21 Agustus 2014

Posted by Sri Wahyuni on 6:55 AM 19 comments
Bali memang terkenal dengan eksotika tempat-tempat wisatanya. Tak ayal banyak wisatawan tertarik ingin berlama-lama di pulau Dewata ini sambil menikmati indahnya pemandangan alamnya. Bukan hanya wisatawan mancanegara, banyak wisatawan domestik yang berlibur ke Bali. Bali seolah menjadi surganya para wisatawan yang begitu memabukkan.


Saya merasa beruntung bisa tinggal di Bali. Tanpa mengeluarkan biaya banyak, saya dapat mengunjungi tempat-tempat wisata di pulau Dewata, kapanpun saya mau. Jalan-jalan adalah cara saya merefresh tubuh agar kembali segar. Siapapun dia, apakah seorang pegawai, pelajar atau hanya ibu rumah tangga, rasanya sangat perlu meluangkan waktu sejenak untuk bersenang-senang dengan keluarga.

Lalu kemana saya biasanya jalan-jalan? Kemana lagi kalau bukan ke pantai. Ada banyak alasan mengapa saya memilih pantai sebagai tempat rekreasi keluarga? Pergi ke tempat ini membuat pikiran saya jadi segar kembali. Semua beban yang saya rasakan, seolah hilang dan berganti dengan kesegaran. Bukan berarti banyak turis yang sedap dipandang ……..namun saya lebih menikmati pemandangan ini seraya memuji kebesaran Tuhan.

Mengingat lalu lintas di Bali yang macet, dan selalu dipadati kendaraan dari berbagai arah, saya lebih suka mengendarai motor agar cepat sampai tujuan. Namun ada satu kendala ketika mengendarai motor, yaitu cuaca di Bali yang sangat panas dan terik. Panasnyapun demikian menyengat, bahkan bisa merubah warna kulit menjadi coklat. Tenggorokan jadi mudah merasa kering dan haus. Itulah sebabnya saya selalu membawa bekal Liang Teh Cap Panda, sebagai teman di perjalanan. Dengan minum Liang Teh Cap Panda, tenggoran saya tidak lagi kering, bahkan terhindar dari panas dalam atau sariawan.

Liang Teh Cap Panda memang OK
Saya jarang mencari obyek wisata yang jauh dari jangkauan. Selain karena macet, cuaca yang panas, sampai di tujuanpun tak jadi senang. Lebih baik saya memilih tempat yang dekat dengan rumah, dengan pemandangan yang tak kalah menarik, dan puaspun saya dapatkan.

Ada sebuah pulau yang menarik untuk dikunjungi. Lokasinya sangat dekat dengan tempat tinggal saya. Bila saya tempuh dengan motor, hanya butuh waktu kurang dari 30 menit untuk sampai tujuan. Namanya Pulau Serangan. Pulau ini termasuk pulau yang terpencil di wilayah pulau Bali. Ia terletak di sebelah selatan Pantai Sanur, dengan luas arealnya kurang lebih 73 hektar dan dihuni oleh penduduk lokal.  Jika melalui jalan darat hanya ada satu jembatan yang menghubungkan Bali dengan pulau ini. Namun jika air laut dalam keadaan pasang, maka jembatanpun akan tenggelam dan tak bisa dilalui.



Peta Pulau Serangan dari Google Map
Beberapa kali saya mengunjungi Pulau Serangan, namun hanya sebatas melihat pantainya. Hari Minggu yang lalu, saya kembali mengunjungi pulau ini, dengan harapan ingin menjelajahi seluruh isinya termasuk keindahan pantai dan sarana yang ada didalamnya. Wow…ternyata sangat menakjubkan. Berkunjung ke pulau ini bukan hanya bisa menikmati keindahan alamnya, namun saya juga mendapatkan banyak ilmu.
sumber: wikipedia
Pulau Serangan terkenal dengan sebutan Pulau Penyu, karena tempat ini merupakan tempat penangkaran dan konservasi penyu hijau. Tak harus merogoh kocek terlalu mahal untuk memasuki area ini. Cukup dengan membayar Rp. 2.000,- untuk motor dan Rp. 5.000,- untuk mobil. Sebelum memasuki area ini, kita akan melihat berbagai pemandangan. Di sisi kiri hamparan laut dan hutan mangrove, sementara di sebelah kanan tumpukan sampah seperti gunung, yaitu TPA Suwung. Sayang hutan mangrove itu, kini tak hijau lagi.

jalan menuju pulau Serangan
Memasuki Pulau Serangan, banyak tulisan yang menunjukkan tempat-tempat tertentu. Pastinya ini sangat memudahkan para pengunjung. Bila kita mengikuti jalan yang lurus, artinya menuju pantai Serangan yang sangat luas. Disitulah tempatnya surfing. Banyak para turis/wisatawan mancanegara yang bersurfing ria di tempat itu. Selain mendapat julukan Pulau Penyu, ternyata Pulau Serangan juga dijuluki Surganya Surfing. Wow…tentunya sangat mengasyikkan.

Jalanan di pulau Serangan dibelah oleh sungai-sungai kecil. Namun jangan khawatir nyasar, karena setiap belahan selalu ada tiang penunjuk arah yang memberi petunjuk lengkap dengan jarak tempuhnya. Bila penasaran dengan tempat penangkaran penyu, kita dapat bertanya kepada petugas penjaga tiket. Jalan menuju tempat penangkaran penyu adalah sebelah kiri tempat pembayaran tiket. Sebelum sampai tempat penangkaran penyu, ada banyak tempat menarik yang dapat dilihat. Seperti tempat pacuan kuda (horse riding) atau tempat berkumpulnya sapi-sapi piaraan warga setempat.

tempat berkumpulnya kuda-kuda
Ada sebuah pemandangan yang membuat saya berhenti dan tertegun setelah melewati horse riding, yaitu deretan rumah kontainer yang dicat putih dan tertata rapi. Mungkin itu sejenis “homestay” karena terlihat sepi, nyaris tak ada penghuninya.  Saya bahkan terinspirasi ingin mempunyai rumah kontainer dengan susunan yang sederhana tetapi nyaman untuk ditempati.


Setelah melewati rumah kontainer, saya menemukan petunjuk arah menuju tempat penangkaran penyu. Tempat ini berdekatan dengan tempat berkumpulnya para pramuka, semacam bumi perkemahan. Begitu memasuki tempat penangkaran penyu, saya melihat begitu banyak pengunjung, terutama anak-anak sekolah, karena di tempat inilah kita mendapatkan edukasi tentang proses penangkaran penyu. Tak perlu membayar tiket masuk untuk melihat penyu didalamnya. Cukup memasukkan uang ala kadarnya di kotak yang disediakan dan mengisi buku tamu setelahnya.

Ternyata saya banyak mendapat pengetahuan di pusat penangkaran penyu ini. Saya dapat melihat dengan nyata tempat penetasan telur penyu, bahkan yang lebih menyenangkan lagi, saya bisa melihat tumbuh kembang penyu, mulai dari yang baru menetas hingga yang paling besar.

Memang, kita tidak boleh sembarangan memegang penyu di tempat ini. Namanya tempat konservasi, pastinya ada petugas yang menemani kita sambil memberikan pengertian tentang budidaya penyu. Saya sempat bertanya, mengapa ada penyu yang dipisahkan dari yang lain? Ternyata penyu itu sedang sakit, ada tanda putih dibadannya, menandakan penyu itu terkena jamur dan harus diobati. Bila penyu telah sembuh dari sakitnya, maka ia akan dicampur kembali dengan temannya.

Saya juga diijinkan mengambil gambar bersama penyu. Namun harus hati-hati dan tidak terlalu sering, agar penyu tidak takut dan stress. Ketika saya memasuki sebuah tempat yang menarik, lebih tepatnya saya sebut “museum penyu”, saya kembali takjub. Di tempat itu, banyak dipajang gambar, seperti foto kegunaan penyu. Ternyata penyu punya banyak manfaat. Memang penyu tak bisa selamanya berada di penangkaran, ketika berumur 20 tahun, ia harus dilepas ke laut. Selain itu daging penyu dapat dijadikan sate yang rasanya nikmat. Cangkangnya dapat dijadikan kerajinan tangan, seperti gelang, kalung dan sebagainya. Telurnya dapat juga dijadikan obat.


Setelah puas dengan konservasi penyu, saya menuju hamparan air yang sangat luas. Wow…ternyata pantai Serangan sangat indah. Tak heran bila para turis lebih suka ke tempat ini. Airnya yang jernih kebiruan dan pasirnya yang berwarna coklat, memberikan daya tarik tersendiri bagi pantai ini. Sayang, panasnya begitu menyengat. Saya hanya bisa memandanginya dari kejauhan sambil berteduh. Memang sungguh menakjubkan. Dari jauh terlihat para wisatawan yang sedang menggunakan fasilitas “water sport” seperti banana boat, fliying fish, jet sky atau kapal. Mereka terlihat sangat menikmati.



indahnya Pantai Serangan
Udara yang sangat terik membuat saya harus segera meninggalkan tempat itu, meski agak berat. Namun agaknya lebih berat kulit saya hehehe…..kalau berlama-lama disitu, pastinya kulit yang sudah coklat akan berubah warna menjadi pekat.  Saya kembali menyusuri jalanan yang terbelah oleh sungai kecil. Di samping saya masih terbentang hamparan air yang sangat luas, dengan kapal-kapal kecil yang terapung. Bahkan ada sebuah kapal yang panjang dan sengaja sandar, dengan deretan kursi yang berjajar. Lebih tepatnya kapal itu disebut café terapung. Sementara di tepi jalan banyak berdiri bangunan kayu sebagai tempat istirahat. Ada juga gazebo yang penuh dengan anak-anak.  Mungkin tempat itu disewakan bagi para keluarga yang ingin beristirahat sambil menikmati pemandangan pantai Serangan.


Bukan hanya itu. Pulau Serangan yang begitu luas, ternyata juga dilengkapi dengan tempat ibadah. Di pulau itu berdiri Pura Suci, yaitu Pura Sakenan, tempat umat Hindu bersembahyang. Bahkan di pulau itu pula juga didiami Muslim Bugis. Tak ketinggalan sebuah sekolah negeri, yaitu SMP Negeri 11 Denpasar, juga berdiri disana.

Rasanya tak lengkap acara jalan-jalan saya bila tak mengunjungi warung makannya. Banyak tempat kuliner tersedia, mulai dari resto yang mahal hingga yang murah. Café atau resto banyak dikunjungi para turis, sedang warung lokal, yang menyediakan masakan tradisional hasil laut, dipenuhi oleh warga sekitar. Saya mencoba mengunjungi salah satu warung ikan bakar dan bermaksud membeli seekor ikan bakar untuk makan siang di rumah.

menunggu ikan bakar
Tak harus menunggu lama, kurang lebih 15 menit penjual itu membakar ikan pesanan saya dan membuatkan bumbunya. Setelah itu saya siap membawa pulang ikan bakar besar dengan harga Rp. 20.000,-. Dari aroma bumbu sambalnya, rasanya tak sabar ingin segera pulang ke rumah dan menikmati lezatnya ikan bakar yang saya beli. Namun pemandangan di sebelah kanan warung ikan membuat saya berhenti sejenak. Deretan mobil kuno dan antik berjejer rapi dengan cat yang warna-warni. Dari kejauhan tampak seperti domino. Itu adalah mobil yang disewakan untuk para wisatawan yang ingin mengelilingi pulau Serangan. Wow….berwisata di Pulau Serangan sungguh menyenangkan. Tak heran bila pulau ini menjadi salah satu desa wisata di Pulau Bali.


Untuk itu saya ingin berbagi tips kepada sobat semua. Simak baik-baik ya tips berekreasi ala saya.
  1. Sempatkan berekreasi bersama keluarga, paling tidak seminggu sekali atau sebulan sekali, agar tubuh makin segar, hubungan dengan keluargapun makin harmonis.
  2. Pilihlah obyek wisata yang dekat dari rumah. Kalau Anda penduduk asli, tentu sudah tahu obyek wisata yang dapat dikunjungi. Namun jika Anda pendatang, dapat bertanya kepada teman atau tetangga. Tentunya obyek wisata yang dekat dengan rumah, tidak hanya satu tempat, kunjungilah secara bergantian.
  3. Memilih obyek wisata terdekat dengan alasan hemat biaya, tenaga dan waktu.
  4. Bawalah bekal dari rumah selama perjalanan, sekaligus untuk berjaga-jaga bila makanan atau minuman yang dijual di tempat wisata mahal harganya.
  5. Bawalah kamera untuk mengambil gambar, pelindung seperti topi, payung, tisyu, handuk atau baju ganti bila anak-anak ingin berenang atau main air.
  6. Jangan asal masuk ke resto atau warung makanan sebelum tahu harganya. Tanyalah kepada teman atau tetangga yang sudah pernah mengunjungi tempat yang akan Anda kunjungi, kira-kira dimanakah penjual makanan yang murah dan enak? Agar Anda tak menyesal setelah membeli.
  7. Bila Anda telah berada di dalam obyek wisata, jangan malu bertanya hal-hal yang sekiranya perlu Anda ketahui, karena hal ini akan menambah wawasan dan pengetahuan Anda. Seperti saat saya mengunjungi konservasi penyu, tentunya banyak edukasi yang saya dapatkan dari ini.
Ya…jalan-jalan bersama keluarga tak selamanya butuh biaya banyak. Tak juga harus jauh ke luar negeri. Kalau ada yang dekat, mengapa tidak kita kunjungi? Yuk kita eksplore obyek wisata alam yang dekat dengan tempat tinggal kita! Sembari meningkatkan quality time bersama keluarga, hemat biaya, tema dan waktu, edukasipun juga kita dapatkan.

  

Tulisan ini diikutsertakan dalam 
Categories:
Reaksi:

19 komentar:

  1. mbak Yuni, baru tau ada wisata Serangan ^_^ udah bolak balik Bali padahal ya hahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener mbak Tanti, saya jadi terpesona dan takjub lihat pemandangan pulau Serangan....

      Hapus
  2. Tips nya boleh juga nih mba. Hiehieiehe. Kalau sudah membahas BALI tidak akan ada habis habisnya. Saya sudah 10 kali bertandang ke BALI periode 2005-2010. Namun belum pernah satu kali pun mengunjungi wilayah pulau terpencil di Bali. Mungkin luput atau kurang dikenal sama sayahnya. Heiiehiehiehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehehe sama mas, saya juga bolak balik mengunjungi pantai Serangan, namun hanya sebatas pantainya, belum sampai ke penangkaran penyu. Demi menjawab rasa penasaran, akhirnya saya kelilingi pulau Serangan, dan saya dapatkan hasilnya hehehe

      Hapus
  3. Baru tau nih mbak Pulau Serangan. Seru juga ni kontesnya,jadi banyak tau pantai2 indah di Indonesia. Mampir jg ke tulisanku ya mbak ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. deket banget dengan tempat tinggal saya mbak, gak nyampe 30 menit hehehe......pokoknya seru banget ikutan kontes ini, kita jadi kaya ilmu dan pengetahuan....sip mbak

      Hapus
  4. Bali memang surganya wisatawan...begitu banyak destinasi wisata yang ada di bali....selamat berlomba ya...semoga menjadi yang terbaik...https://www.facebook.com/pages/LIANG-TEH-CAP-PANDA/111417062230706

    BalasHapus
  5. Hwa... pengen ke konservasi penyu nya...

    BalasHapus
  6. Aku juga pengin ke sana, Mbak. Tapi apa benar udara di Bali sangat panas? Bahkan bisa membuat warna kulit menjadi cokelat.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tergantung hihihi....kalau kulit saya memang gampang gosong, jadi kena panas sedikit langsung deh hitam hehehe.....ayukk ke Bali

      Hapus
  7. wah keren bisa liat dan pegang penyuuu mantap nie mbak ^-^

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya boleh tapi sebentar, soalnya penyunya untuk konservasi takutnya kalau pegang kelamaan ntar malah stress....

      Hapus
  8. tinggal di kontainer gimana rasanya, ya? :)

    Asik jalan-jalannya, Mak

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu dia mak, saya juga penasaran, tapi kalau dimodifikasi dan dikasih AC, nyaman kali ya hehehe

      Hapus
  9. Pantai serangan ini yg deket nusa dua kan nyaa ?? Liang teh Cap panda enak banget kalo diminum dingin dan dalam kondisi matahari terik banget hahaha SEGERRRRR

    BalasHapus
    Balasan
    1. dekat Sanur bukan Nusa Dua. Wow, seger banget bisa ngilangin panas dalam

      Hapus
  10. Jossss Gandos Artikel
    sesama peserta mampir ke http://mlgcoffee.com/2014/08/10/malang-destinasi-pantai-eksotis-yang-perawan/

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...