13 Juni 2014

Posted by Sri Wahyuni on 1:52 PM 5 comments
Tak terasa sudah lembar ke-13 di bulan Juni. Itu artinya aku sudah tiga belas hari tak ngeblog. Wiiih….lama banget, kemana aja nih??? Yah….niatan ingin konsisten ngeblog ternyata belum lulus alias gatot (gagal total) hehehe……
Tapi ada cerita yang ingin kucurahkan disini, siapa tahu bisa menginspirasi para pembaca blogku. Dan ternyata hidup di dunia ini tak semudah dalam bayangan. Ada banyak hal yang harus diupayakan, termasuk membuat kehidupan menjadi lebih baik dari hari ke hari. Tak lain adalah mencari rejeki di jalan Allah.

Memang rejeki manusia Allah yang mengatur. Namun tanpa kerja keras dan doa yang tiada putus, niscaya rejeki itu akan sulit menghampiri. Ini yang kurasakan sepanjang kehidupanku. Untuk mendapatkan sesuatu yang kuinginkan, aku harus berusaha dan berdoa. Kadang apa yang sudah kuupayakan semaksimal mungkin belum tentu kudapatkan sebagaimana mestinya.  Allah memang yang “hak” atas segala sesuatu di dunia ini. Bukan lantas, kita marah ketika keinginan kita tak tercapai. Namun kita harus terus berjuang, mengupayakan hidup, tanpa kenal menyerah, sampai Allah mengabulkan doa kita.

Aku pernah bercerita, setiap mengamalkan “surat Wakiyah” sehabis sholat Shubuh, selalu saja ada rejeki yang menghampiriku setelahnya. Dan kenyataannya memang demikian. Entah berupa makanan dari tetangga, atau dapat uang dari menang lomba atau apapun, itu selalu kudapatkan setelah mengamalkan bacaan tersebut. Inilah yang membuatku semakin yakin bahwa Allah Maha Pengasih dan Penyayang kepada umat-Nya. Semakin kita sering mendekatkan diri kepada-Nya, dengan amalan-amalan yang membuat kita merasa dekat dengan-Nya, niscaya Allahpun akan sayang kepada kita.

Dan ini cerita keisenganku. Entah mengapa, aku paling suka iseng. Apapun bentuknya, kalau sifatnya menantang, aku berusaha mencobanya. Seperti berjualan misalnya. Sejak tinggal di asrama dan mengurus ibu-ibu, aku sering belanja kebutuhan mereka. Sebagai istri tentara, otomatis aku harus aktif dalam organisasi Persit. Dari sinilah aku sering membelanjakan bahan seragam atau baju olahraga. Dan ternyata, kebiasaanku ini makin berkembang.

Makin lama, aku menjadi langganan berbagai OL-shop yang khusus menyediakan kebutuhan ibu-ibu. Hingga akhirnya mereka yang minta aku untuk memasarkan dagangannya. Walhasil, akupun jadi suka berbisnis. Dari yang iseng inilah aku mendapatkan keuntungan yang lumayan.
Dan berbicara tentang bisnis, sebenarnya aku tak terlalu suka terjun kedalamnya. Namun, bila ditekuni, hasilnya lumayan juga. Kini, meski aku sudah tidak memasarkan seragam ibu-ibu, ternyata ada saja yang memintaku untuk menjualkan barang atau bahkan mencarikan barang. Seperti supplier alat-alat kecantikan yang kemudian memintaku menjualkan dagangannya, berupa lulur sorwa, crystal x dan masih banyak lagi.

Saat ini, ketika adikku menjadi owner sebuah OL-Shop, aku juga kebagian order. Awalnya memang iseng, aku ingin menawarkan mukena Bali yang lagi booming, lama kelamaan menjadi langganan.  Setiap menjelang lebaran, sudah pasti adikku kebanjiran order mukena. Tak ketinggalan aku juga ikut pontang-panting mencarikan mukena dengan berbagai motif dan bahan ini. Capek memang. Tapi dibalik itu, ada sedikit hasil dari jerih payahku, yaitu bagi hasil dari penjualan OL-Shop milik adikku.

Bahkan, bukan adikku saja yang memintaku mencarikan mukena, temanku bahkan sahabat mayaku ternyata juga membutuhkan bantuanku. Jadilah aku memasok mukena kepada mereka, tentunya sesuai dengan permintaan mereka pula.

Selain itu, ada lagi keisenganku yang menghasilkan. Semenjak pindah ke Bali, aku belum menemukan guru les yang cocok seperti di Jawa, tentunya untuk anakku. Ibu-ibu lainpun mengeluhkan demikian. Guru les yang suka tidak fokus, yang membiarkan muridnya ngobrol sementara dia main handphone, atau guru les yang tak menjelaskan materinya dengan jelas, dan sebagainya. Dari situlah aku berinisiatif mengajari anakku dan teman-temannya di rumah. Niat ini seratus persen gratis.

Sehari, dua hari kucoba menjadi guru yang baik, meniru guru les anakku di Jawa. Ternyata anak-anak cocok. Bahkan ibu-ibu mereka sempat menanyaiku, apakah aku pernah mengajar dulunya, atau mengapa tidak melamar menjadi guru saja? Walau sebenarnya anggapan mereka salah, karena aku tidak mempunyai dasar mengajar. Bagiku membuat anak-anak nyaman adalah kepuasan tersendiri.

Sungguh diluar dugaan, niatku menggratiskan semuanya ternyata ditolak oleh ibu-ibu. Mereka bahkan tiap bulan menggajiku, karena anak-anaknya belajar bersamaku. Kini…keisengan yang coba-coba kulakukan ternyata berbuah manis. Walau sedikit, rasanya bangga aku bisa mendapatkan hasil dari keringatku sendiri. Meski diluar itu ada keisengan lain yang juga menghasilkan, yaitu ngeblog. Dari ngeblog aku memang sudah mendapatkan banyak hal. Ada ilmu, teman meski di dunia maya, uang dan barang, serta karya antologi.

Yah….hidup di dunia memang harus terus diupayakan. Jangan hanya diam sambil menunggu rejeki menghampiri. Sesungguhnya rejeki itu tak akan datang menghampiri kalau kita tak mengupayakannya. So….siapapun Anda, mari kita terus mengupayakan hidup kita menjadi lebih baik dari hari kehari, apapun caranya, yang penting halal, inshaa Allah akan terwujud.



Categories:
Reaksi:

5 komentar:

  1. Iya aku setuju, bahwa kalau kita tekun dan ditambah doa, Insya Allah rezeki itu rajin menghampiri :)

    BalasHapus
  2. Sekarang jadi Ibu Guru. :)
    Niat bagus insya Allah mendapat kemudahan ya, Mba.

    BalasHapus
  3. Pembahasannya menarik nih, OL Shop.
    Di share teknik pemasarannya juga dong mba,
    mau belajar. hehe

    BalasHapus
  4. emang kalo iseng tapi yang dijual itu barang yang dikagumi atau hobinya pasti semangat ga turun" :D

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...