30 Januari 2014

Posted by Sri Wahyuni on 11:31 AM 2 comments
Day :  29

وَلَقَدْ ذَرَأْنَا لِجَهَنَّمَ كَثِيرًا مِنَ الْجِنِّ وَالْإِنْسِ ۖ لَهُمْ قُلُوبٌ لَا يَفْقَهُونَ بِهَا وَلَهُمْ أَعْيُنٌ لَا يُبْصِرُونَ بِهَا وَلَهُمْ آذَانٌ لَا يَسْمَعُونَ بِهَا ۚ أُولَٰئِكَ كَالْأَنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الْغَافِلُونَ
 
Artinya : "Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai."
(QS: Al-A'raf Ayat: 179)



Suatu hari saya ngobrol dengan bu Parto (tetangga saya) di depan rumah. Saat kami terlibat percakapan tiba-tiba lewatlah bu Seno (tetangga saya juga) dan menyapa saya. Lantas bu Parto pun menyampaikan isi hatinya, kalau dia tidak suka dengan bu Seno. Menurutnya bu Seno keterlaluan. 


Semua ini bermula dari ajakan bu Seno untuk mengikuti pengajian rutin di kompleks. Dengan terang-terangan bu Parto menolaknya karena mempunyai dua orang anak yang masih kecil. Apalagi pengajian itu dilaksanakan malam hari, pasti kedua anaknya akan rewel, ia takut tidak tenang menghadiri pengajian itu.
Alasan bu Parto membuat bu Seno dan tetangga lainnya tidak bisa menerimanya. Bahkan bu Seno langsung menghampiri bu Parto dengan nada ketus.

“Kenapa sih bu tidak ikut pengajian? Anak-anak kan bisa diajak, kalau rewel ibu bisa duduk di luar. Jadi sepertinya itu bukan alasan yang tepat untuk tidak mengikuti pengajian. Saya juga punya anak bayi, tapi saya selalu hadir di pengajian. Kalau anak saya rewel, ya…saya duduk di luar”,  kata bu Seno kepada bu Parto.
Mendengar kalimat bu Seno yang sinis, bu Parto pun hanya bisa diam, tak mungkin ia akan mengatakan yang sebenarnya. Apalagi alasan itu menyangkut suaminya. Ia tak ingin suaminya dijadikan alasan untuk tidak datang ke pengajian. Baginya menceritakan kisah sebenarnya sama halnya mengumbar kejelekan keluarganya. Jadi lebih baik diam saja. Dan itu hal yang baik baginya.

Di depan saya bu Parto mengaku kalau ia tidak diijinkan suaminya untuk mengikuti pengajian rutin. Karena menurut suaminya, pengajian ibu-ibu itu bukan untuk mencari pahala tetapi malah mencari dosa. Kebiasaan ibu-ibu yang ngerumpi di tempat pengajian itulah yang dijadikan alasan suami bu Parto. Makanya bu Parto lebih baik tidak mengikuti pengajian, daripada ngotot ikut pengajian meskipun tanpa ijin suami. Sama halnya ia tidak mendapat pahala, malah durhaka pada suami, karena ujung-ujungnya pasti menyulut pertengkaran.
Saya hanya diam sambil manggut-manggut. Benar juga kata bu Parto, sebagai istri kita harus menurut apa kata suami. Lebih baik mengalah daripada ngotot yang berakibat  percekcokan. 

Untuk itu sebagai umat yang memegang teguh iman dan taqwa, marilah kita jaga hati kita sebaik mungkin. Apabila ada persoalan sepele yang kita tidak tahu duduk persoalannya, lebih baik diam saja. Kadang apa yang kita sangka belum tentu benar. Marilah kita selalu berbaik sangka terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di sekitar kita. Apabila ada kejadian seperti yang saya contohkan diatas, jangan lantas menyimpulkan sendiri. Lebih baik kita jaga hati kita, kita berbaik sangka saja, mungkin si empunya masalah punya alasan tersendiri yang tak boleh diketahui orang lain.

Mari kita perbaiki sikap kita. Kita bersihkan hati kita dari pikiran-pikiran negative, semata-mata demi mendapat keridhoan Allah swt.

http://theprimadita.blogspot.com/2013/12/1hari1ayat-ikutan-yuk.html#more
Categories:
Reaksi:

2 komentar:

  1. Seneng banget melalui tulisan2 1 hari 1 ayat jadi pengingat buat aku mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. waduh mbak Lidya hihihi....jadi malu ih, saya hanya menerapkan ayat-ayat ini dalam kehidupan nyata yang pernah saya alami.....

      Hapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...