Mengenal Baju Tunik Motif Lukis Khas Bali


Berbicara tentang Bali pasti membuat siapapun takjub. Bukan hanya keindahan alamnya, Namun hasil karya masyarakat asli Bali bisa memberikan ciri khas yang membedakan dengan hasil karya dari pulau lain. Salah satunya adalah seni kerajinan lukis.

Barangkali dunia telah mengakui bahwa masyarakat Bali pandai melukis. Apapun yang dilukisnya selalu menampilkan sisi keindahannya. Termasuk lukisan yang diaplikasikan pada sebuah kain. Kain yang tadinya polos bisa menjadi indah setelah dilukis dengan aneka motif.

Saat ini, hasil kerajinan lukis digemari banyak orang, terutama yang diaplikasikan kedalam pakaian jadi atau aneka tas. Beberapa outlet kini berdiri di Bali. Mereka mempunyai ciri khas masing-masing, tentunya antara satu dengan lainnya menampilkan sesuatu yang berbeda.

Saya pun sangat menyukai pakaian lukis. Pakaian dengan motif yang berbeda ditambah desain yang beranekamacam tentunya memberikan daya tarik tersendiri bagi pembelinya. Wajar saja harga pakaian yang dijual pun selalu dibanderol dengan harga mahal, karena proses pengerjaannya yang manual. Motif lukis yang ditorehkan dalam pakaian jadi biasanya dikerjakan dalam dua atau tiga hari. Tergantung keadaan cuaca. Bila cuaca panas, maka lukisan yang dikerjakan secara manual ini dapat kering dengan cepat, sehingga proses pembuatan baju dapat diselesaikan sesegera mungkin. Namun bila musim hujan tiba, proses pengeringan lukisan di kain butuh waktu yang agak lama.

Salah satu model baju lukis yang saya sukai adalah baju tunik. Baju tunik ini dapat kita jumpai di galeri atau outlet pakaian lukis yang berada di Bali, seperti Shagida, Ayunani atau Puri Busana yang beralamatnya di seputar Denpasar. Ada juga sentra kerajinan lukis yang merupakan home industry beralamatkan di Ubud, namanya Sekar Bali.

Lukisan yang melekat pada baju tunik ini biasanya berupa lukisan bunga yang berada di sisi depan atau belakang baju. Tentunya disesuaikan dengan warna dasar baju. Sedangkan harga dari baju tunik motif lukis ini bervariasi, berkisar antara Rp. 350.000,- sampai dengan Rp. Rp. 500.000,- per baju. Wah mahal ya? Sudah barang tentu sebuah baju dengan motif lukis yang dikerjakan secara manual butuh pengerjaan yang agak lama mulai dari penyiapan bahan/kain, membuat lukisan diatas kain tersebut hingga memastikannya lukisan tersebut benar-benar kering barulah dibentuk sebuah pola menjadi baju tunik dengan model yang menarik.

Tentang pemilihan bahan kain, tentunya baju tunik di kisaran harga diatas sangat nyaman dipakai, terutama oleh wanita muslim yang ingin tampil modis. Bahannya dingin dan menyerap keringat, serta tidak mudah kusut. Bahkan lukisannya sangat awet, tidak mudah luntur atau hilang warnanya saat dicuci menggunakan detergent.


Nah bagi Anda yang tertarik dengan koleksi baju tunik motif lukis khas Bali, silahkan mampir ke gerai baju lukis yang ada Di area Denpasar dan sekitarnya. Baju lukis ini tidak hanya cocok dikenakan sendiri, namun bisa juga dijadikan oleh-oleh atau kado untuk orang-orang terdekat kita. 

Komentar

  1. Baju tunik ini udah mbak yuni banget deh trademarknya. Yang motif lukis cantik sekali ya, mbak..

    BalasHapus
  2. sepadan dengan usahanya ya mba, apalagi ketika dikerjakan secara manual dan alat tradisional seperti masih mengandalkan tenaga matahri untuk mengeringkannya, hmm kebayang kan kalau lagi musim hujan.

    BalasHapus
  3. Ada harga ada rupa. Barang berkualitas tentu saja memiliki nilai dan harga tersendiri ya. Tunik yang nyaman memang sudah pantas dihargai ya. Mahal atau tidak itu mah relatif

    Semoga pengrajin tunik lukis dari Bali semakin sejahtera. Amin

    BalasHapus
  4. Homemade2 gini harganya emang lebih mahal dikit daripada yg cap2an
    Ada harga ada rupa sih y
    Fair kok karena ngerjainny juga g mudah, butuh sentuhan tangan yg menjiwai hehe (pernah nyoba ngerjain soalny dan angkat tangan dah wkk)
    Salut sama pengrajin2 itu

    BalasHapus
  5. mahal tapi ekslusif ya mbak, jadi ga samaan dgn orang lain. Udah gtu ini juga bukan baju biasa, tapi karya seni, karena pengerjaannya manual dan spesial.

    BalasHapus
  6. Wah dilukis secara manual, keren! Harganya sebanding dengan kualitas dan proses pengerjaannya tentunya. Baju tunik motif lukis ini bisa dijadikan oleh-oleh khas Bali ya selain kain Bali yang juga sama cantiknya :)

    BalasHapus
  7. Selain baju tunik ada kreasi apalagi Mbak? Tunik dan lukisannya cantik. Kalau ada produk lain seperti jilbab gamis dan mukena pasti lebih diminati lagi

    BalasHapus
  8. Wajar sih menurutku kalau harganya mahal soalnya melukis manual effortnya lumayan kan. Kadang banyak orang yang menghargai karya orang lain ya mbak.

    BalasHapus
  9. Saya suka baju model tunik, lebih sopan dan nyaman dikenakan. Biasanya motif sulam yang saya pakai, lebih umum dan mudah didapat.
    Dari foto di atas, tuniknya cantik. Jadi ngebayangin betapa tidak mudahnuya melukis bahan kain, harus perhatikan alur serat kain juga agar bisa dibuat baju yang tepat.
    Bahan untuk melukis bisa jadi tak sembarangan, catnya tak boleh yang bisa menimbulkan alergi di kulit tetapi awet dan aman.

    BalasHapus
  10. Aku naksir sama baju yang biru muda ,, bagus euy dan pastinya adem di pakai ya. Untuk masalah harganya yang mahal ya karena butuh pikiran dan tenaga juga untuk melukisnya.

    BalasHapus
  11. Cantik-cantik yaa Mbak lukisannya. Keren deh, tak hanya melukis di atas canvas saja tapi di baju tunik pun sekarang kita sudah bisa mengaplikasikan lukisan. Tapii, perawatan baju berlukis ini berarti perlu perhatian khusus juga dong yaah, sayang banget kan klo lukisannya jadi rusak krna asal nyuci doang, fufufuhh

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...