23 Oktober 2017

Posted by Sri Wahyuni on 6:13 AM 1 comment
Mempunyai stok pakaian satu almari belum tentu membuat hari-hari kita tetap tenang. Bahkan, saat sebuah undangan pesta itu datang, rasa bingung itu kembali mendera. Terutama kebingungan harus memakai baju apa saat menghadiri pesta? Tumpukan demi tumpukan baju yang ada di almari kadang luput dari pilihan kita. Ujung-ujungnya beralih ke butik atau mall untuk membeli baju yang pas untuk menghadiri undangan pesta. Namun, pilihan terakhir ini bukanlah akhir dari sebuah solusi.
Hasil gambar untuk gambar tumpukan baju di lemari
sumber: Properti Kompas

Ketika baju baru sudah berada di genggaman, belum tentu akan dipakai saat menghadiri undangan. Bisa jadi hasrat untuk melirik tumpukan demi tumpukan di almari kembali mendera. Ah…..demikian ribetnya memilih padu padan baju untuk menghadiri sebuah pesta. Bahkan harus melibatkan gejolak batin. Padahal sebuah pesta itu digelar bukan bermaksud menjadi sebuah ajang pamer busana. Namun itulah wanita, yang selalu merasa ingin tampil cantik di setiap acara.
Barangkali banyak diantara wanita di dunia ini yang merasakan hal yang sama seperti saya. Memilih busana untuk sebuah acara memang gampang-gampang susah. Bahkan kita harus berulangkali berpikir agar pakaian yang kita kenakan cocok dan serasi. Lain ceritanya dengan mereka yang masa bodoh dengan penampilan.  Mereka akan mengenakan busana seadanya untuk menghadiri sebuah undangan tanpa memperhatikan unsur keindahan dan keserasiannya.
Gak mau ribet urusan pakaian
Saat ini perkembangan busana muslim kian pesat. Bahkan aneka gamis syar’i yang dipadupadankan dengan hijab syar’i-nya mampu membuat seorang muslimah tampil begitu modis dan fasionable. Pakaian muslim yang panjang menjuntai malah membuat pemakainya terlihat anggun dan berkarakter. Ingin rasanya mencontoh cara berpakaian wanita muslimah itu. Namun apa daya saya bukanlah wanita lemah lembut yang sanggup meniru gaya berbusana mereka.
Saya lebih cenderung memilih memakai celana panjang ketimbang harus memakai rok panjang atau gamis yang panjang menjuntai. Sedang untuk atasannya saya pilih atasan yang panjangnya selutut dengan model longgar dan tidak ketat. Terus terang untuk urusan pakaian saya lebih nyaman memakai celana panjang dengan aneka perpaduan untuk atasan, bisa berbahan kaos dan bisa pula berbahan katun dengan model yang simple.

Ternyata hal serupa juga dialami anak saya. Untuk urusan baju dia pun sempat kebingungan saat memilih baju untuk sebuah undangan. Padahal dia seorang anak cowok, yang dalam pemikiran kita tidak demikian ribet ketika harus berpakaian. Saya pernah memilihkan baju yang akan dipakainya, namun dengan tegas ditolaknya. Selera berpakaiannya sangat berbeda dengan keinginan saya.
Gaya anak jaman sekarang (dokpri)
Untuk menghadiri sebuah acara, bukan lagi celana pendek dan kaos oblong yang dikenakan anak saya, namun dia memilih sebuah celana panjang yang dipadupadankan dengan hem atau kaos berkrah. Itupun tidak sembarangan, semua yang dikenakannya harus cocok dan sesuai dengan seleranya. Saya sempat bingung. Pasalnya anak laki-laki saya bukanlah anak yang bertubuh ideal. Tubuhnya yang tambun kadang kesulitan memilih baju yang pas dikenakan. Ujung-ujungnya dia terpaksa memakai pakaian yang sedikit kesempitan namun cocok di hati.

Urusan berpakaian memang milik semua manusia di muka bumi ini. Baik pria maupun wanita seringkali memperhatikan penampilannya. Bahkan saat ini banyak pria dewasa dan anak laki-laki terlihat macho dengan busana casualnya. Bukan hanya tampil elegan dengan balutan celana panjang dan atasannya, namun mereka terlihat maskulin saat mengenakan busana yang serba pendek. Banyak pilihan celana pendek yang dipadupadankan dengan atasan berbahan kaos dan katun yang dapat dikenakan pria dalam berbagai suasana. Namun untuk busana semacam ini bukanlah busana yang cocok dikenakan saat menghadiri undangan pesta. Untuk anak-anak masih bolehlah memakai busana seperti ini, tetapi untuk pria dewasa busana ini cocok dikenakan saat acara santai.
Kepribadian seseorang bisa dilihat dari cara berpakaian mereka. Seseorang yang berusaha tampil modis dan maskulin, bisa jadi menggambarkan seseorang yang sangat berhati-hati dalam mengambil keputusan. Ia bahkan harus berulangkali berpikir sebelum mengambil keputusan. Lain halnya dengan mereka yang tidak memperhatikan penampilan, barangkali seperti itulah gaya berpikirnya. Terkesan cuek dan apa adanya. Namun hal ini bukanlah sebuah patokan untuk melihat kepribadian seseorang. Bisa jadi gaya berpakaian seseorang sama sekali tidak mencerminkan kepribadiannya.

Jadi….Anda termasuk dalam tipe yang mana? Sudah barang tentu Anda sendirilah yang tahu!

Categories:
Reaksi:

1 komentar:

  1. wkwkwk ini aku banjet bingung kalau kondangan padahal di lemari udah seabreg2 lalu beli lagi dan keder lagi :D

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...