3 Februari 2014

Posted by Sri Wahyuni on 2:35 PM 10 comments


Gula aren atau Palm Sugar sudah dikenal masyarakat Asia Tenggara sejak ratusan tahun silam. Bahkan boleh dibilang Indonesia adalah produsen gula aren terbesar di Asia, karena kebanyakan yang dihasilkan negara lain bukan berasal dari aren. Demikian yang saya simpulkan dari artikel mbak Evi Indrawanto.

Ingat gula aren, saya seperti berada di putaran waktu untuk mengenang masa kecil saya. Almarhum ayah memang sangat memperhatikan kesehatan, sampai-sampai ibu tak diperbolehkan membeli makanan di sembarang tempat. Tapi memang ada benarnya. Makanan yang dijual bebas belum tentu terjamin kesehatannya. Ibu harus memasak sendiri, mengolah bahan makanan dengan bahan-bahan yang sehat pula.

Ayah sangat senang dengan makanan yang dicampur gula aren, seperti beras kencur, lemet, jemblem, sawut dan gethuk. Tahukan jajanan yang saya sebutkan barusan? Semua bahan dasarnya dari ketela pohon. Rasanya nikmat kalau dicampur dengan gula aren. Dan beliau memang seorang yang jeli, yang dapat membedakan mana makanan yang memakai gula aren dan mana yang bukan. Kata ayah….jelas rasanya beda! 

Yah…..mengenang almarhum ayah jadi sedikit melankolis, sedih dan haru. Semoga ayah bahagia disana. Tapi memang gula aren membawa saya pada semua kenangan masa kecil dulu. Bukan hanya kenangan bersama almarhum ayah, tetapi juga kenangan bersama ibu.

Saya masih ingat ketika sakit, ibu selalu membuatkan bubur sumsum lengkap dengan gulanya. Keluarga kami memang sudah terbiasa dengan gula aren, jadinya untuk membuat bubur sumsum yang gurih dan manis, pastinya ibu membuatkan juruh/kuah dari gula aren. Bahkan ketika bertepatan dengan weton saya, ibu tak lupa membuatkan bubur merah dengan gula aren, meski hanya semangkuk, tetapi rasanya sungguh nikmat.

Dan yang masih saya ingat sampai sekarang, maaf ya sebenarnya ini cerita perempuan, tapi gakpapakan kalau lelaki sekedar tahu saja hehehe……saat datang bulan dulu saya pernah mengeluh sakit perut. Ibu selalu membuatkan saya larutan asem dan gula aren. Hasilnya luar biasa, sakit perut saya perlahan sembuh. 

Dan dikala saya terserang diare, ada satu resep buatan ibu yang sangat manjur, yaitu perasan daun jambu biji ditambah gula aren. Dengan minum ramuan itu secara rutin, perlahan diare saya hilang.

Yah….gula aren memang identik dengan kenangan masa kecil saya. Bernostalgia mengingat masa itu, seolah saya ingin kembali ke masa kecil dulu. Ibu memang sosok yang tegar dan hebat. Di mata saya. Ibu adalah pejuang kehidupan yang tangguh. Saya sadar meski usia saya tak lagi muda, ibu selalu ada untuk saya. Sungguh sangat merindukan kehadiran ibu disaat jauh dari beliau. Semoga ibu selalu sehat dan tegar menjalani hari-harinya.

Hidup sehat harus dimulai dari makanan yang sehat pula. Saat ini banyak penyakit merajalela, tak kenal usia, tak pandang status sosial dan tak peduli jenis kelamin. Apalagi banyak faktor penyebabnya, seperti pola makan yang salah, jajan sembarang tempat dan masih banyak lagi. Dan kalau sudah sakit, pasti akan merasakan bahwa kembali sehat itu mahal harganya. Makanya untuk mencegah tubuh kita dari serangan penyakit, mari kita hidup sehat. Salah satu caranya dengan mengkonsumsi makanan yang sehat.

Kadang banyak yang kurang menyadari bahwa terlalu banyak mengkonsumsi makanan atau minuman serba manis dapat berakibat diabetes. Dan ini merupakan salah satu penyakit pembunuh manusia di dunia. Apa salahnya bila mulai saat ini kita beralih ke pemanis sehat agar terhindar dari penyakit berbahaya. Pengen sehat? Arenga-lah solusinya.

Sejak dulu saya memang suka dengan makanan yang menggunakan campuran gula aren, sama seperti almarhum ayah. Bukan lantas saya sering membeli makanan di warung, namun saya mempraktekkannya di rumah. Kebetulan suami saya hobi masak, dan anak saya hobi makan hehehe. Jadilah hari libur suami, Sabtu dan Minggu, saya gunakan untuk memasak bersama di dapur. Saya selalu membuat jadwal untuk menu makanan yang akan dipraktekkan agar tak terjadi membuat masakan yang sama dan berulang-ulang.

Minggu-minggu ini saya mencoba mempraktekkan jajanan yang berbahan dasar gula aren Arenga. Mau tahu apa yang kami buat di dapur? Ini dia penampakannya.

1.    Klepon



          2.  Gethuk kukus dan gethuk goreng



 3.   Utri (sejenis jajanan yang dibungkus daun pisang terbuat dari tepung beras, tepung   terigu, gula aren, pisang raja, dan sedikit garam)


.     4.   Jenang grendhul ada yang bilang bubur biji salak, untuk membuat biji salak bahannya dari tepung kanji, tidak lupa pemanisnya menggunakan gula aren.


Kue puthu dan apem gula merah sampai sekarang tetap saya buru karena itu makanan kesukaan saya sejak kecil.

5. Puding Gula Aren
Nah ini nih makanan pencuci mulut yang sering saya buat. Bahannya pun mudah, cukup agar-agar, gula aren, air, vanilie dan santan atau susu.



Ternyata selain merupakan pemanis sehat, berkat gula aren kami makin kompak di dapur. Saya jadi rajin mencari menu masakan yang akan kami praktekkan setiap liburan. Ngomong-ngomong liburan, sayapun sudah menemukan solusi yang tepat, mengisi liburan dengan masak berdua. Inilah harmonisasi keluarga kami.


Oh iya hampir lupa, Arenga selain memproduksi gula dalam bentuk gula semut dan gula cair, juga memproduksi Madu Arenga lho. Banyak sekali manfaatnya. Saya biasa menggunakan madu ini sebagai campuran saat minum obat herbal, seperti sarang semut dari Papua, saya biasa meminumnya dengan campuran madu. Atau saat anak saya sakit dan dia harus minum puyer, ini hal yang menakutkan bagi anak saya, karena dia tak suka pahit. Nah dengan campuran madu, puyerpun tertelan, dan panas tubuhnya pun perlahan surut.



Satu lagi yang masih saya pakai saat ini, madu saya gunakan sebagai masker, karena terbukti dapat menghaluskan dan mencerahkan wajah. Caranya dengan mengoleskan madu merata ke seluruh wajah dan diamkan selama 15 menit. Setelah itu bilas dengan air bersih dan keringkan wajah dengan handuk. Lakukan secara rutin seminggu dua kali.

Yah….itulah pengalaman saya tentang gula aren yang panjang dan lebar, semoga tak bosan membacanya ya sobat. Terus terang saya lagi hepi dan menuangkan bahagia saya lewat tulisan ini. Karena berkat gula aren, pemanis sehat, yang bikin kami kompak di dapur. Bagi sobat yang ingin menjaga harmonisasi keluarga, yuk saatnya beralih ke Arenga dan bagikan ceritamu!
Categories:
Reaksi:

10 komentar:

  1. Gula Aren itu Gula merah kan ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. serupa tapi tak sama. gula merah kadang terbuat dari kelapa atau tebu, tapi kalau gula aren bahannya dari pohon aren...begitulah kira-kira

      Hapus
  2. Jenang grendul? Hehehe..Namanya lucu ya Mak. Tapi rasa biji salak emang mantap dengan gula aren. Makasih mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. bahasa jawa timuran mbak evi hehehe.....iya pokoknya jajanan kalau pakai gula aren pasti nikmat

      Hapus
  3. wooow...komplit sekali mak. bg yg suka masak pasti koleksinya bnyk kyk emak. semoga sukses ya.

    BalasHapus
  4. sampe sekarang masih g mudeng gula aren sama merah saya mbk hehe

    BalasHapus
  5. masakannya lengkap banget...gula aren yg saya beli sering ada kotoranya mak...

    BalasHapus
  6. Terima kasih sudah turut mendukung kontes blog Peduli Pemanis Sehat

    artikel sudah tercatat sebagai peserta ya mbak Yun

    BalasHapus
  7. Hi, mohon ijin berbagi informasi ya… Yuk ikutan #ZockoUnlocked Blogging Competition berhadiah iPhone 5S atau iPad Mini! Untuk info lengkap silakan kunjungi http://weare.zocko.com ya dan jangan lupa sign up di http://www.zocko.com terlebih dahulu! Kami tunggu ☺

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...