28 Maret 2014

Posted by Sri Wahyuni on 9:17 PM 5 comments
Cover Kumpulan Dongeng Anak Karya Hastira Soekardi
sumber gambar disini

Dunia anak adalah dunia yang penuh imajinasi. Mereka selalu mempunyai hayalan yang kadang sulit dinalar oleh akal orang dewasa. Andai aku jadi supermen, andai aku jadi Cinderella, andai aku jadi hunter dan masih banyak andai-andai lainnya yang seolah memenuhi otak anak-anak.


Bukan tidak mungkin hayalan-hayalan itu timbul karena sebuah tontotan. Banyak acara televisi saat ini yang tidak mendidik. Tontonan yang seharusnya tidak ditayangkan malah menjadi konsumsi anak-anak setiap harinya. Alhasil mereka semakin terbuai oleh hayalan yang tak masuk akal. Dan sebagai orang tua yang bijak, hal yang sebaiknya dilakukan demi menjaga tumbuh kembang buah hatinya adalah tidak membiarkan anak-anak mereka menyaksikan acara televisi yang kurang mendidik.

Wajar memang anak-anak identik dengan dunia bermain, makanya jangan pernah membunuh waktu bermain mereka. Sebagai orang tua pasti pernah mengalami susahnya mengatur anak, anak yang malas bangun pagi, anak yang mogok sekolah, atau anak yang lebih suka menghabiskan waktunya untuk bermain ketimbang belajar. Jangan pernah berkelit dari hal ini, setidaknya banyak orang tua yang mengeluhkan ini, meski ada satu atau dua yang anaknya sangat manis, gampang di atur dan penurut.

Yah…kembali lagi kepada orang tua, semua itu tergantung bagaimana kita mengarahkan anak kita untuk menyudahi hal-hal demikian. Tentunya bukan dengan cara kekerasan. Anak akan lebih mendengarkan nasehat orang tuanya, bila orang tua menyampaikannya secara pelan dan penuh kasih sayang. Sebaliknya, bila kekerasan yang kita ajarkan kepada anak, sedikit salah dipukul, sedikit berulah dihajar, anakpun cenderung agresif dan bersifat temperamental. Jadi sebaiknya hindari kekerasan, sekecil apapun bentuknya, dalam mendidik anak.

Mengajarkan anak tentang sesuatu hal memang gampang-gampang susah. Kadang anak yang dilahirkan dari orang tua yang cerdas, belum tentu bersifat sama seperti orang tuanya. Perlu sebuah ketelatenan dan kesabaran untuk mendidik anak. Kadang ada anak yang cepat bosan belajar, padahal ia senyatanya anak yang cerdas. Kadang pula ada anak yang biasa-biasa saja, namun karena ketekunannya belajar, akhirnya ia jadi pandai.

Mendongeng adalah sebuah cara untuk mengajarkan sesuatu kepada anak. Sebuah fakta membuktikan bahwa dengan mendongeng dapat meningkatkan daya imajinasi anak, karena ia dapat menstimulasi otak anak sehingga dapat diterjemahkan menjadi rangkaian kalimat yang mudah dimengerti. Disamping itu dengan mendongeng, kebosanan yang melanda anak lambat laun akan berubah menjadi sesuatu yang menarik untuk dipahami.

Bahkan sesuatu yang dianggap momok, katakanlah pelajaran berhitung, bila metode pembelajarannya diubah dalam bentuk dongeng, akhirnya ia menjadi pelajaran yang menyenangkan. Ini yang kerap kulakukan untuk Fawaz, anak laki-lakiku.

Fawaz, anak laki-lakiku

Sejak kecil aku memang terbiasa dengan dongeng. Meski almarhum ayah tidak mempunyai banyak buku dongeng, namun cerita kehidupan ayah seolah menjadi dongeng pengantar tidur yang selalu menemaniku. Senyatanya aku bangga mempunyai ayah seorang pejuang. Meski kenyataan berkata bahwa sosok ayah yang kubanggakan lebih pantas kupanggil kakek ketimbang ayah.

ayahku seorang pejuang

Hmmm…semua berawal dari perjuangan hidup ibu yang akhirnya demi balas budi rela menikah dengan laki-laki yang seharusnya dipanggil ayah. Namun rasa banggaku kepada kedua orang tuaku sampai detik ini masih berkobar didadaku.

Kisah hidup ayah yang mengharu biru seolah menjadi dongeng yang menghiasi hari-hariku. Kadang di suatu petang di saat bulan purnama, ayah mengajak ibu, aku dan adik menggelar tikar di teras samping rumah sambil membawa bantal dan guling. Kami tidur-tiduran sambil menunggu malam tiba. Disitulah ayah memulai ceritanya. Cerita pengalaman ayah yang membuatku berkelana di alam hayal, seolah bagai kisah di negeri dongeng, dan membuatku ingin terus mengenangnya.

Ayah yang memulai kiprahnya di desa dengan menjadi penjahit dan tukang mlijo (penjual sayur keliling dengan pikulan di pundak), atau ayah yang harus berjuang menghidupi kesebelas adiknya. Sementara di lain cerita ayah mengisahkan keinginannya masuk polisi dan lebih nyaman di panggil petani daripada polisi, atau ayah yang menceritakan perjuangannya melawan penjajah hingga beliau sedikit demi sedikit mengerti bahasa mereka.

Kalimat yang diucapkan ayah sampai sekarang masih tetap kuingat.

“We often drink tea in the garden, when the birds fly on the sky and the butterflies fly in the garden, its look very nice, and we want to do it everyday, maybe all the day…..”

Atau suatu waktu ayah mengajariku tentang hitungan ala Jepang…..

“ichi, ni, san, shi, go, roku, sci, haci, kyu, ju…….”

Hanya sampai hitungan sepuluh ayahku hafal, selebihnya beliau sudah tidak ingat lagi, yang beliau hafal malah perkenalan ala Jepang.

“Hajimemashite, watashi wa Beni san desu, dozo yoroziku.”

Bahkan suatu waktu karena kepungan penjajah, ayah pernah tersesat sampai Jawa Barat tepatnya di Sunda. Disanapun beliau mengerti bahasa Sunda. Yang masih kuingat sampai sekarang adalah saat ayah mengatakan, “ujaaaang…kadiek.” Ah aku tidak mengerti apa maksudnya, karena aku bukan orang Sunda.

Yah…itulah cerita almarhum ayah yang sampai sekarang masih membekas dan tetap kuingat. Senyatanya mendongeng itu bukan hanya mengisahkan legenda atau cerita kuno dari buku-buku dongeng, namun si pendongeng setidaknya juga harus menguasai materi yang akan dijadikan bahan mendongeng. Apalah jadinya bila si pendongeng tak menguasai materi? Pastinya akan mengaburkan nilai-nilai yang terkandung di dalamnya.

Seperti pengalaman ayah, yang menjadikan cerita kehidupannya sebagai dongeng pengantar tidur, agaknya dapat dijadikan solusi bagi pendongeng untuk mengambil hikmah di balik cerita itu. Dan kini, setelah aku mempunyai anak, hal yang sama kuterapkan pada anakku.

mendongeng saat menjelang tidur

Aku memang tak banyak mempunyai buku dongeng. Disamping itu dengan mempunyai buku dongeng, aku harus dituntut menguasai keseluruhan isi dari dongeng itu. Andai aku tak menguasai, bisa-bisa anakku bosan dan malas mendengarkan dongengku. Aku lebih nyaman mendongeng kisah pengalaman hidupku.

Ternyata, anakku suka sekali dengan dongeng yang kubuat sendiri, seperti tulisanku tentang Kisah Pak Tani yang Budiman. Apa yang kutulis sesungguhnya adalah cerita kehidupan ayah lengkap dengan perjuangan beliau, namun namanya kusamarkan. Setiap menjelang tidur anakku selalu minta diceritakan kisah pak tani dalam dongengku, seolah dia sudah dapat menangkap segala sikap yang dimiliki pak tani. Dan diakhir cerita tak lupa selalu kuselipkan hikmah dibalik dongeng itu.

Bahwa kisah pak tani adalah contoh teladan seorang lelaki budiman, suka menolong, ringan tangan dan tidak sombong. Dan seseorang yang ingin sukses meraih cita-citanya haruslah bekerja keras sambil berdoa. Semenjak itu Fawaz jadi berubah, ia makin rajin belajar dan berdoa. 

Ketika rasa malas menderanya, akupun mengingatkannya dengan dongeng pak tani. Hingga akhirnya dongeng pak tani yang asli buatanku jadi dongeng favorit anakku. Campur aduk rasa hatiku. Bangga karena dapat menularkan sikap baik almarhum ayah kepada anakku. Sedih dan haru manakala mendapati kenyataan bahwa ayah telah lama tiada. Hiks………ayah semoga engkau bahagia disana, cerita kehidupanmu kujadikan dongeng yang menginspirasi cucumu. Peluk cium ayah…….

Tulisan ini diikutsertakan dalam Giveaway Semua Tentang Dongeng Anak di blognya mamahtira
Categories:
Reaksi:

5 komentar:

  1. betul juga, kisah sehari-hari bisa dijadikan dongeng :)

    BalasHapus
  2. semua mempunyai kisah sendiri sendiri

    BalasHapus
  3. wah seorang tladan ayah yang sangat menginspirasi. Sukses untuk GAnya y mbak :)

    BalasHapus
  4. dongeng memang bisa merubah sikap anak ke arah yg lebih baik ya...

    BalasHapus
  5. tapi bsia juga gak usah pake nama pak tani.. pake aja langsung nama sebutan "kakekmu" dengan begitu dia jadi bangga punya kakek seseorang yang luar biasa.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...