31 Mei 2014

Posted by Sri Wahyuni on 12:32 PM 12 comments


Blitar terkenal karena makam salah satu Proklamator Kemerdekaan RI, yaitu Bung Karno ada disana. Bahkan napak tilas perjuangan beliau tertata rapi di dalam museum yang lokasinya dekat makam. Demikian juga rumah peninggalan Bung Karno dan keluarganya, kini dijadikan museum tempat disimpannya benda-benda sejarah milik Bung Karno.


Tak ayal masyarakat sekitar makam memanfaatkan kesempatan untuk menciptakan berbagai karya seni. Bangunan berjajar di sepanjang jalan menuju makam itulah buktinya. Mereka membuat aneka miniatur, gantungan kunci atau bahkan kaos bergambar Bung Karno yang dijual dengan harga terjangkau. Ada juga seni kerajinan gendang, jaranan, aneka batik atau bahkan aneka oleh-oleh khas Blitar berjajar disana.  

Meski demikian, bukan hanya makam Bung Karno dengan segala pernak-perniknya yang membuat Blitar dikenal masyarakat luar. Sebagai warga Blitar, yang lahir dan besar disana, saya merasakan sebuah perkembangan pesat terjadi di Blitar. Meski tidak sedrastis kota tetangganya (Kediri), yang kian ramai dan banyak berdiri mall-mall besar, namun bisa dibilang Blitar kini telah selangkah lebih maju.

Sewaktu kecil saya merasa hidup di Blitar serasa tinggal di desa. Hawa sepi sudah terasa ketika petang menjelang. Bahkan pertokoan mulai tutup ketika jam delapan malam. Mungkin inilah ciri khas Blitar. Ketika deretan toko banyak berjajar di pusat kota atau bahkan pusat perbelanjaan banyak dibangun, hawa sepi itu masih tetap menjalar. Toko-toko itu tak pernah buka hingga larut. Jam delapan malam sudah banyak yang tutup.

Blitar memang kota yang tenang, cocok bagi mereka yang mendambakan hidup jauh dari kebisingan. Itulah sebabnya kini banyak dibangun perumahan-perumahan yang ditawarkan dengan berbagai harga. Bahkan hamparan lahan atau sawah yang dulu terlihat sepi, gelap dan menyeramkan di malam hari, kini telah dipenuhi sederetan rumah yang terang benderang.

Meski terlihat sepi dan tenang, Blitar banyak menyimpan potensi daerah yang harus ditunjukkan kepada masyarakat luas, agar mereka mengenal Blitar secara keseluruhan. Sejak kecil saya tahu bahwa makanan khas Blitar adalah nasi pecel dan pecel punten. Di pasar bahkan di warung pinggir jalan, banyak bertuliskan “warung nasi pecel”. Itulah sebabnya salah satu sambel pecel yang terkenal di Blitar adalah “sambel pecel Karangsari” yang terletak di jalan Cemara. Kini, produk rumahan ini tidak hanya buatan Karangsari, bahkan beberapa daerah juga terkenal dengan sambel pecelnya, yang mengusung label daerahnya masing-masing.

Ternyata, bukan hanya warung dipinggir jalan saja yang ada di Blitar. Berbagai café atau rumah makan lainnya juga kian menjamur di Blitar. Mereka biasa digunakan tempat tongkrongan muda-mudi, apalagi sebagian besar tempat itu menyediakan fasilitas karaoke atau wifi gratis. Ini menunjukkan bahwa saat ini masyarakat Blitar juga pecinta kuliner.


Blitar memang tidak mempunyai mall besar seperti Matahari Dept. Store atau Ramayana. Yang ada disana hanya supermarket, pusat perbelanjaan kecil  atau deretan toko-toko di pusat kota. Hal ini memang ditujukan untuk meningkatkan pendapatan UKM, agar masyarakat golongan ekonomi kebawah dapat meningkatkan usahanya.

Namun demikian pemerintah kota Blitar terus berupaya membuat masyarakatnya nyaman tinggal di daerah sendiri. Banyak tempat-tempat wisata yang diperbaiki. Alun-alun kota yang dulunya terlihat sepi di malam hari, dan hanya ramai ketika ada pameran pembangunan. Kini tempat itu telah menjadi hiburan bagi mereka yang ingin menghabiskan liburannya. Ketika malam minggu, alun-alun kian ramai dengan pedagang dadakan, atau otopet yang disewakan untuk anak-anak.  Bagi mereka yang ingin mengelilingi Blitar di malam hari, ada becak cinta yang disewakan perjam.

Bahkan, kebon rakyat “Bonrojo” kini juga ramai di hari minggu. Sering digelar pameran hasil karya masyarakat Blitar di tempat itu. Atau banyak hiburan di hari Minggu, sehingga tempat itu menjadi alternatif masyarakat Blitar untuk mengisi liburannya. Ada juga kebun binatang mini yang terletak di Sentul, yang kini juga dijadikan alternatif wisata keluarga.



Lalu apa saja kekhasan Blitar selain hal di atas?
1.       Candi 
Blitar juga terkenal karena Candi Penataran terletak disana. Sayang letak candi ini di kabupaten Blitar, tepatnya di Nglegok, sehingga suasananya agak sepi dibanding daerah lain. Sebenarnya bagi wisatawan yang ingin berkunjung ke candi ini tak terlalu sulit untuk mengetahui lokasinya. Karena jalan yang dilaluinya searah dengan jalan menuju makam Bung Karno.

Selain candi Penataran, masih banyak candi-candi kecil yang letaknya tersembunyi, bahkan berada di depan rumah warga, seperti candi Simping dan sebagainya.

2.       Kolam renang.
Kolam renang memang tujuan anak-anak menghabiskan liburannya. Kala liburan tiba, tempat itu selalu ramai. Bukan hanya anak-anak bahkan para orang tuapun juga ikut berenang di tempat itu. Ada banyak kolam renang di Blitar, seperti kolam renang Herlingga, Waterpark Sumberudel dan kolam renang di sekitar candi Penataran Nglegok. Bahkan saat ini di perbatasan Wlingi juga didirikan waterboom Lovina, yang tentunya juga diminati masyarakat setempat.


3.       Hasil kerajinan tangan.
a.       Tahu dan tempe
Masyarakat Blitar kini semakin kreatif. Mereka berupaya menekan angka pengangguran dengan menciptakan lapangan pekerjaan sendiri. Sebagai contoh di Pakunden, dimana sebagian besar warganya adalah penghasil tempe dan tahu. Sedangkan limbah tahu itu sendiri mereka manfaatkan untuk pakan ternaknya.
Dari tahu yang dihasilkan, akhirnya terciptalah tahu petis. Banyak penjual tahu petis berjajar di malam hari yang menjual tahu gorengnya dilengkapi sambal petisnya. Selain itu ada juga penjual sate tahu yang kini banyak diminati anak-anak.

b.      Kripik
Selain tahu dan tempe, ternyata masyarakat Blitar ada yang berhasil membudidayakan jamur. Dengan budidaya jamur itu akhirnya terciptalah kripik jamur yang dijual hingga ke luar Blitar. Bahkan kini banyak tersebar penjual jamur crispy dan berdiri café yang khusus menyediakan aneka olahan jamur.

c.       Hiasan dan miniatur
Diatas sudah saya sebutkan bahwa masyarakat Blitar juga penghasil gendang, jaranan, hiasan kayu dan sebagainya. Ini merupakan salah satu upaya untuk menunjukkan bahwa Blitar juga merupakan kota pengrajin.
sumber
d.      Batik
Ternyata Blitar juga mempunyai batik yang menjadi ciri khasnya, namanya "batik tutur". Ada beberapa model batik yang diciptakan oleh masyarakat Blitar sehingga menjadikan batik dari kota Blitar juga terkenal seperti batik-batik di daerah lain.
Batik Blitar Motif Galih Dhempo
sumber
e.      Makanan khas
Tentunya sebagai kota yang mempunyai tempat-tempat wisata, makanan khas selalu diburu oleh wisatawan. Selain sambel pecel Karangsari yang terkenal, Blitar juga terkenal dengan wajik kletiknya. Jajanan ini memang memiliki rasa dan bentuk khas. Dibungkus dengan klobot dan mempunyai rasa legit, itulah ciri khasnya. Dan wajik kletik ini yang produksinya terletak di Sananwetan, kini banyak dijumpai di toko-toko oleh-oleh khas Blitar, seperti di O’odabli dan sebagainya.

Meski demikian, masih banyak makanan lain yang menjadi khasnya Blitar. Ada dodol atau jenang ketan yang dibungkus klobot, rengginan, kripik paru dan masih banyak lagi.


dokpri

Tentang wajik kletik pernah saya ulas disini.

f.        Buah-buahan khas Blitar.
Blitar terkenal karena rambutannya, karena mayoritas masyarakat Blitar mempunyai pohon rambutan di depan rumahnya. Namun entah mengapa kini harga rambutan di Blitar kian merosot. Kala panen tiba, harga rambutan di pasar berkisar antara Rp. 1.000,- - Rp. 2.500,- perkilo.
Selain itu, ada juga penghasil belimbing yaitu Karangsari. Mayoritas warga Karangsari mempunyai pohon belimbing di pekarangannya yang dapat membantu pendapatan mereka.

g.       Kesenian daerah.
Kesenian daerah Blitar yang terkenal sampai saat ini adalah Jaranan. Dimanapun warga Blitar berada, selalu menampilkan kesenian “jaranan” pada acara diesnatalis atau reuni. Meski demikian masih banyak kesenian lain yang berasal dari Blitar, yang tentunya menjadi ciri kas tersendiri bagi kota ini.

Terlepas dari potensi yang dimiliki Blitar, Blitar memang sering dikunjungi oleh para pejabat, karena beliau-beliau memang asli Blitar. Katakanlah Wakil Presiden Budiono atau Ibu Megawati, yang sesekali berkunjung ke Blitar. Inilah yang menjadikan Blitar makin terkenal. Bahkan hotel tempat menginap beliaupun jadi terkenal, seperti hotel Sri Lestari, hotel Tugu dan hotel-hotel lainnya.

Jadi…..meski saya tidak menetap di Blitar, namun kota ini tetap menjadi kota idaman saya. Rasanya sudah pantas bila Blitar selain julukan “Kota Patria” juga dikategorikan sebagai kota wisata, mengingat banyak karya anak bangsa yang tercipta di kota itu. Mengeksplor potensi daerah Blitar sama halnya menunjukkan betapa Indonesia adalah Negara yang kaya dengan keanekaragaman budaya yang dihasilkan daerahnya masing-masing.

Semoga kedepannya akan ada upaya pengembangan potensi daerah Blitar oleh pemerintah dibantu pihak terkait, misalnya dengan mengikutsertakan hasil karya putra daerah ke pameran tingkat nasional, sehingga Blitar makin terkenal secara luas dengan hasil karyanya dan potensi daerahnya, selain menjaga agar tempat-tempat wisata terlihat menarik dimata wisatawan.



Categories:
Reaksi:

12 komentar:

  1. Begitu besar ya mbak potensi di kota Blitar :)

    setiap daerah mempunyai potensi yang luar biasa entah untuk kebudayaannya ataupun yang lainnya ^^

    BalasHapus
  2. Mbak Yuni tinggal di Blitar ya. Lebaran bisa kopdaran dong. Saya mudik le blitar lebaran ini. Nggak nyangka ternyata potensinya banyak ya.

    BalasHapus
  3. Blitar kaya ya Mbak, setiap daerah di negara ini kaya2 ... kalo tidak ngeblog, sy tidak bisa banyak tahu :)

    SUkses yaa :)

    BalasHapus
  4. .pernah cuma lewat doang di Blitar waktu naek kereta mau ke Malang! Eh, lewat gak sih? Bhahaha

    BalasHapus
  5. Berari mirip Banajrnegara dong, Mba. Kota yg jauh dr keramaian. :D
    Malah ada yg bikang kota pensiunan.

    Moga menang ya, mba.

    BalasHapus
  6. Tiap daerah selalu menyimpan potensi dan tentu tidak diukur dari adanya deptstore dan kehidupan malam. Malah justru lebih baik kan kalau pertokoan hanya sampai jam 8 malam? ;)
    Ternyata ketenaran Blitar bukan hanya di makam bung Karno ya.. ada banyak...

    BalasHapus
  7. potensi di aceh juga bagus kak, cuman saya blom terbiasa menulisnya,,
    Kunjungi Blog saya juga ya :)
    KUTIPAN TERBARU

    BalasHapus
  8. Promosikan daerahmu, potensi yang harus selalu digali... Happy blogging teman

    BalasHapus
  9. aku tadi gak ngeh mbak kota Patria itu dimana :)

    BalasHapus
  10. baru tau aku mak,,,makasih infonya :)

    BalasHapus
  11. Famili saya di kodim Blitar
    Saya belum pernah ke sana
    Pengi lihat makam Bung Karno
    Terima kasih reportasenya
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  12. Good luck untuk kontesnya Mbak :)

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...