24 Februari 2014

Posted by Sri Wahyuni on 9:10 PM 5 comments
Saat ini bisnis online banyak diminati sebagian besar penduduk Indonesia. Walau sebenarnya masyarakat duniapun juga sedang menggeluti bisnis online. Namun dalam bahasan ini saya ingin mengupas bisnis online di Indonesia. Karena di tengah maraknya bisnis online di Indonesia ada hal yang kurang diperhatikan oleh owner bisnis tersebut, yaitu komunikasi.
https://encrypted-tbn2.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRIU9hXv3eA7pIoeFpGU8b6zGviVd6whiBT81fMbgyKgHJHSw6R
sumber ada disini

Hal yang sangat dibutuhkan oleh calon pembeli atau customer adalah sebuah komunikasi dua arah antara penjual dan pembeli, dimana saat pembeli menginginkan barang dari penjual, penjualpun secara cepat memberikan tanggapan. Sehingga tidak terkesan bisnis online tersebut hanya "abal-abal" alias bisnis tipuan.



Saya mempunyai sebuah pengalaman ketika membeli barang secara online. Kebetulan barang yang akan saya beli ternyata masih PO (preorder), dan menurut informasi sang owner bisnis online tersebut barang akan ready selama 18 hari kemudian. Karena saya tertarik dengan barang tersebut, akhirnya saya diminta memberikan DP 100 ribu. Tanpa pikir panjang sayapun mentransfer uang 100 ribu sebagai tanda jadi kepada si owner.

Sudah hampir satu bulan tak ada kabar. Setiap saya inbox melalui akun facebooknya, tak juga dibalasnya. Lalu saya telusuri komentar di facebooknya dan saya temukan nomor pin si owner bisnis online tersebut. Setelah saya invite tak begitu lama dikonfirmasinya. Akhirnya sayapun menanyakan perihal pesanan saya melalui BBM.

Saya juga sampaikan jika inbox saya tidak pernah dibalasnya. Diapun dengan santai membalas pertanyaan saya bahwa pesanan yang dijanjikan konveksi adalah 18 hari, tetapi dia juga tidak bisa memastikan. Lantas saya menyarankan kepada si owner supaya lain waktu jika ada pesanan yang melebihi batas waktu yang dijanjikan hendaknya supaya ada komunikasi dua arah, si penjual menginformasikan keterlambatan pesanan kepada pembeli. Tujuannya agar pembeli tahu dan tidak menganggap penjual tidak bertanggung jawab.

Ternyata saran saya malah disalahartikan. Si owner akan mengembalikan DP saya. Padahal maksud saya hanya Sekedar menyarankan, agar untuk selanjutnya ada komunikasi dua arah antara penjual dan pembeli bila terjadi keterlambatan penyelesaian pesanan. Hal ini juga bertujuan agar bisnis online yang dijalankan si owner bukan bisnis tipuan.

Semoga apa yang saya alami bisa bermanfaat bagi semua pembaca khususnya bagi yang tengah menggeluti bisnis online. Bahwa komunikasi dua arah antara pembeli dan penjual dalam berbisnis online itu sangat penting. Pembeli jadi tahu segalanya tentang barang pesanannya. Hal ini berlaku untuk bisnis online di semua produk, baik barang elektronik, pakaian, dan lain sebagainya.
Categories:
Reaksi:

5 komentar:

  1. mesti hati-hati kalau mau belanja online ya..mbak....., dapet ilmu baru.. :)..

    BalasHapus
    Balasan
    1. intinya untuk berbisnis online sebaiknya ada komunikasi dua arah agar tak salah paham mbak

      Hapus
  2. hmmm,padahal dilayani dengan baik..pasti costumer akan kembali memesan, yang akhirnya akan berefek keuntungan bagi penjual

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...