11 Desember 2013

Posted by Sri Wahyuni on 1:35 AM 12 comments


doc. pribadi



Siapa bilang menjadi istri tentara tak bisa apa-apa? Eit…..jangan salah. Dengan bangganya kami selalu bilang bahwa kami mampu menjadi apapun. Nyatanya menjadi bagian dari mereka telah membuka wawasanku, bahkan pengalamanku pun bertambah. Mau bukti???



Ya…foto-foto itu adalah bukti kiprah kami, anggota Persit (Persatuan Istri Tentara) di tanah Papua. Sebuah kenangan yang tak mungkin terlupakan, walau tersekat oleh jarak dan waktu. Boleh jadi saat ini kami tak lagi bersama, namun pengalaman yang telah kami ukir, menjadikan masing-masing dari kami tumbuh menjadi seseorang yang smart, gaul bahkan kreatif.

Tadinya aku menganggap, untuk menjadi smart kita harus banyak belajar secara teori. Tetapi setelah bergabung menjadi anggota Persit, akupun bisa merasakan bahwa “smart” itu tumbuh karena pengalaman yang ditopang oleh kebiasaan yang gaul dan kreatifitas yang tinggi. Ini nih menurutku lho….

Terus terang sejak pertama kali menjadi istri tentara, aura positif selalu terpancar di benakku. Sebuah pengalaman yang jelas membekas dalam ingatanku adalah ketika aku ditunjuk untuk mengikuti lomba menulis artikel dalam rangka memperingati Hut Persit. Dengan penuh percaya diri kucoba membuat sebuah artikel untuk lomba itu, meski aku belum memiliki KTA Persit. Setelah melalui beberapa proses akhirnya artikelku lolos dan berhak mengikuti seleksi tingkat nasional. Namun karena aku belum memiliki KTA, akhirnya data diri temanku-lah yang disodorkan sebagai persyaratan naskahku yang akan dikirim ke pusat. Dan ternyata, pada saat pengumuman, artikelku mendapatkan juara 1 se-Indonesia. Senang rasanya bisa memberikan sesuatu yang berharga untuk organisasiku. Selain hadiah dan piagam yang kuterima, namaku-pun nongol dideretan pemenang lomba menulis artikel yang tampil pada Majalah Kartika Kencana.

Dan seiring berjalannya waktu, akupun mencoba bergabung dengan ibu-ibu untuk mengikuti perlombaan yang lain. Seperti kata pepatah “dimana bumi dipijak, disitu langit dijunjung”, artinya setiap kita mendiami daerah orang lain, kita harus mengikuti aturan main daerah itu. Akupun jadi menguasai tari-tarian Papua, seperti tari yosim pancar dan tari anire. Senang rasanya bisa tampil dihadapan para tamu undangan, dalam sebuah acara, dengan membawakan tarian yang sebelumnya sama sekali tak kukuasai.

Bukan hanya itu, beberapa event juga sempat kuikuti, seperti lomba senam, lomba memasak berbahan dasar sagu, lomba memasak non beras, lomba olahraga dan lomba qasidah. Bahkan, beberapa instansi juga meminta ibu-ibu untuk tampil dalam acara yang diadakan. Jelas menguras tenaga, waktu dan pikiran. Namun bukan letih yang mereka rasakan, melainkan kegembiraan dan kepuasan yang selalu terpancar di wajah mereka.

Tak jarang, aku harus mengikuti perlombaan yang sama sekali belum pernah kulakukan, seperti lomba tarik tambang, lomba membawa kelereng dalam sendok atau lomba menari dengan balon. Hehehe….tadinya sempat merasa canggung. Namun melihat semangat ibu-ibu, akhirnya aku berusaha sekuat tenaga mengikuti rentetan kegiatan itu. Bener-bener seru, apalagi aku bisa memenangkan sebagian lomba itu. Wah, senangnya bukan main.

Pada kesempatan lain, aku dan ibu-ibu menuangkan ide kreatifitas dalam berbagai keterampilan, seperti membuat tas, kue atau tumpeng. Intinya tak ada waktu luang yang tidak kami manfaatkan. Setiap kesempatan yang ada selalu kami gunakan untuk menciptakan kreatifitas yang membuat kami menjadi smart. Namun demikian, sesibuk apapun kami, kami tetap gaul. Lihatlah foto-foto kehebohan kami. Jadi percaya kan kalau smart, gaul dan kreatif…kamipun bisa.

http://emakgaoel.blogspot.com

Categories:
Reaksi:

12 komentar:

  1. keren mak...aku juga pernah menongek Papua, semoga kelak bisa berkunjung lagi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Papua memang kenangan yang tak terlupakan mak.
      Terima kasih sudah berkunjung

      Hapus
  2. Keren Mbak... aku gak bisa nari T.T

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.......saya tadinya juga gak bisa mbak, tapi akhirnya setelah belajar bersama ibu-ibu saya jadi bisa.....

      Hapus
  3. Good luck y mbak dengan GAnya semoga beruntung

    BalasHapus
  4. Semoga beruntung di kontes ini ya mak. :)

    BalasHapus
  5. Istri tentara itu keren loh dan banyak kegiatan ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.......aku suka rame-ramenya mbak

      Hapus
  6. keren juga ya mbak tariannya ... ajari lah ...:)

    BalasHapus
  7. siapa blg istri tentara itu tdk bisa smart dan kreatif ... contohnya Mbak Sri Wahyuni ini yang Smart dan Gaul ...:)

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...