22 Desember 2014

Posted by Sri Wahyuni on 3:25 AM 13 comments
Hamil dan melahirkan menjadi moment terindah dalam hidupku. Meski baru sekali kualami, dan peristiwa ini telah sembilan tahun berlalu, rasanya menjadi ingatan yang tidak mungkin kulupa. Setiap kenangan yang menyertainya, menjadi sebuah perjuangan yang begitu pelik dihidupku.

Mungkin bagi sebagian wanita yang telah menikah, hamil dan melahirkan menjadi sebuah alur kehidupan yang biasa terjadi. Namun justru hal ini menjadi luar biasa bagiku. Aku harus berjuang keras demi bisa hamil dan melahirkan secara normal.

Sebelas tahun lalu aku mendampingi  suami bertugas di Papua. Sebagaimana layaknya pasangan suami istri, hal yang sangat didambakan adalah hadirnya seorang anak. Namun rupanya Allah berkehendak lain. Aku harus berjuang selama dua tahun demi hadirnya seorang anak. Dan selama itu pula, banyak sudah moment bersejarah yang harus kulalui demi mencapai tujuanku.

Kadang aku sempat berpikir, Allah demikian tidak adilnya padaku. Apalagi bila orang tua dan mertua menanyaiku, seolah batinku merasa tersiksa. Impian untuk segera menjadi seorang ibu, rasanya semakin kabur. Yang ada malah sikap gamang, akankah aku menjadi seorang ibu yang bisa melahirkan anakku kelak?

Lantas akupun mencari tahu bagaimana caranya agar cepat hamil. Berbagai upayapun kulakukan. Mulai dari mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin E, mengkonsumsi obat penyubur kandungan,  datang ke tukang pijit, konsultasi ke mbak penjual jamu sampai gonta-ganti dokter kandungan. Begitu berkonsultasi pada dokter kandungan terakhir, yang diyakini banyak orang sebagai dokter ahli, akupun makin kecewa. Pasalnya dokter ini memberikan hasil yang sama. Meski ia memberikan obat yang sangat manjur, bahkan aku dan suami sempat menjalani tes laboratorium, nyatanya aku tak kunjung hamil.

Pada sebuah titik, sang dokterpun juga pasrah. Obat penyubur kandungan sudah diberikan, bahkan dengan alatpun (yang memasukkan sebuah alat ke lubang vagina) juga sudah dilakukan, namun seolah anugrah itu tak kunjung datang. Hanya satu yang bisa kulakukan saat itu, bermunajad kepada Allah, sambil mewiridkan ayat-ayatNya. Ternyata, ketika terakhir kalinya dokter menghendakiku untuk melakukan inseminasi, Allah berkehendak lain. Ikhtiarku selama lima bulan ternyata diijabahNya. Tanpa kuduga akupun bisa hamil.

Namun bukan lantas kehamilanku baik-baik saja. Selama lima bulan juga, aku harus mengalami morning sickness dan mabuk berkepanjangan. Perutku tak bisa menerima makanan. Bahkan aku hampir putus asa, seolah memasrahkan diri dalam tusukan jarum infus. Bersyukur hal ini tak kulakukan demi mempertahankan janinku.

Meski demikian, aktifitasku sebagai istri tentara sangat padat. Aku masih mondar-mandir mengikuti berbagai acara. Hingga di usia sembilan bulan kehamilanku, aku masih sering naik turun truk. Saat itulah tiba-tiba aku merasakan waktu persalinanku semakin dekat.



Walau dokter menyarankanku untuk operasi caesar, tetapi aku bersikukuh melahirkan secara normal.  Begitu turun dari truk, kurasakan perutku makin mules seperti diaduk-aduk. Dan hanya ditemani suami, akupun nekat ke rumah sakit. Minim pengalaman dan pengetahuan, tanpa ditunggui sanak saudara, akhirnya akupun melahirkan di Papua. Suami yang tadinya ingin merekam moment indah itu, ternyata mengurungkan niatnya demi membantu persalinanku. Dan hanya tetangga yang bisa kumintai tolong untuk mengurus bayi yang baru kulahirkan. Sejujurnya aku takut memegang tubuh mungil yang baru saja keluar dari rahimku. Tak ada untaian kata terucap selain mengucap syukur atas nikmatNya. Melahirkan di Papua menjadi moment terindah di hidupku.


Categories:
Reaksi:

13 komentar:

  1. Ternyata penuh perjuangan ya bu, untuk bida mendapatkan seorang Fawwaz..selamat hari ibu

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  3. Subhanallah. Wanita akan mencapai kesempurnaannya sebagai seorang wanita jika dia sudah menjadi seorang Ibu

    BalasHapus
  4. Wah.....perjuangan mb Yuni untuk mendapatkan buah hati memerlukan banyak kesabaran ya Mbak. Alhamdulillah jagoannya sehat dan gemuk pula ( saya lihat foto putranya waktu dibeliin PS3, he.....) sukses utk GA nya.

    BalasHapus
  5. sama, Mak. Setiap kali hamil dan melahirkan selalu jadi momen yang luar biasa bagi saya :)

    BalasHapus
  6. selalu ada yang sepcial dari sebua kehamilan ya

    BalasHapus
  7. Subhanallah, maha Kuasa Allah. Penantian lama berakhir bahagia :))

    BalasHapus
  8. Perjuangan yang luarbiasa, nun jauh di sana setelah serangkaian ikhtiar yang menguras energi. Alhamdulillah berbuah manis

    BalasHapus
  9. Penantian yang berbuah manis, Mak. :)

    BalasHapus
  10. Jagoan nya dah gede sekarang yaaa, ngak nambah lagi ??? hahaha. Atau dah di rencanakan ???
    Aku baca diatas kayak nya butuh perjuangan untuk bisa hamil, temenku dah 10 th rumah tangga blm juga di kasih momongan dan sekarang sudah ikhlasss :-)

    BalasHapus
  11. Menjadi seorang ibu memang selalu di idam2kan setiap wanita apalagi jika bayinya lahir dengan sehat ya mak :D

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...