31 Oktober 2013

Posted by Sri Wahyuni on 10:01 AM 12 comments


Acer Aspire 4720Z 14"

Kenangan akan sebuah notebook membawaku pada suatu masa dimana aku harus berjuang mendapatkannya. Kala itu belum ada notebook yang berukuran kecil, ramping dan tipis. Melainkan sebuah laptop berukuran 14” yang sangat berat dibawa. Namun demi memenuhi keinginanku, aku rela menyisihkan sebagian uang hasil jerih payahku patungan dengan gaji suami untuk membeli sebuah laptop.

Alhasil kudapatkan sebuah laptop second bermerek “Toshiba Tecra” dengan layar 14”. Sayang, puasku hanya sesaat, karena alat itu tiba-tiba mati gara-gara sebuah semut masuk dan merusak batrei serta mesin laptop itu. Kini aku hanya bisa mengenangnya, karena ia sudah tersimpan rapi dalam peti hijau buatan suamiku.


Ternyata, suamiku punya minat yang tinggi terhadap teknologi. Boleh dibilang ia seorang penggila teknologi alias “GilTek”. Bayangkan, setiap ada produk baru yang beredar di pasaran, ia selalu mencari tahu keunggulannya. Lantas bila produk itu dirasa cocok buatnya, ia buru-buru mengejarnya, kemanapun barang itu berada. Taruhlah sebuah Personal Computer yang dimilikinya, nyatanya tak membuatnya puas. Lalu ia membeli sebuah laptop Acer Aspire 4720Z dengan layar 14”.  Selang beberapa bulan, karena laptop berukuran besar sangat tidak fleksibel, akhirnya suamiku membeli notebook Acer Aspire One D205 dengan layar 10”. Tak begitu lama, ia kembali membeli sebuah notebook pocket bermerek Sony Vaio yang berlayar 8”. Rupanya barang-barang yang dimilikinya tak juga membuatnya puas. Ia kembali membeli sebuah Ipad besutan Apple dengan alasan lebih praktis, mudah dibawa dan sangat fleksibel.
 
Koleksi suami, dari PC, Laptop, Notebook, Notebook Pocket sampai Ipad
Aku bahkan menggelengkan kepala dengan ulah suamiku. Sampai-sampai aku sempat berujar akan membuatkan sebuah lemari kaca untuk memajang barang koleksinya dari masa ke masa. Yah, itulah namanya hobi. Orang bilang kalau sudah hobi tidak dapat ditolak.

Memang tak dapat dipungkiri, gaya hidup manusia urban saat ini yang didukung oleh kemajuan teknologi, membuat gadget (laptop, notebook, dan lain-lain) bukan lagi menjadi barang yang susah dibeli, melainkan menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi. Tengoklah emak-emak yang sedang menunggu anaknya di sekolah atau bermain di taman, atau mereka yang sedang menunggu antrian di bank. Tanpa canggung atau malu mereka memanfaatkan waktu yang tersisa untuk membuka notebook, meski hanya untuk update status di media jejaring sosial, atau menulis sesuatu.

Seiring dengan kemajuan jaman, dinasti kemunculan notebook seolah bermetamorfosa, selalu berubah dari masa ke masa. Dari yang bentuknya tebal, kini berubah menjadi tipis, seperti notebook Acer Aspire E1-432 besutan Acer Indonesia. Ia merupakan notebook slim yang paling tipis dikelasnya, yang membuat mobile dan online seseorang makin praktis.

 
 Sumber gambar ada di sini

Sebuah bukti nyata bahwa kepuasan manusia seakan tiada habisnya. Inilah pentingnya menyeimbangkan 4 hal, antara keinginan, kepuasan, kebutuhan dan dana. Jangan sampai kita dijuluki “si besar pasak dari pada tiang”, demi memenuhi sebuah keinginan, yang bersifat memuaskan sementara, kita harus mengorbankan kepentingan lain yang lebih urgent.

Aku mengambil segi positif dari koleksi suamiku. Ternyata dengan gadget-gadget itu aku bisa memanfaatkannya untuk menulis. Bagiku menulis akan memberikan aura positif dalam tubuhku. Bukan berarti aku ingin dikenal karena bualanku atau tulisan omong kosongku. Namun aku ingin membagikan pengalaman hidupku kepada orang lain, karena sesungguhnya berbagi itu sangatlah indah, meski hanya dalam bentuk tulisan.

Bahkan, dengan kebiasaanku menulis aku sudah tidak canggung lagi menenteng notebook kemanapun aku pergi. Apalagi bila notebook yang kutenteng adalah Acer Aspire E1-432, pastinya aku akan terlihat keren dan tampil percaya diri. Masa bodoh dengan omongan orang yang mungkin menganggapku sok pintar atau sok tahu, karena statusku yang hanya ibu rumah tangga ini. Dalam prinsipku, sebuah kesuksesan dalam hidup tentunya diraih berkat kerja keras diri sendiri, bukan meniru orang lain.

Justru itu, aku ingin menunjukkan bahwa pekerjaan ibu rumah tangga adalah pekerjaan yang mulia. Ia bukan hanya pandai mengurus masalah rumah tangga dan keluarga, tetapi juga ahli dalam mengoperasikan alat-alat elektronik yang canggih, dan lihai berselancar di dunia maya. Bukan hanya itu, aku juga ingin mengajak semua ibu-ibu rumah tangga untuk selangkah lebih maju, menjadi perempuan yang kaya ilmu dan paham dunia teknologi yang semakin canggih ini.
 

Kemajuan teknologi memang selalu mengikuti trend dan passionnya. Sudah tidak jamannya lagi seorang ibu rumah tangga hanya berkutat dengan urusan dapur. Banyak diantara mereka yang telah memanfaatkan kesempatan untuk melakukan kegiatan yang menghasilkan tanpa meninggalkan peran utamanya. Bergabung di komunitas Kumpulan Emak Blogger (KEB), misalnya. Akupun juga merasakan manfaatnya. Dengan bergabung di grup ini membuat semangatku menulis kian melesat. Meski belum banyak yang kuhasilkan, namun menjadi bagian dari mereka telah membuka wawasanku sekaligus membuat pengetahuanku semakin bertambah.

Aku sangat mendukung semua program kerja KEB, karena justru program kerja itulah yang mendekatkan sesama anggotanya, walau tidak berinteraksi secara langsung. Bahkan mampu menumbuhkan semangat dan motivasi yang tinggi untuk terus mengasah ketrampilan menulis dalam situasi apapun.

Dalam tema kedua di #30HariBlogChallenge yang mengusung sebuah quote “Tampil Keren Dengan Notebook Slim Yang Paling Tipis Di Kelasnya, Bikin Mobile Dan Online Emak Makin Praktis”, membuatku merasa selangkah lebih maju lagi. Ternyata virus “GilTek” yang pernah bersemayam di tubuh suamiku, kini telah menjalar ke tubuhku. Dan memang kemajuan teknologilah yang merubah pola pikirku untuk menggunakan sesuatu yang mudah dan praktis. Emak-emak lain pasti setuju dengan pendapatku bukan?

Jaman sudah maju, peralatan sudah canggih, segala akses sangat mudah. Akankah kita terus bertahan pada peradaban lama yang masih memanfaatkan Personal Komputer yang tak bisa bergerak, atau laptop yang sangat berat untuk dibawa? Wah, sungguh amat disayangkan. Sementara ide menulis bermunculan dimana-mana. Bila kita tidak bisa memanfaatkan situasi ini, kemungkinan besar kita tidak akan bisa meng-update tulisan di blog-blog personal. Padahal untuk menjadi seorang penulis sejati, minimal harus rajin menulis. Nah, hanya notebook slim yang paling tipis di kelasnya-lah, yang membuat mobile dan online kita makin praktis. Bukan begitu mak?

Pasti sudah tahu jawabannya kan mak? Notebook Acer AspireE1-432 dengan daya yang hemat dan prosesor intel haswell 4th gen lah yang membuat mobile dan online emak makin praktis. Dan pastinya emakpun akan tampil keren sekeren notebooknya. Yok ah mak kita kejar mimpi wujudkan asa bersama KEB dan Acer Indonesia, demi meraih sebuah notebook slim Acer AspireE1-432 yang telah lama kita idamkan.


"Tulisan ini diikutsertakan dalam event "30 Hari Blog Challenge, Bikin Notebook 30% Lebih Tipis" yang diselenggarakan oleh Kumpulan Emak Blogger (KEB) dan Acer Indonesia "
Categories: ,
Reaksi:

12 komentar:

  1. mudah2an dapat si tipis ini ya mak.. sukses ;)

    BalasHapus
  2. Notebook yang saya pake sekarang ini termasuk generasi tua-nya Acer, Mak. Tebel dan berat. Semoga kita bisa dapat si tipis. Hehe...

    BalasHapus
  3. Yang tipis... emang lebih keren...,. simple

    BalasHapus
  4. hobi memang ngg ada matinya maaaak ....seruuuu yaaa.dan sukses juga kontesnyaaaa....kita di KEB pun karena hobi kan maaak :D...cheers..

    BalasHapus
  5. Sukses yah mak dengan notebook slim-nya :)

    http://chemitrahmah.com

    BalasHapus
  6. Perkembangan teknologi kalau diikuti terus memang gak ada habisnya ya mbak Yuni.
    Kalau dengan si tipis ini bisa praktis menjawab banyak kebutuhan kita.

    BalasHapus
  7. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah sudah menenteng si tipis. Walau makainya masih gaptek. hehe. Emang enteng dan praktis dibawa kemana-mana, Mbak. ira

      Hapus
  8. Jury visit. Terima kasih sudah berpartisipasi.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...