20 Juni 2013

Posted by Sri Wahyuni on 12:26 PM 2 comments



Sungguh aku merasakan bahwa nikmat Allah itu sangat luas.  Setiap doa yang kupanjatkan selalu dikabulkan oleh-Nya dan berbuah manis pada akhirnya.  Karena aku yakin bahwa Allah tidak pernah ingkar  akan janji-Nya, Dia pasti mengabulkan doa hamba-Nya yang sungguh-sungguh memohon akan terkabulnya doa itu.

Beberapa hari yang lalu anakku menghadapi Ujian Kenaikan Kelas (UKK).  Walau dia masih kelas 2 SD, namun ada was-was di benakku tentang hasil akhir yang akan diperolehnya nanti.  Terus terang anak seusia dia memang agak sulit untuk diarahkan ke pelajaran.  Imajinasinya tentang mainan atau tokoh-tokoh kartun masih tinggi.  Perlu dibutuhkan kesabaran yang ekstra untuk membimbingnya.

Dengan sabar dan telaten aku mengajarinya tiap sore, walau kadang ada rasa jengkel  ketika dia tidak bisa menjawab soal yang kuberikan dengan benar.  Namun sesekali aku terpingkal-pingkal dibuatnya ketika anakku menjawab dengan jawaban yang sangat melenceng. 

Di waktu yang bersamaan suamiku akan menghadapi ujian samapta.  Dia was-was karena sudah lama tidak berlatih restok.  Ketakutan jelas terpancar di raut wajahnya.
Melihat pemandangan itu, jelas aku sebagai istrinya merasa kalut.  Betapa tidak, di satu sisi aku harus menyiapkan anakku yang sedang menghadapi UKK, di sisi lain aku juga berharap suamiku bisa lulus samapta.

Aku tak ingin kekalutan itu terus menderaku.  Lantas aku berkonsultasi dengan Ustadz Maulana melalui facebook.  Darinya aku mendapatkan jawaban yang memuaskan.  Aku harus mendoakan keduanya setiap selesai sholat fardlu, jangan lupa melaksanakan sholat malam, panjatkan doa untuk mereka setelah sholat malam.  Itu pesan beliau.  Disamping harus berusaha secara fisik, anakku harus belajar dengan rajin sementara suamiku harus terus berlatih.

Dan doa itu selalu kupanjatkan memohon kesuksesan untuk anak dan suamiku.  Dengan ikhlas dan  tanpa kenal lelah aku selalu memohon kepada Allah selesai sholat fardlu dan sholat malam.  Kadang tanpa kusadari air mata ini tiba-tiba jatuh membasahi pipiku.  Dalam doaku selalu kuselipkan kepasrahan kepada Allah, bahwa segala sesuatu itu sudah diatur oleh-Nya.  Kita sebagai manusia hanya bisa berusaha semaksimal mungkin sambil bermunajat pada-Nya.

Ternyata Allah memang Maha Adil dan Maha Tahu.  Manusia memang tak tahu akan rencana-Nya.  Namun bila ia yakin doanya akan terkabul, niscaya doa itu pasti terkabul.  Sungguh benar-benar nikmat yang kuterima dari-Nya sangat luar biasa.  Saat pembagian hasil ulangan anakku, aku melihat nilainya lumayan bagus.  Dan waktu pembagian rapor dia termasuk 5 besar di kelasnya.  Sungguh hasil yang tidak kuduga sebelumnya.  Sementara suamiku, dia pun pulang dengan hati berbunga-bunga karena nilai samapta melebihi dari prediksinya.  Subhanallah.  Terima kasih Ya Allah.  Sungguh Engkau memang tak pernah ingkar akan janji-Mu. 
Categories:
Reaksi:

2 komentar:

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...