1 Juni 2013

Posted by Sri Wahyuni on 11:28 PM 13 comments

Sungguh tak pernah kusangka sebelumnya jika tulisanku di muat di Majalah Sekar edisi 110/13.  Beberapa hari yang lalu ketika aku membuka fans page Majalah Sekar, ada informasi mengenai majalah Sekar yang akan terbit.  Aku tertarik dengan salah satu tulisan yang berjudul Praktik Jual Beli "Bangku" Sekolah di rubrik Invertigasi.  Ingin rasanya membeli majalah Sekar edisi terbaru dan membaca artikel yang kumaksud, namun aku belum mempunyai waktu untuk membelinya ke toko majalah.  

Sampai akhirnya, tepatnya di malam minggu ini, kusempatkan mengajak suami dan anakku ke Gramedia.  Tujuan awalnya tak lain hanyalah mengabulkan permintaan anakku yang dari kemaren merengek minta dibelikan sepatu baru.  Ia tahu kalau hari ini adalah awal bulan Juni, pastinya ayahnya sudah menerima gaji.  Padahal gaji itu masih hari Senin diterima.  Tapi demi anak, akhirnya kami memutuskan untuk mengambil sebagian kecil uang tabungan, supaya rengekannya tidak berkepanjangan.  Dengan menerobos keramaian di malam minggu, kamipun menuju Matahari Department Store.

Lama anakku memilih sepatu yang sesuai keinginannya.  Ia mondar-mandir bahkan sampai hampir putus asa.  Di saat keputusasaannya mulai memuncak, tiba-tiba ia mendapati sepatu yang diinginkannya di dalam sebuah rak yang berlabel discount 50%.  Akhirnya jadilah dia mendapatkan sepatunya. 

Selesai membelikan sepatu, kuajak suami dan anakku menuruni tangga bawah menuju Gramedia.  Aku mondar-mandir di deretan novel-novel.  Banyak novel bagus yang baru terbit.  Ingin rasanya membeli salah satu atau sebagian darinya, namun apa daya uang di dompetku tinggal selembar.  Sementara anakku juga merengek minta dibelikan komik naruto.


Ketika aku berjalan di sebelah tumpukan komik-komik tanpa kusadari ada deretan majalah baru terpampang di etalase.  Mataku tertuju pada Majalah Sekar Edisi terbaru.  "Nah, ini yang kucari, aku ingin membaca artikel ini," kugandeng tangan suamiku sambil kutunjuk rubrik yang ingin kubaca di majalah Sekar.

Tanpa pikir panjang, kuambil majalah itu.  Lantas aku menuju kasir karena anakku kembali merengek minta segera pulang.  Sampai di rumah, tak sabar aku ingin segera membaca rubrik itu.  Lama kubolak-balik halaman demi halaman di majalah itu.  Satu persatu kuamati, sampai akhirnya mataku tertuju pada halaman paling belakang yaitu rubrik Kata Hati.

Dalam hati aku membaca judul besar pada rubrik itu.  Lantas aku mereka-reka seolah judul itu sudah tidak asing lagi bagiku.  Ya sebulan yang lalu aku mengirim tulisan ke majalah Sekar dengan judul seperti itu.  Lalu pandangan mataku kualihkan ke bawah.  Dan.....subhanallah namaku terpampang di bawah judul itu.

Seperti tidak percaya, lantas kubaca kalimat demi kalimat di bawahnya sampai selesai.  Akhirnya aku yakin bahwa ini adalah benar-benar tulisanku.  Terima kasih Ya Allah atas nikmat yang Engkau berikan padaku.  

Ini adalah sebuah pembelajaran bagiku bahwa aku tidak boleh berburuk sangka kepada Allah.  "Berbaik sangkalah kepada Allah, niscaya nikmatmu akan bertambah."  Kata-kata itulah yang akhirnya kupegang dan kuyakini.  Kita harus bersyukur atas nikmat yang Allah berikan, berapapun besarnya dan bagaimanapun bentuknya.  Maka sujud syukur senantiasa kupanjatkan kepada Allah atas nikmat ini.  Allah memang tak pernah mengingkari janjinya.  Ia akan memberikan imbalan kepada umatnya yang mau berusaha.

Satu lagi........dengan kejadian ini, semangatku untuk menulis kembali terpacu.  Aku akan terus belajar dan menulis sampai kapanpun.  Menulis adalah jendela bagi wanita, mari kita sama-sama tingkatkan semangat untuk tetap menulis.
 











Categories:
Reaksi:

13 komentar:

  1. Selamat ya, Mbak. Tetap semangat menulis. :)

    BalasHapus
  2. Wah selamat ya? semangat terus ..:)
    (Aulia . W.U)

    BalasHapus
  3. wahh, hebat....lanjutkaaan, smg semakin berkibar :) #seneng kalo baca emak2 yang hebat :x

    BalasHapus
  4. waaahhh kereeeennn, selamat ya bunda ^_^

    BalasHapus
  5. Bisa kebetulan begitu ya mbak? kog bisa pas hehe... benar2 pimpinan Tuhan itu sangat ajaib. Selamat mbak Yuni. Oya, berarti enggak ada pemberitahuan dari majalah Sekarnya ya kalau naskah dimuat?

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba kebetulan alias tidak sengaja hehehe. ini pertama kalinya tulisan saya di sekar. pertama ngirim langsung di terima, jadi saya belum tahu prosedurnya. tapi saya masih nyoba ngirim email ke sekar untuk menanyakan honor dsb., makasih ya

      Hapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...