7 Februari 2014

Posted by Sri Wahyuni on 2:51 PM No comments
Problematika hidup bertetangga seringkali terjadi. Ada yang mengundang pertengkaran, permusuhan, persaingan dan lain sebagainya. Wajar hal itu terjadi, karena mereka terdiri dari berbagai sifat dan perangai. Ada yang bawaannya judes, ada yang tutur katanya lembut, ada pula yang sedang-sedang saja.



Lantas bagaimana bila kita hidup di tengah-tengah tetangga yang suka bersaing? Si A orang kaya, makanya ia sering membeli ini itu. Sementara si B hanya orang biasa, untuk membeli itu dan ini, ia harus menabung dulu. Namun karena si B tak mau kalah dengan si A, lalu si B berusaha menandingi si A. Meski dengan cara berhutang, yang penting si B dapat memiliki sesuatu seperti milik si A. Bila si A mempunyai barang baru, buru-buru si B membeli barang yang serupa, demikian seterusnya.

Nah....melihat kejadian di atas, sebagai orang yang bijak sebaiknya janganlah mengikut jejak mereka. Biarlah mereka bersaing dalam hal materi. Yang penting kita tidak ikutan. Lebih baik hidup sederhana dan berkecukupan, daripada hidup mewah tetapi banyak hutang.

Satu hal lagi, jangan turuti hawa nafsu untuk ikut memiliki sesuatu yang belum mampu memilikinya. Bagaimanapun juga membeli sesuatu dengan kemampuan sendiri akan terasa lebih menyenangkan dibanding memaksakan diri berhutang demi mempunyai sesuatu.

Dan...jangan manjakan hati kita untuk mereka-reka sesuatu. Biarlah mereka yang bersaing, jangan ikut campur apalagi menyimpulkan sendiri apa yang terjadi, karena itu sama halnya dengan berburuk sangka. Lebih baik kita tata diri sendiri sebaik mungkin, menjadi pribadi yang selalu bersyukur, kaya iman dan menerima hidup apa adanya, sembari mengupayakan hidup yang lebih baik.
Categories:
Reaksi:

0 komentar:

Posting Komentar

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...