3 Mei 2014

Posted by Sri Wahyuni on 11:30 AM 11 comments

Tema 3 #Sembuhkan TB : TB Bisa Disembuhkan

Menjalani rangkaian pengobatan hingga tuntas seringkali terasa membosankan. Disinilah perlunya sebuah kesadaran dari penderita TB untuk memotivasi dirinya agar terbebas dari penyakit ini. Disamping itu dukungan keluarga terdekat sangat dibutuhkan. Selama ini anggapan orang tentang TB sebagai penyakit yang menular masih sangat melekat, hingga rasa dikucilkan atau tidak mendapat dukungan psikososial seringkali menghinggapi penderita TB. Akhirnya ia seperti kehilangan motivasi dan menghentikan pengobatannya.

TB atau yang dikenal dengan Tuberkulosis merupakan penyakit nomor satu diantara penyakit menular. Sudah bisa dibayangkan sangat berbahayanya penyakit ini. Apalagi sebuah fakta yang menunjukkan bahwa beban TB di Indonesia masih sangat tinggi, menyusul adanya 460.000 kasus baru. Sementara dari sumber di lapangan tercatat ada 67.000 kasus meninggal setiap tahunnya karena TB, ini berarti setiap hari sebanyak 186 orang meninggal karena kasus yang sama. Sedangkan menurut WHO, Indonesia tercatat sebagai Negara ke-4 terbesar dalam kasus TBC.

salah satu teman penderita TB
Kadang sebuah tanda tanya besar muncul dalam benak kita. Mengapa TB di Indonesia masih sangat tinggi? Ternyata setelah kita selidiki ada beberapa faktor yang menjadi pemicu tingginya morbilitas TB di Indonesia.  Terjadinya peningkatan koinfeksi TB HIV, kasus TB MDR, TB Anak dan TB pada kelompok khusus dapat meningkatkan jumlah penderita TB di Indonesia. Selain itu peran masyarakat dalam pengendalian TB dan dukungan petugas medis yang berperan dalam pengendalian TB dirasa kurang optimal. Hal ini ditambah dengan pemahaman masyarakat dan pengobatan TB yang masih kurang. Terakhir adalah faktor kemiskinan.
karena faktor biaya dan tidak rutin berobat
akhirnya seorang teman meninggal karena TB
Semakin tingginya angka kemiskinan di Indonesia menyebabkan semakin banyaknya kasus TB yang merajalela di masyarakat. Faktor kemiskinan menyebabkan masyarakat hidup seadanya, tanpa memperhatikan kesehatan, baik di lingkungan tempat tinggal maupun kebersihan dirinya sendiri. Bahkan mereka juga tidak memperhatikan asupan gizi yang terkandung di setiap makanan yang dikonsumsinya. Hidup di lingkungan yang kumuh, tak ada udara segar dengan makanan seadanya tentunya membuat tubuh rentan terhadap serangan penyakit.

Kalau sudah demikian, prosentase virus TB menjangkiti masyarakat akan semakin besar. Lantas apakah benar TB termasuk penyakit mematikan? Dan bila sudah dianggap sebagai penyakit mematikan, itu sama halnya diam dalam kepasrahan sampai menunggu ajal tiba?

Seganas-ganasnya TB tentunya masih bisa diupayakan menuju kesembuhan, asal yang bersangkutan mau berusaha dengan sungguh-sungguh menjalani pengobatan hingga tuntas. Memang setiap orang mempunyai anggapan dan pemikiran yang berbeda. Ada yang punya motivasi kuat untuk sembuh, ada pula yang butuh dorongan orang lain baru sembuh. Untuk itu salah satu cara meyakinkan penderita TB agar sembuh total adalah dengan menumbuhkan motivasi dalam diri sendiri dan menjalani serangkaian pengobatan secara rutin hingga tuntas, biasanya 6 bulan sampai 1 tahun. Selain itu perlu juga dukungan moral dari keluarga dekat dan orang lain.

Sehubungan dengan dukungan moral dari orang lain, sampai saat ini telah terbentuk lembaga atau organisasi yang anggotanya terdiri dari para mantan pasien TB yang dinyatakan sembuh, seperti PANTER (Pantang Menyerah) Organisasi pasien TB MDR di Rs. Saiful Anwar Malang, PETA (Pejuang Tangguh) di Rs. Persahabatan Jakarta, SEMAR (Semangat Membara) di Rs. Moewardi Solo, dan masih banyak lagi.
Organisasi yang difasilitasi oleh TB CARE I dan didanai USAID ini bertujuan untuk memberikan dukungan moral dan menumbuhkan semangat kepada pasien yang sedang menjalani serangkaian pengobatan, serta melakukan sosialisasi dengan cara memberikan informasi tentang TB kepada masyarakat luas.

Melalui organisasi ini pula, pasien yang telah sembuh kemudian dilatih, diberdayakan dan disiapkan dengan berbagai bimbingan dan pelatihan, hingga pada akhirnya mereka mampu menjadi motivator bagi pasien yang sedang menjalani pengobatan.

So, bagi penderita TB janganlah berkecil hati, mari tumbuhkan semangat dalam diri untuk bebas dari penyakit ini. Tak ada usaha yang tak ada hasilnya, tak ada penyakit yang tak ada obatnya. Dengan menjalani pengobatan secara rutin, hidup secara sehat dan bangkitkan motivasi untuk sembuh, niscaya virus TB akan hilang dengan sendirinya.


Sumber :

  1. http://www.stoptbindonesia.org
  2. http://www.tbindonesia.or.id
  3. kncv.or.id
Categories:
Reaksi:

11 komentar:

  1. TB itu bisa di sembuhkan Mbak Sri, saya contohnya, dengan semangat juang 45 akhirnya saya bisa sembuh

    BalasHapus
  2. Benar sekali, butuh kedisiplinan utk sembuh dari tb. Seperti pengalaman mas amir.

    BalasHapus
  3. Bener banget, Mbak. Tanpa motivasi, penyakit TB akan susah sembuh. Soalnya pengobatannya itu yang lama seringkali bikin bosan. Semoga saja semua penderita TB punya motivasi itu, ya biar bisa sembuh. ^^

    BalasHapus
  4. semoga sukses dengan blog competitionnya

    BalasHapus
  5. butuh dukungan penuh dari keluarga ya

    BalasHapus
  6. harus dapet dukungan, ya :)

    BalasHapus
  7. motivasi yang terdekat adalah dari keluarga :)

    BalasHapus
  8. Ya betul sekali... motivasi memang harus dimiliki oleh penderitanya tuk bisa sembuh dan menjalani masa pengobatan yg lama. Dukungan dari keluarga dan lingkungan sangat diperlukan.

    BalasHapus
  9. terima kasih mbak infonya, semoga memotivasi yang memiliki penyakit TB

    BalasHapus
  10. Adik ipar bunda sembuh total berkat minum ramuan sirih merah. Ketika X-ray ditunjukkan kepada dokter, dokter tsb. bertanya: Ini X-ray, Bapak? Sudah bersih dari flek-flek. Namun setahun kemudian ia meninggal karena gula darah yang naik.

    BalasHapus
  11. Miris juga mendengarkannya. Lalu bagaimana keadaan orang-orang tidak mampu sekarang? Bukan hanya TB, kadang kala juga pada situasi yang lain, orang-orang tidak mampu masih sering di nomor sekiankan.
    Semoga dapat segera berbenah diri Indonesia.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...