Hepatitis Ada Di Sekitar Kita! Kenali Gejalanya, Jauhi Perilaku Beresiko

Secara umum hepatitis adalah sebuah penyakit yang menyerang hati, yang biasa disebut peradangan hati. Biasanya disebabkan oleh virus. Namun tidak menutup kemungkinan hepatitis timbul karena kondisi lain, seperti kebiasaan minum alkohol, penyakit autoimun, kurang menjaga kebersihan, kelelahan, bahkan karena zat racun atau pengaruh obat tertentu.




Bertempat di Grand Palace Hotel Sanur - Bali, sejumlah blogger, netizen dan mahasiswa Bali mendapatkan edukasi seputar Hepatitis dari Kementerian Kesehatan RI. Di acara yang bertajuk "Jangan Biarkan Hepatitis Merenggut Kebahagiaanmu!" ini merupakan rangkaian acara dalam rangka memperingati Hari Hepatitis Sedunia ke-10 yang jatuh pada tanggal 28 Juli 2019. (Rabu, 31/07/2019)

acara temu warganet Bali bersama Kemenkes RI (sumber: foto Mb Wawa)

Sejauh ini pemahaman masyarakat tentang hepatitis masih kurang. Beberapa kasus yang terjadi, seseorang akan berobat setelah menderita hepatitis kronis. Mereka masih abai terhadap penyakit ini. Padahal hepatitis termasuk jenis penyakit yang lebih berbahaya di banding HIV Aids. Ia disebut "silent killer", karena merupakan penyakit yang mematikan. Tidak semua pengidapnya merasakan gejala awal, tahu-tahu sudah stadium lanjut. Bila tidak segera diobati, hepatitis ini bisa berubah menjadi kanker ganas yang mematikan.

Melalui acara temu blogger, netizen dan mahasiswa Bali bersama Kemenkes RI ini diharapkan mereka mampu mengedukasi masyarakat tentang hepatitis melalui media sosial, seperti facebook, instagram, twitter dan tulisan di blog. 

Bahkan sempat beredar informasi seputar hepatitis yang menyerang warga di beberapa kabupaten di Pacitan. Berdasarkan data terbaru dari dinas kesehatan  kabupaten Pacitan, penderita hepatitis A di wilayah tersebut mencapai 1.068 jiwa. Hingga Juni 2019, tercatat hepatitis-A di Puskesmas Sudimoro sebanyak 563 kasus, Puskesmas Sukorejo 115 kasus, Puskesmas Ngadirojo 187 kasus, Puskesmas Tulakan 75 kasus, dan Puskesmas Wonokarto 54 kasus. Selanjutnya, Puskesmas Bubakan 36 kasus, Puskesmas Arjosari 34 kasus, Puskesmas Tegalombo 6 kasus, Puskesmas Kertowonojoyo 6 kasus dan Puskesmas Bandar 1 kasus. Kasus hepatitis-A di kabupaten Pacitan ini bermula pada akhir bulan Mei 2019. Hingga tanggal 17 Juni 2019, jumlah penderita hepatitis-A terus mengalami peningkatan secara drastis. (sumber: Kompas Regional) 



Dari video diatas, kita pun tahu begitu menyeramkannya penyakit hepatitis ini. Dengan menggandeng para blogger, netizen, mahasiswa (warganet) Bali, tentunya Kementerian Kesehatan RI berharap agar sosialisasi tentang pencegahan hepatitis ke masyarakat tersampaikan dengan baik.

para narasumber - dok. mb Wawa

Acara yang dikemas secara padat dan lengkap ini dihadiri oleh para narasumber yang berkompeten di bidangnya, diantaranya:
  1. drg. Widyawati, MKM selaku Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat.
  2. dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes selaku Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular langsung Kemenkes RI.
  3. dr. Ketut Suarjana, MPMM selaku Kepala Dinas Kesehatan Propinsi Bali
  4. Prof. Dr. dr. I Dewa Nyoman Wibawa, SpDP, KGEH selaku Ketua Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia (PPHI) Cabang Denpasar (Konsultan Gastro Hepatologi)
Bersama pak Indra Rizon, SKM, M.Kes selaku moderator acara ini, seluruh peserta diajak berpartisipasi mengikuti senam cuci tangan pinguin yang membuat semuanya antusias untuk mengikuti gerakannya. Mau tahu gerakan senam cuci tangan? Berikut video lengkapnya:



Ya....salah satu penyebab hepatitis adalah kurangnya menjaga kebersihan, termasuk tidak mencuci tangan sebelum makan. Inilah tujuan mengenalkan senam cuci tangan kepada seluruh peserta sosialisasi. Agar mereka ingat akan pentingnya mencuci tangan sebelum makan, karena kuman penyakit itu tidak terlihat di tangan. Kalau kita makan dengan keadaan tangan kotor, bisa jadi kuman penyakit itu masuk kedalam tubuh dan menyerang hati.

Mengawali acara bincang santai ini, drg. Widyawati, MKM selaku Karo Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat menjelaskan maksud dan tujuan mengajak serta warganet Bali mensosialisasikan bahayanya hepatitis kepada masyarakat. Seperti kasus hepatitis yang mewabah di Pacitan, pemerintah berupaya ingin mengurangi  tingkat penyebaran virus ini di Indonesia.

drg. Widyawati, MKM
Karo Komunikasi & Pelayanan Massyarakat Kemenkes RI - dokpri

Namun pemerintah sadar tidak dapat bekerja sendiri tanpa bantuan komunitas masyarakat. Dan warganet Bali inilah yang digolongkan dalam komunitas masyarakat. Diharapkan komunitas masyarakat ini bisa menjadi duta kesehatan yang menyebarkan informasi secara benar.

Kita sadar, saat ini pertumbuhan pengguna internet di dunia sangatlah cepat. Tercatat 143,26 juta orang menggunakan internet untuk berbagai kebutuhan. Ada yang menyebarkan informasi, ada juga yang hanya menyerap informasi. Bahkan, informasi kesehatan juga banyak beredar di masyarakat, karena semakin mudahnya mengambil dan menyebarkan informasi di era digital ini. Inilah perlunya "saring dan sharing" agar informasi yang tersebar di masyarakat bukan dianggap "hoax".

Nah, dengan acara yang diadakan oleh Kemenkes RI bersama warganet Bali ini diharapkan mereka bisa menyerap seluruh materi sosialisasi dan mampu menyebarkan informasi yang benar secara digital kepada masyarakat. Salah satunya tentang hepatitis, baik gejalanya, penyebabnya, faktor resiko, pengobatan bahkan sampai ke tahap pencegahannya.

Kepada seluruh peserta, dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes dan Prof Dr. dr. I Dewa Nyoman Wibawa SpDP, KGEH menjelaskan secara detail tentang penyakit hepatitis ini, dimana hepatitis dapat mengganggu berbagai fungsi tubuh terutama berkaitan dengan metabolisme tubuh. Hal ini dikarenakan begitu banyaknya peran hati bagi metabolisme tubuh.

Bpk. Prof. Dr. dr . I Dewa Nyoman Wibawa SpDP, KGEH - dokpri

Di dalam tubuh manusia, fungsi hati adalah sebagai:

  • Pengurai karbohidrat, lemak dan protein
  • Pengaktif berbagai enzim
  • Penghasil empedu untuk pencernaan lemak
  • Penyimpan karbohidrat dalam bentuk glikogen
  • Penyimpan mineral dan air
  • Penetralisir racun dalam tubuh
  • Pembentuk protein seperti albumin
  • Pembuang bilirubin, kolesterol, hormon dan obat-obatan
  • Faktor pembekuan darah
Demikian banyaknya fungsi hati bagi metabolisme tubuh manusia, sehingga akan berakibat fatal bila hati mengalami peradangan. Hepatitis atau peradangan hati ini bisa bersifat akut dan kronis. Seorang penderita hepatitis mempunyai banyak ragam perjalanan penyakitnya. Ada yang muncul tanpa gejala, ada yang disertai gejala, ada yang sembuh sendiri, ada yang berkembang menjadi kronis, bahkan yang lebih berbahaya bisa berkembang menjadi gagal hati. Inilah yang dinamakan hepatitis kronis. Bila sudah kronis, maka akan berkembang lagi menjadi sirosis dan kanker hati (hepatocellular carcinoma). Sementara penanganan dan pengobatan hepatitis berbeda-beda tergantung jenis hepatitis yang diidapnya.



Penyebab Hepatitis


Hepatitis dapat disebabkan karena infeksi  virus maupun bukan infeksi virus. Bila disebabkan oleh virus, hepatitis ini dibagi menjadi beberapa jenis, diantaranya:
  • Hepatitis A. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis A (HAV). Hepatitis A biasanya ditularkan melalui makanan atau air minum yang terkontaminasi feses dari penderita hepatitis A yang mengandung virus hepatitis A.
sumber:  google


  • Hepatitis B. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis B (HBV). Hepatitis B dapat ditularkan melalui cairan tubuh yang terinfeksi virus hepatitis B. Cairan tubuh yang dapat menjadi sarana penularan hepatitis B adalah darah, cairan vagina, dan air mani. Karena itu, berbagi pakai jarum suntik serta berhubungan seksual tanpa kondom dengan penderita hepatitis B dapat menyebabkan seseorang tertular penyakit ini.
sumber: Kemenkes RI

  • Hepatitis C. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis C (HCV). Hepatitis C dapat ditularkan melalui cairan tubuh, terutama melalui berbagi pakai jarum suntik dan hubungan seksual tanpa kondom.
  • Hepatitis D. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis D (HDV). Hepatitis D merupakan penyakit yang jarang terjadi, namun bersifat serius. Virus hepatitis D tidak bisa berkembang biak di dalam tubuh manusia tanpa adanya hepatitis B. Hepatitis D ditularkan melalui darah dan cairan tubuh lainnya.
  • Hepatitis E. Penyakit ini disebabkan oleh virus hepatitis E (HEV). Hepatitis E mudah terjadi pada lingkungan yang tidak memiliki sanitasi yang baik, akibat kontaminasi virus hepatitis E pada sumber air.

GEJALA HEPATITIS

Selain disebabkan oleh virus, hepatitis dapat juga disebabkan oleh senyawa kimia, seperti alkohol. Mengkonsumsi alkohol secara berlebihan dapat merusak hati secara permanen. Hal ini bisa menyebabkan gagal hati dan berkembang menjadi sirosis. Selain itu penggunaan obat-obatan melebih dosis dapat juga menyebabkan hepatitis. 

Bahkan, pada beberapa kasus, hepatitis juga disebabkan oleh kondisi autoimun dalam tubuh. Sel imun tubuh justru menyerang dan merusak sel hati yang berakibat terjadinya peradangan. Kasus ini sering dialami oleh wanita ketimbang pria.

Beberapa gejala yang sering muncul saat seseorang menderita hepatitis, diantaranya:
  • Kehilangan nafsu makan
  • Berat badan turun
  • Urine berwarna gelap
  • Nyeri perut
  • Mata dan kulit berwarna kekuningan
  • Feses berwarna pucat
  • Mengalami gejala seperti flu, misalnya mual, muntah, demam dan tubuh terasa lemas.
Sebelum virus hepatitis ini menimbulkan gejala pada penderitanya, terlebih dahulu virus ini melewati masa inkubasi. Sedang masa inkubasi ini berbeda-beda di tiap jenis hepatitis, seperti HAV yang butuh waktu inkubasi sekitar 15 - 45 hari, demikian seterusnya.



PENGOBATAN HEPATITIS

Lalu bagaimana dengan pengobatan hepatitis? 
Pengobatan untuk penderita hepatitis tergantung dari jenis hepatitis yang dideritanya. Bahkan, penderitanya harus terus dipantau kondisinya, agar proses pemulihannya berjalan dengan baik. Sebaiknya hindari beraktifitas yang terlalu berat, jangan mudah capek sampai hepatitis yang dialaminya mereda.

Pengobatan hepatitis A,B dan E akut tidak membutuhkan pengobatan yang spesifik. Pengobatan yang dilakukan untuk meredakan gejala yang ditimbulkan seperti rasa mual, muntah, dan nyeri perut. Yang perlu diperhatikan adalah kehati-hatian dalam memberikan obat, karena hepatitis ini berhubungan dengan fungsi hati yang sedang terganggu. Yang harus diperhatikan adalah asupan cairan harus banyak, baik memperbanyak minum air putih maupun asupan cairan infus. 


ROADMAP PENGENDALIAN HEPATITIS DI INDONESIA


sumber: kemenkes RI
Dengan adanya kasus hepatitis yang mewabah dibeberapa kota di Indonesia, Kemenkes RI melalui Gerakan Masyarakat Sehat (Germas) mulai mencanangkan upaya #EliminasiHepatitis dengan membuat Roadmap Pengendalian Hepatitis di Indonesia, dengan target sasaran PPIA yaitu 5,3 juta ibu hamil dapat dideteksi apakah terpapar virus hepatitis atau tidak? 


PENCEGAHAN HEPATITIS


Dan perlu diingat bahwa untuk mencegah tertular hepatitis, seseorang harus menerapkan pola hidup bersih dan sehat, seperti:
  • Menjaga kebersihan sumber air agar tidak terkontaminasi virus hepatitis.
  • Mencuci bahan makanan yang akan dikonsumsi, seperti sayur dan buah-buahan.
  • Sikat gigi, pisau cukur atau jarum suntik sebaiknya jangan dipakai bersama, karena bisa menjadi perantara tertularnya virus hepatitis.
  •  Tidak menyentuh darah tercecer tanpa sarung tangan. 
  • Mengurangi konsumsu alkohol.  
  • Berhubungan seksual secara aman, seperti memakai kondom dan tidak berganti-ganti pasangan. 
Dengan melihat berbagai fakta yang ada tentang hepatitis, dapat disimpulkan bahwa penyakit hepatitis A,B,C masih endemis di Indonesia. Bahkan sebagian besar pengidap hepatitis kronik tanpa gejala, cara mendeteksi penyakit ini hanya bisa dilakukan dengan skrining tes laboratorium.

Sementara untuk hepatitis C yang merupakan jenis hepatitis yang paling beresiko dibanding hepatitis jenis lainnya, pengobatannya dengan kombinasi dua minimal dua obat. Pengobatan terbaru menggunakan DAA (Direct Acting Antiviral) dengan obat utama sofosbuvir ditambah obat lainnya seperti daclatasvir, simeprevir, ribavirin & interferon.

Dan untuk masyarakat Bali, pengobatan hepatitis sudah tersedia di RSUP Sanglah kota Denpasar. Terutama untuk ibu hamil, sangat penting memeriksakan diri apakah terjangkit virus hepatitis atau tidak. Hal ini dimaksudkan agar tidak menular ke janin yang dikandungnya.

Akhirnya, dengan adanya sosialisasi tentang hepatitis kepada blogger, netizen dan mahasiswa Bali diharapkan mereka akan menyebarkan informasi ini kepada masyarakat Bali khususnya dan seluruh masyarakat diberbagai pelosok tanah air pada umumnya,  sehingga mereka semakin paham akan bahaya hepatitis. Selanjutnya akan mengedukasi mereka untuk melakukan pencegahan terhadap penyakit ini dengan membiasakan diri hidup bersih dan sehat.

Mari kita sama-sama dukung GERMAS ini dengan cara #EliminasiHepatitis. Biasakan gaya hidup bersih dan sehat, sebarkan informasi yang benar tentang bahaya hepatitis dan pencegahannya, karena sesungguhnya hepatitis ada di sekitar kita, mari kita kenali gejalanya dan jauhi perilaku yang beresiko!

Foto bersama netizen dan blogger Bali

Komentar

  1. Dengan adanya edukasi semacam ini, kita semakin tahu banyak hal mengenai penyakit Hepatitis. Sempat kaget juga sama kasus masyarakat di Pacitan,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak....Pacitan ini wabah yang serius dan hrs diupayakan penanggulangannya....

      Hapus
    2. Bulikku kan tinggal di pacitan.
      Heboh bgt ini wabah hepattis di sana
      semoga semua masyarakat aware yaaa
      --bukanbocahbiasa(dot)com--

      Hapus
  2. Wajib kenal agar bisa mencegah sejak dini

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul Bli karena Hepatitis termasuk jenis penyakit silent killer yang harus diwaspadai.

      Hapus
  3. Sosialisasi tentang hepatitis seperti ini tentunya sangat berguna sekali. Menjaga kebersihan, salah satunya cuci tangan, memang sangat penting ya. Ini hal kecil tapi kadang suka lupa nggak dilakukan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba sangat berguna agar penderita hepatitis di Indonesia makin berkurang

      Hapus
  4. Saya baru tau kalau ada hepatitis D & E. Adik saya waktu kecil pernah kena hepatitis A. Memang gak akut, tetapi tetap hati-hati penanganannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pun baru tahu setelah mengikuti sosialisasi ini mbak....ternyata banyak type hepatitis yang harus diwaspadai.

      Hapus
  5. Wah barutau ada senamnya. Memang betul hepatitis kalah populer dengan penyakit serius lain sehingga masyarakat kurang memperhatikannya. Semoga sosialisasi ini bisa menyadarkan masyarakat untuk hidup lebih sehat

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak senam dari kemenkes agar masyarakat mulai membiasakan diri untuk mencuci tangannya.

      Hapus
  6. Yang autoimmune cenderung hepatitis ya, jadi khawatir sama temen juga Hepatitis A, hiks.
    Semoga mita kita semua dijauhkan dari segala penyakit yaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mba karena hepatitis ini silent killer, jarang memunculkan tanda-tanda sebelumnya

      Hapus
  7. hihihi, lucu gerakan senamnya :D
    Kakak saya jadi duta cuci tangan gini di rumah sakit tempat dia kerja, jadi hampir tiap pagi dia pimpin gerak senam cuci tangan gitu hihihi

    Hepatitis sebenarnya penyakit yang menakutkan, sayangnya sering diabaikan masyarakat :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin dibuat lucu begini supaya masyarakat tertarik mengikuti gerakan senam ini dan rajin mencuci tangan demi meminimalisir terjangkitnya hepatitis.

      Hapus
  8. Saya pernahckena hepatitis A waktu kecil sampe skrg klo inget masih trauma, soalnya lama sembuhnya. jadi diingatkan lagi nih sama artikelnya mba semoga tidak terjangkit virusnya utk kedua kali apalagi klo kena ke anak, naudzubillah

    BalasHapus
    Balasan
    1. semoga sehat selamanya ya mba...aamiin...saya pun juga ngeri setelah mendengar pemaparan dari para narasumber tentang hepatitis ini.

      Hapus
  9. Kebiasaan cuci tangan sebelum makan tuh kerap kali nggak dianggap. Teryata penting banget ya untuk jaga kesehatan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak kadang kita abai untuk cuci tangan...tangan yang nampak bersih nyatanya penuh kuman...harus kita biasakan cuci tangan dari sekarang.

      Hapus
  10. Aku setuju bahwa pemerintah tidak bisa berdiri sendiri untuk mensosialisasikan harus mengikutkan komunitas agar informasinya merata ke semua lapisan

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak upaya pemerintah ini harus mendapat dukungan penuh dari masyarakat utamanya duta kesehatan agar informasi yang benar seputar hepatitis ini dapat diterima dengan baik oleh masyarakat.

      Hapus
  11. Awam banget dengan Hepatitis ini. Jadi tahu deh bedanya. Rada serem juga ya penyakit ini. Kudu diwaspadai dengan benar. :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama mbak...saya juga baru tahu informasi lengkap tentang hepatitis ini setelah ikut sosialisasi...betapa seremnya hepatitis ini.

      Hapus
  12. Hepatitis i i yg sering disebut juga Sakit Kuning kan ya? Wah..berbahaya juga ya.. yg Hep A paling menular ya? Kita mesti.waspada dan jaga kesehatan bener bih

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak masyarakat sering menyebutnya sakit kuning. Harus waspada karena penyakit ini sangat berbahaya.

      Hapus
  13. Sayang banget aku ga ikutan senamnya, lucu kayaknya haha.
    Tapi memang benar sih, kita harus waspada agar terhindar dari penularan hepatitis ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. senamnya lucu supaya banyak yang menghafal....ini salah satu sosialisasi dinkes kepada masyarakat agar mereka gemar mencuci tangan demi kebersihan.

      Hapus
  14. Mbak ... aku baru lihat senam pinguin ternyata itu sekalian buat ajarin cara cuci tangan? hihi ... mau ajarin anakku nih. Seru!

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mbak senam ini salah satu cara dinkes mensosialisasikan gemar mencuci tangan kepada masyarakat.

      Hapus
  15. Unik juga ya ada senam cuci tangan, tapi melalui cara kaya gini masyarakat malah jadi ingat ya mbak terutama kalau diajarkan pada anak-anak di sekolahan mereka akan lebih cepatmenyrapnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. betul mbak....tujuannya agar siapapun dapat mengingat senam ini dan penting untuk selalu mencuci tangan demi kebersihan.

      Hapus
  16. Hepatitis ini memang ngeri banget, waktu hamil aku juga pernah disinggung sama dokter soal ino. Soalnya pasien dia baru aja ada yg kena hepatitis saat hamil. huhu Makanya vaksin hepatitis juga penting bangt ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak ibu hamil atau calon ibu hamil sepertinya harus divaksin hepatitis agar bayinya sehat dan bebas dari virus hepatitis.

      Hapus
  17. Sharing yang edukatif banget nih mbak. Saya kurang tahu sebenarnya tentang penyakit hepatitis tapi seingat saya waktu hamil dapat vaksin ini, anak saya juga saat baru lahir langsung dikasih hepatitis.

    BalasHapus
  18. Hepatitis jangan dianggap sepele sih ya karena bahaya juga dan beberapa tetangga ku meninggal karena hepatitis ini.

    BalasHapus
  19. Efeknya ternyata banyak juga ya mba klo terjangkit penyakit hepatitis ini. Semoga kita semua selalu diberi kesehatan oleh Allah dan jauh-jauh dari berbagai ancaman penyakit ya mba.

    BalasHapus
  20. Duh beneran harus tau ya penyebab2 penyakit seperti ini terutama proses penularannya supaya bs menghindari..

    BalasHapus
  21. Artikel kesehatan yang bagus. Basic-nya memang pola makan / minum yang buruk maka hati pun berpotensi rusak. Saya pun posting blog tentang kesehatan (full english text), jika tidak keberatan silakan mampir

    BalasHapus
  22. Jadi semakin paham tentang penyakit hepatitis, ternyata ada banyak penyakit hepatitis ya.. selama ini aku tahunya hanya hepatitis A dan B. Jadi inget orangtua aku dulu selalu mengingatkan aku, untuk tidak berbarengan makan atau minum di satu tempat walaupun dengan teman sendiri, karena virus bisa menyebar melalui hal tersebut juga

    BalasHapus
  23. Mantanku dulu sakit hepatitis
    Kelihatan banget kalau kurus dan mata putihnya ga bersih tetapi menguning

    BalasHapus
  24. Serem juga ya mbak aku nonton videonya, biasanya suka sepele dengan tidak mencuci tangan sebelum nyemil makanan. Sekarang jadi warn ke diri sendiri dan anak-anak untuk menjaga kebersihan agar terhindar dari virus ini.

    BalasHapus
  25. Baca ini aku jadi inget masa masa perjuanganku melawan hepatitis mba. Dulu kulitku parah banget, skrg alhamdulillah hanya tersisa tangan yg menghitam dari biasanya. Dan itu sering dijadikn body shaming sama (org yg mengaku) temen

    Sedih ya, boro boro mau memahami perjuangan org melawan hepatitis, eh malah diledek (sedih akutuh)

    BalasHapus
  26. Aku salah fokus sama senam pinguinnya kubaru tau ada kayak gitu loh mbawkwkwkw.. tapi Alhamdulillah sih sekarang pemerintah Uda mulai turun tangan untuk menanggapi masalah Hepatitis secara serius takut aja kalo misal sampe ada kejadian KLB kayak kemarin di Jawa timur

    BalasHapus
  27. Alhamdulillah, semoga dengan acara ini bisa makin membantu sosialisasi mengenai hepatitis ke masyarakat luas, supaya lebih waspada

    BalasHapus
  28. Usaha pencegahan lebih baik daripada pe gobatan yang mengeluarkan banyak biaya

    BalasHapus

  29. Selama ini kita gak tahu tentang bahayanya penyakit hepatitis.

    BalasHapus
  30. Sehat memanglah mahal harganya.
    Untuk menjaga diri dari mereka yang terrjangkit agak susah jikalau si terjangkit ga sadar kena hepatitis, kan? Informasinya membantu, Mbak. Jadi aware dengan penyakit ini.

    BalasHapus
  31. Wah ternyata bahaya sekali Iyah dan kita harus waspada

    BalasHapus
  32. Wahhh ngeriii hepatitis itu,, yoo pola hidup sehat agar terhindar dari berbagai penyakit.

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...