5 Februari 2014

Posted by Sri Wahyuni on 1:41 PM 1 comment
sumber: kaskus.co.id





 Mungkin inilah gambaran situasi arus lalu lintas di kota besar. Jalanan yang terlihat macet. Penuh oleh lalu lalang kendaraan. Sementara pengemudinya lebih mementingkan ego dibanding rasa kemanusiaannya. Hawa panas, kendaraan tak juga sampai tempat tujuan, bahkan harus berjam-jam mengantri. Belum lagi ada yang sedang menunggu di tempat tujuan. Semua membuat pengguna jalan raya tak bisa berpikir rasional.

Peluit panjang yang dibunyikan juru parkir sebagai tanda agar mereka sejenak memberhentikan laju kendaraannya seolah tak dihiraukan. Terpaksa sang juru parkirpun harus bersabar ditengah omelan mereka-mereka yang menggunakan jasanya. Dituding juru parkir tidak becus, kurang cekatan dan sebagainya. Yah...semua harus dijalani sang juru parkir demi mendapat upah seribu perak untuk kendaraan roda dua dan dua ribu rupiah untuk kendaraan roda empat.

Andai para pengguna jalan raya sadar, bahwa berbuat baik akan berpahala, atau setidaknya mereka membayangkan bagaimana jika mereka menjadi juru parkir, atau bahkan menjadi seseorang yang kendaraannya sedang diseberangkan juru parkir......pasti setiap bunyi peluit yang terkengar dari sang juru parkir tak akan lagi diindahkan. Mereka bahkan akan berhenti sebentar, memberi kesempatan kendaraan yang ingin menyeberang. Yuk...kita mulai peduli pada sesama!!!

Categories:
Reaksi:

1 komentar:

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...