7 Oktober 2013

Posted by Sri Wahyuni on 9:42 AM 6 comments
Sabar dalam menghadapi sesuatu akan membuat kita menerima keadaan. Jauh di luar
itu, dengan bersabar Allah SWT akan menambah nikmat kita lebih banyak lagi.

Hidup memang penuh dengan perjuangan. Pernak-pernik kehidupan kadang membuat kita harus tertatih-tatih menjemputnya. Suka dan duka selalu datang silih berganti, dan memang itulah senyatanya hidup, yang mau tidak mau harus kita alami.

Saya melihat perjuangan seseorang yang demikian hebat dalam menerjang arus kehidupan yang penuh onak dan duri. Selepas kuliah predikat sarjana telah resmi disandangnya. Namun, tak lantas ijasahnya membuatnya mudah mendapatkan pekerjaan. Lowongan demi lowongan pekerjaan dicobanya. Hasilnya tak memuaskan. Dengan sabar dan telaten dilaluinya arus kehidupan yang agaknya kurang bersahabat dengannya.



Pada sebuah titik keberuntungan, akhirnya dia mencapai keberhasilan. Berhasil mendapatkan sebuah pekerjaan merupakan kesuksesan baginya. Namun, pekerjaan yang dia terima agaknya tak sebanding dengan apa yang dia dapat. Kenyataan itulah yang membuatnya harus keluar masuk dari satu perusahaan ke perusahaan lain.

Suatu hari, karena kepiawaiannya dalam bidang akutansi, seorang temannya menawarinya untuk masuk ke sebuah perusahaan dengan gaji yang lumayan besar di kota kami. Dengan menjalani sebuah proses, akhirnya dia resmi menjadi karyawan di tempat itu.

Kerja keras, teliti dan telaten dalam mengerjakan setiap tugas atasan, memberikan poin tersendiri baginya. Dalam waktu yang tidak begitu lama dia pun menjadi kepercayaan pimpinannya.

Namun situasi itu tak lantas membuatnya nyaman dalam bekerja. Berbagai tudingan miring bahkan fitnah kerap kali dilontarkan kepadanya. Sampai akhirnya dia benar-benar dikeluarkan dari perusahaan itu hanya karena sebuah tuduhan yang tidak masuk akal.

Lagi-lagi dia di uji kesabarannya. Dia harus kehilangan pekerjaan dan sebuah kepercayaan. Setiap lowongan yang dicobanya seakan enggan menerimanya hanya karena kesalahan di perusahaan yang telah mengeluarkannya. Padahal dia pun tidak merasa berbuat seperti itu.

Lantas dia  berpegang teguh pada sebuah keyakinan. Bahwa mencari pekerjaan bukan hanya di perusahaan. Akhirnya dia mulai mencoba berbisnis online dengan modal nol. Awalnya usaha yang dilakukannya mendapat cibiran dari teman-temannya. Mereka menganggap bisnis yang mulai dirintisnya hanyalah sebuah main-main.

Bermodalkan laptop dan modem, dia resmi menjalani hari-harinya dengan membuka jaringan seluas-luasnya di media online. Usaha yang dilakukannya adalah berjualan busana muslim secara online, melalui media facebook. Dan dengan ketekunan, akhirnya usahanya berkembang semakin pesat. Banyak customer dari berbagai daerah bahkan luar negeri melirik usahanya.

Memang tidak mudah menarik minat pembeli untuk membeli barang-barang melalui media online. Namun dia tidak patah semangat. Dia selalu meng-update barang-barang baru setiap hari. Dengan memawarkan harga yang agak murah dan memberikan souvenir serta discount untuk pembelian dalam jumlah banyak, merupakan poin tersendiri bagi bisnisnya.

Meski kadang ada costomer yang nakal, yang hanya memesan barang kemudian tak mau mentransfer uangnya. Atau ada customer yang complain karena barang pesanan tidak cocok, atau bahkan karena keterlambatan pengiriman barang karena kesalahan pihak ekspedisi. Itu adalah hal yang biasa dia terima sebagai resiko berbisnis online. Selalu sabar yang dia terapkan dalam menjalani bisnis itu.

Kini, dia sudah dapat memetik dari buah kesabarannya itu. Bahkan setiap hari nyaris kebanjiran order,
sekali waktu dia harus kewalahan menghadapi orderan dari customernya yang semakin banyak. Hanya kata syukur yang senantiasa dia panjatkan kepada Allah SWT atas nikmat yang diterimanya saat ini.

Pengalaman ini jelas memberi pelajaran bagi saya, bahwa kita harus sabar dalam menjalani setiap bentuk kehidupan. Manusia diciptakan Allah dengan membawa rejeki masing-masing. Namun hanya usaha keras disertai doa, kesabaran dan keyakinanlah yang membuat hidup itu menjadi lebih indah.

(Tokoh "dia" yang saya ceritakan adalah saudara dekat saya)
Categories:
Reaksi:

6 komentar:

  1. Setuju mak :) yang penting nggak berenti berusaha dan berdoa.. tawakkal segalanya akan jadi lebih indah..

    BalasHapus
    Balasan
    1. yap betul mak Nurul....dengan sabar segala sesuatu yang dirasa susah akan menjadi mudah, yang penting jangan putus asa.....terima kasih sudah mampir kesini ya

      Hapus
  2. rejeki udah emang ga kemana tapi klo kita ga kemana2 yan ga akan ketemu juga sama si rejeki
    try hard, work hard and pray harder

    BalasHapus
    Balasan
    1. you're right.............setuju banget. Ganbatte kudasai!!!

      Hapus
  3. sabar bisa diartikan tekun dalam berusaha... Dan pantang menyerah ya mbak.....*apa pun rintangannya*

    BalasHapus
    Balasan
    1. siiiip betul banget, hidup itu memang harus diperjuangkan ya mbak, tanpa perjuangan hidup tak akan berarti apa-apa......

      Hapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...