Entahlah semalam sosok itu terus menghantuiku, sampai aku tak berani membuka mata. Kututup rapat-rapat, walau sebenarnya aku belum mengantuk. Dalam halusinasiku, dia akan muncul tiba-tiba ketika mataku terbuka. Aaahhh....

********

Obrolan di WAG beberapa hari lalu memang menarik perhatianku. Saking serunya aku ikut nimbrung didalamnya. Bukan lagi ngomongin tentang blog, namun malah bercerita tentang kenangan masa kuliah. Tentang kota Malang kala dulu, Unibraw, ITN dan kost-kostan seputar Kerto-kertoan, Sumber Sari dan sekitarnya. Ternyata banyak diantara kami yang alumni mahasiswa di Malang ini, meski dari fakultas yang berbeda. Lantas kami pun seseruan di WAG sambil bernostalgia berbagi kenangan, serasa reuni secara virtual.

foto saat ospek tahun 1996 (dari berbagai sumber)

Tiba-tiba ingatanku kembali membuncah tentang sebuah peristiwa tragis yang pernah terjadi kala itu. Kala aku masih kuliah di Politeknik jurusan Administrasi Niaga puluhan tahun silam. Dan sosok itu tiba-tiba hadir dalam ingatanku semalam.

**********

"Anak-anak, waktu sudah habis, kita akhiri perkuliahan bahasa Jepang petang ini. Silahkan berkemas-kemas, dan selamat petang!", demikian ucap bu Ester, dosen bahasa Jepang yang cantik dan energik.

Seperti biasa, bu Ester selalu menunggu semua mahasiswanya keluar ruangan sambil membereskan buku diktatnya diatas meja. Dan petang itu, udara terasa berbeda. Seolah ada yang mengusik, hingga bulu kuduk pun rasanya merinding. Tak seperti biasanya ada mahasiswa yang mau menemani bu Ester didalam kelas. Padahal kelas sudah sepi. Perkuliahan kelas ekstensi sebelah juga telah berakhir. Hanya satu atau dua staf pengajar yang masih menunggu di ruang lantai satu.

Pandangan bu Ester tertuju pada sosok yang sedari tadi duduk di bangku paling belakang. Dengan rambut tergerai, gadis itu menunduk sambil meletakkan kedua tangannya diatas meja.

"Kok gak pulang mbak?", sapa bu Ester dengan penuh keheranan.

Gadis itu tetap diam tak bergeming.

"Mbak?????"

Gadis itu lalu menggeleng.

"Kok gak pulang, rumahnya dimana mbak?"

Gadis itu mendongak.

Bu Ester terperanjat, sepertinya beliau mengenali sosok itu. Tapi dimana beliau mengenalnya? Siapa dia? Bu Ester berusaha mengumpulkan kembali ingatannya. Sampai pada akhirnya.....

"Rumah saya disini bu!"

Bu Ester berusaha merapalkan kekuatannya, antara takut dan penasaran.

"Emang rumah mbak disini, disebelah mana?"

"Saya tinggal di kamar mandi lantai satu!"

Mendengar penuturan gadis itu, Bu Ester langsung lari terbirit-birit menuruni tangga lantai dua. Jantungnya berdetak kencang demi mengingat sosok yang menamaninya di kelas. Sosok itu mirip dengan mahasiswa yang baru meninggal beberapa hari sebelumnya. Bedanya ia berambut panjang, sementara mahasiswa yang baru meninggal mempunyai rambut pendek dan ikal.

Beruntungnya bu Ester tidak mengalami shock berkepanjangan, karena beliau sedang hamil saat bertemu sosok itu. Dan keesokan harinya kisah bu Ester tiba-tiba menjadi trending topik yang dibicarakan banyak orang. Bahkan sebagian dari kami beranggapan bahwa sosok itu adalah jelmaan teman kami yang meninggal secara misterius. Hingga akhirnya teman-teman HMJ-AN (Himpunan Mahasiswa Jurusan AN) sepakat mengadakan yasinan selama tujuh hari, untuk mendoakan arwah teman kami agar tenang disana.

saat rekreasi di Bale Kambang - Malang Selatan

Tentang Dia Yang Ada di Bangku Paling Belakang

Dia adalah Ilo, begitu kami memanggilnya. Gadis manis berkacamata, dengan postur tubuh yang tinggi ramping, tanpa polesan make up yang menor, rasanya membuat banyak cowok tertarik padanya. Sayangnya di jurusan Administrasi Niaga, kaum cowok termasuk golongan minoritas. Tiap kelas hanya ada satu atau dua cowok saja.

kelas AN minim cowok

Tapi bukankah Politeknik Unibraw banyak mahasiswa cowok dari jurusan lain? Jurusan akuntansi, elektro, listrik, mesin dan sebagainya. Rasanya cukup mudah bagi mahasiswi Admnistrasi Niaga menjalin hubungan spesial dengan mahasiswa Politeknik jurusan lain. Tak terkecuali Ilo. Meski aku mengenalnya sebagai sosok yang lebih banyak diam, namun cowoknya mahasiswa Politeknik jurusan teknik mesin. Aris namanya.

Dan hari itu....ketika pagi, saat bel perkuliahan belum berbunyi, tiba-tiba aku mendengar berita yang membuat seluruh kelas AN reguler heboh. Aku masih ingat, hari itu adalah hari Sabtu, ketika kami tidak memakai seragam kuliah. Dan suasana tengah mendung disertai hujan rintik-rintik.

"Ilo meninggal!"

Demikian teriak salah satu teman di kelas 3A yang bersebelahan dengan kelasku 3B. Sontak semuanya heboh. Tak ada yang percaya dengan berita itu. Apalagi berita tentang Ilo. Rasanya tidak mungkin. Ada apa dengan dia? Kenapa dengan Ilo? Kemarin masih baik-baik saja. Sakit kah atau kecelakaan?

Yang kutahu saat itu hampir semua teman AN histeris, matanya sembab. Apalagi ketika salah seorang teman sekelasku datang dengan membawa berita janggal.

"Gak mungkin Ilo meninggal. Pagi tadi Aris datang ke rumah. Dia nitip surat ini, katanya Ilo sakit, hari ini tidak bisa kuliah. Aku dimintai tolong untuk memberikan surat ini ke dosen walinya!"

Dengan nada yang meninggi, temanku bercerita tentang surat terbungkus amplop putih ditangannya. Rasanya tidak mungkin kalau Ilo meninggal, Ilo sakit. Begitulah temanku tetap meyakinkan semua yang ada didepannya.

Namun berita itu telah tersebar luas. Bahkan seluruh mahasiswa AN kelas 3A beserta wali kelasnya takziah ke Batu - Malang, rumah Ilo. Mereka ingin membuktikan kebenaran berita itu. Sayang, kala itu aku tak bisa ikut kesana. Perkuliahan di Politeknik sangat ketat karena menggunakan sistem SKS. Dan kala itu jadwal mata kuliahku termasuk mata kuliah yang banyak memberikan tugas. 

Ternyata berita itu benar. Ilo meninggal. Seluruh keluarga besar Jurusan Administrasi Niaga merasa kehilangan sosok Ilo yang pendiam namun menyenangkan. Teka-teki meninggalnya Ilo penuh misteri. Banyak spekulasi dan berita simpang siur yang beredar tentang penyebab meninggalnya Ilo.

Aku tak tahu berita sesungguhnya. Ada yang bilang Aris lah penyebabnya, sampai dia stress dan DO dari Politeknik. Ada yang bilang juga Aris dikejar arwahnya Ilo. Entahlah, aku tidak tahu mana yang benar....karena hidup dan mati manusia hanya Allah-lah yang Maha Tahu. Cerita tentang Ilo dan Aris adalah salah satu skenario Allah.

ERIMIALO RUHAMA. Demikian pak Heru Utomo, dosen pengajar mata kuliah komputer mengeja nama Ilo, sambil mengingat-ingat sosok Ilo semasa hidup.

**************************

Semoga Ilo tak kembali menghantuiku malam nanti. Aku selalu mendoakanmu semoga engkau tenang disana. Bagaimanapun juga engkau pernah menjadi temanku, pernah menyapaku dan menjadi teman idolaku selama hampir tiga tahun. Tenang disana ya Friend....doaku selalu menyertaimu.

40 Komentar

  1. Aku merinding bacanya kak. Ngeri juga tetep di.kelas dan ngaku tinggal di kamar mandi lantai atas nih. Jadi kepo penyebab meninggalnya lho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sampai sekarang aku jg gak tau mbak apa penyebabnya meninggal. Beritanya simpang siur. Semoga Husnul Khotimah mbak.

      Hapus
  2. Aku awalnya ga berani baca, karena aku ga berani sama cerita horor. Tapi pas baca ternyata ini dari kisah nyata teman kakak sendiri pas kuliah dulu.

    BalasHapus
  3. wih jadi cowok pasti paling ganteng di kelas itu hahaha, Wah turut berduka atas meninggalnya teman seangkatan kuliah

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya kelasku dulu minim cowok....karena memang jurusan sekretaris.

      Hapus
  4. Waduhhh, kok bisa misterius gitu ya. Hmm, apa jangan2 ada teori konspirasi. Rest in peace yaa, n turut berduka. Ceritanya rada serem :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya misterius...tahu2 sdh meninggal dan ada memar di dagunya saat jenazahnya belum ditutup.

      Hapus
  5. Gak kebayang kalo ngalamin ini. Apa karena anaknya cuek-cuek aja, ya, sama sekeliling. Semoga kamu dan temannya sama -sama tenang, ya, hidupnya.

    BalasHapus
  6. Innalilahi wa innailaihi roojiun
    Semoga Husnul Khatimah Aamiin

    Btw gimana kabar Bu Ester kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Amin. Bu Ester baik-baik saja hanya shock setelah tahu anak yang diajak ngobrol adalah hantu.

      Hapus
  7. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun. Semoga Ilo tenang di alamnya yang baru, diampuni dosa-dosanya, diterima amal ibadahnya.

    BalasHapus
  8. Seperti cerita fiksi saja nih, tapi kalau ini adalah cerita yang sebenarnya gaya penulisannya keren banget. Saya serasa ikut serta di dalam ceritanya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak ini cerita nyata....saya rangkum dari obrolan teman-teman.... terimakasih ya

      Hapus
  9. Innalilahi wa innailaihi Raji'un.. saya suka baca cerita horor, tapi baca kisah ini kok saya malah ikut sedih ya. Betapa sedih dan terkejutnya saat kita kehilangan sosok teman yang penyebab meninggalnyapun tidak diketahui.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya bener bnget....sedih sekali...karena kematiannya yang mendadak dan kita tidak tahu penyebabnya.

      Hapus
  10. Sedih bacanya, semoga selalu diberikan ketabahan dan kesabaran ya dalam menghadapi kehilangan itu

    BalasHapus
  11. Untung bacanya siang hari, jadinya gak seram-seram amat meski tetap aja sempat merinding. Innalillahi wa inna ilaihi, semoga mba Ilo tenang di sana.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku nulisnya juga siang mbak...kalau malam takut......

      Hapus
  12. duh... ini mengingatkan ku juga pada diriku mbak. Dikelasku waktu kuliah dulu juga meninggal, tapi sangat simpang siur ceritanya dan ngga pernah terlacak keberadaannya sepertitertelan bumi. Serem banget sih, aku juga jadi merinding

    BalasHapus
    Balasan
    1. Cerita sepertinya bisa dialami secara nyata ya bukan fiktik aja...saya pun merinding.

      Hapus
  13. Merinding baca kalimat demi kalimat di artikel ini. Tak mudah melupakan kepergian seseorang, apalagi dengan cara yg 'misterius' seperti itu. Turut berduka cita.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas merinding. Apalagi saya yang tiba-tiba sprti mau dilihatin wajahnya dia...duuuh serasa takut banget

      Hapus
  14. Kita memang nggak kuasa atas takdir apalagi maut. Saat semua serba abu-abu, mungkin benar. Itu sudah skenario dari Tuhan.

    Anggap saja, Tuhan lebih sayang Ilo. Begitu.

    Innalillahi wainnailaihi rojiun. Semoga husnul khotimah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betuuul banget...itu kuasa Tuhan yang kadang tak bisa dimengerti oleh nalar manusia.

      Hapus
  15. Semalam Ilo tenang di alamnya sana. Tapi... aku jadi penasaran, sampai sekarang masih simpang siur kak penyebab kematiannya? Si Aris itu dia DO dari sana?

    BalasHapus
  16. Kehilangan seorang teman apalagi usianya masih muda pasti tdk mudah. Dg bayang2nya yg masih berkeliaran di sekitar itu jg pasti tdk mengenakkan.

    BalasHapus
  17. Huaaaa baca beginian malam-malam
    Kisah nyata pula. Duh untung bu Ester kuat ya mentalnya
    Kalau aku udah pingsan kali tuh
    Semoga Ilo diterima di sisi-Nya

    BalasHapus
  18. Huuaaa merinding bacanya...
    Ini serius kisah nyata? Duh seremmm
    Semoga arwahnya tenang disisi Nya ya mbak

    BalasHapus
  19. Baru baca judulnya aja aku udah merinding. Kemudian baca ceritanya tambah-tambah merinding, kayak di film-film ceritanya.

    BalasHapus
  20. Ternyata ini kisah nyata, mirip cerpen sih, berarti sudah sekitar 20 tahun yang lalu ya. Bener banget bahwa kematian adalah rahasia, tidak ada yang tahu kapan itu terjadi. Amiin, semoga arwahnya tenang yaa

    BalasHapus
  21. Mbak Yuni pernah kuliah di Malang ya? Saya asli Malang loh mbak, salam kenal ya. Btw, serem ya mbak kalau beneran cerita bu Ester tadi adalah kisah nyata. hiii... merinding deh bacanya. Jadi penasaran Ilo meninggal karena apa mbak?

    BalasHapus
  22. Ihkok serem sih kak. Tapi sih bacanya. Saya sampai kebawa alur cerita. Penyampaiannya baik. Saya seolah lagi baca novel bukan baca postingan blog. Keren mbak

    BalasHapus
  23. Ya Allah, semoga Ilo ditempatkan di tempat terindah ya dan bisa tenang di sisiNya, sampai skrng juga belum tahu Ilo sakit apa selain depreai atau stress ya mbak?

    BalasHapus
  24. Untung bacanya siang siang. Gak serem jadinya. Moga ntar malam udah lupa ��

    BalasHapus
  25. tetiba baca horor siang hari, agak merinding juga. Mengena banget ceritanya. Apalagi pas bu ester ketemu ilo dan menanyakan tinggal dimana. "Saya tinggal di kamar mandi lantai satu". Sumpah ini yg buat pembaca ikutan tegang, itu aja bu ester sampai lari terbirit-birit, hi

    BalasHapus
  26. Cukup seram kak :'( kalau boleh tau apa penyebab dia meninggal ?

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...