, terus dikejar-kejar hutang. Lebih baik apa adanya saja, hiduplah sesuai kemampuan. Milikilah barang sesuai porsi kita.


Biaya Shopping
Pernahkah menganggarkan biaya shopping saat menerima gaji dari suami? Ya...sekali-kali lah hidup santai. Meski kita sadar menjadi ibu rumah tangga tuh gampang-gampang susah. Terutama saat mengatur keuangan keluarga. Semakin besar pendapatan keluarga, maka kebutuhannya semakin banyak. Mengapa demikian? Karena semakin banyak gaji yang diterima, yang dilihat lebih mewah.


Contohnya, kalau dulu saat gaji kecil mungkin yang dilihat cuma peralatan dapur. Namun begitu gajinya naik, maka sudah mulai berhitung. Misal ingin membeli motor atau alat eletronik. Otomatis pengeluaran pun bertambah. Tapi yang perlu digarisbawahi disini bahwa berapapun besarnya gaji yang diterima pasti tidak bakal cukup sebulan bila kita tidak bisa mengaturnya dengan baik.



Nah, sekali waktu menganggarkan biaya shopping itu sah-sah saja. Biar kata orang kita ini mamah-mamah gaul. Tapi jangan keterusan ya, shopping terus sementara kewajiban mengurus rumah tangga terbengkalai. Bolehlah sekali waktu kita manfaatkan promo bisnis online untuk membeli barang keinginan kita. Ingat sekali waktu ya, kalau dirasa kebutuhan kita sudah terpenuhi, dan kita sudah mempunyai cukup tabungan atau investasi untuk keluarga.


Jangan Lupa Bersyukur
Seperti uraian diatas, bahwa berapapun besarnya gaji yang kita terima, pasti tak akan cukup bila kita tidak pandai mengelolanya. Satu hal yang harus kita jadikan pedoman adalah "selalu bersyukur atas nikmat Allah". Berapapun penghasilan yang kita dapatkan, kalau kita senantiasa bersyukur pasti kita akan bahagia dan hidup berkecukupan.


Jangan melihat keatas, lihatkan lurus kedepan, atau tengoklah kebawah, karena masih banyak dibawah kita yang butuh uluran tangan, masih banyak dibawah kita yang membutuhkan bantuan kita.



Jadi kalau berbicara tentang hidup, tak perlu dibuat susah. Hiduplah sesuai porsi kita. Jangan iri dengan orang yang lebih segalanya dari kita. Namun carilah hikmahnya, contohlah usahanya, bagaimana caranya dia bisa menjadi orang sukses? 



Dan jika melihat promo bisnis online berkelebat, jangan buru-buru tertarik, lihatlah dulu seberapa pentingkah promo itu bagi diri kita? Kalau benar-benar butuh silahkan diambil. Tapi kalau hanya sekedar untuk memuaskan keinginan, tunda dululah. Lihatlah kebelakang sembari memikirkan bahwa kebutuhan-kebutuhan yang lebih penting dari sekedar keinginan masih banyak dan masih harus dipenuhi. Jadi mumpung di bulan Ramadhan yuk menahan diri dari nafsu yang sifatnya hanya kepuasan sesaat. Kita berbenah diri, tataplah masa depan agar esok lebih baik dari hari ini.

Komentar

  1. Seandainya yang diprioritaskan itu kebutuhan kalaupun uang tidak cukup, pasti tidak akan pinjam sana sini. Tapi kalau menuruti keinginan wah sampai kapanpun memang tidak akan ada puasnya.

    Alhamdulillah. Besar kecil, yang penting sertai dengan sedekah biar lebih berkah

    BalasHapus
  2. Saat bulan Ramadan justru saya lumayan bisa ngerem belanja online. Soalnya mikirnya ekspedisi. Beberapa tahun lalu, pernah nekat belanja online. Nyampenya lebih lama dari biasanya. Sampai deg-degan karena menjelang mudik, masih belum sampe juga :D

    BalasHapus
  3. Bicara soal bisnis online gini menyenangkan banget mbak, rata2 teman di kompleks sudah punya bisnis online. Kalau belanja online saya suka kalap bedakan mana kebutuhan dan keinginan semua terasa kabur hihi.

    BalasHapus
  4. Iya sih, bulan puasa gini segala promo gencar dilancarkan ya. Kudu pakem remnya agar ga sampai blong.

    BalasHapus
  5. Teman-temanku banyak yang bisnis online, Mba, dan keuntungan yang mereka dapatkan itu sangat menggiurkan.

    Saya gak punya bisnis online tapi suka belanja online, apalagi dekat lebaran gini, biasanya saya lebih boros belanja online

    BalasHapus
  6. Iya Mba, harus punya budget shopping yg gak bisa diganggu gugag. Kalo gak alamat dompet tipia dah

    BalasHapus
  7. intinya jangan sampai besar pasak daripada tiang, begitu ya mba.. pokoke harus bener2 berhitung deh ya..antara keinginan dan kebutuhan harus dibedakan! Haha...

    BalasHapus
  8. Bener nih biasanya banyak godaan barang promo padahal barang belum tentu dibutuhkan��

    BalasHapus
  9. Setuju banget nih sama hindari hutang, saya paling takut klo hutang soale takut ga bisa bayar. Semoga dijauhkan ya dari hutang apapun huhu.

    BalasHapus
  10. Saya niat belanja cari baju u anak2 nih. Tapi sekalian u persiapan si kakak masuk SD krn sekolahnya memang ga pakai seragam. Tapi kalau baju anak mau awet lebih enak beli offline sih biar bisa pegang bahannya, cari yg merk awet tp promo biar harga nyungsep hihi

    BalasHapus
  11. Kalau. Iacara mahal memang sudah dari waktu ke waktu kalau menginjak ramadhan harga harga jd mahal. Jadi ga usah heran ya mba. Timbang ngeluh lebih baik pikirin gimana caranya cari sampingan pendapatan hehe

    BalasHapus
  12. Saya sudah lupa sudah berapa lebaran kemudian saya tidak lagi membeli baju. Soalnya kami pasangan yang tidak senang menumpuk calon kain lap di lemari

    BalasHapus
  13. Benar mbak jangan kasih kendor ke ibadahnya. Biar tetap bisa ibadah shoat tarawih berjamaan di masjid mending belanja online aja ya, ibadah lancar trus dapat promo pula.

    BalasHapus
  14. Tradisi baju baru tuh wkt kecil menyenangkan banget...krn jarang beli bJu hahaha..

    BalasHapus
  15. Betul Mbaaak, jangan sampai terjebak harga diskon tapi sebenarnya nggak diskon. Kudu benar-benar teliti dan cek harga. Tapi saya pribadi di beberapa e-commerce, bulan ini, nemu beberapa item yang beneran diskon. Berhubung barangnya dibutuhin sepanjang tahun, langsung buru-buru nyetok. Hihihi.... Kalau beneran teliti dan sesuai kebutuhan, momen-momen Diskon bulan Ramadan ini menguntungkan banget lo Mbak....

    BalasHapus
  16. Nah iya nih kadang belanja online nih bikin nagih untung sekarang agak kuat iman hehe jadi aku utamain kebutuhan dulu daripada keinginan.

    BalasHapus
  17. Setuju mba, jangan terburu buru dengan promo menarik dari bisnis online, penting banget harus mengetahui seluk beluknya, termasuk pemiliknya, jangan sampai tergoda promo malah hasilnya merugi.. bersyukur memang sudah paling tepat ya mba dalam kehidupan ini

    BalasHapus
  18. yang pasti patokan pertama aku adalah belanja yang dibutuhkan. Kalau pengen sih semua pengen ya hehehe..supaya ngga mubazir juga mba

    BalasHapus
  19. Godaan terbesar kalau instal apps belanja online memang kerap dapat notifikasi promo belanja online. Kalau mau dilewatkan, asa sayang...
    Tapi memang kalau dituruti, jadi gak ada habisnya.

    Paling aman, uninstal apps..
    Biar ga kena racun.

    BalasHapus

  20. Nah bener nih, promo2 jelang lebaran gini sangat menyilaukan :)) Kalau memang pas ada barang yang dibutuhkan sih ga pa2. Tapi kadang kalap lho mba melihat harga yang jauh lebih murah dibandingkan biasanya. Alhasil gitu deeehh... dompet jadi terancam jebol ;)

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...