19 Februari 2014

Posted by Sri Wahyuni on 1:42 PM 3 comments


Orang tua mana yang tak bangga melihat anaknya berhasil. Dan hari ini akupun jingkrak-jingkrak karena anakku sudah bisa naik sepeda roda dua. Wiih…norak kali ya. Tapi inilah yang kurasakan saat ini. Sekian lama aku menanti saat dimana anakku bisa naik sepeda seperti anak-anak lain. Dan hari ini disaat usia anakku yang lima bulan lagi mendekati angka 9, dia menunjukkan keberaniannya.

Dulu sempat terbersit dalam benakku, bagaimana seandainya anakku tidak bisa mengayuh sepeda roda dua. Sementara anak-anak seusianya dengan riangnya berkeliling ramai-ramai saat liburan tiba. Bahkan aku sempat memaksanya untuk belajar mengayuh sepeda. Namun seolah keberanian itu tak pernah muncul dalam dirinya.

 Aku bahkan mencarikan sepeda bekas untuk belajar. Mertuaku yang demikian perhatian pada cucunya hingga mengirim sebuah sepeda untuk anakku. Bahkan tetanggaku dengan ikhlasnya meminjamkan sepedanya, agar anakku belajar mengayuh sepeda. Namun semua itu percuma. Anakku lebih memilih berjalan kaki ketimbang mengayuh sepeda, meski jaraknya jauh.

Rasa takut itu selalu menghantui anakku manakala memulai belajar.  Dalam bayangannya selalu rasa takut jatuh dan berdarah itulah yang membuat ia tak mempunyai nyali. Bahkan, karena badannya gemuk, saat sepeda itu diberi roda pertolongan, ternyata malah roda pertolongannya yang lepas dan lari entah kemana. Apalagi ibuku yang terkesan santai dan tak pernah memberi dorongan agar ia cepat bisa naik sepeda. Akhirnya anakku hanya bisa memandangi anak-anak yang bersepeda.

Hari ini ternyata keberanian itu timbul. Anakku bisa mengayuh sepeda roda dua meski belum stabil mengatur keseimbangan tubuhnya. Namun aku tetap salut. Ternyata berani itu membuatnya bisa. Sebuah pelajaran berharga yang kupetik dari cerita anakku. Bahwa keberanian itu membuat seseorang bisa mencapai sesuatu, bahkan ia mampu membuang rasa takut yang telah menghantui dirinya. Karena ketika kita berani berbuat sesuatu, niscaya hasil yang dicapai jauh lebih bagus dari bayangannya semula.
Categories:
Reaksi:

3 komentar:

  1. Aku bisa ngerasain mbak....dulu aku ngajarin anakku ga bisa2. Sampe ganti sepeda yg dia suka pun tetep ga bisa. Trus minta tolong tukang rotikeliling ama tukang ojeg buat ngajarin anakku, pd ga mau pdhl kan aku bayar. Akhirnya dg telaten aku ajari lg dan bisa, di kls 2 sd akhirnya anakku bisa ngayuh sepeda

    BalasHapus
  2. Alhamdulillah kalau anakku ga pakai di ajarin udah berpindah sendiri dari roda bantu ke roda dua saat masih di TK. malah sebelum umur 6 tahun sudah gowes sepeda emaknya.
    Tetapi keponakan yang kelas IV SD juga ga bisa gowes padahal kakak dan adeknya doyan bersepeda semua. Bawaan masing2 anak kayaknya.

    BalasHapus
  3. Aku sudah bisa sepeda roda dua dari jaman TK,
    soale dari bayi udah biasa diajak ortu muter2 naik sepeda.
    Salam kenal Bu :).

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...