Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenitu, Buah Khas Indonesia Yang Kaya Manfaat

Kenitu menjadi salah satu buah kesukaan saya. Bentuknya bulat, warna kulitnya hijau, isinya putih lunak dan terdapat biji didalamnya. Karena isinya lunak inilah saya sering menyebutnya "apel plethet", kalau makan cukup digemburkan pakai tangan, maka isinya akan keluar dengan sendirinya.


kenitu


Dulu, waktu saya masih tinggal di Blitar, buah ini sering saya jumpai di pasar atau penjual buah-buahan. Saya pikir buah ini hanya ada di Blitar atau malah berasal dari Blitar. Ternyata buah ini asalnya dari Karibia.


FAKTA TENTANG KENITU


Kenitu, yang juga disebut genitu, kernatu, atau manecu, merupakan buah yang berasal dari suku sawo-sawoan atau sapotaceae. Pantas saja bijinya mirip biji sawo. Sebagian orang menyebut buah ini sebagai sawo ijo.  Rasa buah ini manis, bentuknya bulat dengan warna kulit yang beragam, ada yang hijau, hijau kecoklatan atau bahkan berwarna ungu.


Buah yang memiliki nama ilmiah chrysophyllum cainito ini dapat tumbuh di negara yang beriklim tropis dengan suhu yang hangat (panas), seperti Indonesia. Namun di beberapa wilayah Benua Amerika buah ini bisa tumbuh subur disana. Meski pada kenyataannya Kenitu berasal dari Karibia, dimana untuk pertama kalinya buah ini ditemukan oleh seorang pelaut berkebangsaan Spanyol sekitar 1500 tahun silam.


Melihat sejarah penemuannya, agaknya buah Kenitu ini sudah melegenda dan dikenal diberbagai belahan dunia. Di Inggris buah ini disebut star apple, di Spanyol dikenal dengan caimito, sedang di Indonesia banyak sebutan untuk buah ini. Selain Kenitu, buah ini lebih dikenal sebagai sawo apel.


CIRI-CIRI POHON KENITU


Kenitu memiliki nama ilmiah chrysophyllum yang diambil dari ciri-ciri daun tumbuhan sawo-sawoan. Buah ini memiliki biji berwarna hitam mirip biji sawo, yang biasanya berjumlah 6 sampai 8 butir. Batang pohon dan buah kenitu yang masih muda biasanya memiliki getah. Getah ini sangat pekat dan berwarna putih. Sedang pohon kenitu sendiri bisa tumbuh tinggi hingga mencapai 30 meter tingginya.


Pohon kenitu ini bisa tumbuh diberbagai benua, bahkan hampir semua benua sudah mengenal buah ini dengan nama yang berbeda. Hanya saja populasi buah ini sudah mulai punah. Bahkan di Indonesia sendiri, meski pohon kenitu termasuk pohon musiman, saat ini sudah jarang dijumpai di pasar tradisional atau di penjual buah. Kalaupun ada, tentun harganya mahal. Beberapa hari lalu saya membeli buah ini dengan harga Rp. 14.000,- perkilo di pasar tradisional yang ada di Blitar.


KENITU, BUAH YANG KANDUNGAN GIZINYA BANYAK


Kandungan gizi yang ada dalam buah kenitu sangat kompleks. Dalam 100 gram buah kenitu terkandung vitamin C sebesar 3,0 - 15,2 mg. Sementara kandungan vitamin B1-nya sebesar 0,18 - 0,08 mg/100 gram. Kadungan vitamin B2-nya 0,013 - 0,04 mg/100 gram dan kandungan vitamin B3-nya sebesar 0,935 - 1,340 mg/100 gram.


Kenitu juga mengandung vitamin A atau karoten yang bermanfaat bagi kesehatan. Didalam 100 gram buah kenitu terkandung 0,004 - 0,039 mg vitamin A. Sementara didalam 100 gram daging buah kenitu juga mengandung 78,4 - 85,7% air.


Selain vitamin yang terkandung didalamnya, buah kenitu juga memiliki kandungan karbohidrat sebesar 14,65 gram/100 gram dan protein sejumlah 0,72 - 2,33 gram/100 gram yang sangat bermanfaat bagi tubuh.


Sedang kadar gula yang ada didalam buah kenitu ini tidak terlalu banyak. Untuk 100 gram buah kenitu biasanya mengandung kadar gula sebesar 8,45 - 10,39 gram, tidak melebihi ambang batas konsumsi gula harian kita (↣maksimal 50 gram).


Selain itu, kenitu tergolong buah berserat. Mengandung kalsium, fosfor dan zat besi. Sudah dipastikan bahwa buah ini termasuk salah satu buah yang manfaatnya luar biasa untuk kesehatan tubuh kita.


MANFAAT BUAH KENITU


kenitu


Manfaat kenitu sangat banyak, diantaranya:


πŸ‘‰Kaya Antioksidan

Kenitu termasuk buah yang tinggi antioksidan, dimana antioksidan ini sangat berperan dalam menjaga tubuh dari berbagai macam infeksi karena kelainan fungsi organ tubuh atau dari berbagai macam penyakit. Terlebih dimasa pandemi ini, kita sangat membutuhkan antioksidan untuk menangkal masuknya virus Covid-19 masuk ke tubuh kita. Dengan mengkonsumsi buah kenitu, kita akan mendapatkan asupan antioksidan secara alami dan lebih menyehatkan.


πŸ‘‰ Mampu Mengendalikan Kadar Gula Darah

 Dalam buah kenitu juga mengandung senyawa aloksan yang berfungsi menurunkan kadar gula darah. Bahkan, karena didalamnya mengandung antioksidan dan vitamin C, maka buah ini juga berfungsi sebagai anti diabetes alami. Inilah pentingnya mengkonsumsi buah kenitu sebagai cara untuk mengendalikan kadar gula dalam darah, sehingga terhindar dari penyakit diabetes yang membahayakan tubuh kita.


πŸ‘‰ Dapat Menyehatkan Kulit

 Didalam buah kenitu terkadung berbagai macam vitamin dan air yang mampu menutrisi kulit dari dalam. Seperti kandungan vitamin C, yang mampu melindungi kulit dari radikal bebas dan dapat mencegah penuaan dini, sehingga kulit pun akan terlihat cerah dan sehat dengan mengkonsumsi buah ini. Sedang kandungan vitamin A atau karoten yang ada didalam buah ini dapat meregenerasi sel kulit atau meremajakan kulit, sehingga terhindar dari keriput atau kerusakan pada kulit.


πŸ‘‰ Dapat Mencegah Anemia

Kandungan zat besi yang ada didalam buah kenitu ini dapat mencegah anemia bila dikonsumsi secara rutin. Anemia biasanya terjadi akibat kekurangan sel darah merah, yang biasanya dialami oleh wanita yang sedang menstruasi atau sedang hamil. 


πŸ‘‰ Meningkatkan Imunitas Tubuh

Saat pandemi ini tubuh harus terjaga imunitasnya. Imunitas tubuh yang baik tentunya didukung oleh asupan vitamin dan antioksidan yang didapatkan dari makanan, salah satunya buah-buahan. Dan kenitu menjadi salah satu buah yang bagus dikonsumsi selama pandemi ini, karena mengandung berbagai vitamin, dan kaya antioksidan, otomatis dapat meningkatkan imunitas dalam tubuh kita.


πŸ‘‰ Dapat Mencegah Kanker

Ternyata didalam buah kenitu juga mengandung anti inflamasi alami, yang mampu mencegah infeksi, utamanya infeksi yang terjadi dalam organ tubuh baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sedang efek dari infeksi biasanya dapat mengakibatkan tubuh terserang berbagai penyakit, seperti tumor dan kanker. Didalam buah kenitu ini ternyata mengandung anti inflamasi yang mampu mencegah penyakit kanker, termasuk tumor tulang yang berbahaya.


πŸ‘‰ Dapat Menyehatkan Tulang

Buah kenitu juga mengandung mineral, salah satunya kalsium. Sementara kalsium sangat dibutuhkan tubuh supaya tulang tetap sehat dan kuat. Jadi bila kita mengkonsumsi buah kenitu, itu artinya kesehatan tulang kita tetap terjaga berkat kandungan kalsium yang ada didalam daging buahnya.


πŸ‘‰ Dapat Menurunkan Berat Badan

Didalam buah kenitu terkandung serat yang mampu membantu menurunkan berat badan, sehingga buah ini sering dijadikan santapan bagi mereka yang sedang menjalankan program diet. Rasa manis dari daging buah kenitu ini mengandung fruktosa yang tidak mengandung kadar gula terlalu tinggi. Sedang antioksidan yang ada dalam buah ini juga sangat bermanfaat bagi metabolisme tubuh. Bila kita ingin menjalankan diet, sebaiknya masukkan buah ini sebagai salah satu buah yang wajib disantap disaat perut keroncongan.


πŸ‘‰ Dapat Mencegah Hipertensi

Senyawa yang terkandung didalam antioksidan buah kenitu ternyata mampu mengatasi lonjakan tekanan darah. Bahkan, daun tumbuhan kenitu itu sudah lama dijadikan obat tradisional untuk mencegah hipertensi. Jadi, bagi kamu yang saat ini sedang mengalami hipertensi, yuk mulai hidup sehat dengan rajin mengkonsumsi buah kenitu ini.


πŸ‘‰ Mampu Menyembuhkan Luka

Ternyata bukan hanya buahnya saja yang kaya manfaat. Ekstrak daun tumbuhan kenitu telah terbukti menyembuhkan luka secara efektif. Meski begitu buah kenitu juga mengandung kolagen yang mampu membantu proses penyembuhan luka. Jadi bisa dipakai dua-duanya kalau kita sedang mengalami luka, seperti luka bakar, infeksi atau alergi, bisa mengkonsumsi buah kenitu bersamaan dengan pengobatan menggunakan ekstrak daun tumbuhan kenitu.


πŸ‘‰ Membantu Meredakan Rasa Nyeri

Untuk sebagian wanita biasanya merasakan nyeri perut disaat sedang haid. Buah kenitu ini ternyata mengandung zat antinociceptic atau analgesik yang mampu memberikan efek meredakan rasa nyeri. Jadi untuk para wanita yang mengalami nyeri haid, cobalah mengkonsumsi buah kenitu ini supaya reda rasa nyerinya. Dan akan lebih baik mengkonsumsi buah ini ketimbang obat-obatan yang mengandung bahan kimia.


BAGAIMANA MENGKONSUMSI BUAH KENITU INI?

Ternyata tidak semua orang tahu dan mengenal buah kenitu lho. Jadi ingat kemarin saat saya nawari teman untuk makan buah ini. Kebetulan dia asli Bali dan belum mengenal buah ini. Saat saya sodori buah ini, dia tampak bingung, karena baru pertama kali melihat buah berwarna hijau kecoklatan ini.


kenitu


Nah, bagi kamu yang belum tahu bagaimana mengkonsumsi buah kenitu ini, yuk simak tipsnya:

πŸ‘‰ Pilihlah buah kenitu yang sudah berwarna hijau kecoklatan dan buahnya lunak jika dipegang. Ini tandanya buah kenitu sudah matang.

πŸ‘‰ Cara makan kenitu ddibelah menjadi dua. Kalau saya, buah ini remas-remas pakai tangan supaya lebih lembek, setelah itu saya pencet supaya dagingnya keluar sendiri. Atau jika sudah dibelah, cara makan kenitu dengan dikerok pakai sendok.

πŸ‘‰ Rasa daging buah kenitu ini manis, warnanya putih lembek. Mirip dengan daging buah sawo cuma bedanya daging sawo berwarna coklat.

πŸ‘‰ Buah kenitu dapat disimpan dalam lemari es supaya lebih segar rasanya, namun jangan sampai kelamaan, akan mengakibatkan kulit buah kenitu berwarna coklat. Dan kalau sudah berwarna coklat itu tandanya buah kenitu sudah tidak lezat lagi rasanya.


Nah...tertarik kah mengkonsumsi buah kenitu? Sayangnya buah ini sudah mulai langka. Selama tinggal di Bali saya belum pernah menemukan buah ini. Bahkan, saat menetap di Papua pun buah ini seperti tak pernah dikenal masyarakat Papua, karena mereka lebih suka matoa yang merupakan buah asli sana.

 

Sejak dulu saya mengenal kenitu di Blitar, bahkan beberapa hari yang lalu ketika saya mudik ke Blitar, buah ini masih saya jumpai di pasar tradisional. Seolah rindu ingin meremas-remas buah yang ranum ini, saya nekat beli lima kilo seharga tujuh puluh ribu. Rasanya bersyukur sekali bisa menikmati kembali buah kesayangan yang lama saya rindukan. Bahkan saya bahagia bisa memberikan pengalaman baru kepada teman asli Bali yang baru melihat dan merasakan buah ini.


Bagaimana dengan sobat? Punya pengalaman dengan buah kenitu? Yuk berbagi cerita disini!

Yuni Handono
Yuni Handono Blogger, Penikmat Kuliner, Suka Travelling

30 komentar untuk "Kenitu, Buah Khas Indonesia Yang Kaya Manfaat"

  1. Jujur baru tahu nih mba tentang buah kenitu/. Buah lokal yang kaya dengan manfaat ya. Apalagi bisa untuk kesehatan tulang ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama mbak, saya baru dengar dan baru lihat hahaa kalau melihat pas di potong sekilas inget sama sawo, tapi kok warnanya hijau hahaa

      Hapus
  2. Aku baru tau masa mbak buah kenitu atau sawo apel begini. Sempet liat pohonnya tapi gak tau buahnya

    BalasHapus
  3. Aku baru tahu tentang buah kenitu ini mba. Mirip sawo dalam versi kulit hijau dan daging buah putih ya. Penasaran pengen nyicip rasanya.

    BalasHapus
  4. Aku belum pernah tau buah ini mba. Wahh.. di Semarang ada apa enggak yaa.. jadi penasaran ini. Manis persis sawo gitu ya mba rasanya? Mungkin namanya beda kalik ya di sini. Mau cari tau aahhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Rasanya beda mbak...kalau sawo kan coklat, manisnya angklek ya...kalau kenitu ini warnanya putih susu, manis juga sih hehehe

      Hapus
  5. Ditempatku klo nggak salah namanya sawo beludru...udah jarang sih yang nanem. Tapi manfaatnya banyak ya ternyata ..

    BalasHapus
  6. Iya loh mbak sekilas kayak sawo emang satu familie sama sawo ya. Dan aku baru tahu namanya kenitu jadi pengen coba buahnya nih.

    BalasHapus
  7. Kaya antioksidan, kaya gizi juga ya ... saya belum pernah makan buah ini, mbak Yuni. Kalau saya lihat fotonya kok mirip srikaya juga ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tapi rasanya beda dengan srikaya mbak hehehe

      Hapus
  8. Aku termasuk yang baru tau juga loh soal Kenitu ini, ternyata masih sodaranya Sawo yaa, rasanya berarti beda tipis sama sawo dong yaa?

    BalasHapus
    Balasan
    1. sama manisnya mbak hehehe...kalau sawo kan agak keras, kenitu ini agak lembut.

      Hapus
  9. Aku malah baru tahu ini mba buah namanya Kenitu pas baca lagi termasuk jenis sawo-sawoan baru ngeh dan bisa bayangin gimana lunak dan manisnya buah ini..belum nemu juga mba di Cimahi hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga baru nemu di Blitar mbak...di tempat lain belum pernah nemu hehehe

      Hapus
  10. Kenitu ini baru pertama kali saya tahu disini. Kalau di kampung saya iya mirip sawo nih. Cuma kulitnya hijau itu yg bikin rada aneh hehehe
    Lihat di penjual bibit, blm ada yg jual Kenitu ya. Adanya sapote aja. Apakah itu maksudnya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe...saya juga belum tahu mbak apa itu sapote..nanti saya coba gogling nyari info

      Hapus
  11. Baru tau nih ada buah namanya Kenitu ..liat penampakannya baru juga nih. Banyak manfaatnya ya..jadi pengen nyoba nih..

    BalasHapus
  12. Aku baru tau loh mbak buah ini... kira2 tumbuh di Sumatera ga ya? Aku belum pernah lihat juga orang yang jualan ini disini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Nah itu dia mbak...kabarnya kenitu ini tumbuh subur di daerah beriklim tropis...saya baru nemu di Blitar saja...belum pernah lihat di daerah lain.

      Hapus
  13. Masya Allah, buah-buahan ciptaan Allah sangat banyak jenisnya. Segitu banyaknya sehingga kita kadang tidak tahu kalau ada jenis buah lain yang kaya manfaat, termasuk buah kenitu ini. Dari komentar-komemtar di atas rata-rata tidak tahu atau baru tahu termasuk saya

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak...kenitu termasuk buah langka...saat ini pun makin susah nyari buah ini mbak.

      Hapus
  14. Saya termasuk yang baru tahu buah kenitu dari postingan ini Mbak. Kayaknya saya juga belum pernah lihat buah ini deh jadi penasaran dan pengen icip juga. Apalagi khasiatnya buat kesehatan bagus banget ya Mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak...ini memang buah langka...saat ini juga makin susah dicari di pasar tradisional.

      Hapus
  15. pertama lihat gambarnya nya langsung kepikiran Sawo dan setelah Dibaca sampai habis ternyata emang benar keluarga sawo-sawo an dan manfaatnya banyak banget juga ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak keluarga sawo-sawoan tapi beda warna kulit dan daging isinya...kalau bijinya saja mbak seperti biji sawo.

      Hapus
  16. Kenitu...aku pernah lihat dimana yaa...?
    Sering aku abaikan.
    Padahal manfaatnya bagus sekali untuk tubuh.

    BalasHapus
  17. Belum pernah nyoba, bahkan belum pernah lihat buah ini Mbaaaa.... Wah sayang banget kalau jadi buah langka ya, ternyata manfaatnya banyak banget....

    BalasHapus
  18. yaampuun ini buah favoritkuu sejak aku kecil. buah ini selalu ngingetin aku sama almarhum mbahku. kalau ibuku suka nyebut ini "apel umbel" wkwk jijik yah, tapi emang gimana gitu kaan teksturnya. cuma rasanya emang manis dan ngangeniin.. nggak ada yang kayak gitu ya :D

    BalasHapus
  19. Aku belum pernah coba ini mba, di Jawa apa ya namanya pernah liat kayaknya tapi kok dalemnya benyek kayak alpukat ya. Pasti enak itu dan kaya manfaat pula

    BalasHapus
  20. Kenitu?
    Sekilas seperti bijinya sawo
    Tapi belahan buahnya kayak apel
    Hmm jadi penasaran mau coba

    BalasHapus