12 Januari 2014

Posted by Sri Wahyuni on 9:27 AM 1 comment
Day 12 :

وَالَّذِينَ إِذَا أَنْفَقُوا لَمْ يُسْرِفُوا وَلَمْ يَقْتُرُوا وَكَانَ بَيْنَ ذَٰلِكَ قَوَامًا

Artinya : "Dan orang-orang yang apabila membelanjakan (harta), mereka tidak berlebihan, dan tidak (pula) kikir, dan adalah (pembelanjaan itu) di tengah-tengah antara yang demikian." (QS. Al Furqon : 67)

Hemat bukan berarti pelit. Tetapi hemat lebih tertuju pada membelanjakan harta sesuai kebutuhan. Berbeda dengan pelit. Kalau kita mendapatkan rejeki dalam bentuk makanan atau buah-buahan yang melimpah dari hasil panen sendiri, tetapi tidak mau berbagi dengan tetangga, itu baru dinamakan pelit.


Rasulullah juga mengajarkan umatnya untuk berbuat hemat. Karena dengan hemat, niscaya kita dapat menahan diri dari segala nafsu dunia yang menyesatkan. Alangkah baiknya sebagian harta yang kita miliki kita sedekahkan di jalan Allah. Bukankah Allah akan memberikan rejeki yang berlipat ganda kepada hambaNya yang mau bersedekah?

Jadi janganlah takut harta kita akan habis bila diberikan kepada mereka yang membutuhkan. Allah tak akan pernah mengingkari janjinya. Alangkah baiknya dalam kehidupan sehari-hari kita dapat berbuat hemat, disamping meneladani perilaku Rasulullah, dengan berbuat hemat kitapun dapat mempersiapkan masa depan kita dengan baik. 

Hidup manusia seperti roda yang selalu berputar. Kadang ia diatas kadang juga ia berada di bawah. Bila kita hidup boros dan berfoya-foya disaat mampu, suatu saat bila Allah memberikan kita sebuah cobaan tentunya jadi tak terbiasa. Nah, hidup hemat inilah yang menjadi kunci pengendalian diri kita. Artinya di level manapun kita berada, kita akan tetap wajar menjalani hari-hari kita dengan rasa syukur.

Banyak beberapa dari kita yang kurang menyadari arti pentingnya hidup hemat. Kaya dan miskin seseorang termasuk cobaan yang diberikan Allah kepada hambaNya. Sayang manusia kurang menyadarinya. Ketika ia berada di atas, ia cenderung sombong, suka berfoya-foya dan hidup boros, bahkan melupakan Allah yang telah memberinya kenikmatan. Namun ketika ia ditimba suatu cobaan, iapun menghiba, merintih, memohon kepada Allah agar kehidupannya dikembalikan seperti semua. Sungguh sangat ironi.

Sebagai makhluk yang hidup di muka bumi ini, janganlah merasa tinggi ketika berada di atas, dan janganlah merasa hina jika Allah sedang memberikan cobaan hidup yang berat. Senyatanya hidup harus diperjuangkan. Kebrhasilan hidup manusia, hanya manusia sendirilah yang mengupayakan. Oleh karena itu, hanya mereka yang gigih memperjuangkan hidupnya seraya bermusahabah kepada Allah-lah yang akan mencapai kemenangan. Dan hidup hemat adalah salah satu tolok ukur untuk mencapai keberhasilan hidup.

Untuk itu marilah kita sama-sama hidup hemat. Jangan hanya menurutkan hawa nafsu, seraya menikmati kepuasan duniawi. Lebih baik kita berusaha menggapai kebahagiaan akhirat dengan meneladani perilaku Rasulullah. Karena setiap harta yang kita belanjakan di dunia ini, kelak akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah di akhirat. Dengan hidup hemat, kita jadi terbiasa menghadapi segala bentuk kehidupan. Yang terpenting keluarga kita selamat dunia akhirat. Amin allahuma amin.
 
http://theprimadita.blogspot.com/2013/12/1hari1ayat-ikutan-yuk.html#more 
Categories:
Reaksi:

1 komentar:

Silahkan berkomentar yang sopan dan tidak saru, berkomentarlah menggunakan nama yang jelas, jangan nyepam atau meninggalkan konten dan link jualan, jadilah blogger yang sportif demi membangun hubungan baik. Terima kasih sudah mengunjungi blog ini...