2 Juni 2013

Posted by Sri Wahyuni on 12:23 AM 8 comments
Mempunyai anak adalah salah satu tujuan dari pernikahan.  Dengan anak suasana rumah menjadi ramai, bahkan semua barang yang ada di rumah bisa jadi berantakan gara-gara tingkah polah anak.  Kadang kita dibuat marah atau mungkin tertawa terbahak-bahak karena tingkahnya yang menggemaskan.

Disadari maupun tidak, kelucuan anak bisa menjadi salah satu obat terapi stress.  Seharian kita berkutat dengan tugas-tugas di kantor yang tidak kunjung selesai, belum lagi atasan menuntut pekerjaan yang macam-macam.  Pastinya stress.  

Jangan jauh-jauh berpikir tentang tugas kantor.  Pekerjaan rumah yang tak kunjung selesaipun kadang membuat seorang ibu rumah tangga stress.  Belum lagi ulah anak yang susah di atur.  Pasti bawaannya pengen marah terus kalau mengalami hal semacam itu.

Anak memang berbeda-beda pembawaannya.  Namun bila kita menyadarinya, pasti dia mempunyai kelucuan yang spontan. 

Saya hanyalah seorang ibu rumah tangga.  Meski demikian saya merasakan pekerjaan yang saya kerjakan di rumah tak juga kunjung selesai.  Belum lagi tingkah anak yang kadang susah di atur, sering membuat saya bermuka muram dan marah-marah terus.  

Yang paling membuat saya stress ketika anak saya menghadapi ujian semester.  Maklum dia masih kelas 2 SD, ketika saya memasukkannya ke SD umurnya masih 6 tahun kurang 1 bulan.  Jadi perlu tenaga yang ekstra dan kesabaran yang lebih di saat mengajarinya.


Suatu hari ketika saya mengajari pelajaran agama Islam, ingin rasanya marah, karena beberapa soal yang saya tanyakan tak dijawabnya dengan benar.  Namun disaat saya marah, ada beberapa soal yang sempat dijawabnya dan dari jawaban itu akhirnya saya tertawa ngakak.  Kurang lebih pertanyaan saya begini, "Nabi Muhammad lahir di kota mana?"  Dia jawab ......di kota Blitar.  Setelah itu saya kembali bertanya, "Nabi Muhammad adalah Nabi yang................".  Dia kembali menjawab "Nabi yang kuat."  Gerrrr.....saya ngakak tak berhenti-henti.  Akhirnya stress saya hilang gara-gara jawaban anak saya yang lucu itu.

Beberapa hari kemudian hal yang serupa juga terulang lagi.  Saat itu saya juga sedang memarahi anak saya gara-gara dia tidak mau belajar.  Sementara saya lihat suami saya yang stress karena akan menghadapi ujian samapta.  Saat saya beri pertanyaan mata pelajaran PKN, kurang lebih pertanyaannya begini, "mengapa ayah bekerja keras membanting tulang?"  Dia langsung menjawab, "karena ayah tulangnya kuat makanya dibanting."  Hahahahaha.......saya dan suamipun sontak tertawa ngakak mendengar jawabannya yang konyol itu.

Di lain waktu anak saya melontarkan sebuah pertanyaan yang sangat lucu.  "Ma, puasa sunat itu hanya boleh dilakukan oleh orang laki-laki yang sudah sunat ya?"   Gerrrr.....saya pun tertawa sebelum menjawabnya.  Lantas saya pun menjelaskan bahwa yang benar adalah puasa sunnah, itu merupakan puasa di luar puasa wajib, boleh dilakukan oleh semua orang baik laki-laki maupun perempuan.  Dia pun lantas manggut-manggut dengan jawaban saya.

Saat jenuh atau stress karena dihadapkan dengan pekerjaan rumah yang seabrek, kelucuan anak sayalah sebagai obatnya.  Kadang ketika saya memarahinya, lantas dia mengambil raket tenis yang dipakai sebagai gitar untuk menyanyikan lagu yang dihafalnya.  Atau mungkin dia berjoget menirukan gaya seorang penyanyi di tv.  Bahkan sisirpun dia gunakan alat peraga, seolah dia memegang gitar dan bergaya ala rock and roll.


Ternyata kehadiran anak memang benar-benar sebuah anugerah yang jangan pernah kita sia-siakan.  Sungguh berdosa bila sebagai orang tua kita menghardiknya atau menghukumnya.  Anak seharusnya kita bimbing, kita jaga dan kita lindungi.  Bukan tidak mungkin anak akan mengangkat derajat kita kelak.  Dan sadarlah bahwa kehadiran anak bisa menjadi terapi jiwa yang tak tergantikan.  Ya, kelucuan anaklah yang membuat hati kita tentram dan rasa amarah perlahan sirna.  Bagaimana dengan ibu-ibu sekalian?
Categories:
Reaksi:

8 komentar:

  1. Qiqiqi... Lucu mbak, putranya.
    Setuju deh kalau anak2 itu mewarnai hari2 kita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe.......iya mbak justru kelucuan anak itu membuat kita semakin sayang padanya mbak

      Hapus
  2. jadi sebenernya yang penting dibawa santai aja ya Mbak, kalau dibikin bete jawaban selucu itu pasti jadi nggemesin,, x)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ya mbak, awalnya mau marah begitu dengar jawabannya langsung deh ngakak, marahnya hilang

      Hapus
  3. Lucu banget anaknya, mbak. sy sampe ketawa sendiri baca postingan ini. Jdi inget anak sendiri. Suatu hari sy marah krn dia tidak cepat shalat maghrib, lalu dia ambil sarungnya dan di kibas2 mirip matador. Katanya ibu kalau sedang marah mirip banteng hehehe....
    Betul banget mbak, anak itu anugerah yg tidak boleh di sia-siakan dan ga ternilai harganya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe........yah kadang kelucuan anak yang muncul tiba-tiba membuat marah kita hilang dan sebagai gantinya kita ngakak berkepanjangan

      Hapus
  4. Balasan
    1. terima kasih ya mba sudah mampir di blog saya

      Hapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...