30 Januari 2014

Posted by Sri Wahyuni on 11:48 AM 4 comments


Day 30 :
 


إِنَّ اللَّهَ لَا يَغْفِرُ أَنْ يُشْرَكَ بِهِ وَيَغْفِرُ مَا دُونَ ذَلِكَ لِمَنْ يَشَاءُ وَمَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ ضَلَّ ضَلَالًا بَعِيدًا


 Artinya : "Sesungguhnya Allah tidak mengampuni dosa mempersekutukan (sesuatu) dengan Dia, dan Dia mengampuni dosa yang selain dari syirik itu bagi siapa yang dikehendaki-Nya. Barangsiapa yang mempersekutukan (sesuatu) dengan Allah, maka sesungguhnya ia telah tersesat sejauh-jauhnya."(QS. AN-NISAA' :116)


Saya sangat terkejut ketika mendengar salah seorang family sakit keras. Memang sehat dan sakit manusia hanya Allah-lah yang tahu. Tetapi rasanya tak percaya melihat ia yang dulunya gagah, suka nyerocos, tiba-tiba tubuhnya kurus kering, lumpuh dan tak dapat bicara.


Beberapa kali saya sarankan untuk berobat ke dokter. Namun ia tidak mau. Ia bahkan mengatakan bahwa penyebab sakitnya karena diguna-guna seseorang yang benci padanya. Saya amat terkejut. Seorang yang taat beribadah, pandai membaca Al-Qur’an, ternyata masih percaya pada ilmu guna-guna. Bahkan, ia pun mengatakan kalau berobat ke dokter hanya buang-buang uang saja. Lebih baik datang ke orang pintar, pasti ketahuan penyakitnya.
sumber disini

Beberapa orang pintar yang ditanya menyimpulkan sama, bahwa sakit family saya karena diguna-guna seseorang. Yang bikin lebih terkejut lagi ternyata yang dituduh mengguna-gunai dia adalah mertua saya. Akhirnya setelah mengetahui kejadian itu mertua saya nyaris tak disapa oleh family dan keluarganya. Mertua saya sedih, ia bahkan tak tahu duduk persoalannya. 

Setiap Jum’at pagi mertua saya mendapati setumpuk bunga mawar (orang Jawa bilang sajen), yang disebar di depan pagar rumahnya. Mertua saya hanya bisa menghela nafas. Namun beliau orang yang sabar. Bahkan beliau yakin bahwa Allah tidak tidur, suatu saat pasti semuanya terungkap.

Setelah family saya meninggal, keluarganya seolah tak terima. Mereka menuding mertua saya penyebabnya. Sesajen penghilang tumbal itu makin sering disebar di depan pagar rumah mertua saya. Keluarga family saya semakin menjadi-jadi kemarahannya. Mereka bahkan tak ingin keluarganya kembali menjadi tumbal berikutnya. Astaghfirullah.

Hidup dan mati seseorang hanya Allah-lah yang menentukan. Manusia hanyalah lakon dari skenario Allah. Ia hanya bisa memerankan tokoh yang dimandatkan padanya tanpa bisa mengubah alurnya. Sementara kehendak Allah, tak satupun manusia bisa mengubahnya. Untuk itu ketika kita diberi nikmat sakit, sebaiknya kita introspeksi diri, mungkin itu peringatan Allah kepada kita, agar kita lebih mendekatkan diri padaNya. Jangan lantas lari ke orang pintar dan menuduh orang lain penyebab sakit kita. Andaipun ada orang pintar dapat menyembuhkan sakit kita, ia hanyalah perantara saja. Sesungguhnya semua yang terjadi di muka bumi ini hanya Allah-lah yang tahu, karena ia Maha Berkehendak, jadi jangan ingkari kehendak Allah dengan perbuatan yang musyrik. 

http://theprimadita.blogspot.com/2013/12/1hari1ayat-ikutan-yuk.html#more
Categories:
Reaksi:

4 komentar:

  1. terlalu percaya.. jadi bersuudjon pada orang yang sebenarnya gak bersalah...
    dosanya berlipat-lipat.. terutama syirik...

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak...syirik itu dosa besar...

      Hapus
  2. Orang pintar dalam tanda kutip ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. orang pintar yang saya maksud sebenarnya dukun mbak, cuma mau menyebutkan di judul kok rasanya kurang pas hehehe

      Hapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...