SEMENJAK AYAH PERGI

by - 6:14 AM



Ayah meninggal ketika aku masih duduk di bangku kelas 1 SMA.  Sudah otomatis kehidupanku saat itu resmi berubah.  Apalagi sebagai anak sulung dari dua bersaudara, aku seolah dituntut sebuah tanggung jawab bagi kelangsungan hidup kami.

Ibu yang terus berjuang demi anak-anaknya, rasanya membuatku bersemangat untuk membantu usaha ibu.  Semua usaha dijalaninya, meski itu harus berjualan kue, tukar tambah sepeda atau bahkan membuka warung kelontong dan menjadi agen minyak tanah. 

Sejak saat itu aku mulai membuka mata.  Bahkan akupun menaruh harapan besar pada sebuah kesuksesan tentang pendidikanku.  Walau aku berasal dari keluarga pas-pasan, namun aku tak ingin pendidikanku berhenti di tengah jalan.

Aku mulai membuat tulisan dan mengirimkannya ke media.  Alhamdulillah beberapa tulisanku di muat.  Aku merasa tujuanku saat itu tercapai.  Honor yang kudapat dari pemuatan tulisanku cukup membuatku bangga, meski dilihat dari nominal jumlahnya tak seberapa.

Pengalaman itu resmi membuatku ketagihan untuk kembali membuat tulisan.  Dan lagi-lagi tulisanku dimuat, honorpun tak lama kemudian kuterima.  Namun, sebagai anak yang masih sekolah, kegiatanku amat padat, hingga akhirnya aku tak mempunyai waktu untuk kembali menulis.

Begitu lulus SMA, atas seijin ibu aku melanjutkan kuliah pada sebuah perguruan tinggi negeri di Malang.  Tujuan awalku untuk meraih gelar sarjana itu masih tetap terngiang dalam telingaku.  Bahkan aku tak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu.

Tanpa mengenal waktu, terus kuasah otakku agar aku bisa menguasai setiap mata kuliah yang kuikuti.  Alhasil ketika Ujian Tengah Semester atau Ujian Akhir Semester, selalu kuikuti dengan baik.  Dan alangkah bahagianya aku ketika IPK yang kudapat selalu diatas 3,5.

Ternyata pihak kampus memberi penghargaan atas hasil yang kuraih setiap semester.  Aku mendapat beasiswa Supersemar selama 1 tahun.  Sujud syukur selalu kupanjatkan kepada-Nya atas berkah ini.  Artinya aku bisa membantu ibu meringankan biaya kuliahku.

Bersamaan dengan itu, tiba-tiba temanku datang menawariku sebuah pekerjaan.  Wow….sebuah mukjizat doa, rupanya apa yang kumohonkan kepada Allah telah terkabul kini.  Tawaran itu jelas membuatku senang.  Artinya aku akan mendapat penghasilan tambahan dari pekerjaan itu.  Aku mengajar komputer  pada sebuah lembaga pendidikan di Malang.

Resmi…hari-hariku kulewati dengan penuh kesibukan.  Pagi sampai siang aku harus berada di kampus, sementara sore harinya aku harus mengajar anak-anak STM Telkom di lembaga pendidikan komputer. Namun semua itu sama sekali tak pernah menyurutkan semangatku untuk terus belajar dan bekerja, demi sebuah asa.

Sayang…..lembaga pendidikan itu hanya setahun berdiri.  Karena berbagai faktor akhirnya lembaga itu bubar.  Sedih, kecewa itu sempat mengalir dalam nadiku.  Namun aku tetap sadar, bahwa hidup manusia itu bak roda yang berputar.  Kadang ia di atas, kadang juga ia harus terima berada di bawah.  Karena itulah war na-warni kehidupan.

Sambil terus kupanjatkan doa kepada-Nya, aku berharap hal yang baik akan kembali menghampiriku.  Menjelang semester akhir, rupanya aku mendapat teman mahasiswa tugas belajar dari berbagai daerah.  Berteman dengan mereka ternyata mendatangkan keuntungan bagiku.  Mereka bahkan sering memintaku untuk mengerjakan tugas-tugasnya.  Walau dengan ikhlas aku membantunya, namun mereka tetap saja menyelipkan amplop sebagai tanda terima kasih atas jerih payahku.

Bahkan suatu waktu, aku pernah diminta untuk menyelesaikan skripsinya hingga selesai.  Dari situ aku mendapatkan bayaran yang lumayan cukuplah untuk membiayai kuliahku.  Kadang aku juga dipanggil untuk mengikuti seminar ujian skripsi teman-temanku tugas belajar.  Bayaranpun juga kuterima dari situ.  Alhamdulillah, rupanya Allah Maha Tahu atas kesulitan hamba-Nya. 

Ketika menunggu wisuda, seorang temanku datang lagi kepadaku.  Rupanya ia menawariku sebuah pekerjaan di perusahaan swasta yang berada di Sidoarjo.  Tanpa pikir panjang kuterimalah tawaran itu. Ini adalah sebuah kesempatan yang menurutku harus segera kuraih.

Melalui sebuah tes, akhirnya aku diterima bekerja di perusahaan itu.  Aku resmi hijrah dari Malang ke Sidoarjo.  Meski lembaran ijasah itu belum ada di genggamanku, namun berbekal surat keterangan dari fakultas yang menerangkan bahwa IPK terakhirku adalah 3,68 sudah cukup menjadi bukti kalau aku memang sudah lulus kuliah, dan gelar sarjana itu sebentar lagi kugenggam.

Sejak saat itu, hari-hariku resmi kuabdikan untuk perusahaan itu.  Aku bekerja semaksimal mungkin agar tidak mengewakan pimpinan.  Alhasil anak pimpinanku memberiku tawaran untuk mengerjakan skripsinya hingga selesai.  Bahkan ketika dia dinyatakan lulus, aku juga kebagian kebahagiaan.  Honor dari pekerjaan tambahanku dan sebuah pesta kecil diadakan anak pimpinanku demi merayakan kelulusannya.

Di lain waktu, kinerjaku dalam perusahaan itu di nilai bagus oleh pimpinan.  Akhirnya setiap perusahaan mendapat keuntungan dari penjualan produknya, akupun juga kebagian keuntungan itu.  Bahkan, di akhir tahun bonus yang kuterima pun lumayan besar.  Aku bisa membantu membiayai kuliah adikku.

Itulah perjalanan hidupku.  Meninggalnya ayah bukan kumaknai sebagai kemunduran, namun aku merasa lebih terpacu untuk bersemangat dan mengisi hidup menjadi lebih berarti.  Justru setelah ayah meninggal, aku pun merasa berubah.  Aku lebih menjadi pribadi yang bertanggung jawab. 

Terlebih aku tidak ingin menyia-nyiakan sebuah kesempatan.  Karena kesempatan itu datangnya hanya sekali.  Dan aku tidak ingin menyesal dikemudian hari.  Yang kuinginkan agar ayah disana tetap tersenyum melihat orang yang ditinggalkannya terus berjuang demi hidupnya.  Dan demi hidup itulah aku jadi bersemangat.  Terima kasih Ya Allah atas karunia ini……………

 

You May Also Like

10 komentar

  1. Subhanallah, pinter banget deh mbak Yuni. Selamat buat semua yang sudah diraih.

    Sukses ya buat GAnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe mbak Niken, belum pantas kalau saya dibilang pinter, karena masih banyak orang yang lebih dari saya. Saya hanya ingin menggapai sebuah kesempatan saja.
      Trima kasih mbak Niken

      Hapus
  2. Inspiratif, Mbak... Moga menang, ya... Ira

    BalasHapus
  3. Mbak Yuni T_T kisah ini seperti saya, tapi ayah saya meninggal saat saya sudah semester dua di perguruan tinggi...tapi dengan ditinggal ayah saya semakin semangat meraih mimpi, karena ayah menginginkan anaknya lebih baik dari dirinya.



    Maaf OOT. saya bisa minta tolong isi kuesioner penelitian sya tentang belanja online disini http://goo.gl/TtxTqf

    Terima Kasih Banyak

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya itulah hidup, kadang kita tidak tahu perjalanan hidup seperti apa yang akan kita lakoni. Mengikuti aliran hidup mungkin adalah jalan yang terbaik agar hidup kita lebih bersemangat apapun yang terjadi.

      Makasih, insyaallah saya isi kuesionernya nanti

      Hapus
  4. Postingan ini mengingatkan gua akan banyak hal yg harus gua syukuri dalam hidup. Hiks.

    Postingannya udah gua catet untuk giveaway =)

    BalasHapus
    Balasan
    1. hidup hanya sekali, dan bersyukur atas jalan hidup kita adalah sebuah upaya untuk memaknai hidup.

      Makasih

      Hapus
  5. Saya terharu membaca tulisan ini. Sebuah perjalanan hidup yang benar benar menggugah hati dan membuka cakrawala hati dan pikiran kita semuanya. Saya pun sudah lama ditinggalkan oleh Kakek saya tercinta. Saya bisa memahami bagaimana rasanya ditinggal oleh orang yang kita sayangi. Salam hangat selalu dari kami sekeluarga di Pontianak

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...

Followers

Facebook Badge

Facebook Fanpage

Blog Archive

Labels

#1 #1Hari1Ayat #2 #3 #30HariBlogChallenge #Berkahgaterbatas #bloggerbali #BPNxSOGOOD #BPNxSoGoodPiringGiziSeimbang #freyacollectionbygoldmart #freyaxgoldmart #inibaruindonesia #Jobstreet #LimaTahunWB #mommykidsmoment #gizidatdiary #happykids #mprgoid #mprri #netizenbali #netizengathering #netizenmpr #PastiDikasihLebih #perhiasanemasberlian #goldmartdenpasar #phdid #grilledsteakpizza #Prudential Indonesia #JalaninBareng #PruCritical Benefit 88 #PRUlinkGenerasiBaru #PRUlinkSyariahGenerasiBaru #RamadhanSoGoodSiapMasak AntarkanKebaikan anyang-anyangan Asus Blog Competition ASUS VivoBook Pro F570 Beauty Blog Competition STALKING Blibli MYBIGWISH BlogCompetition Blogger Writing Competition BloggerPerempuan Blogging Competition BMD Chil-Go! BNI BP Network BPN30dayChallenge2018 Buku Buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal CORETAN PENAKU DapurRumahan Day1 Day10 Day11 Day12 Day13 Day14 Day2 Day3 Day4 Day5 Day6 Day7 Day8 Day9 DHblogcompetition Elevenia elevenia blog competition EVENT GIVEAWAY FIKSI Film Finansial Health Agent HokBen Hotel Tour Ide Kreatif Idphotobook INSPIRASI INTERMESO Jalan-jalan KEB DiMataKu Kisah Inspiratif Klinik Kecantikan Kompetisi Blog KONTES BLOG Kuliner LOMBA BLOG LOMBA BLOG NUB LOMBA BLOG OGB Lomba Resensi LOMBA RESENSI BUKU MUKJIZAT DOA Next Generation Gaming Blogger Writing Competition ngaBLOGburit2015 Nutrifood Parenting Paxel Pengetahuan Pensiun Ramadhan Blogging Challenge RESEP MASAKANKU Review SEBUAH RENUNGAN SIMPONI Smartfren Sponsored Post Super 4G Unlimited Teaser Teckno Tempra Blog Competition Tips TRIK MENULIS TULISAN YANG DI MUAT DI MEDIA Uri-Cran SEO & Blogger Competition W1 W2 W3 W4