Mengulik Bisnis Kerajinan Berbahan Limbah Dari Bee Handycraft Bali

Berkunjung ke Bee Handycraft Bali dan bertemu mbak Utari Co Founder Bee Handycraft

Siapa sangka sebuah kipas yang unik dan menarik ternyata dibuat dari bahan limbah yang sudah tak terpakai? Atau bahkan, karena sebuah kebiasaan orang-orang disekitar lalu terciptalah  ide bisnis yang memukau. Inilah hasil bincang santai saya dengan mbak Utari selaku Co Founder Bee Handycraft Bali.
sumber gambar: IG Bee Handycraft




Bersyukur beberapa waktu lalu saya berkesempatan hadir di acara Kompasiana Gathering yang bekerjasama dengan JNE dan para UMKM di Bali. Disitulah saya bertemu dengan mbak Utari. Co Founder Bee Handycraft yang bernama lengkap Anak Agung Ayu Mas Utari Noviyanthi ini dengan ramahnya menyambut sapaan saya, bahkan begitu humble-nya mengajak saya untuk datang ke workshopnya yang berada di Denpasar.

Ternyata momennya pas. Disaat kami butuh barang unik yang bisa dipamerkan di bazar dalam rangka Hut Persit Kartika Chandra Kirana ke-73, disitulah nama mbak Utari dan produksinya langsung teringat dibenak saya. Bersama ibu-ibu, sesama teman di Persit saya ajaklah mereka ke gerai Bee Handycraft.

Sungguh luar biasa sambutan tuan rumah. Bukan hanya mbak Utari, namun mbak Ari selaku penanggung jawab pemasaran produk Bee Handycraft sangat welcome kepada tamunya, dan menyambut kami dengan minuman dan snack-snack yang membuat kami kenyang.

Banyak model kipas yang dipajang di gerainya. Kipas-kipas itu murni ciptaan mbak Utari dengan dibantu para desainer yang siap menciptakan barang produksi sesuai imajinasi si owner. Dan semua barang yang diproduksi oleh Bee Handycraft merupakan kerajinan berbahan limbah, baik limbah kayu maupun limbah kain. Ini bukti bahwa kemajuan teknologi telah menginspirasi setiap orang untuk berkarya. bahkan ini juga bukti bahwa barang bekas yang dianggap limbah ternyata bisa disulap menjadi bisnis yang menjanjikan, bahkan mampu memberikan lapangan pekerjaan bagi mereka yang membutuhkan.

Salah satu kipas produksi Bee Handycraft yang sangat unik dan menarik adalah kipas ramah lingkungan. Dikatakan ramah lingkungan karena bahannya memanfaatkan limbah yang tak terpakai, seperti kain perca dan sebagainya. Dari kipas inilah akhirnya saya mendengarkan penuturan dari mbak Utari tentang ide pembuatan kipas yang unik ini.

dokpri

Ternyata ide pembuatan kipas ramah lingkungan ini berasal dari kebiasaan putra keempat mbak Utari yang hiperaktif. Berulangkali diberi bermancam-macam mainan, sampai henpon pun tidak mau, malah mainan yang disukainya adalah melipat-lipat kawat, sampai sedotan pun pernah disambung hingga bisa dibentuk mainan kesukaan putranya. Dari situlah akhirnya mbak Utari menciptakan kipas ramah lingkungan dengan aneka motif. Dengan kipas ini pula, sang putra juga merasa puas bahwa ide bermainnya bisa menjadi bisnis yang bernilai jual tinggi.

Selain berbisnis dan membantu orang-orang disekitarnya mendapatkan pekerjaan, mbak Utari berniat mengajak serta masyarakat di daerah tertinggal untuk mapan secara finansial. Tentunya salah satu caranya adalah menggandeng komunitas sebuah daerah untuk diajak serta menciptakan ide kreatif berbahan limbah ini. Mereka akan diajari bagaimana membuat produk sekaligus mengembangkan bisnis ini, termasuk cara menjual dan mendapatkan keuntungan dari bisnis berbahan limbah ini. Intinya mbak Utari mengajak para UMKM di daerah-daerah untuk sama-sama memajukan masyarakat dan daerahnya agar terbebas dari masalah ekonomi yang selama ini menjadi kendalanya. 

Bukan hanya masyarakat di daerah-daerah yang ada di Bali saja, namun mbak Utari mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk ikut mengembangkan produknya. Sebagai contoh, ketika mendapat pesanan kipas ramah lingkungan motif batik Papua, mbak Utari membayangkan mahalnya biaya kirim barang tersebut. Biasa pesan barang 9 juta, sementara ongkos kirimnya hampir 2 juta. Seandainya 10 orang saja di Papua sana mau menyediakan tempat dan berkomitmen untuk diajari caranya membuat kipas ramah lingkungan ini, tentu akan mengurangi biaya kirim. Bahkan, bisa jadi akan berkembang menjadi bisnis yang menjanjikan di Papua.

Inilah salah satu komitmen co founder Bee Handycraft yang membuat setiap orang makin terinspirasi. Bisnisnya bukan ditujukan untuk mendapatkan keuntungan secara pribadi, namun juga memperhatikan masyarakat di sekitar yang membutuhkan lapangan pekerjaan dan ingin terbebas dari kesulitan ekonomi.


Apa sih yang menarik dari kipas ramah lingkungan?

Kipas ramah lingkungan ini bentuknya unik, tidak seperti kipas lipat biasa. Bentuknya praktis dan bisa dilipat menjadi kecil. Namun bagi yang belum terbiasa melipat kipas ini akan merasa kesulitan. Bahkan, yang belum pernah melihat penampakan kipas ini, akan menganggap bahwa ini bukanlah kipas. Tapi jangan khawatir, si owner yang baik hati selalu menyelipkan kertas kecil sebagai tutorial untuk melipat atau membuka kembali kipas ini.

kipas saat terlipat, lengkap dengan sarung dan kertas tutorialnya (dokpri)
Meski penampakannya kecil, namun kipas ini akan terlihat besar bila dibuka. Bahkan karena rangka pembentuknya terbuat dari kawat, maka kipas ini sangat lentur dan mudah dilipat, asal sesuai dengan prosedur cara melipat, agar kain pelapis tetap kencang dan tidak kusut.

kipas saat terbuka (dokpri)
Selain berasal dari bahan limbah, rupanya si owner sangat kreatif. Kipas yang diciptakan bentuknya memang lain daripada yang lain, terkesan unik dan cocok dipakai sebagai souvenir acara tertentu, seperti wisuda, pernikahan, khitanan atau souvenir saat pesta demokrasi untuk caleg tertentu. Bahkan untuk packaging-nya juga menyesuaikan warna cover kipasnya.

Sedangkan untuk pilihan motif dari kipas ini tergantung permintaan pesanan. Bisa berbahan batik, seperti batik Jawa, endek Bali, batik Papua atau bisa juga memanfaatkan sisa-sisa kain yang tak terpakai.

Sementara untuk bungkus atau packaging juga dibuat sekreatif mungkin. Ada yang dibungkus dalam sebuah kotak, ada yang dibungkus plastik dan ada pula yang dibungkus kasa jaring. Tentunya untuk warna senada dengan motif kain lapisan kipasnya.

Bagaimana Dengan Harga Kipas Ramah Lingkungan?

Ada yang beranggapan bahwa harga membawa rupa, artinya barang unik dan cantik pasti harganya mahal. Jangan risau dulu, karena selain ramah lingkungan ternyata kipas ini juga ramah di kantong. Harganya ada dikisaran 20 ribu sampai 40 ribu, tergantung packagingnya. Semakin bagus packagingnya harganya juga semakin mahal.
Rp. 20.000,- (packaging plastik)

Rp. 25.000,- (packaging kasa)

Rp. 40.000,- (packaging kotak)
Dari harga yang ditetapkan ternyata mbak Utari memberikan keringanan kepada pemesan. Karena sistem penjualan kipas ini biasanya dalam partai besar, tidak dijual eceran, maka mbak Utari bersedia memberikan harga jual sesuai bugdet yang dimiliki pemesan. Misalnya, pemesan mempunyai budget berapa? Katakanlah ingin souvenir sebanyak 500 pcs dengan harga Rp. 15.000,-/pcs, maka kipas yang dibuat nantinya akan disesuaikan dengan budget yang ada, baik dari segi pemilihan kain pelapis atau cover maupun packagingnya.

Sementara untuk lapisan yang disablon misal ditambahkan tulisan tertentu atau logo instansi tertentu biasanya membutuhkan waktu kurang lebih seminggu untuk menyeesaikan proses pembuatan kipasnya. Tentunya dengan biaya tambahan lima ribu rupiah per pcs.

kipas dengan pegangan tanpa lapisan kain

Memang...sejauh ini Bee Handycraft masih menerima pesanan dalam jumlah partai besar, minimal 50 pcs. Namun bagi yang ingin memesannya dibawah 50 pcs bisa menghubungi langsung ownernya. Karena di Bee Handycraft ini selain menjual kipas ramah lingkungan, juga menjual kipas model lain dengan bahan yang bervariasi. Bahkan juga menjual dompet tempat kartu yang harganya sangat murah.

Tertarik dengan bisnis kerajinan berbahan limbah dari Bee Handycraft Bali?
Silahkan add media sosialnya di:
Instagram   :  Beehandicrafts
Twitter        :  @gungmasbee
Email           :  beehandycrafts@gmail.com
Web             :  www.beehandycrafts.com

Atau ingin mengunjungi langsung wokshopnya atau gerai Bee Handycrafts, silahkan datang langsung ke :
Kipas Bee Handycrafts 
Jl. A. Yani No. 366, Peguyangan Denpasar, Utara, Kota Denpasar, Bali 80115
HP.  081337088033 | 081246976400

Komentar

  1. Kerajinan tangan memang sll bagus ya mba. Btw foto2nya keren :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak saya tertarik dengan kipas ramah lingkungan ini karena bentuknya yang unik dan lain daripada yang lain.

      Hapus
  2. Adududuu..gak kebayang cara bikinnya hanya menggunakan kawat dan bahan limbah bisa jd indah indah seperti ini. Mbak Yuni, bisa n boleh gak sih dimuat di blog tutorialnya. Bunda punya kain perca buanyaaak banget. Naksir deh sama tasnya sayang ya gak bisa beli "ngecer" hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hehehe untuk tutorialnya mohon maaf Bunda saya juga belum bisa, karena kita ke workshopnya hanya untuk melihat koleksinya. Beli eceran mungkin bisa bunda kalau hubungi langsung ownernya cuma sepertinya berat diongkos kalau cuma beli satu hehehe...

      Hapus
  3. Bagus lho itu kipasnya. Saya juga bakal seneng deh kalau dikasih googie bag atau souvenir pernikahan kipas seperti itu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak souvenirnya lain daripada yang lain ya

      Hapus
  4. Orang sekarang kreatif kreatif ya, ada saja yang bisa dibuat dari bahan bekas dan kemudian menjualnya. Jadi inget, jaman sekolah dasar dulu juga diminta membuat kipas tangan dari bahan bekas. IBuku sich yang ngajarin, jadi, saya memotong besek menjadi kipas berbentuk heart.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak jaman sekarang harus kreatif agar bisa menghasilkan sambil membuka lapangan pekerjaan... Waah ibunya kreatif ya bisa bikinkan kipas dr besek yang dipotong2

      Hapus
  5. Iya, unik banget kipasnya. Kalau kipasnya seperti ini nggak makan tempat di tas. Cakep2 juga. Meskipun bahannya dari perca. Sukses deh buat usaha mbk Utari aamiin. Makasih infonya ya, mbk Yun.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak kipas yang unik dan simple, mudah dibawa kemana2...sama2 mbak

      Hapus
  6. Cantik-cantik banget ya kerajinan tangannya, keren banget bisa memanfaatkan bahan yang mungkin sebagian orang gak manfaat.
    Kreatifitas kayak gini emang sangat dibutuhkan di zaman now :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jaman sekarang harus kreatif ya mbak, mengingat lapangan pekerjaan makin sempit... Jadi lebih baik kita ciptakan lapangan pekerjaan sendiri sembari berpenghasilan dan memberikan pekerjaan kepada orang lain

      Hapus
  7. Bee Handicraft keren ya bisa memanfaatkan bahan bekas jadi bermanfaat lagi. Benar-benar kreatif ini, apalagi hasil karyanya unik dan bagus gitu. Jadi pengen punya kipasnya. Bisa pesan online berarti ini ya, Mbak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak karya Bee Handycraft memang lain daripada yang lain... Menarik kalau menurut saya. Bisa pesan online Mbak... CP nya seperti yang saya tulis di artikel.

      Hapus
  8. Iiih cakep cakep banget hasilnya. Keren Bee Handicraft. Butuh ketelatenan yang bagini mah.Sukses ya Bee...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak saya tertarik dengan model kipas ramah lingkungan karya Bee Handycraft ini. Unik modelnya.

      Hapus
  9. Wah...cantik craftnya mbak, harganya juga OK, dan yang penting ramah lingkungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak sudah modelnya unik, bahannya ramah lingkungan, harganya juga ramah di kantong... Pasti peminatnya banyak.

      Hapus
  10. Keren banget mbak Utari... Saya salut sama orang-orang yang kreatif menjadikan bisnis dari keisengannya. Saya belum tentu bisa terinspirasi dari tenda lipat atau tempat baju kotor lipat yang saya puya untuk dijadikan sebagai kipas. Sayangnya nggak bisa beli ecer yah, padahal tertarik juga untuk punya 1.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak kreatif owner Bee Handycraft ini... Kalau cuma 1 coba aja langsung ke CP yang saya tulis di artikel mbak siapa tahu bisa beli 1...tp mungkin pertimbangannya berat diongkir kali mbak hehehe....

      Hapus
  11. Bener-bener kreatif, deh! Dari barang yang sudah tidak terpakai bisa jadi barang yang indah, unik dan menarik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mbak jaman milenial butuh kreatif agar menghasilkan ya...

      Hapus
  12. Nggak kepikiran deh pas lihat kipas itu bahwa terbuat dari bahan limbah. Dan kayaknya aku pengen belajar buat ah kalau ke Denpasar :)

    BalasHapus
  13. Pesan barang sekira 9 juta ongkir ke Papua hampir 2 juga ya mending belajar bikin kipas ramah lingkungan aja ya langsung dari mbak Utari. Apalagi owner dari beehandycraft ini juga welcome ya untuk mengembangkan usahanya...

    Btw kipasnya unik sekali. Dari bentuknya aja gak seperti bentuk kipas pada umumnya. So kreatif banget, jadi pengen punya satu deh, hehe

    BalasHapus
  14. Seneng banget ya mba, bisa belajar dari pebisnis yang punya karya unik kaya gini. Saya malah baru lihat lho. Kipasnya jadi trademark karena nggak ada yang nyamain ya mba. Suh jadi pengen ke Bali lagi nih

    BalasHapus
  15. Kreatif bangeet ya mba.. dan karena recycle jadi sangat ramah lingkungan. Usul supaya tidak perlu dikemas plastik lagi, biar lebih ramah lingkungan :)

    BalasHapus
  16. aku pernah mlihat kerjinan tangan dari limbah seperti ini daerah Jogja.. tapi memang hasilnya belum sebagus hasil kerajinan yang di Bali ini.. terlihat lebih berkualitas.. mungkin juga karena Bali merupakan destinasi wisata internasional, jadi hasil kerajinan disana sudah punya nilai jual tinggi

    BalasHapus
  17. Nggak nyangka yaa... ternyata idenya dari kesenangan sang putra ngelipet2 segala macam.
    Ini kalau dikembangkan untuk jenis kerajinan lain selain kipas bagus juga ya mbaa... memanfaatkan limbah di sekitar yang ada melimpah.

    BalasHapus
  18. Cantik banget ya hasil kreasinya dari limbah, pengen punya kipasnya euyy cantik dan gt kayaknya enteng di bawa.

    BalasHapus
  19. kerenn ya Ampun, bahan limbah jadi kerajinan yang bernilai aduhai ya Mba keren

    BalasHapus
  20. Cantiknya si kipas.
    Dilipat biar makin ringkas yaa..

    Aku pernah dapat kipas seperti ini beberapa tahun yang lalu saat suami pulang haji.

    Hanya bahannya bukan dari kain perca begini.

    Laaff~
    Sukses selalu kerjasama JNE bersama UMKM.

    BalasHapus
  21. Bagus-bagus banget produknya. Gak nyangka kalo ini pemberdayaan dari limbah. Jadi barang berkualitas dan bernilai ekonomi tinggi. Patut dicontoh nih di daerah lain. Termasuk daerahku kayaknya

    BalasHapus
  22. Waahh keren idenya ya. Bisa jadi alternatif kalau mau ada acara dan perlu souvenir bisa memesan di sini :D Udah gtu menyesuaikan budget jg ya? Semoga sukses bisnisnya :)

    BalasHapus
  23. Unik kipasnya ya Mba, kyknya jd lebih adem ya, krn kainnya jd lebih kuat mengibas2kan angin. Hehe

    BalasHapus
  24. Wah, bagus kipasnya, unik dan kreatif banget. Gak nyangka bahan dari perca bisa sebagus itu kalau mengolah lagi ya.

    BalasHapus
  25. Bagus ya kipasnya cantik cantik, praktis juga, hemat tempat. Kalau beli di luar Bali dimana mbak?

    BalasHapus
  26. kipasnya cakep-cakep ih mba, jadi inget nenekku deh. nenekku dulu slalu kipasan pake kipas model begini. ahh, jadi mau buat biar skalian nostalgia kenangan bareng nenek juga

    BalasHapus

Posting Komentar

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...