3 Februari 2017

Posted by Sri Wahyuni on 3:33 PM 10 comments
RESENSI BUKU LARIS MANIS BISNIS WISATA HALAL
"Mengungkap Rahasia Sukses Memulai Bisnis Digital Wisata Halal"

Judul Buku            : LARIS MANIS BISNIS WISATA HALAL
                              (Mengungkap Rahasia Sukses Memulai Bisnis Digital Wisata
                               Halal)
Penulis                 : 1. Cheriatna
                             2. Desi Namora
Tebal Buku           : 86 Halaman

sumber: FP BLMBWH

Siapa sih yang tidak kenal internet? Hampir semua manusia mengenalnya. Bahkan anak-anakpun sudah menganggap internet sebagai mainannya sehari-hari. Terlebih dengan pesatnya kemajuan teknologi saat ini, otomatis hampir semua aspek kehidupan terasa semakin mudah diakses. Dengan kata lain saat ini jamannya era digital, semua bisa dikerjakan secara online.

Gaung era digital ini ternyata membawa dampak besar bagi kehidupan. Manusia semakin kritis dalam berpikir dan bertindak. Mereka tidak akan berdiam diri ketika mendapati bahwa lapangan pekerjaan semakin sempit yang berakibat sulitnya mencari kerja. Bekerja tak harus susah payah meninggalkan rumah, mempercayakan pengasuhan anak kepada pembantu atau bahkan duduk manis di sebuah ruangan dan berkutat dengan pekerjaan kantor. Selama sesuatu itu bisa dikerjakan secara online, semuanya akan menjadi mudah.

Bahkan, cukup dengan duduk manis di rumah, sambil menggerakkan jemari tangan diatas tuts keyboard, sementara otak sedikit diputar sembari menuangkan sebuah ide, jadilah sebuah pekerjaan yang menjanjikan. Yang lebih mengagumkan, yang namanya ijazah saat ini sudah tidak begitu dipedulikan. Meski berbagai instansi masih menilai bahwa status pendidikan dan skill tenaga kerja itu penting, namun tidak untuk bisnis online.

Banyak contoh yang menunjukkan bahwa suksesnya bisnis online bukan berasal dari tingginya jenjang pendidikan yang dimiliki si owner. Justru, mereka yang hanya berpendidikan seadanya mampu menjalankan bisnis dengan sukses. Modalnya adalah keberanian, pengalaman dan usaha keras. Tanpa itu semua, mustahil sebuah bisnis akan sukses meski si owner memiliki jenjang pendidikan tinggi sekalipun.

Cheriatna, Founder Komunitas Bisnis dari Rumah, yang hanya lulusan SMA, tidak mempunyai latar belakang IT dan travel, ternyata sukses menjalankan bisnis travelnya. Itu semua karena tiga hal tadi selalu ditanamkan dalam dirinya (keberanian/tidak takut, pengalaman dan usaha keras yang dilakoninya).

sumber: Buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal

Dalam buku bisnis yang berjudul LARIS MANIS BISNIS WISATA HALAL “Mengungkap Rahasia Sukses Memulai Bisnis Digital Wisata Halal”, Cheriatna membagikan pengalamannya bagaimana membangun sebuah bisnis travel hingga menjadi bisnis yang menjanjikan. Masa kecil Cheriatna yang penuh perjuangan ternyata membawanya menggapai mimpi. Dia adalah seseorang yang ulet sekaligus suka tantangan. Buktinya, dia berhasil melakukan perjalanan ke luar negeri. Bahkan setelah menikah pun, ia mengajak serta istrinya keliling dunia berkat bisnis travel yang dijalankannya.

sumber: Buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal

Mengapa bisnis wisata halal yang dipilihnya dan bukan bisnis umroh?

Pada halaman 7 – 11, Cheriatna memberikan gambaran disertai grafik. Meski bisnis umroh kelihatannya sangat menjanjikan, karena banyak yang ingin umroh. Namun bila dilihat dari faktor resiko, bisnis ini sangat riskan, seperti visa yang tidak keluar dan sebagainya. Lain halnya dengan bisnis wisata halal yang resikonya lebih kecil, ditambah pesaing/kompetitor yang masih sedikit. Agaknya bisnis ini lebih aman dan lebih menjanjikan untuk dijalankan.

Ada beberapa kriteria yang menunjang bisnis wisata halal ini, diantaranya:
  1. Tersedianya fasilitas halal seperti mudah ditemukannya masjid, jam sholat, tempat wudhu, arah kiblat di hotel, dan tersedia kitab suci.
  2. Tidak ada aktifitas non halal, seperti perjudian dan minuman beralkohol.
  3. Kegiatan malam lebih positif.
  4. Makanan yang disajikan halal dan terjamin kebersihannya.

Sementara itu, geliat bisnis wisata halal sudah sampai merambah ke luar negeri. Bukan hanya negara muslim saja, namun negara non muslim juga mulai berbenah diri mempersiapkan destinasi wisata halal. Seperti contohnya Korea, China, Jepang dan Eropa (sebagaimana yang dipaparkan dalam halaman 12 – 19.
sumber: Buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal
Seolah tak mau ketinggalan dengan luar negeri, pemerintah Indonesia juga ikut berbenah diri untuk menjadi negara terunggul dalam pariwisata halal di tahun 2020.  Bahkan pemerintah juga memberikan penghargaan kepada pihak yang berkontribusi dalam wisata halal melalui Kompetisi Pariwisata Halal Nasional (KPHN), dan menetapkan 15 pemenang seperti yang disebutkan pada halaman 21 – 22 buku ini.

Intinya, travelling merupakan salah satu perintah yang disarankan untuk dilakukan bagi seorang muslim, sebagaimana yang dijelaskan dalam QS Al-Mulk:15):
“Dialah Yang menjadikan bumi itu mudah bagi kamu, maka berjalanlah disegala penjurunya dan makanlah sebagian dari rezeki-Nya.....”

Dalam buku bisnis ini, Cheriatna juga menjelaskan darimana memulai bisnisnya? Yang jelas Cheria Holiday tidak memakai uang pribadi dalam menyewa kantor, membuat sistem atau menggaji karyawannya. Ada empat hal utama yang diterapkannya, diantaranya:
  1. Kuatkan Azzam. Tekad yang kuat adalah modal utama yang akan menjadi sumbu penyemangat saat menemui tantangan di tengah jalan.
  2. Pengalaman VS product knowledge. Ada dua hal yang perlu diperhatikan, yaitu keyakinan menjual produk setelah memiliki pengalaman di destinasi wisata yang dijalani, atau apakah hanya dengan menguasai rute paket tour yang akan dijual (product knowledge), kita sudah berani untuk menjual produk tersebut?
  3. Penghitungan biaya operasional. Biaya operasional yang dikeluarkan tergantung dari fasilitas yang digunakan, seperti tempat menjalankan bisnis, jumlah pegawai, atau alat yang digunakan.
  4. Pendapatan yang diinginkan. Intinya semakin ulet kerja keras kita maka semakin besar pula pendapatan yang kita peroleh.

BAGAIMANA MEMBUAT BISNIS SEMAKIN BERKEMBANG?
Salah satu caranya dengan mendigitalkan bisnis kita. Saat ini bisnis online lebih dilirik ketimbang offline. Masyarakat lebih melihat ke sisi efiensi dan efektifitasnya. Dengan melakukan transaksi secara online, otomatis akan hemat waktu, tenaga dan biaya.  Oleh karena itu penjualan online kini makin meningkat tajam. Dan tak harus pandai di IT bila ingin sukses berbisnis online. Saat ini banyak cara untuk mendigitalkan bisnis, yaitu dengan:
  1. Facebook Ads. Merupakan salah satu cara promosi bisnis yang ditawarkan oleh facebook.
  2. Menjual aplikasi di Google Play Store. Caranya sangat mudah, tinggal download “Halal Travel Konsorsium” maka kita dapat mengetahui informasi wisata halal.
  3. Melalui tulisan di blog. Investasi tulisan adalah kegiatan yang sangat menguntungkan. Semakin banyak artikel menarik yang kita posting di blog maka semakin banyak pula pengunjung blog, yang bisa jadi memberikan keuntungan bagi kita.
  4. Menggunakan Google AdWords. Merupakan fasilitas periklanan yang ditawarkan google, biasanya dengan radius sekitar 10 -20 km dari lokasi kantor kita. Hal ini bertujuan agar para pembeli dapat mengunjungi kita dan memastikan apakah bisnis kita sesuai dengan kriterianya?


Selain mendigitalkan bisnis kita, ada baiknya kita juga menawarkan keunikan bisnis wisata halal yang kita kelola demi kenyamanan para pemakai jasa travel, seperti yang dilakukan Cheria Holiday (hal 34 – 35).

Lalu apa saja komponen pendukung bisnis wisata halal?

  • Halal Travel Konsorsium (HTK), sudah berbasis web dan aplikasinya dapat diunduh di hp android. HTK mencakup ribuan paket tour domestik dan Internasional yang siap dijual tanpa harus membuat produk. Ini sangat cocok digunakan bagi yang ingin memulai bisnis travel. Sedang keanggotaannya dibagi menjadi 2, yaitu sebagai vendor dan sebagai reseller. Dengan beberapa kriteria seperti yang dijelaskan pada halaman 38 – 39 buku ini.
  • Asosiasi Travel Halal Indonesia (ATHIN), yang didirikan di Jakarta pada tanggal 1 Desember 2016.  Beberapa travel sudah bergabung dalam asosiasi ini demi mendorong tumbuhnya insdustri pariwisata halal di Indonesia. Untuk mengenal lebih lanjut tentang ATHIN bisa dilihat di websitenya: www.athin.org.
  • Lomba-Lomba Blog Wisata Halal. Cheria Holiday sudah 4 kali mengadakan lomba blog wisata dengan hadiah paket tour gratis ke Turki, Singapore, Kualalumpur, Beijing dan Raja Ampat. Dengan lomba blog ini otomatis akan berkontribusi terhadap permintaan tour wisata halal.

Dalam buku ini, Cheriatna juga memberikan testimoni para pelanggan Cheria Holiday yang merasa puas dengan pelayanannya. Bahkan demi membuktikan bahwa bisnis wisata halal ini sangat menjanjikan, secara blak-blakan dia juga membeberkan kisah sukses pasangan pasutri Pak Imam dan Bu Siti Nurhayati yang sukses berbisnis wisata tanpa perlu modal besar, hingga menceritakan perjalanan Cheria Holiday dalam menjalankan bisnisnya.

Dalam memulai bisnisnya, Cheria Holiday menggeluti dunia umrah dan haji, hingga akhirnya pilihannya tertuju kepada Tour Wisata Halal, (hal 53). Selain itu Cheria Holiday juga menyelenggarakan program magang dengan tujuan agar peserta magang mampu belajar menghandle konsumen, mengetahui cara memakai sistem, mengetahui cara memasarkan produk secara efektif bahkan bisa mendampingi tamu jalan-jalan.

Sedang untuk mengatasi kendala dimana tamu tidak mencapai target yang kita inginkan, maka kita bisa memilih konsorsium salah satunya dengan Halal Travel Konsorsium (HTK). Kita bisa join tamu agar program tour terlaksana dan menguntungkan.  Namun bila ada kendala dari tamu/konsumen, misal dia komplain melalui media sosial, maka kita harus membuat klarifikasi yang kita forward ke media-media online, agar bisnis kita tidak berdampak negatif.

Sebuah berita menggembirakan, dimana Bank Syariah kini memberitakan support tentang wisata halal ini baik berupa diskon kepada tamu maupun menawarkan program berangkat dulu bayar belakangan. Bahkan Duta Besar Bosnia secara langsung mendatangi Cheria Holiday untuk ikut mempromosikan paket tour ini. Sungguh luar biasa. (Halaman 63 – 66 berisi foto-foto perjalanan wisata halal yang menyenangkan).

Tak lupa dalam buku ini juga diberikan lampiran berupa 6 daftar destinasi wisata halal andalan yang terangkum dalam 6 contoh itinerary destinasi wisata halal yang bisa menjadi pilihan muslin traveller, seperti yang dijabarkan pada halaman 69 – 82.

Jadi, bagaimana dengan Anda? Ingin menikmati wisata halal bersama Cheria Holiday atau malah ingin memulai bisnis wisata halal? Buku Bisnis berjudul LARIS MANIS BISNIS WISATA HALAL “Mengungkap Rahasia Sukses Memulai Bisnis Digital Wisata Halal” layak Anda miliki bila ingin memilih salah satu atau keduanya. Bapak Cheriatna secara blak-blakan menceritakan rahasia suksesnya berbisnis wisata halal. Segera miliki bukunya dan dapatkan ilmunya. 


Tulisan ini diikutsertakan dalam Lomba Resensi Buku Laris Manis Bisnis Wisata Halal
Reaksi:

10 komentar:

  1. Balasan
    1. Bukunya keren mbak...isinya padat dan inspiratif

      Hapus
  2. Keren ya..sampai dubes Kroasia ikut membantu mempromosikan yak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Cheria Holiday memang sudah terkenal memberikan pelayanan memuaskan untuk tamunya

      Hapus
  3. Kemarin mau ikut lomba ini gak sempet euy. Moga sukses ya mba Yuni.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Buat mbak yuni pasti bisa lah, Semangat mbak :D hehe

      Hapus
  4. nyaman ya mbak kalo wisata halal. kayaknya wisata anak sekolah juga perlu dibikin juklal halalnya nih. biar ga pada wisata ke pantai yang bikin harus tutup mata hehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mbak saya juga berharap seperti itu...pantai bukan tempat yang tepat untuk wisata terutama bagi anak2

      Hapus
    2. Pantai emang kurang baik untuk anak, yang dewasa aja masih bisa hilang apalagi anak.

      Hapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...