20 Februari 2014

Posted by Sri Wahyuni on 1:49 PM 7 comments
Jodoh memang rahasia Ilahi, dan setiap manusia tak bisa menentukan jodohnya sendiri. Ia seolah datang tanpa disangka. Darimana asalnya, lewat perantaraan siapa, bagaimana ia bisa tiba-tiba ada di depan mata. Semua itu terasa begitu ajaib. Memang benar kata pepatah "kalau sudah jodoh tak akan lari kemana". Meski mengalami hubungan yang putus nyambung, tetapi kalau sudah jodoh, pasti akan bersatu kembali.
sumber ada disini



Namun demikian datangnya jodoh membuat hati resah. Tak semua manusia mujur nasibnya, mendapatkan jodoh begitu cepat, tanpa adanya pengorbanan. Pun demikian yang namanya jodoh ibarat sebuah main tebak-tebakan. Ketika kita sangat mengharapkannya, ia tak kunjung datang. Tetapi disaat kita tak memikirkannya, ia malah muncul dihadapan kita.

Datangnya jodoh memang sepaket dengan perjalanan hidup manusia. Masih lekat dalam ingatanku, perjalananku mendapatkan jodoh yang penuh liku. Dari satu lelaki ke lelaki lain, bukan karena tak cocok melainkan aku ditinggal ke lain hati. Namun mereka berprofesi yang sama. Dan saat ini, ketika aku sudah menemukan jodohku, itu karena jalan hidupku memang demikian. Allah-lah yang membuat hidupku penuh warna. Aku hanya bisa menerimanya dengan ikhlas dan menjalani hari-hariku apa adanya.

Terus terang dalam tulisan-tulisanku di blog, aku pernah menceritakan perjalananku mendapatkan jodoh. Dan aku yakin itu adalah petunjuk Allah yang harus kujalani. Aku tidak ingin apa yang telah kulakukan dijadikan patokan bagi mereka yang tengah mencari jodoh. Karena sesungguhnya jodoh itu adalah kehendak Allah, sedangkan kewajiban kita adalah berdoa sembari berusaha.

Aku sadar setiap orang pasti galau manakala belum mendapatkan jodoh dikala usianya tak lagi muda. Karena aku juga pernah mengalami demikian. Dan dalam kegalauan itu aku berusaha dengan sekuat tenaga, berikhtiar dan berdoa sepanjang hari agar lekas dipertemukan jodohku. Namun aku tak pernah marah atau menuntut kepada Allah manakala jodohku belum kunjung datang. Dan sabar serta ikhlas itulah yang membuat Allah iba padaku dan memberikan petunjuk tentang siapa jodohku.

Dan secara kebetulan Allah memberiku kenikmatan hidup yang harus kusyukuri. Alhamdulillah hidupku terasa baik-baik saja, semua kebutuhanku tercukupi meski bukan hidup yang serba mewah.. Tak lebih karena kebahagiaan itu yang kudapat dalam keluarga kecilku. Namun hanya satu ganjalanku, mengapa disaat orang lain (-mereka yang belum menikah-) melihat aku bersanding dengan seorang abdi negara, harus ada iri dibenaknya?

Aku bukan orang hebat, karena Allah-lah yang paling hebat di dunia ini. Bahkan aku merasa masih harus banyak belajar tentang segalanya. Hal yang paling tidak kusukai, jabatan suamiku dijadikan ajang dan kesempatan untuk minta tolong. Entah berapa kali aku dimintai tolong oleh temanku, bahkan orang yang tak kukenal melalui email, untuk dicarikan jodoh yang seprofesi dengan suamiku.

Dalam hati, "sudah minta saran pakai merepotkan lagi". Terus terang aku bukan biro jodoh, sehingga tidak mempunyai stok bujangan yang mencari jodoh. Bukannya aku tak mau membantu. Bagiku mencarikan jodoh itu sangat berat bebannya. Aku tak bisa membayangkan bagaimana jadinya bila jodoh yang kusodorkan tak sesuai keinginannya. Memang kalau tidak cocok langsung putus itu bukan masalah. Namun yang kukhawatirkan bila mereka sempat jadian, ternyata bujangan yang kusodorkan  matre, yang hanya mengambil harta perempuannya, setelahnya lalu dibuang, apakah aku tidak dimintai pertanggungjawaban?

Yah...kadang perkataan itu tak sesuai perbuatan. Dengan mudahnya kita mengatakan A - Z, tapi pada kenyataannya sangat susah diterapkan. Bila jodoh belum juga datang menghampiri kita, sebaiknya tanyalah pada diri sendiri terlebih dahulu. Ada apa gerangan dengan diri kita, sehingga jodoh itu malah menjauh?

Bisa jadi kita pilih-pilih. Atau kita bersikap kaku pada lelaki, tak bisa diajak santai, bawaannya serius terus. Atau mungkin ada tanggungan yang belum kita selesaikan. Setelah itu bawalah diri kita dalam sebuah ikhtiar yang panjang, sembari berdoa dan melakukan amalan-amalan dengan tiada putusnya. Ingat jangan menuntut kepada Allah, tetapi memohonlah dengan segala kerendahan hati. Insyaallah suatu saat jodoh itu akan datang tanpa disangka-sangka.
Categories:
Reaksi:

7 komentar:

  1. Saya juga suka gak berani deh minta dicariin 'jodoh' sama orang lain, takut takut gak cocok malah ngecewain/kecewa juga sama yg jodohin, repot juga ya mbak kalau dimintain tlg ky gt hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe betul bgt mbak Rani, sy takut dimintai pertanggungjawaban aja

      Hapus
  2. Insya Allah akan datang ya kalau sudah jodoh

    BalasHapus
  3. Semua indah pada waqktunya kokk,,tenang saja

    BalasHapus
  4. masih belum ketemu dengan jodoh Anda, saran Jeng Riska gunakan ini.
    Tasbih Giok | www.tasbihgiok.com | Jeng Riska

    BalasHapus
  5. yup,jodoh memang perkara goib..
    sedih juga rasanya,kl tiap hari ditanyain ortu kapan merid?cz umur udah 25 nih
    sedih bkn krn pertanyaannya..
    tapi krn,ga tau mau jmb gmn,kapan bisa bahagiain mereka.
    jujur sih,dlm hati udah pengen banget merid dan gendong baby.....
    segala ikhtiar,dan doa pun udah dipanjatin
    bhkn aku jg minta dicariin tmn....
    semua masih nihi,
    setiap ada yg dtg,bukanlah yg sesuai sm aku....
    aku bukannya pilih".tapi aku hanya ingin yang sesuai sm hatiku.bukankah pernikahan hanya sekali seumur hidup......
    tapi aku tetep yakin,insyaallah jodoh buatku akan segera dateng........

    kl ada yg bs ngasih saran,boleh kok
    semoga Allah menyegerakan jodoh saya aminnn

    agar saya bisa menggenapkan separuh dien,membahagiaakan ortu juga,dan agar ortuku tdk lagi mendengar omongan tetangga yg krg enak didengar krn aku blm juga menikah......
    dear semua,minta doanya ya..

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...