26 Februari 2014

Posted by Sri Wahyuni on 5:44 AM 4 comments
Hari ini suamiku benar-benar geram dan menyatakan perang melawan sapi. Pasalnya sapi-sapi itu seolah tidak punya kapok. Berharap tidak kembali lagi setelah dilempar batu, ternyata malah semakin membabi buta. Pohon pisang yang tadinya menyisakan selembar daunnya, kini resmi tinggal batang yang separo. Rumput yang dijadikan pagar kini menyisakan sebuah pemandangan tak berbentuk. Dan tanaman terong itu kini telah roboh. Duh harus bagaimana lagi caranya membuat sapi-sapi itu jera.



Hatiku menjerit tertahan. Mengapa masih ada orang yang tak peduli sesama? Mempunyai ternak tanpa memeliharanya. Dibiarkannya sapi-sapi itu mencari makan sendiri. Setelah terlihat besar dan gemuk barulah diangkut paksa dengan mobil baknya untuk dijual.

Sayang pemilik sapi-sapi itu tinggal nun jauh dari komplek rumahku, jadi aku atau suamiku tidak bisa menegurnya. Dan malam nanti suamiku siap bertarung dengan mereka. Akan ia pasang tali panjang untuk menjerat sapi-sapi itu, kalau perlu disiapkan peluru senapan angin untuk menakut-nakuti mereka.

Jahat? Aku rasa tidak. Karena dengan begini kemungkinan pemiliknya akan datang dan mengambil sapi-sapinya. Aku hanya ingin memberi pelajaran padanya agar menjadi peternak yang bertanggung jawab, menyediakan kandang dan memberinya makanan sebagai layaknya seorang peternak. Toh diapun pasti akan memetik hasilnya bila menjadi peternak yang baik, sapi-sapi itu akan membuatnya berpenghasilan.

Semoga saja....

Penampakan terakhir pohon pisang dan pagar rumput di rumahku yang habis, hiks

Categories:
Reaksi:

4 komentar:

  1. Kalau ditempatku yang bermasalah biasanya enthok. Suka nyosor taneman orang.

    BalasHapus
  2. pemiliknya kurang bertanggung jawab ya mbak

    BalasHapus
  3. Kok bisa sapi membabi buta? seharusnya kan mensapi buta. hmmmm semoga pemilik sapi bisa diajak kerja sama, untuk ikut mengembangbiakan. bisa untung tuh

    BalasHapus
  4. Kasusnya sama dengan kebun Bapak Saya, Mba. Tpi, di sini Ayam yg suka jahat. Bukan Sapi. Hihihi

    Sabar ya, Mba.

    BalasHapus

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...