Pesona Keindahan Alam Bali

Hampir tujuh tahun saya menetap di Bali mengikuti dinas suami.  Meski harus berpindah-pindah rumah, nyatanya hidup mendampingi suami terasa lebih nyaman ketimbang harus berjauhan. Inilah yang membuat teman atau kerabat sering meminta saya untuk mengantarkan ke berbagai tempat wisata yang ada di Bali.
sunset di Bali (dokpri)

Bali memang surganya dunia. Hampir semuanya ada di Bali. Terutama keindahan alam yang melingkupi pulau ini sangat membius semua orang. Bukan hanya bagi wisatawan, saya pun yang bertahun-tahun menetap di Bali, rasanya tak pernah habis untuk memuji keindahan alamnya.

Jujur saya sendiri jarang berkunjung ke semua tempat wisata yang ada di Bali. Rasanya butuh waktu yang panjang untuk mengeksplore indahnya pulau Dewata ini. Selain jarak yang jauh, barangkali kesempatan itu sulit saya dapatkan. 

Nah, beberapa waktu lalu rombongan tamu dari Jakarta ingin berlibur ke Bali selama tiga hari. Tamu ini berhubungan dengan instansi dimana suami saya bekerja. Selama tiga hari itu pula, mereka ingin mengeksplore semua keindahan alam yang ada di Bali, mulai dari Bedugul, Karangasem hingga ke Pecatu. Kebetulan saya ikut menemani rombongan itu selama tiga hari menikmati liburan di Bali. 

Melelahkan memang, tiga hari menghabiskan waktu untuk mengunjungi berbagai tempat wisata dibeberapa wilayah di Bali. Tapi lelah itu cukup tergantikan dengan takjubnya keindahan alam di tempat wisata yang dikunjungi.

Pasti pada penasaran kan? Tempat wisata mana saja yang kami kunjungi dalam waktu sesingkat itu? Supaya semua tujuan yang kita inginkan dapat dieksplore dalam waktu tiga hari, sebelumnya harus dibuatkan itenerary. Itenerary ini semacam rundown kegiatan agar semua tujuan bisa dikunjungi.

Di hari pertama, tujuan kami adalah daerah Bedugul. Setelah tamu kami jemput di Bandara I Gusti Ngurah Rai, lalu rombongan melanjutkan perjalanan menuju Pura Ulun Danu Bedugul. Mengingat lalu lintas di Bali sangat padat, tentu perjalanan menuju suatu tempat wisata tidak bisa diprediksi waktunya. Dari bandara ke Pura Ulun Danu Bedugul butuh waktu kurang lebih dua jam.

keindahan alam di Pura Ulun Danu Bedugul (dokpri)
Keindahan Alam Pura Ulun Danu Beratan (dokpri)
Di Bedugul hawanya sangat dingin, bahkan cuaca pun lebih sering terlihat mendung. Inilah yang membuat kita nyaman berada disini. Bisa menikmati keindahan alam pura umat Hindu ini dengan leluasa, bahkan takjub manakala menyadari bahwa alam disekeliling sangat indah untuk dinikmati.

Dari Pura Ulun Danu Beratan, perjalanan pun dilanjutkan ke Tanah Lot. Jarak tempuh yang dibutuhkan untuk sampai ke Tanah Lot tidak begitu lama, butuh waktu satu jam dari Pura Ulun Danu Beratan menuju Tanah Lot. Di Tanah Lot kita bisa menikmati sunset. Senyatanya menikmati sunset di Tanah Lot begitu indah. Kita pun bisa menikmati kebesaran ciptaan Allah SWT.

Menikmati Sunset di Tanah Lot (dokpri)
sunset di Tanah Lot (dokpri)
Perjalanan di hari pertama memang sangat berkesan, apalagi Pura Ulun Danu Beratan dan Tanah Lot termasuk destinasi wisata yang ramai dikunjungi wisatawan. Dan tak mau kalah dengan cerita di hari pertama, maka perjalanan di hari kedua pun memilih destinasi wisata seputaran Karangasem. 

Oh ya, selama tiga hari rombongan tamu dari Jakarta ini menginap di Discovery Kartika Plaza Hotel yang terletak di Kuta. Pasti pada tahu kan, kalau daerah sekitar Kuta selalu ramai wisatawan, bahkan selama duapuluh empat jam daerah ini tak pernah sepi lalu lalang orang dan kendaraan. Inilah alasan mengapa mereka memilih menginap di Kuta.
pemandangan dari Discovery Kartika Plaza Hotel (dokpri)

Dari Kuta, perjalanan selanjutnya menuju Karangasem. Rombongan ingin menikmati wisata Desa Adat Panglipuran, Bangli. Jarak tempuh yang dibutuhkan untuk sampai ke Bangli kurang lebih dua jam. Dan sekali lagi karena lalu lintas di Bali yang selalu macet setiap harinya, sehingga alokasi waktu yang kita prediksi seringkali meleset.

Khabarnya Desa Adat Panglipuran ini sering menjadi desa percontohan karena penataan rumah dan halamannya yang rapi dan bersih. Untuk meningkatkan perekonomian warga sekitar, mereka menyewakan rumahnya untuk penginapan. Bahkan, hampir disetiap rumah selalu berjualan. Baik souvenir, seperti batik, tas rotan atau topi. Loloh cem-cem adalah minuman herbal khas Desa Adat Panglipuran yang dijual dengan harga Rp. 5.000,- perbotol. Minuman ini sangat cocok dijadikan oleh-oleh dan lebih segar bila diminum dalam keadaan dingin.

Desa Adat Panglipuran (dokpri)
Karena cuaca di Bangli yang sangat terik, lebih baik membawa payung atau topi saat berkunjung ke Desa Adat Panglipuran ini. Barangkali lebih baik datang pagi atau sore hari disaat cuaca tidak begitu panas. Namun, menikmati wisata disini memang luar biasa indahnya, kita kembali dibuatnya takjub.

Dan tak ketinggalan di hari kedua rombongan juga ingin kembali menikmati sunset di Bali. Kali ini bukan lagi di pantai, namun dari tebing sebuah resort. Inilah yang memberikan pengalaman luar biasa. Namanya Rock Bar Ayana Resort yang berada di Jimbaran, tempat nongkrong para wisatawan yang menghadirkan nuansa luar biasa. Tiket masuknya terbilang mahal, jajanan yang dijualnya pun juga mahal, namun banyak yang berkunjung kesini sekedar menikmati sunset hingga matahari itu benar-benar tenggelam.

Rock Bar Ayana Resort - Jimbaran (dokpri)
Untuk menuju ke tempat wisata di tepi pantai ini, pengunjung diberikan dua alternatif. Boleh naik lift, namun kapasitasnya hanya delapan orang saja, boleh pula berjalan menaiki tangga yang jumlahnya lebih dari seratus tangga. Pasti bisa dibayangkan bagaimana capeknya harus berjalan menaiki tangga yang jumlahnya ratusan. 
wisatawan yang memadati Rock Bar (dokpri)

sunset di Rock Bar (dokpri)
Pasti bikin takjub bukan menikmati sunset di Rock Bar ini? Indah banget pemandangannya. Apalagi saat cuaca cerah. Dan jangan sekali-kali berkunjung ke Rock Bar ini dimusim hujan, karena di tempat ini minim penutup, sehingga saat hujan tiba, sudah pasti pengunjungnya akan kehujanan.

Lalu bagaimana dengan hari ketiga, hari terakhir rombongan ini berlibur ke Bali. Meski waktunya singkat, ternyata rombongan ini masih sempat mengunjungi tempat wisata yang terkenal di Bali, yaitu Garuda Wisnu Kencana yang baru-baru ini diresmikan oleh Presiden Joko Widodo.

berpose dengan background patung Garuda Wisnu Kencana (dokpri)

dokpri
Disini, kita bisa berfoto dengan background patung Garuda Wisnu Kencana. Untuk bisa mencapai lantai 23 dari area ini, pengunjung dapat mencapainya dengan lift. Udaranya luar biasa dingin. Bila kita sudah berada didalam, rasanya seperti berada didalam pesawat. Benar-benar berada didalam ruang hampa udara. 
berada didalam lift GWK menuju lantai 23 (dokpri)

di lantai 23 GWK (dokpri)
Oh ya di lantai 23 Garuda Wisnu Kencana ini kita bisa foto dengan beberapa spot. Kita bisa bergaya seolah berada didalam pesawat terbang, bahkan kita juga bisa foto diatas lantai kaca, yang saat menunduk kebawah kita pun akan berteriak karena ketakutan melihat lantai bawah yang menyeramkan.

Untuk sekedar informasi, tiket masuk ke obyek wisata Garuda Wisnu Kencana ini adalah Rp. 100.000,- yang jelas sebanding dengan berbagai spot yang ditawarkannya. Inilah yang memberikan kesan takjub saat menikmati wisata di GWK ini.

Lalu, obyek terakhir yang dikunjungi dari rangkaian liburan ke Bali selama tiga hari ini adalah pantai Pandawa. Tentunya pantai ini sudah tidak asing bagi siapapun yang pernah berkunjung ke Bali. Setiap acara tour, darma wisata atau rekreasi ke Bali, pantai Pandawa selalu menjadi obyek wisata yang dikunjungi.

pantai Pandawa (dokpri)
Berkunjung ke pantai Pandawa di siang hari memang tidak nyaman. Apalagi saat cuaca terik. Panasnya sangat menyengat. Namun meski begitu, panasnya cuaca di pantai Pandawa justru membuat pantai ini terlihat indah. Disarankan bila mengunjungi pantai ini di siang hari sebaiknya membawa payung atau topi agar wajah tidak terpapar sinar matahari.

panasnya Pantai Pandawa di siang hari (dokpri)
Nah, tuntas sudah rangkaian liburan ke Bali selama tiga hari. Tentunya mengunjungi obyek wisata yang indah akan memberikan kesan tersendiri, bahkan seolah ketagihan ingin kembali mengunjungi Bali dan mengeksplore tempat-tempat wisatanya.

Berbicara tentang wisata ke Bali, selain banyak destinasi wisata yang patut dikunjungi, juga dapat dilakukan oleh siapapun dengan mudah. Tak harus menghubungi teman yang kebetulan menetap di Bali, karena ada aplikasi PegiPegi yang aman dan terpercaya.

Pegipegi adalah perusahaan yang melayani pemesanan hotel, tiket pesawat, dan tiket kereta api melalui situs web, serta aplikasi gratis di Android dan iOS. Berbasis operasional di Jakarta, Pegipegi secara fokus membantu mengelola kebutuhan liburan ataupun perjalanan bisnis dengan menjadi Fun Traveling Partner bagi masyarakat Indonesia. Pegipegi terhubung langsung ke lebih dari 7.000 hotel di Indonesia, lebih dari 20.000 rute penerbangan, dan juga 1.600 rute perjalanan kereta api.(sumber: website PegiPegi)

sumber: website PegiPegi

Oh ya berbicara tentang wisata ke Bali, tentunya tak lepas dari cara menuju ke Bali, tempat menginap dan obyek wisata tujuan. Cukup dengan memanfaatkan aplikasi PegiPegi, maka berkunjung ke Bali pun akan semakin mudah. Apalagi banyak pilihan hotel di Bali yang sangat recommended dan menawarkan berbagai fasilitas menarik bagi pelanggannya. Inilah yang membuat pelanggan merasa nyaman selama berada di Bali.

Bukan hanya itu, di PegiPegi juga dapat kita temukan berbagai hotel sesuai bugdet yang kita miliki. Cukup donwload aplikasinya melalui henpon android lalu carilah di kolom pencarian, maka hotel yang Anda inginkan akan mudah ditemukan.

Jadi tunggu apa lagi? Mumpung libur kenaikan kelas didepan mata, yuk agendakan berkunjung ke Bali. Saya yang sudah hampir tujuh tahun saja masih takjub dengan destinasi wisatanya, apalagi Anda? Sumpah, pengalaman menemani rombongan tamu dari Jakarta selama tiga hari membuat saya ketagihan, ingin kembali mengeksplore sisi lain yang ada di Bali. 

Komentar

  1. Sayang nih aku ga sempat ke GWK padahal ikon-nya Bali yes mba :p tiketnya lumayan yah 100ribu tapi kalau spot yang ditawarkan menarik sih ga apa

    BalasHapus
  2. Bali selalu ramai ya, Mbak. Masih menjadi destinasi favorit banyak wisatawan :)

    BalasHapus

  3. ,Tiga kali ka Bali sama sekali blm banyak yg dilihat karena kami jalan sendiri, gak pake pemandu wisata. Kl ada kesempatan ke Bali lg dipastikan, in shaa Allah bunda aja usahakan mengunjungi GARUDA WISNU KENCANA ini.

    BalasHapus
  4. bali memang selalu menjadi ujung tombak indonesia dalam arena wisata...

    BalasHapus
  5. Duh jadi kangen Bali nih mba. Selama ini Bali punya banyak pesona potensi alam yang sayang jika nggak dikunjungi. Mau ah kapan kapan ke Bali :)

    BalasHapus
  6. Dari dulu pengen banget ke Bali tapi belum sempet. Mudah2an tahun ini kesampean. Langsung cek tiket di pegi2 hehehe

    BalasHapus
  7. Baca ini jd kangen suasana Bali..duh kapan bs main lg ke sana yaa...

    BalasHapus
  8. Oh...di Garuda Wishnu Kencana itu ada yang bisa di eksplor...?
    Aku kira hanya berfoto dengan patung Wishnu menaiki Garuda Kencana.
    Belum pernah ke GBK ... Dulu waktu aku SD, patung Wishnu nya belum naik Garuda.

    BalasHapus
  9. Ayana resort emang keren ya mba, aku pernah sekali kesana pas ada acara weddingan. Ah girl squad, seru banget apalagi pose baju pink ditangga, kompak bener deh, ala-ala remaja jaman now mba ehehe

    BalasHapus
  10. Iya suasana di Bedugul itu adem ya mbak. Aku kesana saat anak-anak masih kecil. Udah 17 tahun yang lalu, hahahaa. Dan cuma duduk menikmati pemandangan alam di danau Bedugul. Belum sempat berkunjung ke Pura Ulun Danu Beratan, padahal itu kan deket ya

    BalasHapus
  11. Ya banyak yang bilang Bali itu salah satu tempat terindah di Indonesia, aku dari beberapa waktu lalu pengen kesana tapi ga jadi-jadi huhu.

    BalasHapus
  12. Aku jadi pingin ke Bali lagi biar bisa ketemu Mbak Yuni ya. Gak ada bosennya memang jalan-jalan ke Bali walaupun sudah beberapa kali ke sana tapi anak-anak malah belum pernah ke Bali.
    Makasih Itenenrarynya mbak, bisa aku pakai juga nih. Loloh cem-ceman enak sayang banget gak bisa aku bawa pulang waktu itu buat di rumah.

    BalasHapus
  13. Bali memang tidak pernah bohong soal keindahan alam
    Saya sendiri suka bergumam dalam hati, daerah secantik itu andai dipenuhi dengan ummat Islam pasti lebih indah ya.

    BalasHapus
  14. Wow sudah 7 tahun mbak, lama juga ya. Salah satu impianku itu tinggal di Bali atau Lombok, kemudian punya usaha penyewaan mobil dan bikin guest house. Hehehe. Kapan yaa ke Bali lagi, rindu. Krn sekitar 6 tahun yg lalu kesananya.

    BalasHapus
  15. Saya tuh ingin ke Bali cuma ga tau tempat2 bagus disana apa ya. Haha. Baca artikel ini jadi ada gambaran mau kemana ajanya. Makasih mba 😍

    BalasHapus
  16. Wah destinasinya hampir sama dengan yang saya kunjungi dua tahun lalu di mana saya sempat mengunjungi Pura Ulun Danu Bedugul, Tanah Lot, dan Pantai Pandawa. Duhhh jadi kangen mau ke Bali lagi jadinya hehehehe

    BalasHapus
  17. Bali memang destinasi wisata impian semua orang deh ya. Gak bosan-bosannya bikin siapa pun kepengen ke sana lagi dan lagi. Tiap waktu pasti aja ada yang beda. Huhu... Kepengen segera ke Bali lagi atuhlah :D

    BalasHapus
  18. keimdahan Bali memang gak ada habis habis nya diceritakan ya bagus banget, aku jadi kangen Bali

    BalasHapus
  19. Aku masih penasaran dengan Desa Adat Panglipuran mba, kayaknya udah hits banget nih ya di kalangan teman2 blogger. Udah banyak yang kesana dan ngreview. Kan jadi mupeng tooo... bersih dan cantik banget tempatnya kalau lihat di foto2.

    BalasHapus
  20. salah satu wishlist aku itu ke Bali mba. dan setiap liat postingan temen yang ke Bali aku cuma bisa berdoa semoga Allah kabulin keinginanku liburan di sana. hehe cantikb banget pemandangannya ya mba.

    BalasHapus
  21. Bali memang indah banget, Mba. Dia salah satu pulau yang sudah lama kuimpikan pengen kuinjak tanahnya dan menikmati keindahannya, sayangnya sampe sekarang belum kesampaian :(

    BalasHapus
  22. Tanah LOT ama rumah omku lima menit mba Yun
    kalo ke sana lewatnya jalur belakang, nggak sah bayar wkakakak
    Aku kalo ke Bali ya Boboknya di sana, selain itu ke tabanan, ke Bajra muter pokoknya

    BalasHapus
  23. Aduh sayangnya. Harusnya dari Desa Panglipuran waktu itu aku bisa main ke Rock Ayana itu ya. Tak terlalu jauh ternyata lokasi keduanya. Next time deh kalau ke Bali mau mampir ke sana

    BalasHapus
  24. Sekarang mau kemana2 mudah banget ya. karena ada pegi2. pesen tiket dan hotel ga perlu survey lagi. sudah bisa lihat review orang2.
    kangen bali kalau kaya gini.

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...