30 Mei 2016

Posted by Sri Wahyuni on 9:11 PM 20 comments
Lagi-lagi cerita di tanggal tua. Bukan sekedar basa-basi tapi inilah nyatanya. Siapapun pasti mengeluh ketika tanggal tua tiba. Dompet pun menjerit, apalagi si empunya.......

Sudah pasti ibu rumah tangga seperti saya akan kelabakan mencari akal, manakala melihat isi dompet yang memprihatinkan. Hehehe....dan ini bukan rekaan atau cerita penghantar tidur. Bahan makanan yang rasanya tidak mungkin disantap, seketika disulap menjadi hidangan yang istimewa dan mengenyangkan.


Inilah yang saya alami setiap akhir bulan. Harus jeli memanfaatkan bahan di sekitar dapur. Seperti hari ini, saya tidak sadar jika pisang kepok yang saya beli beberapa hari lalu hampir membusuk. Dari aroma baunya sudah tercium kalau pisang ini tidak nikmat untuk disantap. Lalu...apakah saya akan membuangnya? Oh..."no", tentu tidak kawan......

Saya masih ingat kata-kata tetangga saat tinggal di Papua beberapa tahun yang lalu. Kebetulan tetangga saya asli Makasar. Salah satu makanan khas Makasar adalah "barongkok". Saya belajar membuat barongkok dari dia. Justru makanan inilah yang membutuhkan bahan dasar pisang yang terlalu masak. Semakin masak pisangnya, maka semakin legit rasa barongkoknya.

Dari hasil berkutat di dapur siang tadi, inilah penampakan barongkok yang saya buat. Eitt...untuk pembaca yang asli Makasar jangan protes ya!!! Berhubung tidak ada daun pisang di sekitar rumah saya, akhirnya adonan barongkok saya kukus dalam sebuah wadah, namun rasanya tetap OK!
ini penampakan barongkok yang sudah matang

Mau tahu bahan-bahannya? Yuk ah perhatikan bahan yang dibutuhkan di bawah ini.

Siapkan pisang kepok yang sudah masak, lebih baik yang sangat masak bahkan hampir membusuk (tapi masih manis lho....). Cukup 10 sisir saja, lalu kupas kulitnya dan potong kecil-kecil. Masukkan dalam blender.
pisang bahan utama barongkok

Tambahkan dua butir telur ke dalam blender yang berisi potongan pisang.


Masukkan 1 - 2 gelas tepung terigu. Tuang kedalam blender.

Tambahkan 1 sachet susu kental manis merk apa saja. Semuanya ya, jangan setengah atau seperempatnya, agar manisnya terasa.

Tambahkan setengah dari 1 sachet santan kara. Ini bertujuan agar barongkok terasa gurih bila sudah matang.


Jangan lupa!!! Setelah bahan digabung jadi satu, tambahkan 1 gelas air putih agar adonan nantinya tidak terlalu kental. Lalu blender semua bahan sampai halus.

Bila semua bahan telah tercampur dan terlihat halus, langkah selanjutnya adalah siapkan dandang untuk mengukus barongkok. Sebenarnya, barongkok ini dibungkus daun pisang agar terasa sedap, namun saya memilih praktisnya, memasukkan adonan barongkok kedalam sebuah wadah, untuk kemudian saya kukus. Guna menambah aroma wangi, maka saya tambahi potongan daun pandan.

Cukup 15 - 20 menit saya kukus barongkok dengan menggunakan api sedang, aroma wangi pun sudah tercium. Ini tandanya barongkok sudah matang. Bila ingin mendapatkan cita rasa yang legit, sebaiknya barongkok ini disantap dalam keadaan dingin. Ini artinya, setelah barongkok dingin, bisa langsung disimpan dalam lemari es, dan setelahnya bisa dinikmati sambil bersantai ria.

Inilah cerita saya di tanggal tua, memanfaatkan pisang yang terlalu masak untuk hidangan di rumah. Jadi, yang penasaran ingin membuat barongkok di rumah, ikuti cara saya......


Categories:
Reaksi:

20 komentar:

  1. Waah nambah ilmu buat berhemat sekaligus bikin cemilan enak. Makasih ya mba sharingnya ��

    BalasHapus
  2. Baru tahu ada nama makanan barongkok, aduh kuper banget saya. Makasih, mbak, udah share info menarik. Seringnya kalau ada pisang sangat masak, saya jadikan makanan ikan :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi...saya tahu karena punya teman orang Makassar mbak.....silahkan mencoba resep ini mbak

      Hapus
  3. wah belum pernah nyoba nih kuliner ini

    BalasHapus
    Balasan
    1. hayuk mbak dicoba...sapa tahu ketagihan

      Hapus
  4. Saya pernah nyoba barongkok yg dibungkus daun pisang :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya mbak aslinya dibungkus daun pisang

      Hapus
  5. waktu tinggal di Makassar sampek bosen makan barongkok mak, enak banget emang, lembut2 gimana gitu

    BalasHapus
  6. wah..bisa dicoba ini.trims atas resep tanggal tuanya mbak.

    BalasHapus
  7. wah..bisa dicoba nih.trims ya mbak resep tanggal tuanya.

    BalasHapus
  8. Biasanya agar tidak lekas masak, pisang saya masukkan ke dalam kulkas.
    Resep ini mudah ya. Kapan2 pengen nyoba. TFS ya, mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. kalau resep aslinya pisangnya ditumbuk mbak, trus adonannya dicampur dalam wadah dan diaduk sampai rata>.....saya nyari yang simple nya aja hehehe......

      Hapus
  9. Biarpun tanggal muda juga masih bisa kan ya mbak bikin kudàpan ini hehe....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa mbak, kudapan ini dibuat tanpa batas hehehe

      Hapus
  10. waah pastinya enak nih. bahan2nya dan cara membuatnya mudah pula. Tapi mba, itu pisangnya 10 buah mungkin ya, bukan 10 sisir

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...