30 Juni 2013

Posted by Sri Wahyuni on 1:22 PM 2 comments
Pagi ini setelah kuantarkan anakku ke rumah neneknya, aku bergegas menuju ATM Center yang letaknya lumayan jauh dari rumah mertuaku.  Aku berharap semoga honor yang kudapat dari majalah Sekar sudah ditransfer. Hehehe.....maklum tanggal tua, selalu berharap ada kucuran dana tak terduga walau jumlahnya tak seberapa.

Sesampai di ATM Center, aku harus mengantri.  Rupanya banyak juga orang yang butuh uang pas tanggal tua begini.  Begitu giliranku tiba, aku masuk ruangan yang ber-AC itu. Wiihh segernya....andai rumahku ber-AC mungkin aku tak akan merasa kepanasan.  Tapi syukurlah Angin Cendela pun bagiku sudah merupakan berkah yang tak ternilai harganya.

Tak mau berlama-lama dengan lamunanku, lekas kupelototi monitor di depanku.  Sungguh aneh, di layar tertulis.............
ANDA INGIN MELANJUTKAN TRANSAKSI?
YA
TIDAK

Aku bingung melihat layar monitor itu.  Lalu kupencet tombol tidak.  Ternyata tidak ada reaksi.  Kucoba mengulanginya sekali lagi, ternyata dari dalam mesin keluarlah kartu ATM.  Tanpa pikir panjang, lekas kupanggil lelaki yang baru saja mengambil uang sebelumku. Aku yakin kartu ATM itu miliknya yang lupa tidak diambilnya.
"Mas, ini ATM-nya ati-ati lho jangan sampai diulangi lagi".  Lelaki itu sambil nyengir langsung berucap....."eh, iya bu, makasih banyak."
 Duh.....lelaki memang suka sembrono dan pelupa.  Bukannya aku sok pahlawan, andai setelah dia adalah penjahat, mungkin ATMnya sudah dikuras habis.  Rupanya Allah masih melindunginya.

Tapi...syukurlah, artinya aku masih bisa mengembalikan ATM itu kepada pemiliknya, sebelum dia kabur dengan motornya. Dan yang tak kalah bersyukurnya uang honorku sudah di transfer oleh majalah Sekar.  Benar-benar ini sebuah berkah di tanggal tua yang harus kusyukuri.  Bahwa Allah tahu dengan segala kesulitan umat-Nya.

Di tempat umum seperti ATM pikiran memang harus benar-benar konsentrasi agar tidak ada yang ketinggalan lalu hilang.  Dulu temanku pernah dikuras habis isi ATMnya gara-gara lupa tidak mengambil kartu ATM yang masih menancap di mesin ATM.

Bahkan suamiku pun pernah dompetnya ketinggalan di samping mesin ATM.  Ketika ia mengambil kartu ATM dari dompetnya lalu ditaruhlah dompet itu di samping mesin ATM.  Saat uang sudah keluar lantas kartu ATM diletakkan di saku bajunya.  Langsung ngacirlah dia dengan motornya tanpa memperhatikan dompetnya.  Begitu sadar, ia sudah di kantor.  Tapi untunglah ada tukang parkir yang baik hati, sehingga dompet suamiku dititipkan di kasir mini market samping ATM Center.

Bagi siapa saja, terutama kaum lelaki hendaklah berhati-hati saat menarik uang dengan kartu ATM.  Periksa dengan teliti setelah mengambil uang, apakah kartu ATM benar-benar sudah dicabut dari mesin ATM dan dimasukkan ke tempat yang aman?  Ingat bahaya mengintai anda saat anda berada di ATM Center.  Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi siapa saja yang menggunakan kartu ATM.

 
Categories:
Reaksi:

2 komentar:

  1. kalo saya, saya yang pernah ngalamin hal itu, jadi saya deh yang sembrono :D

    BalasHapus
  2. untungnya ketemu sama mbak Yuni tuh...

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...