18 Maret 2014

Posted by Sri Wahyuni on 3:41 PM 9 comments
Aneh ya kedengarannya, perjalanan impian kok malah Harley yang dibicarakan. Apa hubungannya? Hehehe……yang jelas tulisan yang kuikutkan dalam GA-nya mba Indah Nuria Savitri tentang Perjalanan atau Liburan Impian (MyDreamVacation) ini bukanlah sekedar rekayasa, namun senyatanya inilah yang sekarang menari-nari indah di pelupuk mataku.
sumber: disini

Well….tak ada sesuatu yang tak mungkin, dan berbahagialah orang yang punya mimpi, karena kelak ia akan berusaha mewujudkannya……itulah prinsipku. Jadi tidak ada yang tidak mungkin di dunia ini selama kita berusaha keras memperjuangkan mimpi itu. That’s right and am sure it.


Terus terang sejak dulu aku hobi banget naik motor, pakai kebut-kebutan lagi. Dasar anak muda kali ya hehehe……bahkan sempat beberapa kali jatuh, sampai gigi rompal dan dagu dijahit. Namun semua itu tak pernah memupuskan keinginanku untuk tetap bergaya diatas sepeda motor. 

Flashback ke masa lalu, saat masih duduk di bangku SMA, aku sering menghabiskan liburanku dengan berkendara bersama teman-temanku. Entah itu ke pantai, ke air terjun, ke gunung dan sebagainya. Yang jelas aku suka banget mencoba medan yang susah dan menantang untuk dilalui motor. 

menghabiskan waktu bersama teman-teman SMA
Perjalanan jauh pun seringkali kulalui. Aku yang asli Blitar, sering pergi ke Malang, Kediri, Tulungagung bahkan Madiun seorang diri. Bagiku ini adalah hal yang biasa. Aku serasa menikmati udara kebebasan, meski toh akhirnya sering dikuntit seseorang. Inilah yang kadang membuatku tak nyaman berkendara. Namun solusinya aku selalu mencari tempat keramaian atau singgah di pom bensin agar si penguntit tak jadi mengikutiku.

Dan kini, aku bersyukur bahwa Allah memberiku seorang jodoh yang hobi banget naik motor. Bahkan suamiku sering berangan, bila kelak uangnya terkumpul bukan mobil yang dibeli namun Harley Davidson-lah incarannya. Terlalu muluk kedengarannya ya.......

suamiku yang hobi berkendara
Lalu tentang perjalanan impianku, rasanya bukan sesuatu yang tak masuk akal bila aku mengimpikan sebuah perjalanan ke suatu daerah atau bahkan ke sebuah pulau dengan menunggangi si Harley ini. Meski toh banyak juga impian-impianku yang lain. Tentang lagu “Amayadori” yang selalu mengalun indah di blogku, itu juga salah satu impianku. Aku sangat mendambakan bisa menginjakkan kaki di negeri Sakura. “Nihon jin wa kirei jin desune”….that’s I think, Japan is the most beautiful country with the nice culture and have a lot of modern technologies.

Demi memenuhi keingintahuanku tentang Jepang, sampai aku bela-belain kuliah di Politeknik Negeri Malang mengambil jurusan Administrasi Niaga. Kebetulan aku mendapatkan mata kuliah bahasa Jepang, dan mata kuliah inilah yang paling kusenangi, hingga nilai “A” pun kuraih. Terkadang dari jurusanku didatangkan seorang “sensei” (guru) dari Jepang. Kami praktek percakapan ala Jepang, hingga masing-masing dari mahasiswa mendapat bagian permen yuppi asli Jepang. Oh….so sweet, mengenang masa itu.
saat kuliah di Poltek Negeri Malang

Bukan hanya itu, lulus kuliahpun aku masih berburu pekerjaan di perusahaan Jepang yang ada di Indonesia. Saat itu berulangkali aku mendapat panggilan interview di PIR Pasuruan, sederetan perusahaan Jepang bercokol disana. Mulai dari Mitsubitsi, Yamaha, Daigaku dan sebagainya. Sayang, aku salah menjawab interview itu, sehingga aku gagal diterima di perusahaan itu. Memang dalam perusahaan Jepang selalu mempekerjakan karyawannya sangat underpresser, mereka bekerja penuh tekanan dan sangat disiplin. Namun bukan berarti dianggap kuli. Kompensasi mereka besar, bahkan tenaga mereka pun sangat dihargai. Banyak fasilitas yang diberikan. Sungguh tak rugi bekerja di perusahaan Jepang.

Sebenarnya impianku bukan hanya ingin mengunjungi Jepang saja. Aku juga ingin seperti layaknya muslim di Indonesia, yang berharap bisa mengunjungi rumah Allah walau hanya sekedar umroh. Bahkan akupun sempat berandai-andai suatu saat aku akan mengajak serta keluargaku: suami dan anakku, orang tuaku, mertuaku, dan familiku umroh ramai-ramai ke Mekkah, sembari mendekatkan diri kepada Allah dan melaksanakan wisata hati bersama keluarga besarku. Amin Allahuma Amin.
sumber disini
Dan mengenang perjalananku adalah sebuah cerita yang selalu terpatri indah di relung hatiku. Memang senyatanya hidup ini adalah sebuah perjalanan. Kalau dulu semenjak lahir sampai lulus SMA aku memang berdiam diri di kota kelahiranku, Blitar. Menikmati wisata di kota kecilku bersama teman-temanku. Setelahnya aku mulai merambah kota Malang untuk melanjutkan kuliah dan mencari penghasilan disana. Sampai akhirnya aku mengembara ke Surabaya untuk kembali mengais rupiah. Tentunya banyak cerita indah yang kurajut dalam rentang perjalanan itu.
Candi Penataran yang sering kukunjungi
lokasi desa Nglegok, Blitar

Namun setelah menikah, ternyata cerita perjalananku semakin menarik. Aku yang notabene meninggalkan hiruk pikuknya sebuah kantor dan memutuskan hanya menjadi ibu rumah tangga saja, ternyata memberiku sebuah arti kehidupan yang sangat mendalam. Semenjak menikah aku resmi mengikuti suamiku ke Papua. Banyak perjalanan yang kulalui disana. Mulai dari beradaptasi dengan lingkungan yang masih asing, lalu aku beberapa kali terserang wabah malaria, sampai akupun akhirnya mengagumi budaya Papua dan beberapa kali ikut tampil dalam pentas tari. Sungguh sebuah pengalaman yang tak pernah terlupa.
Saat pentas Tari Anire, tarian pesta panen 

Bahkan bukan hanya pentas tari yang kuikuti. Senyatanya aku jadi tahu tempat-tempat wisata di Papua. Meski toh Papua yang kukunjungi hanya sekitaran Jayapura – Sentani. Apalagi saat aku bersama rombongan ibu-ibu bisa menginjakkan kaki di perbatasan RI – PNG. Meski ini dibilang aji mumpung karena kebetulan suami berdinas di Papua, namun bagiku menjadi sebuah moment yang terindah dalam hidupku.
kenangan di PNG

Dan kini saat aku kembali mengikuti tugas suamiku di Bali, cerita perjalananku pun mengisahkan alur yang berbeda. Kalau dulu rute Surabaya – Papua selalu kutempuh dengan pesawat, kini dengan berkendara motorpun aku bisa menempuh rute Bali – Blitar. Seperti ceritaku di The Most Unforgettable Journey – nya mbak Muna Sungkar.
Honda PCX, motor kebanggaan
Memang sangat riskan berkendara dengan menempuh jarak bermil-mil. Selain faktor cuaca, faktor keselamatanpun juga harus diperhitungkan. Apalagi mengajak serta anak. terus terang akupun was-was akan kondisi anakku saat diguyur hujan terus-menerus atau diterpa angin malam. Namun seperti ceritaku lalu, untuk melakukan perjalanan jauh dengan berkendara, aku sudah mempersiapkan matang-matang kelengkapannya. Baju yang kukenakan, demikian juga baju yang dipakai suami dan anakku selalu berlapis, tak lupa jas hujan masing-masing yang tak pernah ketinggalan. Ada kacamata, helm, sarung tangan, sepatu karet, masker penutup hidup serta baju ganti anak yang tersimpan di box belakang motor.

Tentang impianku berkendara Harley, sebenarnya bermula dari sini. Jadi ceritanya begini. Saat kami berboncengan melintasi hutan panjang antara Situbondo – Ketapang, kami disalip oleh sepasang suami istri yang masing-masing menunggang Harley. Deru mesin Harley itu memang membuat jantungku bergetar karena takut. Namun ketika melihat si penunggang itu adalah perempuan, rasanya nyaliku tertantang. 
sumber : disini
Sepanjang perjalanan tak henti-hentinya aku memuji keberanian perempuan itu. Sampai-sampai aku membayangkan, andai si penunggang harley itu adalah aku…wiihh pastinya aku akan merasa puas. Dari dulu memang cita-citaku bisa mengendarai moge keliling pulau. Nekat kali ya, perempuan kok bercita-cita aneh hehehe…..tapi sumpah, inilah impianku yang paling mengusik anganku.

Andai saja Allah memberikan rejeki berlebih pada keluargaku, aku ingin memiliki dua buah Harley. Satu untuk suamiku, satu lagi untukku. Lalu aku akan ajak suamiku untuk touring, bukan untuk kebut-kebutan tetapi hanya ingin menikmati perjalanan berdua seperti layaknya sepasang sejoli yang lagi kasmaran uhui……
Tentang anak, aku tak pernah merisaukannya. Kemanapun akan kubawa serta dia, karena senyatanya dia sangat enjoy menikmati sepanjang perjalanan yang telah kami lalui. Agaknya darah petualang juga mengalir dalam tubuhnya. Menurutku ini adalah wisata keluarga yang irit. Selain bisa menikmati perjalanan, dapat juga singgah di tempat wisata yang ada di sepanjang jalan yang kami lalui. Intinya menikmati perjalanan dengan santai sambil refreshing dan menikmati indahnya pemandangan.

Dan mengapa aku sampai punya angan ingin menjadi penunggang Harley? Rasanya puas bisa menunggangi moge setangguh Harley, apalagi dapat melakukan touring bersama keluarga tercinta. Bagiku hal terindah dalam hidupku adalah saat melalukan semua kegiatan bersama keluarga. Apapun bentuknya, entah itu pergi bareng, makan bareng atau tinggal di rumah sempit bareng, rasanya lebih nyaman. Yang penting hidup ini harus dinikmati, berapapun nikmat yang Allah berikan kepada kita, hendaknya senantiasa kita syukuri.

Semoga impianku jadi kenyataan, Allah menjawab doaku. Aku jadi penunggang Harley beneran seperti mimpiku. Karena anganku ini bukan untuk ajang pamer kekayaan atau pamer kekuatan, namun lebih pada kebersamaan. Dan kebersamaan itu memang indah. Sesuatu yang paling indah adalah menjalani hari-hari bersama keluarga tercinta di atas Harley Davidson. Semoga saja terwujud, tepok jidad dulu hehehe…………..


Tulisan ini diikutsertakan dalam GiveAway "MyDreamyVacation" bersama Indah Nuria Savitri's Blog

 GiveAway MyDreamVacation
Categories:
Reaksi:

9 komentar:

  1. amiiiin semoga tercapaaaiiiii mak...Harley seru bangeeet....dan juga impian lainnya :D>..semoga Yang Kuasa mendengar, mencatat dan mengabulkan mimpi-mimpi kita ya maaak..makasih sudah ikutan GAku :D..cheers..

    BalasHapus
  2. Wiiih aku juga suka banget roadtrip. Tapi Sim C ku udah lama mati nih karena KTP masih Jogja, tiap ke Jogja lupa perpanjangan :(

    BalasHapus
  3. naik aja sih aku bisa heheh etapi kalau suruh bawa gak tau deh

    BalasHapus
  4. Wah, ternyata senang bermotor ria ya. Semoga dikabulkan keinginan motor Harley-nya... Senang ya suaminya sesama suka bermotor juga. Wah, udah ke Bali, bahkan Papua. Pengalamannya seru sepertinya. Semoga aku pun kelak bisa bertualang keliling nusatara, hehe :)

    BalasHapus
  5. Mengendarai HD memang mengasyikkan, kata mereka. Tapi saya kok malah takut. Moge ini memacu adrenalin untuk melaju dengan kecepatan tinggi. Dia juga mempersyaratkan pengendaranya kokoh kuat dan trampil serta memiliki mental yang tangguh.

    Wujudkan mimpimu ke Baitullah Jeng.

    Semoga berjaya dalam GA
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  6. Mak Sri kereeen amat dah impiannye.. :))
    Tepok jidat berkali2 mak..hihi.. Aku takut mak naek motor segede itu :p
    Mudah2an impian mak terwujud ya, aamiin.

    BalasHapus
  7. Yaaaay... seru! Sejak SMA, aku juga pengen lho naik Harley. Sampe sekarang, jangankan naik sendiri, dibonceng pun belom pernah. Hihihi...
    Semoga impiannya tercapai. ^^

    BalasHapus
  8. Mbak boncengin aku ya sampe Bali kalo udah beli Harley ..hehehe..
    terima kasih sudah ikutan GA #dreamyvacation :)

    BalasHapus
  9. http://pesaslovers.blogspot.com/

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...